Siapa yang pernah ke Sukabumi dan terjebak kemacetan panjang di sana saat long weekend atau weekend? Kalau kamu termasuk salah satu diantaranya pasti akan mengatakan woow emejing deh. Bagaimana tidak? Jarak yang hanya 12 km antara kota Sukabumi sampai gerbang tol Parungkuda sampai butuh waktu tujuh hingga sembilan jam. Waduh…Macet di Cibadak emang gak main-main. Kisah perjalanan yang sangat tidak menyenangkan.
Kalau kamu sering mengakses media sosial, kemacetan di Cibadak ini lumayan sering ada di berita. Media sosial Thread kalau kamu cari informasi dengan kata kunci macet cibadak pasti akan ada banyak kisah perjalanan macet di sana. Salah satunya adalah saat long weekend pekan libur Idul Adha 1447 H kemarin.
Pengalaman Saya Menghadapi Macet di Cibadak
Jangan jauh-jauh mencari berita pengalaman orang lain deh, saya sendiri juga pernah dan beberapa kali terjebak macet di jalanan rute Cibadak ini, ya abisnya mau gimana lagi orang rumah saya di Cibadak dan pas banget di jalur arteri jalan utama gak ada jalan lain mau gak mau harus melewati jalan itu.
Saya pernah menghabiskan waktu lima jam dari Pertigaan jalan Raya Jalur yang ada sekarang sedang dibangun pintu keluar jalan tol Gate Cibolang menuju Karangtengah. Padahal kalau saya lihat di google maps jaraknya hanya tujuh kilo saja. Yesss, tujuh kilo dan saya harus menempuh perjalanan selama lima jam.
Macet Cibadak Itu Waktunya Tertentu
Cibadak memang kota kecil, tapi ramai jalan nya gak main-main. Naah kalau bicara tentang macetnya Cibadak sebenarnya tidak berlangsung setiap waktu koq tapi macetnya CIbadak itu tertentu dan ada waktunya. Tapi tidak jarang juga macet sepanjang waktu seharian…Gimana Bingung kan? Hehehe,,,
Sebagai orang yang sudah puluhan tahun tinggal di Cibadak saya sedikit memahami waktu-waktu macet di sini. Pertama, kamu harus paham bahwa di Cibadak itu ada beberapa pabrik. Naah, kamu harus paham jam masuk dan bubaran pabrik. Jam masuk pabrik itu di jam enam hingga jam tujuh pagi dan jam bubaran pabrik itu jam empat hingga jam setengah enam. Jadi hindari melewati jalanan utama di lokasi pabrik berada pada jam-jam rawan masuk dan bubaran pabrik jika ingin aman.
Kedua, Long Weekend dan weekend adalah waktu horor menghadapi jalanan Cibadak. Coba saja kamu buka aplikasi thread cari utas macet Cibadak, pasti bakalan banyak banget tuh ulasan dan postingan dari warga thread yang mengalami macet di jalanan Cibadak bahkan ada yang nyasar-nyasar entah kemana karena tersesat mengikuti arahan google maps yang kadang salah juga.
Saya pun gak paham deh kenapa yaa mobil-mobil bisa banyak begitu memenuhi jalanan kota Cibadak yang sempit ini. Saya berpikir yaa berarti banyak orang Sukabumi yang merantau ke Ibukota dan daerah penyangga sekitar seperti Bogor, Depok,Tangerang dan Bekasi. Jadi saat ada libur panjang yaa jadinya pada pulang untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Kemungkinan kedua adalah yaa karena orang-orang ingin liburan dan menghabiskan waktu akhir pekannya di Sukabumi. Jadi otomatis volume kendaraan bertambah banyak melewati jalan utama yang tidak begitu lebar
Truk Pasir Lewat Tak Kenal Waktu
Dulu saat pertama kali menjejakkan kaki di Cibadak rasanya truk lewat di jalanan itu tidak sembarangan waktu. Truk hanya akan melewati jalanan saat sudah magrib kesana hingga menjelang pagi. Jadi saya tidak menemukan truk-truk besar segede gaban melewati jalanan di siang hari.
Namun sekarang, saya melihat truk melewati jalan raya kapan saja. Ini peraturannya yang sudah tidak ada lagi atau bagaimana yaa, saya pun tidak begitu paham. Tapi yang jelas adanya truk truk besar di siang hari selain menambah ruwet dan macet jalanan juga meningkatkan resiko kecelakaan. Sudah banyak kasus pemotor tewas terlindas truk di jalanan saat macet.
Mungkin ada juga yang berpendapat bahwa yaa gimana lagi kan sedang ada pembuatan jalan tol sesi tiga yang membentang dari Cibadak ke Cibolang, jadi pasti akan banyak truk lewat lebih banyak. Ya semoga saja setelah proyek jalan tol selesai , aturan truk lewat jalan raya hanya malam hari kembali diberlakukan.
Secercah Harapan
Secercah harapan indah masih membayang di depan mata saya adalah semoga saja pintu tol Cibolang itu segera beroperasi. Meskipun sebenarnya tidak mengubah keadaan tetap saja akan ada titik kemacetan. Tapi setidaknya Cibadak akan menjadi lebih lengang mungkin karena sebagian besar pengguna jalan yang akan menuju kota Sukabumi tidak akan keluar dari pintu Tol Parungkuda atau pintu Tol Karangtengah tapi dari Cibolang mereka keluarnya.
Yaa, itu harapan saya meskipun sebenarnya kemacetan akan tetap ada karena masih ada pabrik yang terletak di sepanjang jalan raya utama Bogor Sukabumi ini. Tapi berharap boleh kan? Hehehe…semoga saja jadi berkurang macetnya.
Tempat Istirahat Saat Macet
Tapi meskipun kerap dilanda kemacetan yang panjaaang, jalur Cibadak menawarkan destinasi kuliner yang cukup beragam. Terutama di pusat keramaian kota CIbadak. Ada banyak coffee shop yang bisa kamu kunjungi saat jenuh melanda karena macet. Beberapa kedai kopi seperti Tomoro, Fore dan kafe-kafe yang banyak berjejer di sepanjang jalan bisa menjadi pilihan istirahat.
Begitu pula dengan penginapan, ada banyak pilihan penginapan di Cibadak yang terletak persis di jalur jalan raya utama Cibadak. Kamu bisa istirahat di . Wisma Bhumi Atikan, Hotel Sakinah Syariah, Decostel Syariah dan Hotel Sekarwangi.
Begitu pula jika ingin berhenti sejenak untuk menunaikan salat ada beberapa masjid yang representatif untuk kamu singgahi. Masjid yang paling besar dan menurut saya paling nyaman adalah masjid Raya Darul Matin yang persis berada di Pertigaan Simpang Ratu Cibadak. Ini adalah jalan pertigaan paling ramai dan macet di Kota Cibadak. Selain Darul Matin ada juga masjid di RSUD Sekarwangi, tapi untuk menuju ke masjid ini kamu harus masuk terlebih dahulu ke pelataran Rumah Sakitnya yaa.
Penutup
Begitulah cerita seputar macet di Cibadak Sukabumi. Semoga saja ada solusi efektif untuk memecahkan masalah kemacetan ini. Agar perjalanan para pengguna jalan semakin nyaman.