Jelajah Kuliner Sukabumi di D’Green Resto dan Cafe 

2
Resto D'Green resto dan cafee Sukabumi

Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Rasanya tanggung deh kalau langsung cabut dari Pondok Halimun tanpa menunggu waktu salat Duhur terlebih dahulu. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk kembali ke area parkir depan area wisata PH milik Pemkab Sukabumi. Saya melihat di sana ada musala yang nyaman dan lega serta karpet yang masih tebal dan baru. Okelah saya salat duhur dulu bersama suami di musala situ.

Setelah selesai salat, kami segera meluncur kembali ke arah kota Sukabumi. Kali ini kami mengambil rute ke arah belakang PH yaitu menuju ke Selabintana. Pas saya melewati jalur belakang Pondok Halimun ini, haduuuh masya Allah jalannya ancur-ancuran,,,sungguh sangat jelek. Motor yang suami kemudikan tidak bisa berjalan kencang, kalau nekat alamat jatuh deh.

Ternyata jalan yang saya lalui tembus ke arah pertigaan menuju kawasan cakrawala, dan berakhir keluar tepat di seberang terminal Selabintana. Oalaah kesini toh keluarnya, pikir saya bergumam. 

Motor yang kami tumpangi akhirnya bisa merasakan kembali aspal mulus setelah berada di jalur Jalan Selabintana. Naah, saat melewati jalan inilah perut terasa keroncongan. Yaa gimana enggak lapar orang kita tuh belum makan lho. Hanya dua buah bala-bala yang masuk ke perut pas tadi ada di lokasi Curug Cibeureum

Naah, kalau tempat makan di Jalan Selabintana tuh ada satu resto pilihan kami, yaitu D’Green Resto dan Cafe. Sejak zaman anak-anak masih sekolah SD kami mulai memilih makan disini, hanya saja sekarang sudah berubah tempatnya setelah ada renovasi gedung. 

 

Lokasi D’Green Resto dan Cafe

Kalau kamu mau makan di D’Green lokasinya tuh gampang ditemukan karena letaknya strategis banget. Terletak di pinggir jalan utama Selabintana kalau kamu dari arah kota Sukabumi restonya ada di sebelah kanan jalan. Patokannya itu dari waroeng restoe ibu masih terus ke atas nanti ketemu resto menggrila masih ke atas lagi. D’Green berseberangan dengan komplek BBPBAT. 

 

Lokasi D’Green Resto dan Cafe: 

Jl. Selabintana No.54, Selabatu, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43114

 

Bangunannya yang tinggi dan dominan hijau sangat mudah siapapun yang melewatinya. Sarana transportasi umum yang melewati resto D’Green adalah angkot yang menuju Selabintana yaitu angkutan kota atau angkot warna merah trayek no 10 jurusan Selabintana-Sukabumi. Biasanya angkot ini suka ngetem depan Yogya Mall Sukabumi. Ongkos angkot enam ribu rupiah dan pelajar tiga ribu.

Kalau mau yang langsung dan cepat yaa tinggal naik ojek online atau taxi online semacam grab car, gocar dan semacamnya. Untuk ongkos tentu saja menyesuaikan darimana saya naik nya. 

 

Semua Serba Hijau

Sesuai nama restonya yaitu D’Green nuansa ruangan semuanya serba dominan hijau. Green berasal dari kata Bahasa Inggris yang artinya hijau. Emang bener banget nih resto serba hijau-hijau semuanya. Mulai dari desain gedung bagian depan yang hijau full kemudian plang papan nama resto juga berwarna hijau. 

Masuk ke dalam resto warna hijau kembali mendominasi, mulai dari atap yang ada nuansa hijaunya, tanaman berwarna hijau, car dinding nuansa hijau, kemudian meja dan kursi semuanya hijau-hijau. Seger banget deh lihatnya semua serba hijau. Pantesan saja yaa nama restonya tuh D’Green lhaa semua serba hijau, klop deh penampakan ruangan dan namanya. 

Restorannya terbagi menjadi empat area utama. Yaitu area yang kami tempati pas depan pitu masuk, lalu area makan samping kanan dan kiri. Terus di belakang ada varea outdoor. Jadi bisa leluasa sih mau memilih tempat makan yang kamu suka. 

