Bukit Panenjoan Cibadak: Menikmati Panorama Indah dan Udara Segar dari Ketinggian 

1
Bukit Panenjoan Cibadak

Sebenarnya sudah lama saya ingin pergi ke Bukit Panenjoan Cibadak. Bukit ini ada di Desa Panenjoan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Ada banyak jalan rute untuk menuju kesana, baik itu dengan jalan kaki trekking melewati kebun atau bisa juga melewati jalan desa dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Tempat wisata di Cibadak menarik  juga yaa

Rute Menuju Bukit Panenjoan Cibadak Via Pamuruyan

Saya dan suami menggunakan motor menuju Bukit Panenjoan Cibadak. Rute yang kami pilih menuju Bukit Panenjoan adalah via Pamuruyan. Patokannya adalah Jembatan Pamuruyan dekat pasar Cibadak. Naah dari jembatan ini ada jalan belokan menuju Desa Warnajati. Kalau dari Pasar Cibadak belokannya tuh persis setelah jembatan belok kiri langsung. Sementara kaau dari arah jalan tol Parungkuda jembatannya ada di sebelah kanan. 

Naah, kalau sudah menyusuri jalan desa malinggut- Neglasari, lurus saja tuh sampai nanti ada pertigaan. Naah, saya belok kiri menuju Jalan kalabang. Hampir saja saya dan suami salah jalan, suami mau lurus saja. Tiba tiba ada bapak-bapak yang sedang berkumpul di warung berteriak bahwa kami sebaiknya memilih jalan belok ke kiri. Jalan yang belok ke kiri itu lebih dekat katanya dibandingkan dengan jalan yang terus lurus. 

Akhirnya, kami memilih jalan belok ke kiri dan jalannya mulai menanjak. Tapi tidak se ekstrem tanjakan Cikidang atau tanjakan ke Cidahu seperti saat saya kemping di Kasumi resort. Jalan menuju Bukit Panenjoan cukup mudah ditemukan di google maps. Total perjalanan dari belokan Jembatan Pamuruyan kurang lebih empat kilo dan menempuh perjalanan selama dua puluh menit. 

Perjalanannya santai, sambil menikmati pemandangan. Asli sepanjang jalan apalagi saat sudah dekat ke Bukit Panenjoan tuh pemandangannya buaguuus banget. Kota Cibadak terlihat dari atas. Masjid Darul Matin dan sekolah saya  juga terlihat jelas. 

Bukit Panenjoan Cibadak
Rute berangkat dan pulang jadi saya tuh berkeliling jadinya

Kondisi Jalan Menuju Bukit Panenjoan Cibadak

Sepanjang perjalanan saya melalui jalan desa. Jalanan yang tidak begitu lebar, tapi cukup untuk papasan dua mobil kok. Kondisi jalan memang tidak begitu bagus karena aspalnya sudah banyak terkelupas tapi masih bisa kami lalui dengan baik. .

Namun, saat mendekati Bukit Panenjoan jalannya agak offroad dan akhirnya beberapa saat sebelum menuju Bukit, bahkan tidak beraspal alias jalan tanah saja. Saya membayangkan ini kalau musim hujan pasti lumayan crowded jalannya. 

Saya sih lebih nyaman menggunakan kendaraan motor dibandingkan dengan membawa mobil kalau hendak menuju kesana via jalur Pamuruyan ini. Soalnya jalannya kecil jadi kalau papasan mobil, mayan ribet. Tapi ternyata banyak juga masyarakat yang berkunjung menggunakan mobil angkot. Mereka mencarter angkot untuk menuju Bukit Panenjoan. 

Saat di atas ternyata banyak juga saya jumpai pengunjung yang datang dengan berjalan kaki ke Bukit Panenjoan via Jalan Pamuruyan yang tadi saya bersama suami lewati. Ah kalau begitu sih saya juga nanti mau jalan kaki saja deh, trekking menuju Bukit Panenjoan. Tapi dengan jalur trekking via hutan bukit belakang Kebon Randu….penasaran saya.

