Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, itu tandanya saya harus segera meluncur ke pertigaan Cibadak. Saya janjian sama Kang Beni driver sekolah yang akan membawa saya ke Universitas YARSI. Perjalanan dari rumah ke tempat janjian tidak memerlukan waktu lama , hanya sekitar lima menit saja karena masih subuh yaa jadi sangat lancar.
Tidak lama berselang, akhirnya innova putih mobil yang akan membawa saya ke YARSI datang juga. Cuzz,,,,,meluncur deh saya menuju Cempaka Putih. Perjalanan lancar hanya macet sedikit di daerah Cibubur, kalau kata Kang Beni sih emang daerah situ langganan macet.
Akhirnya tepat jam tujuh tiga puluh pagi saya sampai di kampus YARSI. Kepagian yaa datangnya? Oh jelas wkwkwk,,,karena acara mulainya jam sembilan. Nggak apa-apa lah daripada kesiangan lebih baik menunggu sebentar. Setelah saya berpikir, daripada gabut gak jelas akhirnya saya putuskan untuk berkunjung ke Perpustakaan YARSI aja deh. Sudah lama juga saya tidak menginjakkan kaki lagi disana, dari kunjungan terakhir beberapa tahun yang lalu.
Table of Contents
Lokasi Perpustakaan YARSI
Universitas YARSI berdiri megah di Menara YARSI, Kav. 13 Lt. 1, Jl. Letjend Suprapto No.1, RT.10/RW.5, Cempaka Putih Timur Kecamatan. Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10510, Jakarta Pusat. Nggak jauh dari jalan tol dalam kota. Kemarin tuh begitu keluar tol gak lama langsung sampai deh di YARSI. Et dah cepet banget deh.
Universitas YARSI berdampingan dengan rumah sakit YARSI. Kalau saya melihat rumah sakit ini, ingatan saya melayang ke beberapa tahun silam saat kakak saya sakit dan dirawat lama disini. Yah begitulah ternyata ada kisah sedih saya terselip disini.
Gedung YARSI ini ada dua belas lantai, naah Perpustakaannya itu ada di lantai dua, tiga dan empat. Jadi dari lobi utama bisa langsung naik tangga atau bisa juga naik lift menuju lantai dua. Lokasinya persis di depan lift jadi tidak susah mencarinya.
Kondisi Perpustakaan
Begitu saya keluar lift di lantai dua langsung bisa terlihat pintu masuk utama perpustakaan YARSI. Saya bergegas menuju pintu itu dan pas masuk nampak gate security door menyambut kedatangan setiap pengunjung. Kereen yaa,,,udah menggunakan smart door jadi keamanannya lebih terjamin .
Ada petugas perpustakaan yang menyambut saya di meja sirkulasi bagian depan. Saya pun langsung mengisi daftar pengunjung, sebagai sesama pustakawan saya paham banget kalau mengisi daftar pengunjung itu very very bermanfaat buat data perpustakaan.

