Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Rasanya tanggung deh kalau langsung cabut dari Pondok Halimun tanpa menunggu waktu salat Duhur terlebih dahulu. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk kembali ke area parkir depan area wisata PH milik Pemkab Sukabumi. Saya melihat di sana ada musala yang nyaman dan lega serta karpet yang masih tebal dan baru. Okelah saya salat duhur dulu bersama suami di musala situ.
Setelah selesai salat, kami segera meluncur kembali ke arah kota Sukabumi. Kali ini kami mengambil rute ke arah belakang PH yaitu menuju ke Selabintana. Pas saya melewati jalur belakang Pondok Halimun ini, haduuuh masya Allah jalannya ancur-ancuran,,,sungguh sangat jelek. Motor yang suami kemudikan tidak bisa berjalan kencang, kalau nekat alamat jatuh deh.
Ternyata jalan yang saya lalui tembus ke arah pertigaan menuju kawasan cakrawala, dan berakhir keluar tepat di seberang terminal Selabintana. Oalaah kesini toh keluarnya, pikir saya bergumam.
Motor yang kami tumpangi akhirnya bisa merasakan kembali aspal mulus setelah berada di jalur Jalan Selabintana. Naah, saat melewati jalan inilah perut terasa keroncongan. Yaa gimana enggak lapar orang kita tuh belum makan lho. Hanya dua buah bala-bala yang masuk ke perut pas tadi ada di lokasi Curug Cibeureum.
Naah, kalau tempat makan di Jalan Selabintana tuh ada satu resto pilihan kami, yaitu D’Green Resto dan Cafe. Sejak zaman anak-anak masih sekolah SD kami mulai memilih makan disini, hanya saja sekarang sudah berubah tempatnya setelah ada renovasi gedung.
Table of Contents
Lokasi D’Green Resto dan Cafe
Kalau kamu mau makan di D’Green lokasinya tuh gampang ditemukan karena letaknya strategis banget. Terletak di pinggir jalan utama Selabintana kalau kamu dari arah kota Sukabumi restonya ada di sebelah kanan jalan. Patokannya itu dari waroeng restoe ibu masih terus ke atas nanti ketemu resto menggrila masih ke atas lagi. D’Green berseberangan dengan komplek BBPBAT.
Lokasi D’Green Resto dan Cafe:
Jl. Selabintana No.54, Selabatu, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43114
Bangunannya yang tinggi dan dominan hijau sangat mudah siapapun yang melewatinya. Sarana transportasi umum yang melewati resto D’Green adalah angkot yang menuju Selabintana yaitu angkutan kota atau angkot warna merah trayek no 10 jurusan Selabintana-Sukabumi. Biasanya angkot ini suka ngetem depan Yogya Mall Sukabumi. Ongkos angkot enam ribu rupiah dan pelajar tiga ribu.
Kalau mau yang langsung dan cepat yaa tinggal naik ojek online atau taxi online semacam grab car, gocar dan semacamnya. Untuk ongkos tentu saja menyesuaikan darimana saya naik nya.
Semua Serba Hijau
Sesuai nama restonya yaitu D’Green nuansa ruangan semuanya serba dominan hijau. Green berasal dari kata Bahasa Inggris yang artinya hijau. Emang bener banget nih resto serba hijau-hijau semuanya. Mulai dari desain gedung bagian depan yang hijau full kemudian plang papan nama resto juga berwarna hijau.
Masuk ke dalam resto warna hijau kembali mendominasi, mulai dari atap yang ada nuansa hijaunya, tanaman berwarna hijau, car dinding nuansa hijau, kemudian meja dan kursi semuanya hijau-hijau. Seger banget deh lihatnya semua serba hijau. Pantesan saja yaa nama restonya tuh D’Green lhaa semua serba hijau, klop deh penampakan ruangan dan namanya.
Restorannya terbagi menjadi empat area utama. Yaitu area yang kami tempati pas depan pitu masuk, lalu area makan samping kanan dan kiri. Terus di belakang ada varea outdoor. Jadi bisa leluasa sih mau memilih tempat makan yang kamu suka.


Makanan dan Minuman Pesanan Kami
Tak lama setelah saya dan suami duduk, seorang staff resto menghampiri. Dia memberikan dua buah buku menu. Oh iya buku menu versi lengkap bisa juga kamu scan di barcode yang ada tertempel di atas meja atau akses di instagramnya D’Green ada link menuju buku menu mereka lho. Jadi cek-cek aja yaa.
Nasi Goreng Lidah Cabe Ijo
Suami tadinya mau makan tom yam, cuma kan porsinya tuh banyak yaa jadi harus buat berdua. Kebayang kalau makan sendiri kebanyakan. Tapi masalahnya saya lagi gak pengen makan tom yam. Ya udah akhirnya belio pesan nasi goreng lidah cabe ijo.