Suasana Di Atas Bukit Panenjoan

Begitu sampai di Bukit Panenjoan pertama yang saya lihat adalah lahan parkir. Lahan parkir cukup luas bisa menampung banyak mobil dan motor. Lapangan parkir diberi paving blok dan sekelilingnya masih berupa tanah saja tidak beraspal sama sekali. 

Bukit Panenjoan Cibadak
Lokasi tempat parkir di Bukit Panenjoan Cibadak

Setelah memarkirkan motor disana, saya dan suami langsung naik ke atas bukit. Bagian paling atas Bukit Panenjoan disebut juga dengan Puncak Damin. Ternyata setelah saya sampai ke atas ternyata lokasinya itu berupa lapangan luas. Sepertinya sih ini sudah diratakan yaa soalnya sudah rapi sekali. 

Kondisi bukit di bagian atas itu berundak undak dengan posisi setengah lingkaran. Saya sempat turun sampai undak ketiga. Hamparan bukit ini sayangnya tidak ada rumputnya. Saya juga tidak tahu yaa kenapa ini rumputnya seperti habis , apa mungkin karena sudah lama tidak turun hujan sehingga rumputnya sudah tidak ada. Mudah-mudahan kalau hujan sudah turun kembali, bukit akan kembali hijau.

Di atas bukit itu tepat di tengah bagian depan lapangan, ada batu besar dan banyak pengunjung yang berfoto disitu. Waah, bagus juga yaa foto dari situ. Suami yang berencana hendak kemping di Bukit Panenjoan, dia berkeliling mencari kamar kecil. Ternyata toilet ada di Bukit Panenjoan. Kondisinya cukup bersih dan airnya cukup  banyak. 

Bukit Panenjoan Cibadak
Kondisi di atas bukit gundul tidak ada rumputnya, foto diambil tanggal 20 September 2026

Pemandangan Indah di Bukit Panenjoan

Sejauh mata memandang saya melihat pemandangan indah sekali. Kota Cibadak terlihat jelas, Bukit Gunung Walat yang berada tepat di belakang Al Bayan nampak gagah berdiri. Jalan berkelok-kelok terlihat jelas dari atas dengan beberapa mobil merayap berjalan pelan. Bangunan SD Negeri panenjoan yang tadi kami lewati  sekarang terlihat begitu jelas dari atas bukit. 

Bukit Panenjoan Cibadak
Pemandangan dari atas Bukit Panenjoan

Bukit Panenjoan Cibadak

Bukit Panenjoan Cibadak

Bukit Panenjoan Cibadak
Kebun Sawit hijau berpadu dengan padang yang gundul

Saat saya melayangkan pandangan ke arah kiri nampak bukit dengan pohon sawit yang rimbun berwarna hijau terhampar dengan indahnya. Sebagian besar kebun-kebun yang saya lihat dari atas bukit nampak gundul tidak ada rumput dan pepohonan. Sepertinya lama tidak turun hujan sudah membuat bukit-bukit tersebut benar-benar dalam kondisi kering.

Apa yang Bisa dilakukan di Bukit Panenjoan?

Setelah berkeliling ke sekitar bukit, sepertinya banyak juga lho yang bisa saya lakukan saat berkunjung ke Bukit Panenjoan ini. 

Kemping

Naah, ini dia hal pertama yang saya pikirkan kalau main ke Bukit panenjoan lagi adalah kemping. Kami membawa tenda sendiri dan berbagai peralatan kemping lainnya. Saat saya berkunjung kesini ada tenda yang berdiri di bukit undakan kedua. Tapi, mau gak mau kalau hendak kemping saya harus membawa mobil biar leluasa membawa barang perlengkapan kemping. 

Asyik banget niih kemping di Bukit Panenjoan. Kebayang deh saat malam melihat pemandangan kota Cibadak penuh kelap kelip lampu. Saat pagi dan sore menjelang saya bisa melihat sunset dan sunrise dari atas Bukit Panenjoan. 

Bukit Panenjoan Cibadak
Seru juga yaa kalau kemping disini

Jajan di Warung

Jangan khawatir soal makanan saat main ke Bukit Panenjoan. Pas saya naik ke bukit eh ternyata ada banyak warung berjejer di samping bukit tepat sebelum hutan Bukit Panenjoan. Jadi belakang lapangan Puncak Damin ini masih berupa kebun dan hutan. Naah, warung-warung disini tuh semacam pembatas antara bukit dan hutan.

