Traveling rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner di sepanjang perjalanan. Iyes banget deh saya setuju dengan kalimat pertama tadi. Enggak mungkin saya tidak makan saat di perjalanan, meskipun sedang berpuasa toh ada saatnya waktu berbuka kan? Jadi tetap saja saya pastikan kegiatan makan akan selalu ada,
Selain menikmati pemandangan dan mengunjungi berbagai destinasi menarik, berburu makanan juga bisa menjadi bagian seru dari pengalaman traveling. Bahkan, tidak perlu selalu mencari restoran terkenal atau kuliner yang sedang viral. Ada banyak pilihan makanan yang mudah saya temukan saat traveling, mulai dari jajanan kaki lima, makanan khas daerah, camilan untuk bekal perjalanan, hingga menu sederhana yang tersedia di rest area atau warung pinggir jalan.
Selain praktis dan mudah menemukannya, kuliner-kuliner tersebut seringkali menawarkan cita rasa khas yang membuat perjalanan semakin berkesan. Apalagi ketika melakukan perjalanan darat melewati beberapa kota atau daerah, jenis makanan ini hampir selalu ada dan bisa saya temui.
Table of Contents
Kuliner Apa yang Mudah Ditemui Sepanjang Perjalanan Saat Traveling?
Ini sudah saya buktikan sendiri. Ribuan kilometer sudah saya habiskan menyusuri jalanan. Bepergian saat pulang mudik, menengok anak saat di pondok, saat kuliah dan pergi ke tempat-tempat menarik untuk liburan atau kemping.
Lantas, kuliner apa yang mudah ditemui sepanjang perjalanan saat traveling? Berikut beberapa pilihannya.
Bubur Ayam
Bubur ayam menjadi salah satu kuliner yang mudah saya temui di berbagai kota, terutama pada pagi hari. Tempatnya pun biasanya hanya di pinggir jalan biasa atau bisa juga menempati satu buah bangunan. Hidangan bubur terdiri dari bubur nasi yang lembut dengan tambahan suwiran ayam, daun bawang, bawang goreng, kerupuk, cakwe, hingga kuah berbumbu.
Naah, biasanya beberapa penjual juga menyediakan pelengkap seperti sate telur puyuh, sate usus, atau ati ampela. Saya sendiri sudah merasakan berbagai ragam jenis bubur mulai dari yang biasa hingga yang oriental. Seneng aja gitu menjajal aneka bubur ayam saat di perjalanan.
Bagi saya, bubur ayam bisa menjadi pilihan sarapan saat memulai perjalanan eh ternyata dari rumah belum makan, Itu semua disebabkan karena porsinya cukup mengenyangkan tetapi tidak terasa terlalu berat. Menariknya, setiap daerah memiliki cara penyajian yang berbeda, sehingga mencicipi bubur ayam di kota lain tetap bisa memberikan pengalaman rasa yang baru.
Pecel Lele Lamongan
Naah, jenis kuliner yang satu ini termasuk andalan saya saat melakukan perjalanan, Pecel lele lamongan sangat mudah saya temui terutama di malam hari. Warung pecel lele dengan tenda dan spanduk khasnya dapat ditemukan di berbagai kota, terutama di pinggir jalan dan kawasan yang ramai pada malam hari.
Tapi ternyata ada juga sih pecel lele lamongan yang buka sepanjang hari. Saya menemukannya di daerah Cianjur, duh tapi saya lupa tepatnya di mana, Nanti saya kalau ke arah bandung lagi mau dilihat lagi lokasi persisnya.
Menu utama pecel lele itu berupa ikan lele goreng gurih dan tersaji bersama nasi, sambal, serta lalapan seperti mentimun, kemangi, dan kol. Selain lele, warung Lamongan biasanya menyediakan pilihan lain seperti ayam goreng, bebek, tahu, tempe, hingga berbagai jenis lauk tambahan. Untuk nasi ada dua pilihan , bisa nasi biasa atau nasi uduk. Harganya relatif terjangkau dan porsinya mengenyangkan membuat pecel lele menjadi pilihan praktis untuk makan saat traveling.