D'Green resto dan cafee Suukabumi
ornamen dan perabot serba hijau

D'Green resto dan cafee

Makanan dan Minuman Pesanan Kami

Tak lama setelah saya dan suami duduk, seorang staff resto menghampiri. Dia memberikan dua buah buku menu. Oh iya buku menu versi lengkap bisa juga kamu scan di barcode yang ada tertempel di atas meja atau akses di instagramnya D’Green ada link menuju buku menu mereka lho. Jadi cek-cek aja yaa.

Nasi Goreng Lidah Cabe Ijo

Suami tadinya mau makan tom yam, cuma kan porsinya tuh banyak yaa jadi harus buat berdua. Kebayang kalau makan sendiri kebanyakan. Tapi masalahnya saya lagi gak pengen makan tom yam. Ya udah akhirnya belio pesan nasi goreng lidah cabe ijo.

Nasi goreng di resto D'Green cafe dan Resto
Ini lho Nasi goreng lidah cabe ijo

Ternyata pilihannya tidak salah, nasi gorengnya tuh enaak. Lidah bumbu cabe ijo bumbunya tuh gak pelit pokoknya melimpah deh. Nasi goreng di mix telur yang dikacau dan cabe jadi agak-agak pedes tapi enaak terus  gak banyak minyaknya juga jadi gak blenger deh.  

Oping tambahannya tuh ada salad sayuran dengan saus mayones dan emping. Kalau makan di D’Green jangan kaget karena ukuran piringnya tuh besar dan porsinya banyaak. Jadi pasti bakalan kenyang.

 

Iga Rempah Bali

Saya memesan Iga Rempah Bali, salah satu menu yangn ada di resto D’Green. Dan lagi-lagi porsinya gak pelit alias banyaak. Nasinya banyak dan potongan iga juga besar. Total dalam satu nampan ada tiga buah iga ukuran besar dengan bumbu lagi-lagi melimpah.

Topping yang menemani menu utama ada lalapan berbagai sayuran seperti kol, timun, kemangi, irisan tomat dan selada air. Satu buah jeruk nipis yang dipotong dua serta emping ikut melengkapi menu Iga Rempah Bali.

Nasi Iga Rempah Bali di D'Green Cafe dan Resto Sukabumi
penampakan menu Iga Rempah Bali

Penyajiannya tidak menggunakan piring seperti menu nasi goreng ya, tapi menggunakan sejenis talenan yang terbuat dari kayu. Jadi talenan katu dibeli alas daun pisang dan baru deh menu-menu dihamparkan di  atasnya. Daun pisang membungkus nasi hangat dan wangi daun pisang bersatu dengan wangi nasi putih. Wiih benar-benar membangkitkan selera makan nih.

 

Cheese Banana Caramel

Menu dessert yang kami pilih yaitu Cheese Banana caramel. Sebenarnya kalau istilah versi umumnya ini tuh pisang goreng. Cuma yaa kalau udah masuk ke resto kek D’Green ini kan namanya jadi lebih gaya. 

Menu dessert D'Green Resto dan cafe Sukabumi
Cheese Banana Caramel: Saya  minta topingnya terpisah saja dari pisang goreng

Pisang goreng yang memiliki toping tambahan yaitu cheese dan caramel. Tapi  kami minta semua topingnya terpisah saja dengan pisangnya. Jadi saya bisa memilih mau dengan karamel atau enggak atau mau memakannya dengan keju atau enggak. 

 

Bukan Es Duren Biasa

Saat melihat buku menu, mata saya tertumbuk pada satu minuman dengan taburan saus duren di atasnya. Pas melihat namanya saya pun bergumam, “Oh pantesan aja yaa”. Sajian menunya sesuai dengan namanya yaitu Bukan Es Duren Biasa. 

D'Green resto dan cafe
Bukan Es Duren Biasa,,enak bener deh

Dalam satu sajian es ada satu butir utuh duren, Komponen sajian es durian spesial ini ada cendol, potongan nangka dan es serut, nata de coco. Kuahnya itu santan atau susu yaa, tapi sepertinya santan deh. Es ini pun tendas tapi, bukan sama saya aja melainkan berdua suami. Bahkan dia yang paling banyak ngabisin tuh. 