Harga makanan di warung masih relatif murah lho. Aneka gorengan seperti bala-bala, tempe goreng harganya masih dua ribu saja, oh iya di warung paling depan mereka menyediakan teh panas gratis. Jadi saya bisa makan gorengan sambil minum air teh panas. Duuh sedap sekali. 

Bukit Panenjoan Cibadak
enak banget disini banyak warung dengan harga murah

Ada juga warung menjual aneka kopi untuk diseduh. Mereka menyediakan dan membuatkannya langsung dengan harga lima ribu saja satu gelasnya. Murah kaan….kkopinya juga bisa minta sesuai keinginan lho mau panas atau dingin. Saya dan suami membeli dua gelas kopi di salah satu warung. Saat hendak pulang mampir dulu deh ke warung yang dekat parkiran membeli bala-bala dan minum teh panas. 

Selain warung ada juga yang menjajakan jualannya dengan berkeliling. Seperti penjual es krim yang saya lihat saat berkunjung ke Bukit Panenjoan. Mereka menjual es krim dengan harga lima ribu rupiah. Murah-murah yaa harga jajanan disini. Saya jadi ingat saat membeli pisang goreng di kafe pojokan Perpusnas harganya enam ribu wkwkwk….Memang yaa tempat itu menentukan harga dan bisa membuat makanan naik kelas. Padahal pisang gorengnya sama/ 

Menyewa Kursi dan Meja Kemping

Naah, ada lagi niih sesuatu yang menarik saat saya berkunjung ke Puncak Bukit Panenjoan. Saya melihat ada beberapa meja kecil beserta dua kursi khusus yang biasa digunakan untuk kemping. Saat saya mendekatinya, oh ternyata ada seorang pemuda yang menyewakan meja dan kursi ini.

Dan kamu tahu gak berapa harganya? Waah, sungguh di luar dugaan saya. Harganya sangat murah karena biaya sewanya hanya lima ribu rupiah saja dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Kata akang yang menyewakannya, saya dan suami bisa menyewa kursi dan mejanya semaunya kami saja. Sampai saya dan suami mau pulang.

Bukit Panenjoan Cibadak
meja dan kursi kemping yang disewakan

 

Bukit Panenjoan Cibadak
Asyik banget nongkrong di Bukit Panenjoan Cibadak

Akhirnya, kami menyewa satu meja dan dua kursi untuk duduk di depan lapangan di atas Bukit Panenjoan. Masya Allah ternyata akang yang sewain kursi serta meja ini baik sekali. Kami bisa memesan kopi melalui dia, terus dia anterin lagi kopinya ke kami yang sedang duduk-duduk santai ini. 

Berfoto dan Membuat Video

Saat saya duduk menikmati pemandangan sambil menikmati kopi, Eh, ternyata akang yang menyewakan meja dan kursi juga menawarkan untuk memotret kami pula. Dan, ternyata hasil fotonya baguus sekali. Ah benar benar rezeki tak terduga. Terima kasih ya kang,,,,

Setelah puas duduk sambil menikmati kopi, saya lanjutkan kegiatan di Bukit Panenjoan ini dengan mengambil foto-foto pemandangan indah dari berbagai sisi. Selain berfoto pengunjung bisa banget mengabadikan dokumentasi di Bukit Panenjoan dengan mengambil video. 

Soal kebersihan bagaimana? Saya rasa masih minim tempat sampah yaa karena masih ada banyak sampah bertebaran di beberapa tempat.
Pemandangan menuju arah pulang rute ke Bantar Muncang
Soal kebersihan bagaimana? Saya rasa masih minim tempat sampah yaa karena masih ada banyak sampah bertebaran di beberapa tempat.
Ada banyak Gazebo bisa buat botram nih

 

Bukit Panenjoan Cibadak
Naah ini rute saat datang dan pulang yang saya ambil,

Rute Pulang Via Jalan Bantar Muncang

Naah , untuk rute kepulangan, kami memutuskan tidak melewati jalan Pamuruyan. Saya dan suami melewati jalan yang tembus ke Bantar Muncang. Jadi dari parkiran jangan mengambil jalan yang ke kiri yaa tapi ke arah kanan menuju arah bawah bukit.

