Toko Legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

1
toko legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Pagi itu saya membuka mata, sedikit berpikir hari apa yaa sekarang? Ah,,,,Alhamdulillah hari ini adalah hari minggu,  tiba lagi di akhir pekan. Itu artinya saya libur. Senangnyaaa deh kalau bertemu dengan hari libur. Hari ini mau kemana yaaa, sepertinya saya ingin menyusuri Jalan Ahmad Yani dari ujung ke ujung. 

Tepatnya dari perempatan Jalan Gudang/otista hingga depan pertokoan Capitol, terkadang hanya sampai Citymall lalu balik lagi deh. Terkadang saya tidak membeli apa-apa cukup berjalan jalan saja. Palingan membeli kopi saja di salah satu mall terbesar di jalan ini. 

 

Karakteristik Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Kalau misalnya ada yang bertanya kepada saya , kawasan mana di Kota Sukabumi yang paling ramai dan menarik untuk dikunjungi maka saya akan menjawab mantap Jalan Ahmad Yani. Yap , jalan ini termasuk jalan utama di kota Sukabumi.

Menyusuri jalan tersibuk di kota Sukabumi ini akan terasa jika jalan ini merupakan perpaduan gedung-gedung lama, pusat kuliner, pusat perdagangan dan pertokoan serta jalur pedestrian.

Mengapa menjadi jalur pedestrian?  Jadi, setiap hari Minggu pukul enam hingga sembilan pagi, sepanjang ini ditutup dari kendaraan bermotor. Jalanan akan sepenuhnya diberikan para pejalan kaki   dan memfasilitasi kegiatan warga.

Terus saat saya menyusuri jalanan di sisi kiri dan kanan jalan raya rasanya kek melihat bangunan rasa permen nano-nano. Mengapa? Karena ternyata deretan bangunannya itu berpadu antara bangunan-bangunan lama dan bangunan baru. Bangunan lama itu memiliki ciri khas sendiri, persis seperti bangunan yang ada di Jalan Braga  yang bergaya vintage dan klasik. 

Tapi di sepanjang jalan ini pula ada bermunculan bangunan-bangunan baru yang bergaya masa kini. Tengoklah bagaimana gaya bangunan masa kini City Mall yang berdekatan dengan bangunan lama tidak jauh dari sana. 

Belum lagi banyak bermunculan kafe-kafe baru tempat ngopi yang menghuni bangunan lama. Seperti Kedai kopi Njek Joe Tie yang viral itu. Banyak banget deh kafe di Ahmad Yani sepertinya lebih dari sepuluh kafe di sepanjang jalan ini. Pusat kuliner juga banyak dan toko-toko yang menyediakan berbagai macam barang mulai dari pakaian, sepatu, sandal hingga barang elektronik. 

Ah ramai sekali deh disinin, makin sore makin ramai. Bukan hanya orang Sukabumi, tapi banyak juga orang dari luar kota datang kesini. Makin kesini makin banyak open trip dari Jabodetabek menuju Sukabumi.

Toko Legend di Jalan Ahmad Yani

Siang itu mentari sudah mulai turun sepenggalah. Saya tidak berniat mencari makan karena memang masih kenyang. Tadi saya dan suami makan dulu di rumah sebelum berangkat. Niat saya akan mencari kaos dalam buat suami dan segala baju perdalaman buat saya juga. You know laah apa yang saya maksud,,,bukan baju sembarangan, tapi baju yang menempati tahta paling pribadi dari semua jenis baju yang kami miliki. 

Toko Nyonya

Toko yang akan saya tuju adalah salah satu toko legend di Ahmad Yani. Namanya adalah Toko Nyonya. Menurut Cici yang menunggu toko, dia adalah generasi ketiga yang saat ini mengurus dan menjalankan bisnis toko Nyonya ini. Waah,,,,sudah lama juga yaa. 