 

Sakura Matcha Latte

Minuman pilihan suami adalah Sakura Matcha Latte. Rasanya enak tapi saya gak mencicipi terlalu banyak soalnya sudah kenyang makan iga dan pisang goreng. Penampakannya tuh seperti ada dua lapisan gitu, bagian bawah lebih bening dan bagian atas lebih kental lengkap dengan taburan kacang. Kacang apa ya itu, kacang almond sepertinya.

Minuman di D'Green resto dan cafe Sukabumi
Bukan es duren biasa, teh dilmah tawar panas dan Sakura matcha latte

 

Teh Dilmah Panas

Kalau makan nggak minum teh itu sepertinya ada yang kurang. Jadi deh kita pesan teh panas tawar. Nama teh nya tuh Teh Dilmah dan saya memilih rasa jasmine. Teh Dilmah ini sama persis dengan jenis teh yang kami minum di Skyline Best View Resto  dan sajian teh saat menginap di Intercontinental Hotel. Jadi penasaran deh saya mengapa kalau di tempat-tempat yang tergolong mahal teh nya itu Teh Dilmah…

 

Kesan Makan di D’Green Resto dan Cafe

Destinasi kuliner yang satu ini meskipun tidak sering saya kunjungi tapi termasuk pilihan kami sekeluarga. Salah satunya saat ada momen spesial. Pertama mengajak anak-anak makan  tuh saat teteh ula abis kenaikan kelas lulus SD,,dah lama juga yaa,,,

Tapi kami gak sering-sering sih makan di D’Green  karena memang harganya pricy yaaa alias gak murah hehe. Kemarin makan berdua tuh total habis empat ratus enam belas ribu rupiah. Tapi sebanding sih dengan rasa makanan yang tersaji, kalau kata suami sih,,,makan di D;Green memilih menu apapun gak pernah gagal. Jadi kalau kamu kebetulan bepergian ke arah Selabintana bisa mencobanya. 

Kurangnya tuh cuma satu yaitu parkirannya kurang besar hanya cukup buat beberapa mobil palingan 4 mobil, sebelah nya buat parkir motor. 

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

23 Responses
  1. Haha, akhirnya tahu kan ya kalau jalan di pedalaman Sukabumi juga sebenarnya tidak semulus di permukaannya
    Saya dan suami mah Udha terbiasa Teh keluar Masuk PH dan sekitar Selabintana dengan jalan gujrag gajrug seperti itu
    Kami dulu sering kemping atau ngadain kegiatan outdoor yang lokasinya sekitar PH dan Selabintana ke dalam
    Ya begitulah jalannya

    Kami sudah terbiasa karena sajak datu Cianjur Kidul juga jalannya udah butut begitu. Hihi. Sekarang aja pas ganti ku KDM Bapak Aing, jalan ke Cianjur Selatan jadi mulus
    Ke kota PP sekarang mah gak sakit sekujur badan lagi

    Btw itu restonya iya abong namanya D’ green ya meni semuanya mayoritas warna hijau
    Tapi saya juga suka warna hijau teh. Asa iuh. Lembut gitu. Ya bukan hijau yg ngejreng macam warna stabilo juga kan ya…

    Kapan ke sana lagi semoga jalannya udah mulus, terus parkirannya di D’green udah diperluas
    Hihi, ngatur

  2. Mbaaaa, iganya ya ampuunnn 🙂
    Aku tu sekeluarga penggemar olahan iga.
    jadi kalo ada menu di iga di resto kek gini, dan presentasinya sungguh aesthetics.
    pakai talenan dan ada alas daunnya juga
    auto mupeeengg, kabita bener dah eikeh.
    mana ada es bukan duren biasa jugaaak
    weleehhh, mau pinjam pintu ajaib Doraemon buat ikut kulineran ke sanaaaa…!