Saat meninggalkan parkiran , petugas parkir mengenakan biaya parkir dua ribu saja. Sementara untuk masuk ke area Bukit panenjoan sendiri itu GRATIS ya pemirsa, sekali lagi saya bilang GRATIS….waah beneran deh liburan murah meriah banget nih jalan-jalan ke Bukit Panenjoan. 😍😍

 

Kesan Berkunjung ke Bukit Panenjoan

Bukit Panenjoan saat ini sedang gundul tidak ada rumput yang tumbuh dan cenderung berdebu karena tanah yang tidak tertutup rumput. Namun, pemandangannya sangat indah memesona. Baguus sekali pemandangan dari sini tuh. Saya sih berharap semoga suatu saat nanti dapat dikelola secara lebih profesional sehingga dapat tertata dengan lebih baik lagi. 

Atau memang sebenarnya sudah ada yang mengelola tapi masih dalam tahap pengembangan. Saya bisa bilang begini  karena melihat jalannya sudah tertata dan di bagian bawah ada beberapa gazebo serta bangunan seperti villa gitu deh.Bukit Panenjoan cocok banget kalau dibuat untuk wisata camping ground dan cafe di atas bukit. Akses jalan sudah ada tinggal diperbaiki kalau mau mulus.

Soal kebersihan bagaimana? Saya rasa masih minim tempat sampah yaa karena masih ada banyak sampah bertebaran di beberapa tempat.

1

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

33 Responses
  1. ih suka banget liburan ke bukit seperti ini. Apalagi kalau camping, minimal 1 malam aja bareng keluarga kecil, atau berdua aja sama pasangan. Bisa refreshing dari hiruk pikuk pekerjaan dan rumah.

  2. Pemandangan dari Puncak Damin ternyata bagus banget ya, sampai Kota Cibadak dan Gunung Walat bisa terlihat dari atas. Aku juga tertarik dengan cerita perjalanan menuju lokasi yang masih melewati jalan desa dan sebagian jalan tanah. Kalau nanti sudah lebih tertata, terutama akses jalan dan fasilitasnya, kayaknya Bukit Panenjoan bisa makin menarik untuk camping sambil menikmati sunrise atau lampu kota dari ketinggian

  3. Membaca Cibadak Sukabumi jadi teringat Teh Ria teman kuliah dulu yg (kalau gak salah) rumahnya di Cibadak .. Ah jadi pengen silaturahmi dan main2 ke sini deh. Pemainnya cantik ya, sayang pas gersang mgkin kalau musim hujan lebih cantik ijo royo-royo ya.. Terimakasih sharing pengalamannya yaa..

  4. pas menyelami petualangan Mba Heni yang begitu tangguh dan menikmati setiap jengkal panorama Bukit Panenjoan dari ketinggian itu… aduh, raga dan stamina saya yang serba loyo ini langsung kena tamparan keras! Di saat Mba Heni tampil anggun bak traveler sejati yang sanggup menaklukkan rute menanjak demi hamparan pemandangan indah, pikiran saya malah terlempar ke pengalaman konyol sendiri pas nyoba sok-sokan naik bukit serupa. Niat hati mau gaya sok atletis trek jalan kaki sambil menikmati angin bukit yang sepoi-sepoi demi konten foto estetik, apa daya baru jalan tanjakan lima puluh meter pertama, lutut saya udah gemetaran hebat dan napas saya berbunyi “ngik-ngik” mirip rem bus yang aus. Pas nyampe di atas bukit, bukannya pasang pose keren memandang cakrawala, saya malah langsung tiarap di atas rumput sambil ngos-ngosan parah dan memegangi betis yang kram hebat. Bukannya kelihatan bagai penjelajah alam yang tangguh, saya yang tergeletak lemas sambil mengaduh kesakitan itu sukses bikin martabat saya ambyar seketika di depan rombongan anak pramuka yang lewat, wkwk!

