Toko Legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

0
toko legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Pagi itu saya membuka mata, sedikit berpikir hari apa yaa sekarang? Ah,,,,Alhamdulillah hari ini adalah hari minggu,  tiba lagi di akhir pekan. Itu artinya saya libur. Senangnyaaa deh kalau bertemu dengan hari libur. Hari ini mau kemana yaaa, sepertinya saya ingin menyusuri Jalan Ahmad Yani dari ujung ke ujung. 

Tepatnya dari perempatan Jalan Gudang/otista hingga depan pertokoan Capitol, terkadang hanya sampai Citymall lalu balik lagi deh. Terkadang saya tidak membeli apa-apa cukup berjalan jalan saja. Palingan membeli kopi saja di salah satu mall terbesar di jalan ini. 

 

Karakteristik Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Kalau misalnya ada yang bertanya kepada saya , kawasan mana di Kota Sukabumi yang paling ramai dan menarik untuk dikunjungi maka saya akan menjawab mantap Jalan Ahmad Yani. Yap , jalan ini termasuk jalan utama di kota Sukabumi.

Menyusuri jalan tersibuk di kota Sukabumi ini akan terasa jika jalan ini merupakan perpaduan gedung-gedung lama, pusat kuliner, pusat perdagangan dan pertokoan serta jalur pedestrian.

Mengapa menjadi jalur pedestrian?  Jadi, setiap hari Minggu pukul enam hingga sembilan pagi, sepanjang ini ditutup dari kendaraan bermotor. Jalanan akan sepenuhnya diberikan para pejalan kaki   dan memfasilitasi kegiatan warga.

Terus saat saya menyusuri jalanan di sisi kiri dan kanan jalan raya rasanya kek melihat bangunan rasa permen nano-nano. Mengapa? Karena ternyata deretan bangunannya itu berpadu antara bangunan-bangunan lama dan bangunan baru. Bangunan lama itu memiliki ciri khas sendiri, persis seperti bangunan yang ada di Jalan Braga  yang bergaya vintage dan klasik. 

Tapi di sepanjang jalan ini pula ada bermunculan bangunan-bangunan baru yang bergaya masa kini. Tengoklah bagaimana gaya bangunan masa kini City Mall yang berdekatan dengan bangunan lama tidak jauh dari sana. 

Belum lagi banyak bermunculan kafe-kafe baru tempat ngopi yang menghuni bangunan lama. Seperti Kedai kopi Njek Joe Tie yang viral itu. Banyak banget deh kafe di Ahmad Yani sepertinya lebih dari sepuluh kafe di sepanjang jalan ini. Pusat kuliner juga banyak dan toko-toko yang menyediakan berbagai macam barang mulai dari pakaian, sepatu, sandal hingga barang elektronik. 

Ah ramai sekali deh disinin, makin sore makin ramai. Bukan hanya orang Sukabumi, tapi banyak juga orang dari luar kota datang kesini. Makin kesini makin banyak open trip dari Jabodetabek menuju Sukabumi.

Toko Legend di Jalan Ahmad Yani

Siang itu mentari sudah mulai turun sepenggalah. Saya tidak berniat mencari makan karena memang masih kenyang. Tadi saya dan suami makan dulu di rumah sebelum berangkat. Niat saya akan mencari kaos dalam buat suami dan segala baju perdalaman buat saya juga. You know laah apa yang saya maksud,,,bukan baju sembarangan, tapi baju yang menempati tahta paling pribadi dari semua jenis baju yang kami miliki. 

Toko Nyonya

Toko yang akan saya tuju adalah salah satu toko legend di Ahmad Yani. Namanya adalah Toko Nyonya. Menurut Cici yang menunggu toko, dia adalah generasi ketiga yang saat ini mengurus dan menjalankan bisnis toko Nyonya ini. Waah,,,,sudah lama juga yaa. 