  3. Dari awal baca cerita perjalanan dari Pondok Halimun sampe ke ke D’Green, saya ikutan laper mba 😄 Tempatnya juga unik ya, sesuai namanya emang serba hijau, jadi kebayang suasananya pasti adem dan nyaman. Tapi yang paling bikin penasaran justru iga rempah balinya mba ya ampun. Potongan iganya gede gede gitu, bumbunya melimpah, penyajiannya juga unik ya di atas talenan. Padahal sekilas kalo liat fotonya kukira ayam goreng loh. Ah jadi laper

  4. Aku sukaaaa dekorasinyaaa 😍😍. Seriusan memang cantiiiik. Dan Krn hijau jadi adem di mata.

    Kalau lihat menu, aku paling suka nasgor lidah mba. Krn memang penyuka lidah sapi bangetttt. Tp kayaknya yg iga pun menggoda 😄.

    Belum lagi es duren. Pasti aku pilih juga Krn ada durennya 😄.

    Kita samaaa nih, kalau pesen pisgor kekinian, aku pasti ga pengen topping. Kalaupun ada topping minta dipisah. Pisgor kayak nya lebih enak kalau original aja deh.

    Pas lihat harga, LGS takjub Krn ini mah std cafe Jakarta 🤣. Lumayan mahal utk Sukabumi sih. Aku pribadi kalau enak ga masalah. Tp memang ga mungkin sering2 DTG 😄

  5. Porsi iganya gedeee yaaa, bisa buat sharing nih (kalau yg makan cewek-cewek). Daku suka makan nasi kalau dibungkus daun pisang gitu, ada aroma khasnya.
    Nasi gorengnya ada berapa varian, Kak?
    Kalau pisang goreng masuk kafe namanya jadi keren ya (dan harganya naik banyak) wkwkwkwk.

  6. Fenni Bungsu

    Harganya yang sesuatu, tapi melihat porsinya yang juga sesuatu wiihhhh ini mah ciamik banget. Wajar sih bila jadinya ga seringkali ke sana, meski demikian tetap asik buat jadi rekomendasi ya Kak.
    Apalagi daku demen tuh ada nasgornya juga hehe

  7. Sesuai namanya, D Green Resti dan Cafe, nuansanya hijau ya, Mbak, sampai ke tempat duduknya juga. Tempatnya juga nyaman. Sajian makanannnya pakai daun pisang, ada hiasan jeruk, menambah nuansa hijau juga. Saya ngiler iganya. Apalagi disantap pas jam makan siang, pasti nikmat sekali. saya juga penasaran dengan nasi goreng lidahnya. Soalnya saya belum pernah makan lidah

  8. Secara harga, kayaknya memang standart restoran emang segitu nggak sih, Kak. Emang pricey. Hehe..

    Biasanya aku kalau memutuskan makan di restoran ya emang sudah siap dengan berapapun harganya. hehehe…

    Yang jadi perhatianku paling soal porsi sama enak atau nggak. Kalau resto biasanya kan porsinya sedikit.

    Tapi di D’Green ini melimpah banget ya porsinya. Kecuali dessert. Hehe

  9. Mbak, Iga Rempah Bali nya menggoda sekali. Kalau makan di situ, saya pengen order itu lho. Tapi, pengennya kalau makan iga yang dimasak rempah tuh ada sambal pedasnya. Itu keliatannya ga ada ya? Bukan Es Duren Biasa nya juga bikin kepingin cobain. Topping durennya mayan banyak itu. Satu porsi bakal melimpah rasa durennya 😀

  10. Saya sering main ke BBAT seberangnya D’Green, tapi belum pernah ke D’Green. Dari penampakan luarnya saja sudah tercium bau-bau mahalnya, dan ternyata memang iya, ya.. 🙂

    Jalan Pondok Halimun itu terutama yang lewat Cakrawala memang se-jlag jlig jlug itu, kalau perut lagi penuh bisa jadi muntah lagi dah saking bergelombang batunya gitu.

    Enaknya jalan Selabintana itu beragam banget pilihan tempat wisata alam, penginapan dan juga kulinerannya. Dari yang harga standar sampai yang pricy pun lengkap, ya. Tingal menyesuaikan dengan budget 🙂

  11. Aku tuh belum pernah kulineran di Sukabumi, Mbak Heni. Baca cerita ini malah jadi penasaran sama D’Green Resto and Cafe, apalagi suasananya kelihatan cocok buat makan santai sambil ngobrol.