  5. Btw salfok pas baca bapak2 yg berkumpul di warung teriak ngasih tahu sebaiknya jalan belok kiri supaya lebih dekat. Mereka kok tahu mba mau ke arah sana?

    Iya ya mba, kayaknya memang enakan pakai motor kalau kesana. Melihat jalurnya juga ada yg tidak beraspal. Dan pasti ga terlalu gede.

    Tempat parkirnya dari foto cerah bangetttt. ke orenan gituuu 😄😄😍.

    Iya sih kalah kemping asyik kayaknya. Ini lokasinya sejuk berarti ya mba, Krn dj atas kan ..

    Hahahahah pisgor atau gorengan memang sesuai lokasi aja 😂. Pisgor di hotel berbintang 5 bisa ratusan ribu seporsi 🤣🤣.

    Ya Allah itu sewa kursi dan mejanya murah bangetttt. Ga rugi apa si akang yaaa. Kadang aku malah ga tega kalau semurah itu 😅😅

    Di area Sukabumi sana masih banyak tempat wisata alam yg murah meriah gini ya mba. Sukaaa deh. Bisa pulang hari juga . Dan semoga tetep terjaga kebersihannya yaaa

      1. Fenni Bungsu

        Nah bisa jadi demikian, jadi si bapak-bapak itu langsung gercep buat membantu.
        Terkadang dari efek bengong alias lingkungan nyari jalan, orang bisa langsung engeh, itu yang dihadapannya lagi kenapa dan sedang bermasalah dengan apa. Alhamdulillah-nya bertemu dengan orang-orang baik ya Kak Hen

  6. Saya paling seneng deh kalo liat ada warung semi permanen, di rute trekking macem gini. Apalagi kalo di warungnya, ada jualan bala-bala dan teh manis anget. Beuuuuhhh.. mantep bener itu, hihihi

    Keren jugaaa yang nyewain meja dan kursi, bener-bener pinter liat situasi, tapi juga tahu diri. Nggak nembak harga. saya suka, saya sukaaa..

    Overall ini suasananya oke banget mbak heni. Saya pun ingin betul once ikut jalan-jalan trekking macem ini.

  7. Wah, daku belum pernah wisata ke Bukit, Kak. Bukit Panenjoan Cibadak menarik sekali dan sudah banyak dikunjungi turis yaa. Apalagi banyak yang jualan dan harga kopi, snack, dll juga terjangkau. Enggak usah bawa termos isi kopi sendiri, beli ajaa.
    BTW ketinggian bukit berapa meter ya?

  8. kemarin baru aja kepikiran pengen cari tempat adem buat kabur sebentar dari bisingnya rutinitas. Emang paling bener kalau weekend itu nyari pelarian ke alam yang hijau-hijau.
    Dulu penasaran juga sama pesona Bukit Panenjoan Cibadak ini, apalagi pas tahu pemandangan lanskap dari ketinggiannya tuh keliatan keren banget buat santai sambil ngerasain sejuknya udara. Spotnya bener-bener pas buat melepas penat, apalagi kalau bisa datang pas pagi or sore-sore.
    Boleh banget dimasukin list kalau mau liburan sembari nyari yang ijo ijo dan seger seger yah

  9. cakep banget ya, mbak pemandangannya apalagi dapat sewa kursi dan meja yang murah banget pas di atas bukitnya. Kalau di tempatku bukit begini juga jaraknya sekitar 2 jam-an dari Banjarmasin cuma kalau di aku masalahnya nggak kuat dibonceng motor pasti ketiduran di jalan jadinya kasihan yang bawa motor

  10. Fenni Bungsu

    Paling demen sih kalau kulineran di sekitar bukit alias tempat wisata jangan mahal harganya. Ga cari kesempatan buat getok harga. Kalau harganya masih bersahabat dengan dompet kan bikin bolak-balik buat ke sana dong

  11. rasanya terbayar sudah lelah menempuh perjalanan ya mba, kalau lihat di fotonya sih worth it banget dengan segala peluh perjalanan yaa. tempatnya juga keliatan bersih. dan makannya merakyat banget dengan harga rakyat juga, itu yang penting, eh, hhahaha.

