Sekilas bayangan itu menghampiri Dengan perantara ranting-ranting kering yang meranggas Dia lontarkan bait-bait kalimat menjalar diantara dedaunan di pepohonan Lebah merunduk, mata elang pun terpejam, angin senyap tak berirama Kalimat sakti menghampiri namun rapuh dalam memegang janji Sekilas bayangan itu mendekati Dia berbisik diantara daun telinga yang tersibak rambut terurai Diantara rintihan rindu yang...
Bagian 1 Hari ini bapak berulang tahun, jangankan kado untuk bapak, menghidupi diri sendiri saja aku tak bisa. Kamar rumah sakit ini seakan mengajakku berkelahi. Kulihat dindingnya seperti mempunyai mata yang sedang melotot ke arahku. Aku alihkan pandangan menatap ranjang pasien dimana ada Bapakku yang sedang tertidur pulas disana. Bapak seharusnya bisa pulang hari ini,...
Bagian 1 Zaa…..jangan lupa bawa bekal sarapannya yaa,” teriak ibu saat melihatku terburu-buru hendak pergi ke sekolah. “Iya bu….siap,” jawabku sumringah. Bekal sarapan dari ibu, buatan ibu memang makanan favoritku di pagi hari. Jarak sekolah dan rumah yang jauh memaksaku tidak punya waktu cukup untuk menghabiskan sarapan di rumah dengan leluasa. Jadilah menu sarapan buatan...
Derai waktu berjuntai Melebur asa dalam balutan rasa Aku tak hendak menetap Namun selaksa cinta memaksaku menjejak kuat Derai waktu meletup Mencari sekuntum harapan dalam ikatan Aku tak hendak berdiam Namun serabut rindu menarikku melekat erat Kemana hendak kucari Sinar mentari teman berbagi Jika mendung tak mau beranjak Menelanku dalam kelabu Kemana hendak kutemui Semburat...
Pesisir sunyi ini adalah puisi pertama yang saya buat untuk blog ini. Mengapa mengambil tema pantai ? Karena saya suka pantai. Laut adalah tempat yang tidak pernah bosan saya kunjungi meskipun sudah berulang kali saya mendatanginya. Ini puisi saya tentang sebuah penantian datangnya seorang kekasih. Waktu yang membawanya pergi namun waktu juga yang mendatangkannya kembali. Selamat...