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke Sukabumi , dua puluh enam tahun yang lalu saya sudah menemukan toko ini. Saat itu yang melayani saya cici yang sudah berumur ternyata beliau adalah ibunya cici yang sore itu melayani saya. 

Saya bisa menemukan pakaian dalam dengan merek-merek terkenal seperti sorex, triumph dan masih banyak lagi. Begitupun dengan kaos dalam pria hingga baju bayi pun ada. Lengkap deh pokoknya. 

Toko Nyonya Sukabumi
Toko Nyonya langganan saya

Toko Nyonya menempati bangunan lama dengan lantai model lama juga. Etalase toko masih etalase yang sama saat saya pertama kali berkunjung ke toko ini. Pintu toko juga masih menggunakan pintu kayu biasa bukan menggunakan rolling door. Tapi, untuk pembayaran bisa menerima metode transfer yaa,,jadi jangan khawatir jika tidak membawa uang cash masih bisa transfer. 

Harganya memang tidak lebih murah dibandingkan dengan marketplace. Tapi kualitas terjamin asli, aweet banget dan rasanya beda aja belanja langsung dengan belanja di online. Belanja di toko saya bisa berbagi kisah nostalgia dengan cici dan bertemu langsung dengan penjual. Rasanya, di zaman serba digital dan pasar online merajai dimana-mana, berbelanja ke toko langsung menjadi sesuatu yang langka. 

Toko Mas Ayu

Toko Mas Ayu adalah toko legend lho. Berdiri sejak tahun 1930, kebayang yaa sudah tua hampir seratus tahun usianya. Lokasinya tuh dekat perempatan yang mau ke Stasiun Kereta Api. Naah, disitu ada dua toko Mas Ayu berseberangan. 

Yang lebih dikenal paling legend yang no 203, sementara di seberangnya itu jalan Ahmad Yani no 166. Tapi sebenarnya keduanya masih ada hubungan saudara. Kalau enggak salah yang di jalan Ahmad Yani no 203 itu ua nya deh. Kebetulan toko Mas Ayu no 166 juga menjadi stokis HNI dimana saya suka berbelanja produk HNI disana. 

Toko Mas Ayu terkenal sebagai toko peci di Sukabumi. Segala keperluan ibadah selain peci seperti sarung, baju koko, mukena dan buku-buku kitab, doa dan al Qur’an ada juga tersedia di Toko Mas Ayu. Tapi memang diantara sekian banyak produk nya , yang paling terkenal yaa peci Mas Ayu. Peci produksi sendiri. Suami dan bapak mertua saya juga suka membeli peci disini. 

Toko Moci A.Yani

Perjalanan saya lanjutkan menyusuri Jalan Ahmad Yani. Tujuan saya adalah salah satu toko oleh-oleh khas Sukabumi yaitu mochi. Ada toko legend di Ahmad Yani yaitu toko Mochi A.Yani. Tapi sayaaang bangeet, pas saya sampai kesitu eh tetehnya udah mau beranjak pergi. Ternyata udah mau tutup. Duuh terlambat deh saya. 

Toko Mochi A. Yani sudah berdiri sejak tahun 70 an. Legend juga kaan, sudah lima puluh tahun lebih niih berdiri. Dan usaha rumahan ini sudah melewati beberapa generasi. Saat ini dipegang generasi ketiga. Sama yaa dengan toko Nyonya kalau begitu. 

Tokonya tuh unik, karena tidak terletak di pinggir jalan tapi harus masuk ke dalam gang sempit terlebih dahulu. Tokonya ada di dalam gang tersebut. Namun di depan mulut gang ada pintu khusus berwarna biru dan pada bagian atasnya ada tulisan Toko Mochi A. Yani, jadi saya tinggal  masuk aja ke dalam kalau mau membeli mochi. 

