Hari Minggu yang cerah, meskipun waktu sudah menunjukkan jam tujuh pagi tapi saya belum bersiap sama sekali untuk jalan jalan pagi. Pekerjaan di dapur masih menunggu diselesaikan dan artikel masih memerlukan sedikit sentuhan finishing sebelum saya publish. Alhamdulillah, akhirnya tepat satu jam kemudian seluruh pekerjaan rumah dan artikel sudah selesai.
Soo,,,,,lanjut persiapan untuk bepergian pekan ini. Saya berencana hendak bertualang ke Situ Cijeruk rute Selabintana. Asyik banget deh saya excited sekali, soalnya belum pernah lewat sini. Biasanya saya melewati Situ Cijeruk itu via Goalpara saat hendak berkunjung ke Al Bayan Putri Goalpara. Kalau via Goalpara itu jalannya dari arah depan tepatnya Jalan Raya Sukaraja. Jalan raya utama yang hendak menuju Bandung/Cianjur.
Table of Contents
Awal Perjalanan
Rute awal adalah mengambil arah Selabintana saat sudah sampai ke kota Sukabumi. Sebenarnya ada beberapa belokan untuk menuju ke Goalpara dari Jalan utama Selabintana ini.
Hanya saja karena memang tujuan awalnya saya tuh ingin jalan-jalan, touring motor sama suami. Jadi yaa saya mengambil belokan ke kiri dari jalur paling atas. Kami bersepakat berbelok dari jalan depan terminal Selabintana. Belokan yang sama saat saya menuju cakrawala dan saat saya pulang dari Pondok Halimun.

Patokannya depan terminal Selabintana yaa, sebelum masuk ke area wisata Selabintana, naah ada jalan ke kiri. Dah tuh masuk aja kesana. Jangan lupa set dulu google maps nya yaa, setel rutenya dan ikuti arah jalannya. Koneksi bagus koq jadi Insya Allah kalau koneksi lancar maps nya gak akan eror eror.
Ikuti Maps Yaa
Suami berhenti dulu sebentar sesaat setelah masuk ke jalan seberang terminal Selabintana. Set maps dulu, berhubung motor saya belum terpasang phone holder, jadinya sepanjang perjalanan saya gak bisa ambil foto. Soalnya harus pegang handphone suami. Jadi saat touring bertualang ke Situ Cijeruk rute Selabintana ini, suami mengikuti arahan saya. Saya bilang belok dia belok saya bilang lurus dia lurus aja. Dia nurut banget sama saya gak ada bantah bantah selama perjalanan wkwkwk.

Karakteristik Jalan
Sepanjang perjalanan motor melaju kencang, yaa gak kencang-kencang amat sih tapi gak pelan juga. Saya memasuki jalanan perkampungan yang memiliki ciri khas karakteristik tersendiri. Asyik lho, touring ke jalan desa tuh, selain udaranya bersih, bebas macet dan hawanya dingin. Yaa maklum saja karena daerah yang saya lewati itu termasuk dataran tinggi di kawasan Sukabumi.
Jalanan Sempit
Sebagian besar jalanan yang saya lewati rata-rata jalannya tuh sempit. Meskipun agak lebar tapi pas banget buat dua mobil kalau berpapasan. Banyaknya sih gak bisa papasan, alias harus menunggu dulu di pinggir untuk mobil di hadapan bisa lewat. Intinya gantian gitu deh.

Berhubung saya dan suami naik motor, jadi yaa lancar saja gak ada drama-drama papasan sesama mobil. Naah, enaknya naik motor tuh gini, tidak terlalu pusing saat melewati jalan sempit. Jalanan sempit khas jalan perkampungan adalah jalan yang paling banyak saya lewati. Jadi jangan kaget yaa kalau melewati jalur Selabintana menuju Goalpara ini jalannya sempit.
Melewati Perkampungan
Jalur alternatif Selabintana menuju Goalpara adalah jalan yang melewati banyak perkampungan rumah-rumah penduduk. Ada juga beberapa perumahan yang saya lalui. Beberapa bangunan yang dijadikan usaha seperti peternakan, cafe dan restoran. Bahkan ada juga tempat wisata agro seperti The Tani.
Saya sendiri gak menyangka deh kalau di jalan yang jauh dari manapun eh ada cafe, eh ada rumah makan, eh ada tempat wisata. Kalau dalam pikiran sederhana saya, bagaimana mereka menggaet pembeli dan pengunjung yaa. Padahal kan tempatnya jauuh dari jalan utama.
Tapi, beda lagi kalau bicaranya dari sudut pandang teknologi dan komunikasi. Iklan bisa di medsos, orang bisa menggunakan maps untuk sampai kesana. Gak ada yang susah kan.
Touring motoran melewati perkampungan, saya pun jadi bisa melihat secara langsung kegiatan dan aktivitas masyarakat sekitar yang kebetulan saya lewati. Saya melihat anak-anak bermain, masyarakat dengan aktivitasnya di depan rumah, orang-orang sepedaan sambil olah raga dan orang-orang jalan kaki trekking biar badan sehat bugar.

