Pekan kemarin saya berkunjung ke Perpustakaan UPI. Meski saya tidak kuliah di kampus legend ini tapi sungguh tidak asing lagi. Dari sejak zaman saya kuliah sudah sering bertandang ke sini , terutama ke perpustakaannya. Seharian di perpustakaan UPI, rasanya waktu terasa kurang deh. Kurang lamaa hehehe, saya masih betah berada di sini.
Table of Contents
Lokasi Perpustakaan UPI
Kalau kamu hendak berkunjung ke Perpustakaan UPI tentu saja pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kampus UPI. Ya iya dong, kan perpustakaan itu ada di dalam kawasan kampusnya. Jadi gak akan salah lagi, itu saja panduannya deh.
Kampus UPI tuh gampang banget kamu menemukannya. Kamu tinggal menuju ke Jalan Raya Setiabudi saja, nanti lokasi kampus ada di sebelah kiri jalan yaa. Besar sekali tulisannya Kampus Universitas Pendidikan. Gerbang yang saya maksud ini adalah gerbang kampus atas yaa.
Nah dari gerbang tersebut kamu masuk saja , lurus terus nanti kamu bakal melewati sebuah cafe di kampus UPI. Nah dari sini masih terus aja lurus, nanti akan ada papan petunjuk arahnya belok ke kiri yaa. Patokan lainnya adalah perpustakaan UPI itu di dekat dengan Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Insya Allah tidak akan kesasar deh, apalagi di depan gedung jelas terbaca tulisan Perpustakaan UPI berwarna putih.
Luasnya Gedung Perpustakaan UPI
Pertama melihat gedungnya dari depan, waah besar gedung perpustakaan. Pada bagian depan gedung nampak ada beberapa tempat duduk lengkap dengan atapnya. Tempat mahasiswa duduk dan menghabiskan waktu. Di bagian teras perpustakaan, ada mesin refil pengisi air minum. Jadi kalau kamu kehabisan air bisa mengisi tumbler dengan air minum kembali hingga penuh.

Begitu masuk kesan lega langsung terasa. Yaap, perpustakaannya lega dan terasa luas karena memang tidak banyak furniture dan desain interiornya simpel, sederhana.
Konsep desain gedungnya tuh gedungnya berbentuk segi empat panjang dengan bagian tengah kosong. Jadi perpustakaan itu mengelilingi bagian tengah tersebut. Pada bagian sisi gedung dikelilingi pagar dengan tembok pembatas berwarna putih dan tiang berwarna biru. Jadi kalau melihat ke bawah dari lantai tiga tuh aduh rasanya tinggi sekali. Tepat di bagian tengah itu tidak ada penghalang apapun untuk melihat ke bagian atas, jadi atapnya itu langsung ada di bagian tertinggi.
Naah seperti ini penampakan desain gedung perpustakaan dilihat dari lantai tiga.


Yuuk Eksplore setiap lantainya.
Lantai Satu
Pintu utama perpustakaan ada di lantai satu. Begitu masuk pintu utama langsung disambut dengan meja sirkulasi dan pintu gate. Meja sirkulasi berhadapan dengan tangga yang menuju ke lantai dua. Untuk menuju ke lantai dua dan tiga saya juga bisa menggunakan lift yang terdapat di bagian belakang gedung lantai satu ini.


Tepat di bagian kanan pintu masuk ada ruangan khusus dimana loker-loker berwarna biru berada untuk menyimpan barang pengunjung perpustakaan disimpan. Untuk bisa masuk ke dalam mahasiswa harus scan KTM terlebih dahulu. Tapi karena saya pengunjung khusus jadi bisa langsung masuk ke dalam area perpustakaan.



Lantai satu perpustakaan UPI ada layanan sirkulasi, deretan rak buku, deretan komputer di atas meja di sayap kiri gedung, deretan meja dan kursi baca di sayap kanan gedung
Untuk lengkapnya fasilitas yang ada di lantai satu kamu bisa melihat di board yang berisi tulisan layanan-layanan yang ada di setiap lantai mulai dari lantai satu hingga lantai tiga.