Toko legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Toko Renda

Dari namanya saja mungkin kamu bisa menebak, ini toko yang menjual barang apa saja. Yaaa,,benar banget sesuai namanya Renda,,,,toko ini menjual berbagai macam benang, resleting, alat menjahit dan alat-alat merajut. Toko Renda selalu menjadi andalan saya saat harus mencari kancing, benang dan tetek bengek alat peralatan saat anak saya menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah saat masih SMP dulu

Saya pun yang dulu hobi merajut selalu belanja benang dan hakpen disini. Terus apakah sekarang saya masih suka merajut?? Jawabannya tidak sodara-sodara, sudah lupa saking nggak pernah dipake lagi ilmunya. Tapi terkadang kangen juga sih, jadi harus belajar lagi dari awal deh sepertinya.

Toko Renda niih lengkaap banget selain benang, jarum dan perlengkapan menjahit, disini juga tersedia berbagai bahan mute untuk membuat tas atau pernak pernik lainnya lengkap dengan benang untuk menyambung mute. 

Buat saya, kalau mencari peralatan menjahit udah deh Toko Renda jawabannya. Tapi hari minggu toko tutup yaa, libur.

 

Beberapa Hal Hasil Pengamatan 

Selama saya menyusuri jalanan Ahmad Yani ini, ada beberapa hal hasil pengamatan yang bisa menjadi ciri khas. Pertama , saya tertarik pada tulisan penanda toko. Hampir semua tulisannya berwarna merah dan seperti dibuat dengan tulisan tangan. Bahan plang tokonya terbuat dari kayu dan berwarna putih. 

Saya tidak paham juga nih, mengapa bisa seragam begitu yaa?? Apakah dulu pemerintah kota Sukabumi pada zaman dulu membuatkannya secara bersama-sama sehingga sama semuanya?? Harus banyak membaca referensi lagi nih sepertinya. 

Kedua, pintu toko masih terbuat dari kayu seperti warung zaman dulu pada umumnya. Pintu dan jendela terbuat dari kayu. 

Ketiga, naah kalau ini sih agak gak enak melihatnya. Hampir sebagian besar toko legend terkena vandalisme dengan banyaknya semprotan cat pilox di bagian pintu depan. Padahal kalau tidak dicorat coret seperti itu pasti akan nampak lebih indah dan aura vintagenya makin menguar kuat. 

Jalan ini satu arah yaa, tepatnya dari arah Bandung menuju arah Bogor atau dari Timur ke Barat. Kalau naik angkot ada angkot Cisaat Stasiun dan angkot warna ungu nanggeleng atau  angkot Sukaraja. Jika ingin ringkas dan cepat? Naik ojol atau taxi online,,,titik maps nya Citymall saja biar gampang menemukannya. 

Penutup

Banyak cerita yang masih ingin saya sampaikan saat berjalan menyusuri Jalan Ahmad Yani ini. Tapi untuk kisah kali ini saya cerita tentang toko legend dulu yaa,,,next saya cerita kisah lainnya. Terima kasiih banget sudah mau stay dan membaca cerita saya kali ini. Sampai jumpa di kisah perjalanan saya yang lainnya yaa. See you😍 😍

1

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

34 Responses
  1. Mbak Heni kreatif sekali, bikin tulisan kumpulan toko di satu jalan, yang ternyata legend semua ya. Berguna banget lho buat yang mungkin baru tinggal di Sukabumi, jadi tahu toko-toko yang suatu saat mungkin bakal dicari. Bahkan buat pendatang yang lagi jalan-jalan dan menginap di Sukabumi, bisa jadi semacam tujuan wisata juga ya. Jalan sambil lihat-lihat toko lama dan bangunan-bangunan jadulnya.

    Ohya, aku kira tadi Toko Mas Ayu itu toko emas, ternyata toko peci. Hahaha. 😆

    Ohya Mbak, aku tuh kayaknya baru 2 atau 3 kali aja ke Sukabumi. Yang pertama sekitar tahun 90-an, ikut nenek dan keluarga, ramean. Jadi waktu itu kami ke sana karena nenek mau lihat kebun cabe dan ternak ikannya yang dikelola ponakannya. Seingetku kami waktu itu panen cabe juga deh..