Menjelajah Hutan dan Kebun
Selain melewati perkampungan, saya pun melewati jalur hutan yang rimbun dengan pohon bambu. Kebun dengan pohon rimbun di sisi kanan dan kiri juga saya lewati. Ada juga kebun sayur meski tidak banyak juga. Hutan bambu dan kebun-kebun mulai saya lewati setelah setengah perjalanan. Secara kewilayahan sudah masuk ke wilayah Goalpara.
Soalnya gak gitu jauh dari kebun-kebun saya melewati The Tani. Sepertinya, kalau saya nanti melewati rute ini lagi bakalan membawa bekal. Asyik juga soalnya ngampar tikar dan botram di pinggir hutan hehe. Yaa asal pilih-pilih tempat aja yang agak lega dan gak terlalu banyak semak-semaknya.
Ada Turunan dan Tanjakan Tajam
Ada satu titik saat saya berdua suami bertualang ke Situ Cijeruk rute Selabintana yang jalannya tuh curam banget deh. Awal saya melewati titik curam ini ada belokan tajam kemudian melewati turunan eh kemudian langsung belok tajam lagi. Terus, langsung nanjak pake banget dong. Beneran deh titik jalan ini mengingatkan saya pada tanjakan di jalan alternatif Cikidang.
Tapi setelah melewati tanjakan dan turunan curam ini, saya berpapasan dengan seorang bapak yang berkendara sepeda. Itu artinya kan dia akan melewati jalur ekstrem yang barusan saya lewati dong. Berat banget deh sepeda kalau melewati tanjakan turunan itu. Bisa kehabisan nafas kalau saya, palingan sepedanya saya tuntun saja deh saat melewati tanjakannya.
Eh tapi saya ingat pada satu video di youtube yang pernah saya tonton. Zaman sekarang sepeda itu ada yang sudah dilengkapi dengan mesin jadi udah seperti motor dan mobil saja. Pengendara sepeda tidak usah capek-capek menggenjot sepeda agar bisa naik melewati tanjakan. Naah, sepertinya sepeda bapak itu sudah ada mesinnya deh, perkiraan saya.
Situ Cijeruk
Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya sampai juga ke Situ Cijeruk. Situ yang persis berada di depan kantor desa Cijeruk.. Tepatnya ada di terletak di Kampung Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jadi ternyata kecamatan Sukabumi dan kecamatan Sukaraja itu berbatasan langsung yaa.
Kondisi Sekitar Situ
Situ Cijeruk terletak persis bersebelahan dengan kantor Desa Cijeruk. Jadi ya aman terpantau sih oleh aparat desa. Antara kantor desa dan situ terpisah oleh jalan sekaligus menjadi tempat parkir kendaraan. Ada juga bangunan balai warga dan beberapa bangunan yang kondisinya sudah mulai mengalami beberapa kerusakan. Mudah-mudahan segera ada perbaikan.
Saya datang sekitar jam sembilan pagi, jadi masih segar udaranya dan belum terlalu panas. Kondisi sekitar situ mungkin karena lama gak turun hujan yaa, saya rasakan kering sekali. Jalanan sekitar situ tanahnya gampang terbang nih jadi debu, rumput sekitar terasa tandus. Yaa bisa jadi kondisi ini terjadi karena lama tak turun hujan. Jadi membuat sekitar terasa kering dan tandus.
Pemandangan yang agak mengganggu adalah ada sampah tersebar di beberapa titik, jadi agak mengganggu pemandangan. Meskipun sampahnya hanya satu dua saja tapi tetap saja mengganggu pemandangan sih kalau menurut saya. Atau mungkin itu sampah yang terbawa angin, entahlah saya juga tidak tahu persis.
Tulisan Situ Cijeruk terpampang jelas di pinggiran situ. Sehingga orang yang melewati situ meskipun bukan orang lokal pasti akan tahu keberadaan situ ini. Kalau saya boleh memberi saran, sepertinya di pinggiran situ akan lebih nyaman jika dibuat tempat duduk untuk bersantai.
Yaa yang sederhana saja seperti tempat duduk di pinggir jalan. Jadi enak banget sambil memandang situ pengunjung bisa duduk-duduk santai menikmati indahnya Situ Cijeruk.
Oh iya disini tuh suka banyak orang mancing. Jadi ada terdapat banyak ikan di dalam situ Cijeruk ini. Tidak ada tiket yaa saat pengunjung ingin menikmati pemandangan di situ Cijeruk. Siapapun bisa bebas menikmati pemandangan di sekitar situ.
Ada juga plang yang menjelaskan tentang apa saja yang ada di Situmekar.






Suasana Situ Cijeruk
Suasana Situ Cijeruk nya itu sendiri bagus lho pemandangannya. Situ yang dikelilingi oleh pepohonan dan langsung bisa melihat Gunung gede Pangrango. Kebetulan pas saya datang berkunjung gunungnya tidak terlihat karena terhalang awan putih. Jadi saya memotret situnya saja deh.
Situ Cijeruk terletak persis di pinggir jalan desa ini bebas dilalui oleh masyarakat. Situ yang cukup luas di tengah-tengah nya terdapat keramba ikan.
Jadi ikannya itu disebar di sekitar keramba dan pada bagian bawahnya dipasang jaring, jadi ikannya tidak kemana mana. Pemilik kerambanya itu siapa saya pun kurang paham, apakah milik masyarakat perorangan atau pemerintah desa yang mengelolanya. Musim kemarau panjang seperti sekarang ini turut pula memengaruhi keberadaan air di Situ Cijeruk. Debit airnya agak berkurang. Semoga saja hujan akan segera datang yaa.
Kesan Berkunjung ke Situ Cijeruk
Situ Cijeruk sangat indah pemandangannya. Setelah melalui jalanan dengan beberapa titik rute menantang, saya senang sekali akhirnya bisa sampai kesini. Sebenarnya saya sering juga melewati Situ ini tapi dari arah Sukaraja. Nah baru kali ini saya mendatangi Situ Cijeruk dari arah Selabintana. Kamu mau mencoba juga ke Situ Cijeruk rute Selabintana? Cobain deh,,,seruuu