Saat pertama kali menginjakkan kaki ke Sukabumi , dua puluh enam tahun yang lalu saya sudah menemukan toko ini. Saat itu yang melayani saya cici yang sudah berumur ternyata beliau adalah ibunya cici yang sore itu melayani saya. 

Saya bisa menemukan pakaian dalam dengan merek-merek terkenal seperti sorex, triumph dan masih banyak lagi. Begitupun dengan kaos dalam pria hingga baju bayi pun ada. Lengkap deh pokoknya. 

Toko Nyonya Sukabumi
Toko Nyonya langganan saya

Toko Nyonya menempati bangunan lama dengan lantai model lama juga. Etalase toko masih etalase yang sama saat saya pertama kali berkunjung ke toko ini. Pintu toko juga masih menggunakan pintu kayu biasa bukan menggunakan rolling door. Tapi, untuk pembayaran bisa menerima metode transfer yaa,,jadi jangan khawatir jika tidak membawa uang cash masih bisa transfer. 

Harganya memang tidak lebih murah dibandingkan dengan marketplace. Tapi kualitas terjamin asli, aweet banget dan rasanya beda aja belanja langsung dengan belanja di online. Belanja di toko saya bisa berbagi kisah nostalgia dengan cici dan bertemu langsung dengan penjual. Rasanya, di zaman serba digital dan pasar online merajai dimana-mana, berbelanja ke toko langsung menjadi sesuatu yang langka. 

Toko Mas Ayu

Toko Mas Ayu adalah toko legend lho. Berdiri sejak tahun 1930, kebayang yaa sudah tua hampir seratus tahun usianya. Lokasinya tuh dekat perempatan yang mau ke Stasiun Kereta Api. Naah, disitu ada dua toko Mas Ayu berseberangan. 

Yang lebih dikenal paling legend yang no 203, sementara di seberangnya itu jalan Ahmad Yani no 166. Tapi sebenarnya keduanya masih ada hubungan saudara. Kalau enggak salah yang di jalan Ahmad Yani no 203 itu ua nya deh. Kebetulan toko Mas Ayu no 166 juga menjadi stokis HNI dimana saya suka berbelanja produk HNI disana. 

Toko Mas Ayu terkenal sebagai toko peci di Sukabumi. Segala keperluan ibadah selain peci seperti sarung, baju koko, mukena dan buku-buku kitab, doa dan al Qur’an ada juga tersedia di Toko Mas Ayu. Tapi memang diantara sekian banyak produk nya , yang paling terkenal yaa peci Mas Ayu. Peci produksi sendiri. Suami dan bapak mertua saya juga suka membeli peci disini. 

Toko Moci A.Yani

Perjalanan saya lanjutkan menyusuri Jalan Ahmad Yani. Tujuan saya adalah salah satu toko oleh-oleh khas Sukabumi yaitu mochi. Ada toko legend di Ahmad Yani yaitu toko Mochi A.Yani. Tapi sayaaang bangeet, pas saya sampai kesitu eh tetehnya udah mau beranjak pergi. Ternyata udah mau tutup. Duuh terlambat deh saya. 

Toko Mochi A. Yani sudah berdiri sejak tahun 70 an. Legend juga kaan, sudah lima puluh tahun lebih niih berdiri. Dan usaha rumahan ini sudah melewati beberapa generasi. Saat ini dipegang generasi ketiga. Sama yaa dengan toko Nyonya kalau begitu. 

Tokonya tuh unik, karena tidak terletak di pinggir jalan tapi harus masuk ke dalam gang sempit terlebih dahulu. Tokonya ada di dalam gang tersebut. Namun di depan mulut gang ada pintu khusus berwarna biru dan pada bagian atasnya ada tulisan Toko Mochi A. Yani, jadi saya tinggal  masuk aja ke dalam kalau mau membeli mochi. 

