Siang itu cuaca kota Sukabumi panaas sekali. Rasanya matahari ada di atas kepala saya. Bulan Juli ini memang rasanya hujan belum menyapa bumi deh, makanya cuaca panas dan debu begitu mudah saya temui di jalanan. Waktu sudah menunjukkan jam satu siang, sudah lewat jam makan siang.
Mobil yang suami kendarai menyusuri Jalan Bhayangkara yang lebih dikenal dengan sebutan daerah Secapa. Ya udah , saya googling deh tempat makan yang dekat dari sini. Heey,,,,dapat niiih ada kafe cantik namanya Roemari Kafe Sukabumi. Ternyata kafenya termasuk destinasi kuliner baru karena belum lama berdiri.
Saya ini senang sekali berkunjung ke tempat-tempat baru. Biasanya kalau gak enak-enak banget yaa cukup berkunjung sekali saja. Naah, lain cerita jika ternyata makanannya enak dan tempatnya bagus biasanya saya akan datang lagi. Ya udah cuzz mari kita datangi tempatnya. Udah laper niih saya😆
Baca juga: Gourmet caffeenery
Table of Contents
Lokasi Roemari Kafe Sukabumi
Setelah melihat lokasinya di maps , ternyata tempatnya tuh pas banget di pertigaan pokoknya ikuti saja Jalan Brawijaya lurus aja sampai ketemu pertigaan. Naah pas ujung jalan mentok itulah tempatnya.
Untuk bisa sampai ke lokasi dari jalan utama yaitu Jalan Bhayangkara, nanti ada belokan ke arah kiri yaitu ke Jalan Brawijaya. Nah, lokasinya seberang SDN Brawijaya. Patokannya dekat SD aja yaa, kalau bingung nyari. Kafe ini diresmikan bulan November 2025. Belum setahun berarti yaa
Alamat Roemari Kafe Sukabumi
Jl. Brawijaya No.9, Sriwidari, Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43123

Buat kamu yang mau ke Roemari menggunakan angkutan umum bisa menggunakan angkot yang melewati jalan Bhayangkara yaitu angkot 14 warna putih dan angkot 15 warna kuning .
Tapi keduanya tidak langsung berhenti depan kafe yaa, masih harus jalan kaki ke dalam Jalan Brawijaya menuju kafe. Kalau ingin langsung sampai ke depan kafe kamu harus naik ojek atau taxi online dan kendaraan pribadi
Desain Estetik
Begitu sampai saya merasa feel like home aja sih,,,,karena tempatnya juga gak luas-luas banget. Tapi parkiran lumayan luas. Dari pinggir jalan yang pertama bisa saya lihat adalah ruangan bagian pemesanan dan penyiapan menu makanan. Persis kaya warung gitu tapi ini estetik. Bangunan dengan perpaduan warna coklat, krem dan putih jadi terlihat estetik.
Bagian dinding bawah nya menggunakan keramik merah desain kotak-kotak kecil. Sementara bagian atasnya ada jendela besar yang terbuka agar pengunjung bisa melakukan transaksi pemesanan. Tepat di samping bangunan ada pot bunga kertas yang sedang berbunga. Jadi indah kala mata memandang.





Desain bangunannya itu tidak menggunakan atap bentuk segitiga seperti rumah pada umumnya. Tapi bangunannya itu menyerupai kubus, bagian atas datar saja gak terlihat ada gentingnya.
Bagian atas depan bangunan ada tanaman hias yang menjuntai dari atas. Tapi sepertinya karena kemarau panjang, jadi yaa tanamannya pada kering gitu, daunnya kering semua. Jadi kurang indah pas saya melihatnya. Mungkin kalau musim hujan tiba itu tanaman bisa diganti yang baru biar segar dan hijau kembali.
Pas masuk ke bagian dalam cafe nampak kursi dan meja tertata rapi. Ada jenis meja makan dan ada juga jenis meja jenis meja kursi tamu di rumah-rumah gitu. Tanaman dengan pot-pot cantik nampak menyebar di beberapa spot pojokan ruangan.
