Sudah lama saya dan suami bercita-cita ingin ingin touring yang agak jauhan gitu naik motor. Kita pengen ke Ujung Genteng atau menyusuri daerah selatan dari Tegal Buleud terus hingga ke Pantai di Ciamis perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tapi, berhubung motor yamaha XSR 155 yang kami miliki tak memiliki space untuk menyimpan barang bawaan, jadinya nanti deh tunggu dulu. Saya dan suami mau menyiapkan dulu perlengkapan motor agar nyaman saat touring.
Table of Contents
Perlengkapan Motor Agar Nyaman Saat Touring
Sebagiannya saya sudah punya, tapi sebagian besarnya lagi saya dan suami belum punya nih. Jadi setelah membaca beberapa referensi dan menonton video perjalanan ada beberapa nih yang bisa saya siapkan agar perjalanan touring kami lebih menyenangkan. Terus apa saja barang-barang pelengkap perjalanan kami? Ini dia,
Box Motor
Setiap kali jalan naik motor, saya tuh selalu merasa ada kebebasan yang berbeda dibandingkan perjalanan dengan kendaraan lain mobil misalnya. Kalau naik motor tuh saya bisa berhenti kapan saja, memilih jalan kecil yang menarik, atau sekadar menikmati udara pagi di tengah perjalanan, apalagi pas menemui kemacetan yaa setidaknya naik motor bisa nyempil nyempil mencari jalan untuk tetap bisa maju. Asyik kaan, suka suka kita deh pokoknya
Tapi dulu ada satu hal yang cukup mengganggu, yaitu barang bawaan. Berhubung motor yang saya miliki tidak memiliki kotak penyimpanan di bawah jok, jadinya yaa ribet banget deh saat motoran dan membawa beberapa barang. Duh yaa jangankan beberapa ding, bahkan satu barang saja terasa kesusahan karena harus memegang barang tersebut. Repot kaan jadinya.
Tas ransel yang terlalu penuh sering bikin bahu cepat pegal, apalagi kalau perjalanan berlangsung berjam-jam. Belum lagi kalau harus membawa jas hujan, pakaian ganti, charger, botol minum, dan beberapa perlengkapan lainnya.
Naah itulah sebabnya kalau saya sepertinya membutuhkan Box Motor. Jika saya memasang box motor sepertinya perjalanan terasa jauh lebih nyaman. Barang-barang yang biasanya memenuhi tas bisa saya pindahkan ke dalam box, sehingga punggung terasa lebih ringan dan posisi berkendara juga lebih santai.
Box motor juga bisa membantu saya ketika kondisi perjalanan mulai tidak terduga. Pernah suatu kali hujan turun tiba-tiba saat saya masih cukup jauh dari tujuan. Untungnya pakaian ganti dan barang penting sudah tersimpan rapi di dalam box, jadi saya tidak terlalu khawatir barang akan basah. Saat berhenti untuk makan atau menikmati pemandangan pun rasanya lebih tenang karena beberapa barang bisa disimpan dan dikunci di dalam box.
Dari situ saya mulai sadar bahwa box motor bukan cuma aksesori tambahan, tetapi bagian penting dari perlengkapan traveling. Dengan barang yang lebih rapi, aman, dan mudah dibawa, saya bisa lebih fokus menikmati perjalanan tanpa terlalu banyak memikirkan barang bawaan.
Windshield
Udah niih urusan box motor kelar yaa, saya masukkan list perlengkapan motor saat saya touring nanti. Selanjutnya apalagi yaa??? Bentar saya mikir dulu,,mmmhhh sepertinya saya perlu kaca pelindung yang terpasang di bagian depan motor.
Jadi kaca pelindung yang saya maksud di atas namanya tuh windshield atau disebut juga dengan istilah Visor Tinggi. Windshield adalah menahan terpaan angin langsung ke dada (windblast) untuk mengurangi rasa lelah dan menjaga kestabilan berkendara jarak jauh.
Kalau saya sering touring atau menempuh perjalanan jauh dengan motor, windshield jadi salah satu aksesori yang cukup terasa manfaatnya. Terutama untuk suami yaa, dia kan yang membawa motor jadi angin akan langsung menerpa dia. Bukan cuma bikin tampilan motor lebih keren, windshield juga membantu mengurangi terpaan angin yang langsung mengenai dada dan wajahnya.
Saat melaju dengan kecepatan tinggi, badan jadi nggak perlu terus-terusan menahan tekanan angin, sehingga saya bisa berkendara dengan lebih santai dan nggak cepat lelah.
Buat saya, windshield juga sangat membantu saat kondisi jalan atau cuaca mulai kurang bersahabat. Debu, serangga kecil, cipratan air, sampai angin kencang bisa lebih terhalau sebelum langsung mengenai tubuh. Apalagi kalau saya touring jauh berjam-jam, kenyamanan seperti ini cukup penting karena suami bisa tetap fokus dan perjalanan jauh pun jadi lebih nyaman sampai tujuan.

Handguard
Oke, sekarang barang udah aman dan suami juga udah aman gak kena angin langsung dari arah depan. Naah, selanjutnya adalah penutup dan pelindung stang dan tangan pengendara. Alat ini biasa dipasang pada bagian stang untuk melindungi tangan serta tuas rem/kopling.
Untuk touring, sepertinya tipe full-wrap handguard yang memiliki rangka penguat dan menutup area depan tangan lebih recomended yaa karena memberikan perlindungan lebih baik dibanding handguard plastik sederhana.
Handguard padu padankan dengan kaos tangan buat pengendara motor biar makin lengkap deh perlindungannya. Saat touring atau menempuh perjalanan jauh dengan motor, handguard dan kaos tangan jadi salah satu aksesori yang cukup terasa manfaatnya.