    Kebunnya luasss banget, dan sampai sekarang aku masih punya foto cetaknya. Nenek sekarang sudah almarhum, sementara aku juga nggak tahu kabar kebunnya bagaimana. Sudah berpuluh-puluh tahun juga kan. Jadi baca cerita Mbak Heni tentang Sukabumi ini malah jadi ikut membuka memori lama. 😁

    Dulu waktu pulang dari Sukabumi, kami sempat belanja mochi banyak sekali. Buat dimakan sendiri sekaligus buat oleh-oleh. Jangan-jangan toko moci nya yang itu. Eh, sekarang jadi pengen deh sesekali ke Sukabumi lagi. Apalagi setelah baca tulisan Mbak Heni, rasanya pengen menyusuri Jalan Ahmad Yani juga, lihat toko-toko legend itu satu-satu.

  2. Toko Mas Ayu langganan saya kalau beli peci. Memang harganya jauh beda, apalagi kalau dibandingkan dengan harga-harga di e-commerce, tapi soal kualitas memang terjaga di toko-toko legend ini.

    Saya juga baru engeuh deh kalau semua tulisan nama toko ini semuanya pakai warna merah. Kenapa ya? jadi pinisirin.. 🙂

    Sayang sekali dengan tangan-tangan oknum yang membuat vandalisme di bagian depan toko. Jadinya mengurangi nilai estetik toko tersebut, ya.

    Lucunya kalau ke Toko Mochi A. Yani ini banyak orang yang suka ga kebagian kalau mau beli mochi, saking lakunya. Makanya sekarang bisa dengan reservasi dulu di medsos mereka sebagai alternatif biar kebagian mochi legend Sukabumi

  3. eryka

    Ini sie deretan toko legend ya mba…hampir semua tokonya sudah berumur puluhan tahun dan masih menempati bangunan yang sama dan bangunan lama juga tanpa ada perubahan yang berarti…papan namanya juga sudah menunjukkan papan nama khas tempo dulu…

    Namun sayang banget dengan kegiatan vandalisme ini jadi membuat deretan toko ini terlihat tak beraturan..di solo dulu juga ada mba deretan toko2 yang sudah berusia seperti ini dan banyak vandalisme namun sekarang sudah ditertipakan yang dulunya hanay cerotan vandalisme kini sudah diubah menjadi lukisan mural yang mempercantik jalan..

  4. waaaah, ini mah semuanya blm ada yg aku datangin kalau ke sukabumi mbaaa banyak juga toko2 legend di sana yaaa, ga semua jualan makanan, tp bahkan msh ada yg jualan peci, benang dsb.

    kalau nama jalannya aku sering dengar… beberapa kuliner yg aku cari dulu banyak juga di kawasan itu.

    sukabumi ini memang vibe klasiknya masih dpt bgt sih..

    toko nyonya menjual pakaian dalam yaaa… itu brand yg dijual memang brand lama semua yg dulu pun aku pakeee, kayak triumph… awet bangetttt itu.

    toko mas ayu aku pikir toko yg jualan emas mbaaaa hahahhahahaha… ternyata peralatan ibadah hahahah.. ga nyangka sih

    tapi yg toko mochi kayaknya aku ga datangin dulu, sejujurnya aku ga suka mochi… bisa makan, tp kalau ada makanan lain aku akan pilih makanan lain.. cuma suamiku sukaaa kalau mochi… jd bisa aja aku datangin kalau memang suami yg pengen kesana

    kangen ih ke sukabumi… ada plan ama temen2 jakarta..tp ntahlaah masih galau antara sukabumi, bandung atau bogor 😀

  5. Saya senang melihav deretan toko-toko legenda di jalan Ahmad Yani Sukabumi ini. Bagaimana mereka bertahan dengan menjaga kualitas dan melayani pembeli dengan sepenuh hati. Pasti kalau belanja di sana, seperti masuk ke lorong waktu ya, Mbak. Apalagi ada yang masih mempertahankan bagunannya, termasuk etalasenya juga.
    Tapi kurang ajar sekali yang mencorat-coret itu. Jadi kurang enakk dipandang mata.