Nasi Padang
Nasi Padang termasuk jenis kuliner yang sangat mudah saya temui dimana mana. Gak usah antri dan gak usah menunggu lama untuk makanan sampai di atas meja. Pilihan lauknya yang beragam juga memudahkan saya untuk menentukan menu sesuai selera.
Kalau bingung-bingung mencari tempat makan atau saya tiba di suatu daerah baru, biasanya ya udah pilihan jatuh ke rumah makan padang. Harga juga relatif sama yaa jadi tidak menebak nebak juga, asal jangan ke pagi sore aja wkwk,,,itu mah resto bukan rumah makan biasa,
Nasi Padang memang pilihan juara hehe, yaa setidaknya bagi saya. Menu banyak tinggal pilih aja. Meskipun setiap makan di nasi padang niih gak terasa pilihannya tuh selalu rendang. Emang dasar yaa kesukaannya tuh makan rendang.
Rendang tentu menjadi salah satu lauk yang paling dikenal, tetapi pilihannya tidak berhenti di sana. Ada ayam pop, ayam bakar, dendeng, gulai ikan, telur balado, tunjang, hingga berbagai sayuran yang disajikan bersama kuah gulai dan sambal hijau. Karena porsinya cukup mengenyangkan,

Bubur Kacang Hijau
Naah, kuliner lainnya yang sering saya temui di sepanjang perjalanan adalah tenda bubur kacang hijau. Bubur kacang hijau atau burjo bisa menjadi pilihan ketika ingin menikmati makanan hangat tanpa harus menyantap hidangan berat. Biasanya saya membeli bubur kacang jika ingin makan tapi nggak terlalu lapar.
Makanan ini terbuat dari kacang hijau. Agar saya bisa menikmati semangkuk kacang hijau ini, pedagang harus merebusnya terlebih dahulu hingga empuk. Kemudian dipadukan dengan gula merah dan santan sehingga menghasilkan rasa manis dan gurih. Di beberapa tempat, bubur kacang hijau juga disajikan bersama ketan hitam, roti tawar, atau susu. Saya malah lebih suka ketan hitamnya yang lebih banyak daripada kacang hijaunya.
Warung burjo cukup mudah dijumpai di berbagai kawasan dan beberapa di antaranya buka hingga malam hari. Karena itu, bubur kacang hijau dapat menjadi pilihan makanan hangat saat beristirahat di tengah perjalanan.
Sate Madura
Jenis kuliner berikutnya yang mudah saya temui di sepanjang perjalanan adalah sate madura. Sate Madura merupakan salah satu kuliner yang mudah mengenalinya dari aroma khas sate. Pedagang sate Madura banyak sekali ada di berbagai kota, baik menggunakan gerobak, mendirikan warung sederhana, maupun berjualan di kawasan kuliner.
Sate biasanya ada dua pilihan yaitu daging ayam atau kambing . Sate ayam umumnya tersaji dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis, sedangkan sate kambing dapat menikmatinya bersama kecap, irisan bawang merah, dan cabai. Tambahan lontong atau nasi membuat hidangan ini semakin memberi rasa kenyang setelah seharian melakukan perjalanan.
Saya biasa makan sate bersama lontong dan sop kambing. Menu sop kambing biasanya ada di kedai-kedai sate madura. Jangan tanyakan rasanya yaa….mmmhhh enak sekali makan sate di tengah perjalanan saat lapar melanda.

Nasi Goreng
Wah,,,, kalau ini sih udah pasti jadi kuliner pilihan favorit saya juga saat sedang di perjalanan. Biasanya di tempat jualan nasi goreng tuh ada juga jualan capcay, mie goreng dan kuetiaw. Saya mudah sekali menemukan nasi goreng di tempat-tempat yang saya kunjungi.
Nasi goreng menjadi salah satu makanan yang banyak saya dapati saat traveling di Indonesia. Mulai dari warung makan, restoran, pedagang kaki lima, hingga tempat makan di sekitar pinggiran jalan, menu ini hampir selalu tersedia.
Selain mengenyangkan, nasi goreng juga memiliki banyak variasi, seperti nasi goreng kampung, nasi goreng seafood, nasi goreng ayam, hingga nasi goreng dengan racikan khas daerah.
Menu ini cocok menjadi pilihan ketika membutuhkan makanan berat yang praktis. Terlebih lagi, nasi goreng biasanya tersedia hingga malam hari sehingga cukup mudah menemukannya saat melakukan perjalanan tengah malam sekalipun.