Kaos tangan membuat tangan gak terkena sinar matahari langsung jadi kulitnya gak gosong dan tidak terasa panas juga. Gak enak banget kan mengendarai motor sambil punggung tangan panas terpanggang sinar matahari. Belum lagi debu dan kotoran lainnya.
Naah, sementara handguard, memberi perlindungan agar tangan terasa lebih nyaman sehingga saya bisa mempertahankan kendali pada setang dengan lebih baik selama perjalanan. Manfaat handguard juga melindungi tangan saat touring melalui jalan sempit, jalur berbatu, atau area dengan banyak ranting, handguard membantu melindungi tangan serta bagian tuas rem dan kopling dari benturan ringan.
Beberapa model handguard dengan konstruksi yang kokoh juga dapat memberikan perlindungan tambahan ketika motor terjatuh, meskipun tingkat perlindungannya tetap bergantung pada desain dan material handguard. Jadi, bagi saya, handguard bukan sekadar aksesori untuk memperkuat tampilan motor, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam meningkatkan kenyamanan dan perlindungan selama perjalanan jauh.
Phone Holder
Kalau lagi touring atau perjalanan jauh naik motor, phone holder termasuk aksesori yang menurut saya wajib banget dibawa. Soalnya suami jadi nggak perlu sering berhenti cuma buat buka Google Maps atau cek arah. Tinggal lirik layar sebentar,kita sudah tahu harus lurus atau belok ke mana. Apalagi kalau lewat daerah yang belum pernah saya datangi, phone holder benar-benar bikin perjalanan jadi lebih gampang dan nggak bikin ribet.
Selain buat navigasi, saya juga enak kalau mau cek sisa jarak atau perkiraan waktu sampai tujuan. HP tetap ada di depan dan gampang dilihat tanpa harus bolak-balik keluarin dari saku. Saya biasanya lebih pilih phone holder yang pegangannya kuat dan nggak gampang goyang, terutama kalau jalannya lagi jelek atau banyak lubang.
Buat saya, aksesori kecil ini lumayan ngaruh karena bikin perjalanan jauh jadi lebih praktis, nyaman, dan nggak gampang nyasar. Terus, kalau bisa sih mencari phone holdernya yang sudah dilengkapi dengan usb port atau wireless charger biar langsung bisa ngecas saat low baterai.
Helm Full Face dengan Intercom
Kalau saya touring berdua, apalagi perjalanan yang lumayan jauh, saya akan memilih helm full face. Rasanya lebih aman dan lebih nyaman aja deh karena wajah terlindungi dari angin, debu, serangga, ranting yang jatuh atau kerikil kecil yang kadang bisa kena selama di jalan. Cuma satu yang kadang bikin kurang enak, Repot juga deh keknya kalau misal saya boncengan sama suami pakai helm tertutup dan mau ngobrol.
Gimana coba ngobrolnya kan kepalanya tertutup helm full face. Naah, kata suami biar touring lebih enak komunikasinya dan bisa tetap ngobrol lancar, helmnya harus yang ada intercomnya. Jadi meskipun kondisi kepala tertutup tetap bisa mengobrol dengan lancar.
Naah, jadi saya akan memilih helm full face yang bisa dipasangi intercom. Buat saya, ini salah satu kombinasi yang paling enak buat touring. Tinggal pasang intercom di helm saya dan suami, lalu selama perjalanan kami tetap bisa ngobrol tanpa harus teriak-teriak. Mau bilang sebentar lagi berhenti, tanya capek atau nggak, kasih tahu kondisi jalan, sampai ngobrol santai juga jadi jauh lebih gampang.
Yang paling saya suka, perjalanan jadi terasa lebih hidup dan nggak terlalu sunyi. Apalagi kalau touringnya berjam-jam, bisa tetap komunikasi itu lumayan bikin perjalanan terasa lebih santai. Nggak perlu lagi kode tepuk bahu atau menoleh ke belakang setiap kali mau ngomong sesuatu.

Action Camera
Kalau saya nanti mau touring naik motor, action camera jadi salah satu perlengkapan yang menurut saya cukup seru untuk dibawa. Doain ada rezekinya yaa buat bisa memiliki jenis kamera ini. Soalnya agak mihil harganya hehe. Action Camera niih ukurannya kecil, praktis, dan bisa dipasang di helm, setang, atau bagian motor lainnya. Jadi, saya tetap bisa merekam perjalanan tanpa harus repot memegang kamera sambil berkendara.
Yang paling saya suka, action camera bisa merekam perjalanan dari sudut pandang pengendara. Mulai dari pemandangan di sepanjang jalan, suasana riding bareng teman, sampai momen-momen spontan yang kadang justru jadi bagian paling menarik dari touring. Hasil videonya juga terasa lebih nyata karena seperti memperlihatkan langsung apa yang saya lihat selama di perjalanan.
Naah, ada lagi nih fungsinya yaitu buat dokumentasi dan bikin konten, action camera juga punya fungsi yang cukup penting. Rekamannya bisa membantu kalau sewaktu-waktu terjadi kejadian yang tidak terduga di jalan. Jadi menurut saya, action camera bukan cuma buat gaya atau sekadar merekam video, tapi juga bisa jadi teman perjalanan yang berguna selama touring.
Penutup
Naah, itu dia deh enam list kebutuhan untuk peralatan motor agar nyaman saat touring. Kalau kata saya sih ini sudah cukup lengkap. Tapi mungkin saja ada benda lainnya yang menurut kamu penting juga untuk dimasukkan ke dalam list peralatan tambahan. Yuuk berbagi di kolom komentar yaa…Terima kasih sudah membaca artikel saya. Selamat touring dengan aman dan nyaman.