Ini adalah gedung utama perpustakaan YARSI, jumlah lantainya ada tiga. Kesan pertama pas masuk suasananya hening atau mungkin karena masih pagi yaa belum banyak pengunjung. Perpustakaannya dipenuhi rak dan tempat membacanya menggunakan meja study carrel.
Jadi kesannya tuh emang bener-bener perpus banget gaya retro. Jadi mengingatkan saya pada perpustakaan UNPAD zaman dulu yang ada di depan kampus UNPAD Dipati Ukur. Lebih banyak rak bukunya dibanding tempat duduknya. Tapi asyik jadi banyak referensi yang bisa saya baca disana.
Perpustakaan bersih banget, hening, sepi jadi betah saya berlama lama disini.
Ada Apa Aja Disana?
Saya mendapatkan informasi dari petugas perpustakaan yang berjaga disana, ternyata gedung perpustakaan itu menempati tiga lantai yaitu lantai dua, tiga dan empat. Informasi ini selaras dengan informasi yang saya baca dari website perpustakaan YARSI. Jadi tiga lantai itu terdiri dari:
- Lantai dua ada fasilitas koleksi buku, ruang belajar umum dan khusus, ruang diskusi, ruang multimedia, ruang referensi dan karya ilmiah, ruang Kepala Perpustakaan, ruang pengolahan, serta layanan fotokopi.
- Lantai tiga ada ruang Digital Library, Window of The World, ruang diskusi, dan layanan fotokopi.
- Lantai empat tersedia koleksi Majalah dan Jurnal terbitan dalam dan luar negeri, ruang belajar, serta BI Corner.
Lantai Dua
Lantai dua itu menjadi lantai pertama ruangan perpustakaan YARSI. Pintu kaca dengan pinggiran alumunium berwarna coklat adalah pemandangan pertama yang saya lihat. Dari depan pintu saya langsung bisa melihat deretan rak buku berjajar rapih warnanya senada dengan cat tembok yang berwarna coklat krem.
Setelah mengisi data pengunjung, saya masuk ke dalam. Jadi setelah pintu kaca di depan itu, ada semacam gerbang lagi tapi tanpa pembatas untuk masuk ke dalam ruangan utama.
Dekat tangga menuju ke lantai dua ada satu komputer di atas meja lengkap dengan kursinya. Komputer ini bisa digunakan oleh mahasiswa untuk mencari informasi. Deretan rak buku memenuhi hampir seluruh ruangan. Meja study carrel berderet di pinggir ruangan menempel ke dinding dan ada dua baris berjajar di bagian tengah ruangan.
Beberapa papan infografis dan peta Jakarta tertempel di dinding perpustakaan. Rak buku sudah dilengkapi keterangan subjek class koleksi yaa jadi kalau ada pengunjung yang mencari buku tidak akan kesulitan untuk menemukannya.




Terus Ada Apa Lagi di Lantai Dua?
Sementara di paling ujung sebelah kiri dari gerbang pintu masuk ada deretan lemari yang berisi koleksi skripsi. Lantai dua ini cukup lengkap yaa fasilitasnya ada koleksi buku, ruang belajar umum dan khusus, ruang diskusi, ruang multimedia, ruang referensi dan karya ilmiah, ruang Kepala Perpustakaan, ruang pengolahan, serta layanan fotokopi.
Pada semua meja study carrel terdapat tulisan pengingat bahwa pengunjung harap meletakkan buku yang sudah dibaca hanya diatas meja saja, tidak boleh menyimpannya di rak. Ini adalah aturan baku di semua perpustakaan. Kenapa?? Karena untuk menyimpan kembali buku koleksi ke rak itu ada aturan khusus sendiri menurut aturan pengurutan berdasarkan no DDC. Jadi nggak sembarangan asal nyimpen aja yaa.


Ada juga himbauan untuk tidak membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan. Naah, kalau aturan ini ada sedikit perbedaan dengan Perpustakaan UPI Bandung yang juga pernah saya singgahi. Kalau di UPI tuh mahasiswa masih boleh membawa minum air putih dalam tumbler. Yaa beda institusi beda aturan yaa, kita harus mematuhi setiap kebijakan masing-masing lembaga tentu saja.
Di bagian depan meja sirkulasi ada rak koran dan beberapa kursi chitose untuk pengunjung yang memerlukan bantuan staff. Nampak pula saya melihat ada mesin fotokopi di bagian belakang area sirkulasi.
Sementara untuk menuju ke lantai tiga ada tangga yang berada di ujung sudut sebelah kanan pintu masuk. Tepat di bagian atas depan tangga ada tulisan Digital Library. Yuuk kita naik ke lantai tiga, ada apa yaa disana.
Lantai Tiga
Dengan semangat empat lima saya menaiki tangga berlantai putih itu untuk menuju ke lantai tiga. Oh ternyata ada ruang Digital Library juga karena saya melihat ada banyak komputer tersedia. Deretan komputer itu tersembunyi di dalam kotak-kotak meja memiliki dinding pembatas. Yaa persis meja komputer di lab bahasa waktu saya sekolah SMA dulu.