  12. Bukit Panenjoan ini namanya saja sudah bikin penasaran. Dari ceritanya, perjalanan ke atasnya emang lumayan bikin napas ikut kerja, tapi begitu sampai dan lihat pemandangan, capeknya langsung terasa worth it.

    Aku suka banget nih tempat wisata yang nggak terlalu ribet begini. Naik sedikit, cari spot bagus, duduk menikmati pemandangan, lalu pulang bawa cerita.

    Cuma aku curiga, kalimat “jalannya nggak terlalu jauh” itu biasanya jebakan. Begitu mulai nanjak baru sadar ternyata definisi jauh tiap orang beda. 😂

  13. Ya, di satu sisi memang semuanya serba murah, di sisi lainnya masih banyak sampah dan tanah belum ditumbuhi rumput lagi. Tapi secara umum, kalau pemandangannya bagus begini, ya, bisa jadi tempat jalan-jalan favorit apalagi bersama pasangan. Jelas bisa menambah kedekatan hubungan juga toh.

  14. Hmmm sepertinya meletakkan banyak tempat sampah di area luas seperti ini agak sulit ya. Kayaknya pengunjung mesti berinisiatif membawa kantong sampah sendiri. BTW, selain penyewaan kursi dan meja kemping, tidak disewakan tenda ya? Padahal lumayan biar bisa sekalian dan pengunjung gak perlu ribet bawa tenda sendiri. Apalagi jalan ke sini termasuk yang sulit untuk kendaraan roda empat.
    Semoga hujan akan tercurah kembali ya, pemandangan pasti akan lebih menyegarkan dan gak kering kerontang seperti yang terlihat di foto.

  15. Bener banget kak. Biasanya destinasi yang bagus gt selalu punya akses transportasi yang agak susah. Sekali dibuat bagus, keeksotikan destinasi wisata udah pudar. Mgkn udh dipenuhi villa2 gede atau sarana prasarana yang ga mendorong perkembangan destinasi utama.

    Mknya beruntung bgt kak Heni bs dtg ke Panenjoan Cibadak ini dgn kondisi msh asri dan suasana pedesaan msh alami. Ntr bbrp tahun lagi, suasananya pasti udh beda.

  16. jadi kangen saya ngebolang naik motor. soalnya seru. bisa mampir menikmati pemandangan. Dan Bukit Penenjoal Cibadak ini sangat berpotensi sekali untuk dikembangkan. kalau sudah ditanam rumpat dan pohon di atas bukit, pasti lebih keren lagi. juga tidak gersang dan panas. Tapi sebagai tahap awal, ini sudah bagus. tempat kemping sudah oke. sewa tenda juga murah. terus sudah ada warung lagi. saya membayangkan menikmati sunset atau juga sunrise dari atas bukit panenjoan.

  17. Semoga kedepannya di tempat wisata bukit panenjoan Cibadak ini semakin banyak tempat sampah tersedia dan para wisatawan juga peduli menjaga kebersihan yaa.

    Pemandangan nya juara banget sih. Beneran cakep sekali terlepas dari ada satu sudut yang rupanya kebun sawit.

    Jalan menuju ke lokasi pun terbilang lumayan. Seru sih kalau sampai bisa camping di sana. Jujur aku tertarik.

  18. Meskipun bukitnya gundul tapi pemandangan dari atas cantik sekali, jadi rasanya tetap happy ya bisa sampai ke sana. Apalagi di sana juga ada warung jadi tidak perlu bawa bekal banyak-banyak. Semoga permasalah sampahnya bisa segera mendapatkan solusi supaya tempat ini lebih indah dan rapi.

  19. petualangan semacam ini memberikan tantangan tersendiri saat dalam perjalanan, apalagi rute untuk sampai ke bukit panenjoan cibadak penuh dengan lika-liku. tapi semua terbayarkan ketika sudah sampai di atas bukit dengan hamparan luas dan pemandangan yang menakjubkan.