Pada board tersebut kamu bisa mendapatkan informasi bahwa di lantai satu itu ada loker, layanan sirkulasi, layanan kids corner, meeting room, ruang kepala, ruang staff, koleksi braille, musala, toilet dan toilet disabilitas.
Ruangan kepala, ruang rapat dan meeting room itu ada di bagian belakang lantai satu. Jadi dari ruangan rak-rak buku yang berjajar kamu harus terus berjalan lagi ke belakang. Ruangan Staff ada di bagian kiri.
Nah , sebenarnya kalau saya melihat dari atas, di bawah lantai satu itu masih ada ruangan. Tapi saya lupa bertanya pada petugas di sana kalau lantai dasar itu difungsikan buat apa saja. Lantai dasar bisa terlihat dari lantai yang terbuka yang ada di lantai satu, ini terlihat jelas kalau dari lantai tiga ya.
Literate Lounge
Ternyata ada kantin dan coffee shop di Perpustakaan UPI ini dengan nama The Illiterate Lounge. Lounge yang menyediakan aneka jajanan yang lumayan banyak plus meja kursi untuk pengunjung duduk menikmati makanan. Kesan luas masih tetap terasa di seluruh area ruangan.

Nah urusan makan dan minum di perpustakaan UPI ada beberapa aturan yang harus kamu patuhi. Hal yang dibolehkan adalah membawa botol minum atau tumbler berisi air putih dan bisa dikonsumsi di seluruh area perpustakaan. Boleh mengonsumsi seluruh jenis makanan hanya di Literate Longue. Sedangkan hal yang tidak diperbolehkan adalah membawa air dalam kemasan di luar Literate Lounge, membawa makanan ke ruang baca dan mengonsumsi semua jenis makanan di luar Literate Lounge.

Lantai Dua
Setelah mengeksplor lantai satu, saya menaiki tangga yang ada tepat di depan meja sirkulasi. Lumayan ngos ngosan juga saya berjalan kaki menaiki tangga berwarna merah ini. Pihak perpustakaan melengkapi dengan tanda panah berwarna biru untuk tanda turun dan panah berwarna kuning untuk tanda menaiki tangga. Jadi kalau sedang ramai tidak akan tabrakan deh mahasiswa yang naik turun tangga kan sudah ada pengaturan mana tangga naik dan mana tangga turun.



Begitu sampai di lantai dua ada dua bagian ruangan niih ada yang bagian sebelah kiri dan ada bagian sebelah kanan. Ruangan bagian sebelah kanan itu ada ruangan koleksi fiksi, ada juga layanan koleksi referensi

Sementara di bagian sayap kanan gedung ada ruangan koleksi majalah dan koran, ruang rak koleksi dan ruang baca, ruangan BI Corner, layanan Pojok Kebudayaan Korean (KICC).

Secara garis besar di lantai dua ini ada banyak jenis layanan, yaitu layanan koleksi referensi, layanan koleksi reserve, kurikulum dan kesundaan, koleksi UPIana dan INDONESIAna, layanan koleksi Antiquarian, layanan koleksi, layanan pojok Kebudayaan Korea (KICC), layanan fiksi corner, layanan Pojok Bi (BI Corner, Laboratorium AI dan Oculus serta toilet.
Nah benar kaan tidak salah kalau saya bilang bahwa di lantai dua perpustakaan UPI itu adalah lantai yang paling banyak koleksi dan jenis layanannya.
Lantai Tiga
Oke setelah puas berkeliling di lantai dua, saya lanjut naik ke lantai tiga. Di sini ada ruangan auditorium untuk berbagai pertemuan seperti seminar dan workshop. Selain itu di lantai tiga ini ada koleksi skripsi, layanan koleksi tesis dan disertasi, koleksi jurnal, layanan pojok braille, laboratorium komputer, layanan jasa fotokopi, ruang auditorium serta toilet dan musala.