Tampilan mejanya klasik khas meja zaman dulu terbuat dari kayu lengkap dengan kursi putar dengan sandaran.. Jelas ini sih bikin nyaman para mahasiswa saat menggunakannya.
Ada juga ruangan Window of The World, ruang diskusi, dan layanan fotokopi yang ada di bagian belakang ruangan. Ruangannya sepi banget di bagian belakang lampu juga masih gelap belum menyala. Hihi,,,,saya terperangkap rasa takut niih abis sepi banget….karena masih pagi yaa. Udah deh,,,,eksplore ruangan lantai tiganya , yuuk naik lagi kita ke lantai empat.
Lantai Empat
Naah pas sampai di lantai empat suasananya terang dan ada petugasnya terus ada mahasiswa juga di BI Corner. BI Corner ada di bagian sudut ruangan berdampingan dengan layanan majalah dan jurnal.
Jadi memang lantai empat ini khusus untuk koleksi Majalah dan Jurnal terbitan dalam dan luar negeri, ruang belajar yang nyaman, serta area khusus BI Corner hasil kerja sama dengan Bank Indonesia.



Ada deretan meja dan kursi merapat ke dinding sepanjang sisi kanan ruangan. Lalu terus bersambung dengan rak majalah, ruang layanan majalah dan jurnal lalu ada BI Corner paling ujung. Naah di seberangnya ada rak-rak berisi koleksi majalah dan jurnal seperti yang saya sampaikan sebelumnya.
Meja study carrel selain di sayap kiri ruangan perpustakaan ada juga di bagian paling belakang dekat dengan BI Corner. Jadi ada banyak spot untuk belajar dan membaca. Oh iya ada satu petugas yang saya lihat berjaga di dalam area layanan majalah dan jurnal ini.
Perpustakaan Khusus FK Yarsi
Masih di lantai yang sama dengan perpustakaan utama ternyata ada satu ruangan perpustakaan yang khusus berisi koleksi buku-buku kedokteran. Perpustakaan Fakultas Kedokteran YARSI tampilannya berbeda dengan ruangan perpustakaan yang baru saja saya kunjungi sebelumnya.
Perpustakaan Fakultas Kedokteran ini ada dalam satu tata kelola dengan Perpustakaan YARSI yang tiga lantai itu lho. Namanya juga perpustakaan FK YARSI, so pasti koleksi yang tersedia adalah koleksi dengan subjek khusus tentang kedokteran dan medis pada umumnya, begitu juga dengan jurnal dan literatur lainnya semua berkaitan dengan dunia kedokteran dan medis.
Desain Ruangan
Perpustakaan dengan koleksi khusus kedokteran ini tampilan desain ruangannya lebih modern dan artistik. Saya bisa melihatnya dari model rak nya yang lebih menarik dan tata ruang yang bagus deh.
Begitu memasuki ruangan, kesan pertama yang saya tangkap adalah legaaa dan estetik. Ada kursi sofa putih besar di tengah ruangan perpustakaan. Eh ada juga space membaca khusus yang tampilannya itu semacam bilik-bilik gitu. Rak-rak buku bergantian selang seling dengan bilik-bilik membaca. Tentu saja menambah apik tata dekorasi.
Meja bacanya lebih besar dari yang ada di Perpustakaan YARSI yang tadi pagi saya kunjungi. Ada juga meja study carrel tapi modelnya jauh lebih cantik dan menarik.
Hal lain yang menarik perhatian saya adalah model rak bukunya yang bagus banget berbentuk dua leter L tersebar di seluruh ruangan bagian tengah. Ada juga rak berwarna putih yang terbuat perpaduan besi dan kayu.