Bangunan Semi Outdoor
Konsep ruangan di Roemari ini ruangan tempat makannya tidak memiliki pembatas antara bagian dalam dan luar ruangan. Jadi di samping ruang pemesanan makanan itu adalah ruangan makan.
Naah, bagian depannya itu tidak ada tembok pembatas antara dalam dan luar. Hanya ada tiang-tiang saja, sama dengan di bagian tengah ruangan ada tiang-tiang berwarna coklat sebagai penyangga ruangan. Tapi atasnya yaa ada atapnya hanya bagian sampingnya saja yang terbuka.

Dekat ruangan pemesanan ada meja yang berisi air putih dalam botol ukuran besar, gelas, sedotan dan sendok garpu. Jika pengunjung kehabisan air putih bisa mengambil kembali refill nya di meja ini atau minta bantuan staff kafe juga bisa.
Pengunjung yang makan disini bisa menikmati pemandangan langsung ke halaman luar yang hijau-hijau penuh tanaman asri. Kayaknya memang tanaman menjadi salah satu icon utama disini. Halaman depan juga menjadi area makan pengunjung.
Bagian Belakang Area Outdoor
Saat berkunjung dan makan di Roemari kebetulan saya tidak makan di area outdoor. Area outdoor itu ada di bagian belakang bangunan cafe, tepat setelah pintu keluar bagian belakang.
Meskipun ramai, sebenarnya ada juga kursi kosong buat kita duduk di belakang kalau saya mau duduk di area outdoor. Terus juga nih, area outdoor itu enak lho, banyak pohon jadi adem dan teduh.
Hanya saja di luar banyak yang merokok jadi saya gak suka. Udah deh jadinya duduk di dalam saja dan tidak ambil foto juga karena banyak orang.
Makanan Pesanan Kami
Menu makan pesanan saya adalah Bakmie ayam jamur. Sementara Abi memesan Nasi Goreng Nostalgia dan teh Ula makan Spaghetti Chicken Basilia.
Cara memesan makanan dan minuman di Roemari, saya harus menuju kasir dan langsung memilih menu disana. Jadi kebayang sih kalau pas lagi ramai pasti antri. Kalau misal di setiap meja ada Barcode dan langsung terhubung dengan sistem pemesanan keknya lebih praktis deh.
Bakmie Ayam Jamur
Bakmie ayam jamurnya enaak banget, aslinyaa….deh. Dalam satu wadah mangkuk utama ada mie, selembar daun pokcoy dan jamur dengan taburan biji wijen. Mienya gurih banget, enak sekali.
Nah selain semangkuk mie, ada juga kuah mie yang di dalamnya ada taburan daun bawang dan pangsit. Serta masih ada satu mangkuk yang ukurannya paling kecil dan ternyata berisi chili oils.

Terus saya makannya bagaimana? Kuah tidak saya campurkan ke dalam mie, tapi setiap saya mengambil mie dan toping jamur, disusul oleh beberapa sendok kuah ikut masuk ke dalam mulut. Sedangkan Chili Oils saya guyurkan ke dalam mangkuk berisi mie. Aduuuh rasanya tuh pedas nikmat deh.
Nasi Goreng Nostalgia
Menu lainnya yang dipesan adalah Nasi goreng nostalgia. Nah tuh di foto bawah penampakannya. Menarik bukan ? Tapi bukan hanya menarik sih namun yaa enak juga. Rasanya tuh pedes ada cabenya terus dikasih topping ayam dan bawang goreng di atasnya.

Tidak ketinggalan pula kerupuk putih ukuran kecil. Rasa nasi gorengnya tuh rasa kencur,,,enak. Saya jadi ingat teman yang sudah lama pindah ke Depok, beliau kalau membuat nasi goreng suka pakai kencur dan terasi. Eh iya hampir lupa saya bilang kalau nasi goreng nostalgia makannya sama telor ceplok dan acar wortel timun jadinya seger pedes gitu deh. Tidak lupa taburan bawang goreng lah yaw,,,,
Spaghetti Chicken Basilia
Eh Ula memesan makan yaitu Spaghetti Chicken Basila, sesuai namanya ini adalah mie ala italia itu lho. Sepiring mie ala Italia dengan tambahan ayam yang dipotong kecil-kecil, jamur dan irisan tomat. Sesuai namanya Basilia, jadinya di bagian atas spaghetti ada daun basilia dan bertabur keju.