  6. Mang Duyeh

    Beneran nih aku kegocek sama Toko Mas Ayu, kirain jualan emas, taunya jualan peci, apa mungkin dulunya pernah jualan emas juga yaaa?
    lebih seru lagi kalo di plang mereka masih pake Ejaan lama ya, jadi kesan vintagenya masih terasa, dan tetap dipertahankan.
    Kenapa Dominan berwarna merah, karena itu adalah simbol keberuntungan bagi keturunan tionghoa
    Beberpa alasan kenapa pedagang terutama keturunan Tionghoa sering mempertahankan bangunan toko lama karena bangunan tersebut menjadi simbol kepercayaan, sejarah keluarga, dan identitas usaha yang sudah terbangun turun-temurun.
    Tampilan toko yang tidak berubah juga menciptakan kesan stabilitas, konsistensi mutu, serta kepatuhan pada prinsip feng shui yang diyakini membawa hoki.

  7. Seru banget baca cerita jalan-jalannya! Kebayang hangatnya nostalgia pas mampir ke Toko Nyonya, langka banget ada toko legendaris yang masih bertahan sampai generasi ketiga dengan nuansa kayu yang klasik. Toko Mochi A. Yani juga bikin penasaran, unik ya lokasinya tersembunyi di dalam gang dengan pintu biru ikonik. Tapi memang sayang banget pintu-pintu vintagenya ada yang kena corat-coret vandalisme, padahal plang kayu tulisan merahnya khas banget.

  8. Berasa nostalgia banget ya Kak kalau mendatangi sebuah area yang toko-tokonya sudah ada sejak dulu. Kayak kakak nostalgia di toko-toko yang ada di Jalan Ahmad Yani Sukabumi.

    Pasti seru banget belanja sambil cerita-cerita sama Cici pemilik tokonya.

    Anggapannya Jalan Ahmad Yani ini jadi area Car Free Day gitu ya, Kak pas hari minggu.

  9. Ib bener banget. Bisa samaan ya? Secara di Cianjur kota juga banyak rumah jaman kuno yang bertahan masih dipakai sebagai laha usaha (ruko) kondisinya memang jadul, tapi punya nilai sejarah tinggi.
    Sedihnya karena tangan tidak bertanggung jawab banyaj vandalisme juga di bagian depan dan temboknya itu. Bikin merusak pemandangan saja. Instansi terkait juga tidak gerak cepat turun tangan seolah melakukan pembiaran saja…

  10. Selalu suka kalau pergi jalan-jalan bisa menemukan toko-toko lama yang masih bertahan di tengah gempuran marketplace dan pusat perbelanjaan modern. Rasanya ada suasana berbeda saat belanja langsung, apalagi kalau tokonya sudah melewati beberapa generasi seperti Toko Nyonya, Mas Ayu, dan Mochi A. Yani ini. Yang paling bikin aku tertarik justru detail bangunan lamanya, dari pintu kayu sampai papan nama yang terasa vintage. Bangunan kayak gini tuh ngingetin aku pas era 90-an mbak di daerah pecinan.