Warteg
Kalau ingin mencari menu rumahan dan makanan hidangan khas dapur maka warteg adalah pilihan yang paling pas deh buat saya. Warteg atau Warung Tegal merupakan salah satu tempat kuliner yang mudah saya temukan ketika sedang melakukan perjalanan, terutama di kawasan perkotaan maupun di sepanjang jalur yang ramai..
Keberadaan warteg menjadi pilihan praktis buat saya karena menyediakan beragam menu makanan rumahan, seperti nasi, sayur, lauk-pauk, dan berbagai olahan sederhana dengan harga yang relatif terjangkau. Selain ada di banyak tempat, sistem penyajian makanan yang telah tersedia di etalase membuat saya dapat memilih menu sesuai selera dan menikmati makanan tanpa harus menunggu lama. Praktis kaan,,,
Kalau menurut saya sih warteg bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari budaya kuliner masyarakat Indonesia yang menawarkan kemudahan, kepraktisan, dan cita rasa rumahan. Namun warteg ini biasanya hadir di siang hari dan menjelang malam, jarang sih warteg yang buka dua puluh empat jam.
Penutup
Naah, itulah beberapa makanan jenis kuliner yang seringkali saya temui di sepanjang perjalanan saat traveling. Keberadaan para pedagang sejuta umat ini benar-benar sangat membantu saya dan keluarga saat merasa lapar ingin makan tapi belum sampai di tujuan.
0























Aku setuju banget kalau urusan kuliner justru bisa menjadi bagian penting dari perjalanan. Dari semua pilihan yang disebutkan, nasi Padang dan warteg memang paling aman ketika sedang berada di daerah yang belum familiar karena gampang ditemukan dan pilihan menunya banyak. Tapi bagian tentang sate Madura sambil ditemani sop kambing itu sukses bikin lapar, apalagi kalau dimakan setelah perjalanan jauh
Sebagai orang sumatera barat, jujur,,, setelah merantau aku baru kenal yang namanya warteg. Trus saat aku pulang ke rumah di Bukittinggi rasanya aku nggak melihat warteg sama sekali. Di sana adanya warung makan ampera (rumah makan padang yang ukurannya kecil) dan rumah makan yang besar seperti Sederhana, dll. Tapi nggak tahu yah kalau sekarang, apakah mulai ada di sudut tertentu. Tapi menurut aku, warteg ini lumayan banget kalau ada di dekat tempat kosan atau sekolah, karena harganya murah.
Dan kalau membahas bubur kacang hijau, aku kangen burjo di Cilegon. Orangnya jualan pakai gerobak kecil, bisa ditemukan di pagi hari, jadi bisa untuk sarapan. Dan rasanya enak!!
Waaah iya banget ini, pasti kalo traveling naspad, pecel, sate madura dan warteg paling sering ditemuin. Kemanapun pasti ada. Cuma pernah sih pas ke ponorogo. Itu susah banget cari pecel lele. Ternyata di Ponorogo dan kediri pecel lelenya gak seperti di bandung atau jakarta yang pake tenda2, di kios. Jadi agak susah nemuinnya tuh di daerah yang saya kunjungi.
Bubur ayam dan nasi goreng itu makanan penyelamat pas lagi travelling ke kota orang. Tiap kota punya ciri khas tersendiri
bener banget nih, mbak. jadi ingat waktu aku ke Jakarta dan bingung mau makan apa ujung-ujungnya beli nasi padang karena semudah itu menemukannya. Sama nasi goreng juga biasanya gampang banget ditemukan di mana-mana
Tulisan tentang kuliner yang mudah ditemui sepanjang perjalanan saat traveling ini disajikan dengan sangat mengalir, praktis, dan informatif banget. Mba Heni sukses merangkum deretan makanan penyelamat dahaga dan lapar di jalan—mulai dari jajanan pasar, bakso tepi jalan, sampai minimarket 24 jam—jadi panduan yang super berguna buat para pelancong. Penulisannya hangat, visualnya menggugah selera, dan sudut pandangnya bener-bener berpijak pada realita jalanan.