Minuman Pesanan Kami
Ada tiga minuman yang kami pesan, yaitu Jeruk Peras, Air Kelapa Murni dan Kopi Susu Roemari. Jeruk Perasnya dingiin seger saya nyicip punya teteh, kopi susunya juga enak pas gak terlalu manis,,heheh,,lagi-lagi saya nyicip minuman punya Abi.

Naah, kalau minuman yang asli punya saya sih air kelapa murni. Duh nikmat banget minum air kelapa, saya sampai minta refill satu gelas lagi alias nambah minumnya.
Terakhir dessert pesanan kami adalah es krim. Ada tiga cup es krim berwarna coklat, pink dan coklat kopi dalam satu mangkuk. Pada bagian atasnya diberi susu dan daun sebagai pemanis. Daun apa yaa itu,,ntah deh saya kurang hapal.
Hal Menarik di Roemary
Kafe nih tempatnya rapi, meskipun ruangannya terbuka tapi bersih tidak berdebu. Ruangan banyak tanaman jadi hijau segar. Ada yang paling saya suka adalah musalanya bersih dan rapi. Meskipun lantainya seperti sudah lama, tappi bersih. Hanya kurang luas aja. Hanya cukup buat dua orang, bisa sih tiga orang tapi sempit.
Terus kalau misal ada laki-laki sedang salat, saya yang perempuan harus menunggu dulu. Karena memang sempit tempatnya. Tapi meskipun sempit tapi nyaman soalnya bersih.

Mukena saya gak pakai yaa. Namun saya menggunakan alas sajadahnya. Saya menunaikan salat Duhur disini. Tempat wudhunya bersih. Toiletnya saya tengok sebentar juga cukup bersih.

Harga masih terjangkau, semua menu yang saya pesan harganya tiga puluh ribu ke bawah. Total harga makan bertiga dengan tiga makanan, tiga minuman dan satu dessert adalah seratus tujuh puluh lima ribu rupiah.
Kesan Berkunjung
Saya berkunjung kesini pas jam makan siang, lumayan cukup ramai meskipun tidak penuh banget. Tapi alhamdulillah sih, tidak menunggu terlalu lama,,,yaa sedang lah menunggu sepuluh sampai lima belas menit sih,,karena memang agak ramai.
Makanan yang kami pesan pun enak. Sepertinya saya akan berkunjung kembali ke Roemari. Tentu saja dengan menghindari jam-jam sibuk atau weekend biar gak antri. Kalau ternyata penuh , mending nanti saja menunggu agak lengang.
























Di beranda Medis sosial saya lumayan sering juga lewat konten Roemari ini, tapi saya belum pernah ke sini.
Sepertinya jadi masuk list untuk dikunjungi sih setelah baca ulasan Teh Heni ini. Tempatnya cozy, ya. Enak buat couple time atau kumpul bareng keluarga.
Harganya pun cukup reasonable, ga terlalu bikin terkurang kantong 🙂
iyaa kang leres,,,coba deh mampir
Kok sama sih saya juga kalau ingat nasi goreng yang pakai kencur itu jadi inget teman saya. Kebetulan dia juga orang Sukabumi. Rumahnya dulu di Bayangkara juga di atas
Cuma sekarang udah menetap di Tangerang
Waktu sekolah di Cianjur, kalau masak (dia kan kost di Cianjur) kami masak bareng, nah dia suka bikin nasi goreng pakai kencur itu… Tapi emang enak sih ya
Btw kafe ini sebenarnya sepertinya dulu bangunan rumah tinggal ya? Suasananya nyaman, terlihat ruang yang hangat gitu …
Ini kafe terhitung baru teh,,,bisa jadi mungkin tadinya rumah terus di renov,,,atau memang dibangun untuk kebutuhan resto,,,,tapi emang desainnya unik emang gak ada dinding depannya
Nama kafenya cukup menarik ya, yaitu roemari. Tapi kayaknya kafe-kafe sekarang pakai nama-nama yang unik dan desain-desainnya juga unik. Jadi setiap kafe punya ciri khasnya tersendiri.
