7 Perlengkapan yang Mulai Banyak Dipakai Pengendara untuk Mengurangi Risiko di Perjalanan

0
Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan

Berkendara saat ini bukan hanya soal memiliki kendaraan yang nyaman, tetapi juga bagaimana mengantisipasi berbagai risiko selama perjalanan. Kondisi jalan yang tidak terduga, kendaraan mogok, jarak pandang terbatas, hingga kecelakaan kecil dapat terjadi kapan saja.

Karena itu, sejumlah pengendara mulai melengkapi kendaraan dengan berbagai perlengkapan tambahan yang membantu meningkatkan keamanan. Perlengkapan tersebut tidak menggantikan kewajiban mematuhi aturan lalu lintas, tetapi dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan.

Lantas, apa saja perlengkapan yang mulai banyak dipertimbangkan pengendara?

1. Dashcam untuk Merekam Situasi di Jalan

Dashcam atau kamera kendaraan semakin relevan bagi pengendara yang ingin memiliki rekaman perjalanan. Perangkat ini dapat merekam kondisi di depan kendaraan dan pada model tertentu juga mampu merekam bagian belakang atau kabin. Kebutuhan untuk memantau situasi secara visual tidak hanya berlaku saat kendaraan bergerak, tetapi juga pada area parkir, garasi, atau lingkungan sekitar kendaraan ketika sedang ditinggalkan. Pemilik kendaraan dapat mempertimbangkan cctv Hanwha untuk pengawasan area parkir dan garasi. Salah satu model yang dianjurkan adalah Hanwha Vision QNO-7082R karena memiliki resolusi 4 MP, fitur inframerah, serta desain yang sesuai untuk pemantauan area luar ruangan. 

Fungsinya bukan hanya untuk dokumentasi. Rekaman dapat membantu memberikan gambaran mengenai kronologi ketika terjadi insiden di jalan. Pengemudi juga dapat menggunakannya untuk mengevaluasi kebiasaan berkendara.

Namun, dashcam sebaiknya diposisikan sebagai alat dokumentasi, bukan alasan untuk mengabaikan konsentrasi. WHO menyebut penggunaan ponsel saat mengemudi dapat meningkatkan risiko kecelakaan hingga sekitar empat kali lipat.

2. Tire Pressure Monitoring System (TPMS)

Tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi pengendalian kendaraan. Karena itu, TPMS mulai menarik perhatian pengendara yang ingin mengetahui kondisi tekanan ban secara lebih praktis.

Perangkat ini dapat memberikan informasi mengenai tekanan ban sehingga pengemudi tidak harus selalu mengandalkan pemeriksaan manual. Meski demikian, TPMS tetap bukan pengganti pemeriksaan kondisi ban secara langsung.

Korlantas Polri juga memasukkan kondisi fisik ban sebagai salah satu hal penting yang harus diperiksa pengguna sepeda motor sebelum perjalanan.

3. Pompa Ban Portable

Selain mengetahui tekanan ban, pengendara juga dapat membawa pompa ban portable. Ukurannya relatif ringkas sehingga dapat disimpan di bagasi mobil atau tempat penyimpanan tertentu pada kendaraan.

Perlengkapan ini berguna ketika tekanan ban berkurang saat perjalanan dan pengendara berada jauh dari bengkel atau pom bensin. Namun, pompa portable hanya menjadi solusi sementara. Jika ban terus kehilangan tekanan, kendaraan tetap perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kebocoran atau kerusakan.

4. Blind Spot Mirror

Spion tambahan untuk blind spot merupakan perlengkapan sederhana yang dapat membantu memperluas area pandang pengemudi. Alat ini biasanya ditempel pada bagian tertentu di kaca spion kendaraan.

Keberadaannya dapat membantu pengemudi melihat area yang tidak mudah terlihat melalui spion standar. Meski begitu, pengemudi tetap harus melakukan pengecekan kondisi sekitar sebelum berpindah jalur.

