Sebagai kabupaten terluas di Jawa Barat dan kedua terluas di Pulau Jawa, Kabupaten Sukabumi memiliki ruas jalan yang banyak dan panjang. Kondisi ini tentunya muncul seiring dengan kenyataan luasnya wilayah yang mencapai ± 4.145,70 km² berdasarkan data Biro Pusat Statistik atau BPS.
Saya cukup sering melewati jalanan di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi karena memang rumah saya kan di Nyalindung yaa, jadi kalau mau pulang pasti melewati jalan utama di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi.
Tahun-tahun sebelumnya saat saya masih aktif di salah satu organisasi lebih sering lagi menyusuri jalanan di wilayah selatan. Jalan raya Provinsi di daerah Jampang Tengah, Lengkong, Purabaya, Sagaranten, Cidolog, Cidadap, Tegalbuleud, Palabuhanratu, Cisolok, Jampang Kulon, Ujung Genteng dan daerah selatan lainnya.
Seru sih menyusuri jalanan di wilayah selatan ini kadang saya naik motor atau naik mobil, tentunya bersama suami atau teman-teman lainnya. Naah, buat kamu yang ingin bepergian atau traveling ke wilayah selatan ini ada baiknya mengetahui kontur jalanan disini. Biar gak kaget yaa. Jalanan di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi memiliki ciri khas tersendiri.
-
Table of Contents
Jalan Berkelok dan Curam
Perbedaan jalanan saat mulai menuju ke arah selatan itu sudah mulai terasa saat memasuki wilayah Nyalindung. Saat saya akan pulang ke rumah, rute jalan Nyalindung yang saya lewati adalah jalur terminal Jubleg.
Terminal Jubleg ini menjadi batas antara jalanan wilayah kota dan kabupaten Sukabumi. Saya tuh yaa merasakan sekali perbedaan saat menyusuri jalanan sebelum dan sesudah terminal Jubleg ini. Jalanan yang sebelumnya lurus-lurus aja, begitu lepas melewati jembatan langsung deh jalanannya berkelok kelok. Jembatan Jubleg adalahi salah satu akses penghubung penting di area perbatasan wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, mulai nampak perbukitan di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Medan jalanan berbelok dan berbukit ini konsisten saya temui dari mulai Jembatan Jubleg hingga belokan jalan menuju rumah saya. Jika kamu meneruskan perjalanan lebih jauh lagi ke arah Purabaya, Sagaranten, Cidolog dan terus ke arah selatan maka kamu akan menemukan medan jalan seperti ini.

Beberapa tanjakan dan turunan yang terkenal curam di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi diantaranya adalah Tanjakan Dini yang ada di wilayah Geopark Ciletuh. Untuk bisa melewati jalanan ini selain membutuhkan kondisi mobil yang prima juga pengendara yang handal mengemudikan kendaraannya.
Seperti saat saya melewati jalur Kiara Dua hendak menuju Pelabuhan Ratu. Aduh ngeri melihat jalan ke bawah, soalnya kanan bukit dan di sisi kiri itu jurang.
-
Pemandangan Indah
Medan jalan berkelok dan berbukit berbanding lurus dengan pemandangan indah yang tersaji sepanjang perjalanan. Apalagi wilayah selatan Kabupaten Sukabumi ini ada perbukitan dan juga ada wilayah pantai, jadi pemandangannya sangat beragam.
Jalur seperti ini biasanya naik turun mengikuti kontur alam,eh ada tikungan tajam juga yang bisa membuat saya bisa melihat pemandangan ke arah lembah, perbukitan hijau, atau hamparan laut di kejauhan. Beneran deh indah banget. Salah satunya adalah saat saya menyusuri jalanan daerah Cijangkar Nyalindung adalah pemandangan indah matahari yang akan menuju peraduan di antara hijau pepohonan di sisi jalan.

Meski bagi pengendara kondisi ini bisa terasa menantang karena membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama saat melewati tanjakan panjang atau turunan curam, namun semua itu terbayar dengan pemandangan yang menyegarkan mata.

Sepanjang perjalanan, saya bisa melihat perpaduan alam yang masih alami seperti pepohonan rindang di hutan-hutan pinggir jalan, sawah membentang serta bukit dan lembah. Di beberapa titik, jalan bahkan seolah “menggantung” di sisi bukit, memberikan sudut pandang yang luas ke arah lanskap di bawahnya.
Kombinasi antara jalur yang dinamis dan panorama yang indah inilah kalau menurut saya akhirnya membuat perjalanan terasa tidak hanya sebagai perpindahan tempat, tetapi juga pengalaman menikmati keindahan alam secara langsung.
-
Jalan Sempit di Beberapa Lokasi
Meskipun tidak semuanya dan bisa jadi hanya sebagian saja tapi memang jalan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi ada yang jalannya sempit. Hal ini terjadi karena medan yang tidak lurus-lurus saja alias banyak belokan, turunan dan tanjakan. Selain itu juga kontur tanah yang tidak stabil sehingga menyebabkan penyempitan jalan. Naah kalau sudah begini, jalan yang tadinya lebar pun akhirnya jadi menyempit deh.
-
Kontur Tanah Tidak Stabil
Permasalahan kontur tanah tidak stabil merupakan masalah klasik. Selama saya tinggal di Sukabumi sudah tidak terhitung saya bolak balik Cibadak Nyalindung. Dalam waktu tersebut sudah banyak banget terjadi longsor, penurunan tanah atau pun pergerakan atau pergeseran tanah.
Jadi yang namanya penurunan permukaan tanah itu bisa menyebabkan rumah yang tadinya ada di atas permukaan tanah bisa lenyap karena terjadi penurunan. Ataupun pergerakan tanah, yang bisa menyebabkan permukaan tanah bergeser dan bergerak.
Akibat kondisi tanah yang tidak stabil ini bahkan bisa menyebabkan kondisi jalan raya menjadi sama sekali tidak bisa dilewati oleh kendaraan apapun. Daerah Pasir Salam dan Kertaangsana di Nyalindung merupakan potret nyata dari terjadinya pergerakan tanah tersebut. Sehingga pemerintah akhirnya membuat rute jalan baru karena jalan lama sama sekali tidak bisa dilalui lagi.
Naah, akhirnya kalau tanah labil begini meskipun kondisinya baru saja diperbaiki dan kondisi jalan masih mulus, akhirnya rusak lagi karena longsor dll. Kalau kamu melewati daerah selatan Sukabumi yang kondisi jalannya labil kamu harus ekstra hati-hati saja yaa.
-
Masih Banyak Pohon dan Hutan
Menyusuri jalan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi kamu akan menemui masih banyak pepohonan di sisi kiri dan kanan jalan. Sepanjang perjalananan dari terminal Jubleg sampai rumah saya di Nyalindung saja kalau dibuat perbandingan persentasenya lebih banyak pepohonan daripada rumah yang berjejer di pinggir jalan.

Dengan kondisi seperti ini, maka membuat suasana perjalanan yang saya lakukan terasa lebih adem dan membuat fresh pemandangan karena hijau-hijau dedaunan pohon di sepanjang sisi jalan.
-
Penutup
Nah, jadi begitu yaa teman-teman cerita seputar ciri khas jalanan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan dengan penjelasan yang saya paparkan bisa sedikit banyak memberi gambaran tentang kondisi jalan disini. Sehingga lebih memberi kehati-hatian saat melewati rutenya.






