Jadi kaya nama jaman dulu ya mbak,,,,Roemari,,,,
Kafenya nyaman ya, rapi, bersih, ada musholanya pula, jarang ada nih kafe yang menyediakan mushola juga. Bisa betah ningkrong di sana secara makanan dan minumannya sedap. Harganya pun wajar, 175K untuk bertiga lengkap dengan ice cream ulala nikmatnya
ulalala,,,enaaak mbaak Dy,,,,minumnya air putih pas deh,,,es krim ditimpa air putih
Sebenarnya, aku juga suka banget makan mie ayam kalau kuahnya disajikan terpisah gitu. Jadi makannya, tinggal nyeruput kuahnya setelah makan mienya gitu. Lebih nikmat sih menurutku.
Kayaknya, mie ayam jamurnya enak banget itu, Kak.
ntar kalau aku ke Sukabumi ajakin ke sana juga ya mbak, sepertinya semakin banyak saja daftar destinasi di Sukabumi yang kumasukkan list.
Ngilerrr bangeett lihat poto2 makanannya mbaaa
Spaghetti chicken Basilia looks sooo yummy
belakangan ini, aku lagi ter-Italiano nih, demen banget makan yg khas2 kayak spagheti fettucini, lasagna gitu gitu dah
Ofkorsss super hepi kalo nemu Kafe yg menyediakan makanan berat, dengan rasa proper.
Karena biasanya banyak kafe tuh yg chef-nya masak “bare minimum” aja
Kafe2 di Surabayaa banyak tu yg kayak gitu… Vibes aesthetics, enak buat WFC, tapiii rasa masakannya zonk 🙁
naah itu dia,,,spagheti niih pesanan anak saya,,,tapi saya icip icip jugaa enaak hehehe,,,,suasana tempat dan makanan sama sama enaak
Design bangunannya vintage banget, dulu komplek rumahku zaman SD di Aceh, itu beberapa model kotak begitu plafonnya. Dan malah enak, Krn rooftop JD bisa dibuat santai atau ruang cuci 😄. Cuma sayang tanaman gantengnya kering yaa.
Makanannya memang menarik mba. Kita sama cara makan bakmi nya. Aku ga pernah mau tuang kuah ke mie. Pasti aku seruput aja.
Kalau soal nasgor yg pake kencur… Ini agak dilema buatku 🤣. Aku tuh sukaaa kencur, tp di buat sambal atau di kuah seblak.
Naah pernah coba kencur masuk ke nasgor, itu aku ga doyan . Nyobain di salah satu resto di bandung waktu itu. Aneh aja. Tp kan itu restonya beda. Bisa jadi chef nya ga jago bikin 😄. Kalau ke Roemary ini mau aja sih nyobain nasgor kencur nya.
Ntah kapan ke Sukabumi lagi. Kalau kesana, aku puasin mau kulineran
Iya bener kak Fan,,,sayang tanaman di atasnya tuh kering,,karena lagi kemarau kali yaa jadi gak kena air banget. heheehe,,,hayuu dicoba nasgoor kencur kak Fan,,,enaaak
Nggak terlalu besar tapi nyaman ya mbak kafenya.
Cara memesannya masih ke kasir ya. Btw kalau dibandingkan barcode, sebenarnya aku kangen pemesanan tu dikasi buku menu trus mas/ mbak petugasnya nyamperin kita haha jadul banget ya 😀
Tapi emang kalau pesen via apps menyingkat banyak waktu dan tenaga ya 😀
Bakmie ayam jamurnya keliatan yummyyy, pakai taburan wijen gitu.
Wah aku penasaran deh gimana nasgor pakai kencur dan terasi. Jangan2 itu nasgor Sunda zaman dulu begitu kali ya hehe.