    Meski ya sSayang banget kalau bagian depannya malah terkena vandalisme. Harusnya sih, coretan-coretan gini jangan di tempat-tempat seperti gini. 🙁

  11. Fenni Bungsu

    Sekali melangkah dapat menjelajahi toko-toko legend kayak gini asik juga, Masih dijaga dengan baik juga bantuannya walau sudah berumur. Hanya aja urusan vandalisme ini nih bikin nyesek ya, suka bingung yang kayak beginian kok ada aja, dan seperti ga mikir kenapa bangunan legend bisa harus diperlakukan kayak gitu

  12. Resep pisan bisa explore jalan Ahmad Yani Sukabumi yang ternyata jalan tersibuk serta teramai di sana.

    Toko Nyonya hangat dalam ingatan, saat sering ke Cisaat. Nenek dari keluarga Bapak suka ngajak aku ke toko tersebut. Legend sangat ternyata ya. Dan masih ada sampai sekarang wow. Dulu masih sekolah sih suka ke area jalan Ahmad Yani.

    Jadi penasaran pengen explore seharian disana. Sekalian mampir ke coffee shop dan kulineran. Enakeun pisan ya. Meski sibuk tapi nyaman buat didatangi, nih jalan.

  13. Jalan Ahmad Yani emang nggak ada matinya ya kak Heni. Selalu jadi spot ikonik kalau ke Sukabumi.

    Bener banget, perpaduan bangunan jadul yang klasik sama kafe-kafe modern tuh bikin vibes-nya makin estetik dan ngangenin, apalagi kalau pas lagi CFD di Minggu pagi.

    Enak banget buat jalan santai bersama keluarga. Baca daftar toko legend-nya bener-bener bikin nostalgia dan berasa diajak jalan-jalan virtual dari ujung ke ujung. Sukses bikin pengen main ke Sukabumi lagi buat ngopi-ngopi santai.

  14. Dailyrella

    Wuaahh , mochi Sukabumi terbaiiikkkk, sayang banget pas ke Toko Mochi A. Yani ternyata pas mau tutup, padahal mochinya ikonik banget ya!

    Penasaran juga sama lokasinya yang di dalam gang dengan pintu biru itu, berasa nemu hidden gem. Eh tapi penyakit kawasan wisata lama tuh emang gitu sih mba, rawan kumuh krn gak terawat jadinya banyak jejak vandalism juga 🙁

  15. Wah, baca ini malah jadi kangen jalanan di kampung halaman saya euy Mbak Heni. Jalan Siliwangi, itu kurang lebih punya gaya desain yang mirip juga. Sebab bangunannya sama-sama bangunan lawas.. dengan papan toko yang bernuansa tak kalah lawasnya pulak.

    Liat dagangannya unik juga ya, saya kirain biasanya ginian tuh didominasi emas. Eeeh, ternyata bukan. Malah banyak dagangan lain, macem pakaian dalam.

    Eh beberapa toko gini juga ada lhoo di Plaza Pondok gede mbak.. Cuma sayang. sekarang udah mulai pada tergusur. Efek mall sepi 🙁

  16. Salut dengan toko-toko legend ini, dia tak tergerus jaman di saat semakin banyak nya penjual ‘modern’ termasuk toko atau media promosinya. Toko-toko tersebut masih bertahan bahkan ada yang sampai 3 generasi. Keren banget deh pokoknya

  17. Baca tulisan ini kok sedih ya, rasanya kaya nostalgia. Tiba-tiba ingat ibuku. Sejak kecil sering nemenin ibu belanja keluar masuk toko kaya gini. Kalau di Malang, di sekitar Pasar Besar kayanya yang mirip-mirip seperti ini. Berderet aneka toko macam-macam jualannya. Kangeeeen…

    Seru ya mbak menjelajah toko-toko legendaris. Sayang mochinya tutup. Sukabumi emang terkenal dengan mochinya. Sering dibawain dan rata-rata rasanya enak.