Fasilitas Unggulan di Perpustakaan
Perpustakaan kedokteran ini memiliki beberapa fasilitas unggulan yang bikin makin pengunjung betah.
Maktabah YARSI
Fasilitas unggulan pertama adalah YARSI Islamic Corner. Saya tidak menemukannya di perpustakaan sebelahnya. Saat saya mendengarkan Ibu Indah menjelaskan tentang Maktabah YARSI ini baru saya mengerti. Oh ternyata ini adalah perpustakaan islam digital berbahasa Indonesia.
Jadi di alat ini pengunjung bisa mencari topik atau permasalahan dengan tema islam. Misalnya nih mau mencari kata kunci seperti iman, sabar, shalat, dan riba. Naah, kita bisa mencarinya di Maktabah YARSI ini,
Maktabah YARSI letaknya persis bersebelahan dengan komputer absensi pengunjung. Tepatnya ada di bagian depan dekat pintu masuk dan keluar.

Layanan COSMIC
Oh iya saat memutari ruangan perpustakaan, di salah satu sudut ruangan ada area Community Service Information Corner (COSMIC). Kalau dari banner-banner yang ada, sepertinya ini adalah Layanan informasi pengabdian masyarakat. Jadi kegiatan-kegiatan semacam KKN gitu kali yaa programnya itu. Sayang sekali tidak ada petugas yang berjaga di sana jadi saya nggak bisa tanya-tanya lebih banyak.

Multimedia Room
Multimedia room ada di bagian ujung kiri dari pintu masuk ruangan perpustakaan. Berdampingan dengan ruangan diskusi. Ada beberapa komputer di meja study carrel yang bisa saya lihat dari luar pintu kaca, Memang ruangannya tuh kaca semua yaa, jadi saya bisa melihat jelas ke dalamnya.

Discussion Room
Setelah ruang multimedia , ada dua ruangan diskusi yang bersebelahan. Satu ruangan saya lihat ada isinya. Di dalamnya ada dua bapak-bapak sedang asyik mengobrol. Naah, ruangan diskusi sebelahnya kosong tuh, jadi saya bisa leluasa mengambil gambarnya. Di dalam ruangan diskusi ini ada satu meja berukuran besar dan beberapa kursi.
Ruang diskusi yang saya potret lebih sederhana daripada ruangan di sebelahnya. Ruangan yang ada bapak-bapak ngobrol saya lihat ada layar infokusnya. Itu Ruang rapat mungkin yaa.

Layanan Reference Desk
Layanan Reference Desk letaknya ada di sudut ruangan perpustakaan selurusan dengan rak-rak koleksi yang berderet dengan bilik baca. Jadi ini adalah fasilitas dari perpustakaan untuk memberi bantuan kepada pemustaka saat mereka membutuhkan informasi secara cepat dan akurat. Istilah gaulnya lo mau apa, sini di gua ada, gitu kali yaa hehehe.
Pustakawan yang bertugas di layanan ini bertugas membantu siapapun seluruh dosen, mahasiswa dan tamu yang berkunjung dalam penelusuran referensi dan pemanfaatan seluruh fasilitas dan sumber daya yang ada di perpustakaan.
Waah, penting juga yaa tugas layanan Reference Desk ini karena sangat penting dalam memberi dukungan terhadap kegiatan akademik dan penelitian di YARSI.

Saya berkunjung ke perpustakaan kedokteran ini bersama teman-teman peserta seminar di siang hari. Jadi tidak berbarengan dengan saat saya berkunjung ke ruang perpustakaan yang pertama saya ceritakan di bagian atas artikel ini yaa tapi beda waktunya meski masih di hari yang sama.
Kesan Berkunjung
Jujur , saya puas banget bisa berkeliling mengeksplore setiap jengkal ruangan Perpustakaan YARSI ini. Baik di perpustakaan yang tiga lantai maupun di perpustakaan Fakultas Kedokteran. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Meskipun mungkin dari sisi tampilan ruangan lebih modern perpustakaan FK tapi dari segi kelengkapan koleksi keduanya mumpuni.