Toilet yang ada di lantai tiga Perpustakaan UPI nih besar dan cukup bersih. Musalanya lumayan deh cukup buat salat beberapa orang, tidak begitu besar sih tapi nyaman. Toilet itu letaknya ada di samping kiri auditorium dan musala ada di samping kanan auditorium.
Penutup
Puas banget saya keliling-keliling Perpustakaan UPI hari itu. Yaa sambil menyelam dua tiga pulau terlampaui, sambil menghadiri seminar saya menyempatkan berkeliling perpustakaan. Puas banget, soal koleksi wih lengkap deh, yaa namanya juga perpustakaan universitas yang cukup besar di Indonesia, pasti koleksinya banyak.
Saat saya melihat sisi gedung, koq yaa saya khawatir partisi di dinding pinggir setiap lantai jika hanya pagar pendek rasanya keamanan agak riskan. Saya sih terbayangnya ada lapisan acrylic atau kaca tebal yang menutup area terbuka di atas pagar pembatas itu. Jadi lebih aman. Khawatir ada yang loncat atau terdorong gitu kan bisa jatuh itu. Tapi mudah-mudahan aman.
Terima kasih yaa, sudah membaca artikel saya tentang Perpustakaan UPI. Semoga memberi pengetahuan baru tentang tempat-tempat menarik buat kamu kunjungi.
























Gedee banget perpustakaannya ya dan bisa puas baca buku di sana. Alhamdulillah walau bukan mahasiswa / pegawai UPI tapi bisa masuk ke sana. Ada kantinnya pula, kalau lapar tinggal jajan di sana.
Itu perpustakaannya luas sekali kak. Baca artikelnya serasa ikut jalan-jalan menyelusuri perpustakasn ini dari satu ruangan ke ruangan yang lain. Tentu bukunya sangat lengkap, fasilitas lain pun juga lengkap.
Sepi amat perpus-nya.. krn sedang libur kuliah mungkin ya.
Anakku baru diterima di UPI mba thn ini, baru masuk Agustus nanti. Kemarin ini sempat ikut survey keliling kampus UPI tp gak masuk perpustakaannya. Luas banget ternyata ya. Aku share ke anakku yaa, biar dia update & liat foto2nya.
Biasanya ramai mbak,,apalagi kalau musim ujian,,,ini kebetulan saya ambil fotonya pagi banget dan sore banget,,,
Aku baca kalau masuk ke perpustakaan UPI ini mahasiswa scan KTM, mbak pengunjung khusus jadi langsung. Pertanyaan ku, Perpustakaan UPI ini bisa di akses buat umum atau khusus mahasiswa/mahasiswi atau tamu khusus saja ya?
Kalau Perpustakaan UI, di Depok, bisa diakses buat umum soalnya. Nah, terkait tersedia mesin refil air, ini membantu ya. Tinggal bawa Tumbler aja deh.
Luas sekali perpustakaan yang satu ini dan biasa perpus kampus so pasti koleksi bukunya pun lengkap ya Mbak. Pengalaman yang menarik.
Puas banget ini berkeliling perpustakaan UPI, karena ruangannya yang luas.
Sepertinya bakalan membuat betah siapa aja sih nih, bisa mencari buku pilihan terutama bahwa mahasiswanya ya
Ya ampun luas banget perpustakaannya sampe 3 lantai ya mbak. Ada pojok khusus Braille jg untuk tuna netra. Keren. Btw tampak difotonya pengunjung perpus sepi.. Ini karena sedang libur kuliah kah? Atau karena saking luasnya?
puas dan lega ya berada di perpustakaan U{I secara besar banget tuh perpusnya koleksinya lengkap pisan, dan yang paling kusuka bersih dan rapi, terang ga berasa horor, kadang kan perpus kampus tuh agak gimana gitu ya
Fasilitasnya pun lengkap
sudah lama nih ga berkunjung ke perpus kampus, apa sekarang rata-rata sudah terang dan rapi ya, kayaknya perlu nih main ke kampus lagi
Tampak nyaman dan bersih, ya, perpustakaan UPI ini, Teh. Pasti seharian nggak akan cukup untuk menghabiskan waktu di sana. Terlebih, ada tempat jajanannya. Wah, tambah bikin betah itu mah.
jadul banget ya ini, mbak desainnya berasa ngampus banget saya pas lihat foto-fotonya. hehe. tapi luas banget ini perpustakaannya sampai 3 lantai gitu. jadi penasaran nih saya dengan koleksi buku di perpustakaan UPI ini apakah ada buku fiksi juga?