Kalau di Surabaya kami pakainya saus merah. Pas di Jkt atau area sini kyknya pakai kecap.
Gemes sama spagetinya. Pengen nambah kejunya haha 😀
Lokasinya enak, sayang musholanya aja yang mungil ya. Pas nggak ramai sih ok, kalau pas ramai agak susah. Mungkin juga karena kafenya nggak terlalu besar ya. Kyknya paling enak ke sana pagi atau siang gitu ya. Apalagi banyak pepohonan jadi nggak panas2 amat.
iya mbak,,,,musolanya mungil banget tapi bersih
Tempatnya sederhana ya, ga terlalu banyak oernak pernik hiasan, gak segala ditempel ditembok, cukup seperti ini aja tapi udah bisa estetik
Saya tuh penasaran aja sama yang namaya Bakmi Ayam jamur itu, soalnya disini gak nemu – nemu ada yang jual bakmi ayam jamur, jamurnya gede gede gitu udah macem daging aja bentukannya.
Nah kalo soal nasi goreng pake terasi itu emang dulu emak suka masak tuh, nasigoreng pake terasi, enak banget rasanya, kadang pake kencur juga atau kunyit, bikin wangi dan enak di perut
Asiiik ada nasi gorengnya. Mana nama menunya bikin kepincut lagi, nasi goreng nostalgia haha. Soalnya yang kerap kali daku temukan di sini itu menunya bernama nasi goreng gila. Boleh sih ini jadi rekomen, kalau suatu saat daku mampir, karena pemasaran sama racikan nasi gorengnya
Semacam asik ya nemplok disini… suasananya kelihatan homey, adem, dan nyaman banget ya buat tempat nongkrong santai atau sekadar healing tipis-tipis bareng teman.
Jadi penasaran banget sama racikan kopi dan pilihan menu makanannya yang kelihatan enak-enak. Ada pilihan aneka menu baik yang simpel sampe yang modern nih… tempatnya estetik, bisa banget buat foto foto ciamik….. bikin makin mupeng pengin meluncur ke sana kalau lagi main ke Sukabumi.. Masukin list donggg ahhh
Desian kafe cukup simple tapi bikin betah nongkrong yaa, apalagi makanan dan minumannya cocok dengan selera. Sama, saya juga suka makan mie, Kak. Mie keliatan enak, eh tapi spaghetti-nya juga menggoda.
Selain nasi goreng, ada menu nasi apa aja?
Yang bikin salut tuh bisa refill air putih, mantep lahh.
Roemari Kafe ini terlihat nyaman sekali, Mbak. Aku suka konsepnya yang semi-outdoor dengan tanaman yang bisa jadi peneduh. Jadi suasananya terasa asri dan seperti sedang makan di rumah sendiri. Hehehe..
Sayangnya aku ndak nemu gambar bentukan area outdoornya. Pengen tahu. karena aku selalu suka sama konsep-konsep resto atau cafe semacam ini. Bikin betah.
Pilihan menunya juga menarik, terutama bakmi ayam jamur dengan chili oil dan nasi goreng nostalgia yang memakai kencur. Harganya pun masih cukup terjangkau untuk makan bersama keluarga. Nilai tambahnya, tersedia musala, tempat wudu, dan toilet yang terjaga kebersihannya.
Desain menarik dan estetik memang daya tarik pertama untuk mengunjungi sebuah cafe. Etapi, yang membuat seorang pengunjung balik lagi dan lagi ya karena menunya enak dan beribadah tenang menjadi pilihan. Kelihatan banget menunya enak-enak, ya.
Aku suka banget kalau nemu tempat makan yang hommie gini. Jadi berasa kayak tetap menyantap makanan rumahan yang disajikan oleh orang lain. Aku lihat menunya bakmie ayam: auto kepengen juga. Jadi laper nih. Cocok ini aku kalau ke Roemari kafe ini.
Jadi penasaran dengan kopi susu, bakmie, dan ice cream nya deh. Tampak begitu menggugah selera banget. Tempatnya juga oke, banyak opsi yang bisa dipilih sesuai suasana dan cuaca ya.