  20. Lha di sana pun ternyata ada kebun sawit T.T
    Seruuu mbak naik ke atas bukit, keknya makin banyak nih ya lokasi2 wisata perbukitan. Cocok buat yang kepengen wisata di alam tapi nggak mau yang hiking2 banget gitu.
    Ada warung2 makanan juga ya di sana, mayan banget ya harganya murah2 jadi nggak usah khawatir kalau nggak bawa bekel.
    Masalah sampah sayangnya belum banyak tong sampah yang disediakan pengelola yaa, mana mindset masyarakatnya masih buang sampah sembarangan huhu.
    Kyknya kalau ada tiket masuknya mungkin bisa kali ya bayar petugas kebersihan lebihan biar dilebihin. Tiket 5000-10 rb aja mungkin nggak terlalu memberatkan masyarakat hehe. Tapi mungkin selama ini udah diurus sama perangkat desanya kalu ya mbak.
    Wah penyewaan meja kursi kempingnya juga murah banget, mana nggak ada batas waktu minjemnya lagi.
    Kyknya kalau ke sana pas sunsetan asyik ya mbak 😀

  21. Lha di sana pun ternyata ada kebun sawit T.T
    Seruuu mbak naik ke atas bukit, keknya makin banyak nih ya lokasi2 wisata perbukitan. Cocok buat yang kepengen wisata di alam tapi nggak mau yang hiking2 banget gitu.
    Ada warung2 makanan juga ya di sana, mayan banget ya harganya murah2 jadi nggak usah khawatir kalau nggak bawa bekel.
    Masalah sampah sayangnya belum banyak tong sampah yang disediakan pengelola yaa, mana mindset masyarakatnya masih buang sampah sembarangan huhu.
    Kyknya kalau ada tiket masuknya mungkin bisa kali ya bayar petugas kebersihan lebihan biar dilebihin. Tiket 5000-10 rb aja mungkin nggak terlalu memberatkan masyarakat hehe. Tapi mungkin selama ini udah diurus sama perangkat desanya kalu ya mbak.
    Wah penyewaan meja kursi kempingnya juga murah banget, mana nggak ada batas waktu minjemnya lagi.
    Kyknya kalau ke sana pas sunsetan asyik ya mbak 😀 .

  22. Cantik sekali pemandangan dari Bukit Panenjoan Cibadak ini. Sayang, rumputnya sedang gundul. Padahal kalau hijau lebih sejuk lagi dipandang mata dan tidak berdebu.

    Ngomong-ngomong salfok tiba-tiba ada kebun sawit di atas bukit. Emang boleh ya?

  23. Dari Mba Heni kutau banyak spot alam yang keren.. Daku baru tahu ada Bukit Panenjoan di Cibadak, ternyata pemandangannya cakep banget ya. Dari fotonya kelihatan cocok buat yang pengin healing sambil menikmati suasana alam..

  24. Pida

    Kereeen ihh, paling suka nih kalau jalan2 gini eksplor tempat2 dengan pemandangan alam naik sepeda motor. Aku sih tim sepmor. Karena bisa melihat langsung pemandangan alamn tanpa ada penghalang kaca dari kendaraan roda empat.

  25. Sewa meja dan kursinya murah, euy. cuma 5rebu doang. Terus, jajanannya juga. aneka gorengan cuma dua rebuan. Nggak jauh beda sama di sini sih. Ada yang jual seribuan, seribu ma ratus, dua rebuan juga ada lho kalau gorengan.

    Heran sih aku. Padahal, Bukin Panenjoan Cibadak tu ‘kan termasuk lokasi wisata ya jatoohnya. Bisanya mereka ngasih harga yang merakyat banget gitu.

    Kayak anomali jadinya. Hehehe

Leave a Reply


About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Kasepuhan Sinar Resmi
Kasepuhan Sinar Resmi: Kampung Adat yang Menjaga Warisan Leluhur
11 Oktober 2026
Touring ke Sawarna Banten
Cerita Touring ke Sawarna
10 Oktober 2026
Cafe di Sukabumi
Red Brick : Cafe American Style di Sukabumi
2 Oktober 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration

Send Message →

My New Stories

Kasepuhan Sinar Resmi
Touring ke Sawarna Banten
Cafe di Sukabumi
Asap Isep Smoke House
Destinasi camping dan glamping di Sukabumi
Mengapa Traveling Itu Menyenangkan
jam tangan gt 7
Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan
Karakter drakor