Toko legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi

Toko Renda

Dari namanya saja mungkin kamu bisa menebak, ini toko yang menjual barang apa saja. Yaaa,,benar banget sesuai namanya Renda,,,,toko ini menjual berbagai macam benang, resleting, alat menjahit dan alat-alat merajut. Toko Renda selalu menjadi andalan saya saat harus mencari kancing, benang dan tetek bengek alat peralatan saat anak saya menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah saat masih SMP dulu

Saya pun yang dulu hobi merajut selalu belanja benang dan hakpen disini. Terus apakah sekarang saya masih suka merajut?? Jawabannya tidak sodara-sodara, sudah lupa saking nggak pernah dipake lagi ilmunya. Tapi terkadang kangen juga sih, jadi harus belajar lagi dari awal deh sepertinya.

Toko Renda niih lengkaap banget selain benang, jarum dan perlengkapan menjahit, disini juga tersedia berbagai bahan mute untuk membuat tas atau pernak pernik lainnya lengkap dengan benang untuk menyambung mute. 

Buat saya, kalau mencari peralatan menjahit udah deh Toko Renda jawabannya. Tapi hari minggu toko tutup yaa, libur.

 

Beberapa Hal Hasil Pengamatan 

Selama saya menyusuri jalanan Ahmad Yani ini, ada beberapa hal hasil pengamatan yang bisa menjadi ciri khas. Pertama , saya tertarik pada tulisan penanda toko. Hampir semua tulisannya berwarna merah dan seperti dibuat dengan tulisan tangan. Bahan plang tokonya terbuat dari kayu dan berwarna putih. 

Saya tidak paham juga nih, mengapa bisa seragam begitu yaa?? Apakah dulu pemerintah kota Sukabumi pada zaman dulu membuatkannya secara bersama-sama sehingga sama semuanya?? Harus banyak membaca referensi lagi nih sepertinya. 

Kedua, pintu toko masih terbuat dari kayu seperti warung zaman dulu pada umumnya. Pintu dan jendela terbuat dari kayu. 

Ketiga, naah kalau ini sih agak gak enak melihatnya. Hampir sebagian besar toko legend terkena vandalisme dengan banyaknya semprotan cat pilox di bagian pintu depan. Padahal kalau tidak dicorat coret seperti itu pasti akan nampak lebih indah dan aura vintagenya makin menguar kuat. 

Jalan ini satu arah yaa, tepatnya dari arah Bandung menuju arah Bogor atau dari Timur ke Barat. Kalau naik angkot ada angkot Cisaat Stasiun dan angkot warna ungu nanggeleng atau  angkot Sukaraja. Jika ingin ringkas dan cepat? Naik ojol atau taxi online,,,titik maps nya Citymall saja biar gampang menemukannya. 

Penutup

Banyak cerita yang masih ingin saya sampaikan saat berjalan menyusuri Jalan Ahmad Yani ini. Tapi untuk kisah kali ini saya cerita tentang toko legend dulu yaa,,,next saya cerita kisah lainnya. Terima kasiih banget sudah mau stay dan membaca cerita saya kali ini. Sampai jumpa di kisah perjalanan saya yang lainnya yaa. See you😍 😍

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

Leave a Reply

About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

paket tour Magelang
Wisata Satu Hari di Magelang: Dari Negeri Dongeng Sampai Naik Jeep di Atas Awan
6 Agustus 2026
Paket wisata Cirebon
Wisata Satu Hari di Cirebon: Panduan Buat Kamu yang Cuma Transit atau Ada Acara Sebentar
6 Agustus 2026
Bakmie Ayam 58: Kuliner Mie  Enak Dekat kampus UNPAD
2 Agustus 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

toko legend di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi
paket tour Magelang
Paket wisata Cirebon
Ancol Taman Impian
Tips memilih tempat makan di perjalanan
Liburan ke Ujung Genteng bisa kemana aja
Roemari Kafe Sukabumi
Kopi Toko Djawa di Braga