Korlantas Polri sendiri memasukkan spion sebagai salah satu komponen pendukung kendaraan yang berkaitan dengan keselamatan.

5. Kotak P3K

Kotak pertolongan pertama juga semakin penting untuk disiapkan, terutama bagi orang yang sering melakukan perjalanan jauh. Isinya dapat digunakan untuk menangani luka ringan sebelum mendapatkan bantuan medis.

Perlengkapan ini bukan sekadar aksesori tambahan. Dalam ketentuan mengenai perlengkapan kendaraan di Indonesia, peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan termasuk salah satu perlengkapan yang diperhitungkan dalam persyaratan kendaraan. Selain menyiapkan perlengkapan fisik, sebagian pengendara juga mempertimbangkan perlindungan finansial melalui asuransi kecelakaan untuk mengantisipasi konsekuensi biaya ketika terjadi insiden selama perjalanan.

6. Rompi atau Perlengkapan Reflektif

Rompi reflektif dapat membantu membuat keberadaan seseorang lebih mudah terlihat, terutama ketika harus turun dari kendaraan pada malam hari atau kondisi minim cahaya.

Perlengkapan seperti ini menjadi semakin relevan ketika kendaraan mengalami masalah di pinggir jalan. Dalam kondisi tersebut, pengemudi bukan hanya perlu memikirkan kerusakan kendaraan, tetapi juga bagaimana tetap terlihat oleh kendaraan lain.

Regulasi Indonesia juga mencantumkan rompi pemantul cahaya sebagai bagian dari perlengkapan tertentu pada kendaraan bermotor.

7. Emergency Kit untuk Kondisi Tidak Terduga

Terakhir, pengendara dapat menyiapkan emergency kit yang berisi beberapa perlengkapan dasar, seperti senter, kabel jumper, sarung tangan, alat pemecah kaca, segitiga pengaman, hingga peralatan sederhana untuk keadaan darurat.

Persiapan seperti ini berguna karena tidak semua risiko perjalanan berupa kecelakaan. Kendaraan bisa mengalami mogok, ban bermasalah, atau berhenti di lokasi yang minim fasilitas.

Korlantas Polri juga mengingatkan pengendara untuk melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan. Untuk mobil, pemeriksaan antara lain mencakup lampu, wiper, klakson, dan sistem pengereman.

Perlengkapan Bukan Pengganti Kebiasaan Aman

Berbagai perlengkapan tersebut dapat membantu mengurangi risiko, tetapi faktor utama tetap perilaku pengendara. WHO mencatat sekitar 1,16 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas di dunia. Penggunaan helm yang benar dapat menurunkan risiko kematian akibat kecelakaan lebih dari enam kali, sedangkan sabuk pengaman dapat mengurangi risiko kematian penumpang kendaraan hingga 50%.

Di Indonesia, Korlantas juga terus mengingatkan pengendara untuk menggunakan helm berstandar SNI, memakai sabuk pengaman, menjaga kondisi kendaraan, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak memaksakan diri ketika lelah.

Dengan demikian, perlengkapan tambahan sebaiknya dipandang sebagai lapisan perlindungan ekstra, bukan pengganti kewaspadaan. Kendaraan yang laik jalan, perlengkapan yang sesuai, dan perilaku berkendara yang disiplin tetap menjadi kombinasi penting agar perjalanan lebih aman.

0

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

Leave a Reply


About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Karakter drakor
6 Kebiasaan Karakter Drakor yang Diam-Diam Ngajarin Kita soal Uang
21 September 2026
Bukit Panenjoan Cibadak
Bukit Panenjoan Cibadak: Menikmati Panorama Indah dan Udara Segar dari Ketinggian 
20 September 2026
Halmit Signature Cibadak : Ngopi di Pekarangan Hotel
20 September 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan
Karakter drakor
Bukit Panenjoan Cibadak
Danau Situ Gunung Kadudampit
Situ Cijeruk rute Selabintana
Kuliner Apa yang Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
SUV kompak