    Hwaaa, Es dureeeen. Ini bukan favorit saya mbak. Biasanya yang suka suamiku. Kalau lihat es duren ini, dia pasti bakal habis satu porsi dan saya bakal duduk menjauh. Huahahaha.. 😀

    Aku suka tom yummm, pedes-pedes asammm…

    Makan di situ bikin betah, menunya enak dan comfort banget tempatnya.. 😀

    1. Wah, Sukabumi nggak bisa diem yaaa. Selalu ada tempat kuliner yang menarik dan menggugah selera. Jadi penasaran pengen icip iga rempah Bali dan Bukan es duren biasa 🤩🤩🤩 dari penjabaran cita rasa dan tampilannya, tertarik nyoba deh misal mampir ke resto yang satu ini meski agak lumayan mahal harga makanannya, kalau enak banget okelah yaaa.

  12. Langsung bikin perutku keroncongan mbak, apalagi pas lihat foto-foto makanannya yang menggugah selera banget. Yummy.

    ​Jujur, aku udah beberapa kali ke Sukabumi tapi belum pernah mampir ke D’Green Resto dan Cafe ini.

    Padahal dari deskripsi tulisan Mbak, tempatnya kelihatan nyaman dan asri banget. Sepertinya cocok banget buat kumpul santai bareng keluarga atau sekadar healing tipis-tipis dari hiruk pikuk pekerjaan kota.

    ​Pilihan menunya juga kelihatannya sangat variatif. Jadi pengen makan iga jg nih. Penyajiannya estetik bgt. Sama pgn jg cobain bukan es duren biasa. Ada2 aja nih penyebutannya. Kyknya tim marketing bkn ide yg unik buat penyebutannya. Wkwk

  13. Boleh menu-menunya tampak juara ya Mulai dari menu lidah sampai dengan iga Bali dengan rempah-rempah yang maksimal apalagi Suasananya yang serba hijau menyenangkan pastinya tapi lo ke sana saya pasti nyobain es duren yang bukan biasa soalnya rasanya pasti beda sama tempat lain kan nggak biasa

  14. Wuah aku penasaran sama nasgor lidah cabe ijonya, soalnya aku suka juga nih sama teksturnya lidah haha, walau kadang kek psikopat kalau kata orang2 😛
    Bukan Es Duren biasa juga kyknya perlu dicoba nih. Udah lama banget nggak makan makanan/ minuman yang ada duren2nya.
    Sekarang keknya lagi musim duren ya mbak, kemarin temenku abis dari Baduy mayan bawa banyak.
    D’Green Resto & Cafe ternyata udah ada sejak lama ya mbak, udah jadi pilihan resto keluarga sejak anak2nya mbak masih kecil2.
    Mungkin karena udah lawas dan emang rasanya enak makanya berani ada harga ada rupa ya restonya 😀

  15. Wah, D’Green Resto & Cafe ini menarik banget buat masuk list kulineran kalau sedang main ke Sukabumi. 😍 Selain makanannya, suasananya juga kelihatan nyaman untuk santai bareng keluarga atau teman. Jadi penasaran sama menu-menu yang dicoba di sini.. aku paling penasaran sama Iga Rempah Bali dan matcha nih…

  16. Waah, aku suka banget konsep D’Green ini mbak, serba hijau dan suasananya terasa adem. Pilihan menunya juga ternyata beragam, tapi yang paling bikin penasaran justru es durennya karena porsinya besar banget! Harganya memang lumayan pricey, tapi sepertinya masih worth it lah untuk suasana dan porsinya yang besar.

  17. wah memang beneran pricey sih ya harganya mbak sampai 400 ribu berdua. Tapi kalau buat sekali-sekali boleh lah yaa sekalian menikmati momen bersama pasangan apalagi makanannya juga enak-enak

Leave a Reply


About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Kuliner Apa yang Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
Kuliner Apa yang  Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
5 September 2026
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
5 September 2026
SUV kompak
5 Alasan Compact SUV Cocok untuk Perjalanan Akhir Pekan
2 September 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

Kuliner Apa yang Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
SUV kompak
Curug Sawer Situ Gunung kadudampit via Cinumpang
Tanam benang hidung
tips traveling saat haid
Destinasi pilihan wisata Sukabumi dalam sehari