  18. Wah kreatif nih tulisannya, mengulas toko legend d sukabumi. Sy yg blm pernah ksana jadi bayangin bgmn suadana toko yang selalu hidup tiap harinya.
    Smg bisa k sukabumi dan mnyusuri toko toko yg mb tulis ini😊🙏🏻

  19. Saya setiap mendengar kata legend, yang terlintas di pikiran pasti sesuatu yang vintage he…he….ada jejak perjuangan dan perjalanan panjang dari sebuah proses yang sudah berjalan dalam waktu lama. Vibesnya pun beda dengan bangunan maupun tempat-tempat baru. Makanya kalau berkunjung ke suatu tempat saya sering bertanya, di mana bisa menemukan sesuatu yang beraroma jadul. Karena jujur itu memiliki daya tarik tersendiri.

  20. wah jalan ahmad yani ini seharusnya bisa ya dikembangkan jadi destinasi wisata di Sukabumi karena banyak toko legend di sana. Terutama buat vandalismenya itu semoga bisa dihapus dan dipoles lagi jadinya pasti lebih cakep jalannya

  21. Duh, makin penasaran deh sama yang namanya Sukabumi niiih, karena banyak sekali bangunan2 tua dengan pertokoan legend ya mbak. Kyknya kota ini emang bersejarah sekali karena dekat dengan Bogor yang di masa lalu juga jujugan orang Belanda untuk tinggal ya?

    Nah aku tu pas dikasi tahu temenku kalau ke Sukabumi carolah mochi, aku tu bingung, kok iso di Sukabumi terkenal mochi? Krn bayanganku mochi tu dari jepun sana hehe. Pernah nulis soal mengapa makanan ini jadi trend di sana nggak mbak?

    Menarik banget ya yang Toko Nyonya,s esuai namanya, menyediakan kebutuhan sandang buat para nyonya alias perempuan 😀
    Toko Renda pun nggak jauh2 dari bahan2 buat produktivitas penjahit.
    Identik banget ma orang Sunda yang pinter ngejahit nggak sih?

    Jadi kalau ke Sukabumi salah satu yang OK buat dijelajahi ya Jl Ahamad Yani ini yaa? Noteed 😀

  22. Kalau jadi jalan pedestrian jadi enak buat jalan kaki ya Mbak, dan mengurangi polusi juga. Toko-tokonya vintag tapi layak untuk dikunjungi, sekalian belanja dan nostalgia.
    Iyaa gemes ih kalau ada korban vandalisme. Corat-coret sembarangan, gak mikir perasaan empunya toko / bangunan.

  23. Aku pun mengamati kreativitas tingkat tinggi dari warga sebuah daerah dengan banyaknya coretan gravity di sebuah toko atau dinding kosong. Andaikan sama-sama menjaga kebersihan, pasti akan lebih nyaman dilihat yaah..

    Di sepanjang Jalan Ahmad Yani masih terus terjaga toko-toko legend yaah..
    Dan ini bikin kota Sukabumi punya vibes vintage yang kuat.
    Paling penasaran sama mochi sih.. soalnya ibukku suka bilang kalo mochi-nya sukabumi itu beda dari mochi di kota lain.

  24. Wah wah, di jalan Ahmad Yani Sukabumi, ya. Catet ah, nanti kalo ke Sukabumi kudu mampir ke toko-toko ini. Kebetulan adikku tinggal di Sukabumi, tepatnya di Baros. Kalo ke sana aku jarang ke mana-mana. Jajan pun beli online. Kalo udah tahu toko-toko ini, bisa main nih. Minta anter adik ke sana 😀

Leave a Reply


About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan
7 Perlengkapan yang Mulai Banyak Dipakai Pengendara untuk Mengurangi Risiko di Perjalanan
21 September 2026
Karakter drakor
6 Kebiasaan Karakter Drakor yang Diam-Diam Ngajarin Kita soal Uang
21 September 2026
Bukit Panenjoan Cibadak
Bukit Panenjoan Cibadak: Menikmati Panorama Indah dan Udara Segar dari Ketinggian 
20 September 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan
Karakter drakor
Bukit Panenjoan Cibadak
Danau Situ Gunung Kadudampit
Situ Cijeruk rute Selabintana
Kuliner Apa yang Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
SUV kompak