Ternyata pilihannya tidak salah, nasi gorengnya tuh enaak. Lidah bumbu cabe ijo bumbunya tuh gak pelit pokoknya melimpah deh. Nasi goreng di mix telur yang dikacau dan cabe jadi agak-agak pedes tapi enaak terus gak banyak minyaknya juga jadi gak blenger deh.
Oping tambahannya tuh ada salad sayuran dengan saus mayones dan emping. Kalau makan di D’Green jangan kaget karena ukuran piringnya tuh besar dan porsinya banyaak. Jadi pasti bakalan kenyang.
Iga Rempah Bali
Saya memesan Iga Rempah Bali, salah satu menu yangn ada di resto D’Green. Dan lagi-lagi porsinya gak pelit alias banyaak. Nasinya banyak dan potongan iga juga besar. Total dalam satu nampan ada tiga buah iga ukuran besar dengan bumbu lagi-lagi melimpah.
Topping yang menemani menu utama ada lalapan berbagai sayuran seperti kol, timun, kemangi, irisan tomat dan selada air. Satu buah jeruk nipis yang dipotong dua serta emping ikut melengkapi menu Iga Rempah Bali.

Penyajiannya tidak menggunakan piring seperti menu nasi goreng ya, tapi menggunakan sejenis talenan yang terbuat dari kayu. Jadi talenan katu dibeli alas daun pisang dan baru deh menu-menu dihamparkan di atasnya. Daun pisang membungkus nasi hangat dan wangi daun pisang bersatu dengan wangi nasi putih. Wiih benar-benar membangkitkan selera makan nih.
Cheese Banana Caramel
Menu dessert yang kami pilih yaitu Cheese Banana caramel. Sebenarnya kalau istilah versi umumnya ini tuh pisang goreng. Cuma yaa kalau udah masuk ke resto kek D’Green ini kan namanya jadi lebih gaya.

Pisang goreng yang memiliki toping tambahan yaitu cheese dan caramel. Tapi kami minta semua topingnya terpisah saja dengan pisangnya. Jadi saya bisa memilih mau dengan karamel atau enggak atau mau memakannya dengan keju atau enggak.
Bukan Es Duren Biasa
Saat melihat buku menu, mata saya tertumbuk pada satu minuman dengan taburan saus duren di atasnya. Pas melihat namanya saya pun bergumam, “Oh pantesan aja yaa”. Sajian menunya sesuai dengan namanya yaitu Bukan Es Duren Biasa.

Dalam satu sajian es ada satu butir utuh duren, Komponen sajian es durian spesial ini ada cendol, potongan nangka dan es serut, nata de coco. Kuahnya itu santan atau susu yaa, tapi sepertinya santan deh. Es ini pun tendas tapi, bukan sama saya aja melainkan berdua suami. Bahkan dia yang paling banyak ngabisin tuh.
Sakura Matcha Latte
Minuman pilihan suami adalah Sakura Matcha Latte. Rasanya enak tapi saya gak mencicipi terlalu banyak soalnya sudah kenyang makan iga dan pisang goreng. Penampakannya tuh seperti ada dua lapisan gitu, bagian bawah lebih bening dan bagian atas lebih kental lengkap dengan taburan kacang. Kacang apa ya itu, kacang almond sepertinya.

Teh Dilmah Panas
Kalau makan nggak minum teh itu sepertinya ada yang kurang. Jadi deh kita pesan teh panas tawar. Nama teh nya tuh Teh Dilmah dan saya memilih rasa jasmine. Teh Dilmah ini sama persis dengan jenis teh yang kami minum di Skyline Best View Resto dan sajian teh saat menginap di Intercontinental Hotel. Jadi penasaran deh saya mengapa kalau di tempat-tempat yang tergolong mahal teh nya itu Teh Dilmah…
Kesan Makan di D’Green Resto dan Cafe
Destinasi kuliner yang satu ini meskipun tidak sering saya kunjungi tapi termasuk pilihan kami sekeluarga. Salah satunya saat ada momen spesial. Pertama mengajak anak-anak makan tuh saat teteh ula abis kenaikan kelas lulus SD,,dah lama juga yaa,,,
Tapi kami gak sering-sering sih makan di D’Green karena memang harganya pricy yaaa alias gak murah hehe. Kemarin makan berdua tuh total habis empat ratus enam belas ribu rupiah. Tapi sebanding sih dengan rasa makanan yang tersaji, kalau kata suami sih,,,makan di D;Green memilih menu apapun gak pernah gagal. Jadi kalau kamu kebetulan bepergian ke arah Selabintana bisa mencobanya.
Kurangnya tuh cuma satu yaitu parkirannya kurang besar hanya cukup buat beberapa mobil palingan 4 mobil, sebelah nya buat parkir motor.