Tetap ada mushola, ini patut di apresiasi walaupun tidak luas, tapi kasih space buat ibadah.
Bangunannya juga tampak menarik. Penasaran sih kapan-kapan kalau ada agenda ke Sukabumi, pengen coba mampirin. Enaknya emang ramean, sekalian saling icip makanan.
saya ampir kepleset bacanya Rosemary eh taunya Roemari. Aku suka nih melihat suasananya dari foto2 yang ada di blog ini. Memang resikonya kalau duduk di luar itu ya pasti ketemu pengunjung lain yang merokok. Mungkin kalau datang lebih pagi, biasanya masih sepi kali ya? Jadi lebih bisa menikmati suasana sekitar. Tapi jika memang mau sekalian makan, kayaknya enakan di dalam aja sihhh. Aku ngiler sama spaghettinya nih.
Saya suka namanya, Mbak. Roemari dengan ejaan lama. Tempatnya juga terlihat nyaman. Bisa dipilih mau duduk indoor atau oautdoor. Saya suka meja sendok, garpu dan refiil air minum. Jadi kalau pas hawanya gerah kan, pengin minum air putih banyak, tinggal ambil saja.
Saya penasaran dengan nasi goreng nostalgia. Dari penampilannya tak terlalu wah. Tapi mungkin rasnyanya yang bikin kangen sesuatu ya. Untuk harga makan bertiga, sangat pas di hati dan kantong.
Wah ini sih bisa dikatakan hoki banget Mba Hen, selain bisa memanjakan perut dengan menu yang yummy, bisa tetap salat dengan tenang ketika waktu salat tiba. Jarang lho kafe yang tempat salatnya terjaga kebersihannya (kalau di tempat saya lho ya, seringkali tempat salat ada tapi sempit dan berdebu alias kotor). Semoga next bisa dikiembangkan sistem order pakai barcode ya, jadi tidak perlu antre ketika pesan, cukup duduk manis di kursi menunggu hidangan tiba he…he…
Namanya unik banget kak, Roemari. Kayak nama orang tapi bukan. Asyik aja nyebuutinnya. Bikin penasaran orang jadinya.
Btw, penasaran dgn rasa nasi goreng nostalgianya. Pak kencur nih. Blm bs bayanginnya. Pasti bau rempahnya nampol tuh.
Yg bikin aku suka tuh suasana indoo-nya yang rumah ala tempoe doeloe. Berasa kyk masuk rumah jadul dgn kopi kekinian. Dari luar, kafenya kekinian dgn bunga2 yang makin hidup kalo bermekaran.
Sepakat Mas Didik, namanya memang unik, seakan-akan memanggil ‘ayo mampir di rumah sini, mari’ 🙂
Kalau saya tipe yang kurang suka dengan aroma kencur, apalagi kalau kebanyakan, serasa menyengat. Kalau sedikit sih masih bisa toleransi. Makanya jadi ikutan penasaran juga, seperti apa, ya level aroma kencur di nasi goreng ala Roemari ini.
Tempat juga asli sih enakeun. Harus ke sini sih untuk merasakan langsung vibe nya
Bakmie ayam jamurnya menggoda pisan euy mbak heni. Sumpah liat topping jamurnya kok pada gede-gede nyoy gitu ya, gak kecil-kecil kayak yang biasa saya temui di mie ayam pinggiran, hihihi.
Salfok harganya euy, lumayan murah ya kalau kisaran menunya cuma 30 ribuan kebawah si.
Aku pas pertama baca dan liat-liat fotonya, malah ngiranya ini tuh resto fancy dengan harga menu diatas 50 ribuan semua. Karena ya pantes, gitu lho. Syukurlah, harganya malah murah-murah ya.
Tar ah kapan2 saya coba jajal jugaaa 😀
Beberapa cafe sekarang konsepnya kadang memang pesan di meja dan bayar baru nanti diantar pesananannya, ya, mbak. Mungkin itu untuk mengantisipasi pembeli yang kabur. Hehe. kalau untuk menu barcode menarik sih ini soalnya ada juga yang nggak suka sama menu barcode ini dan lebih suka menu fisik tapi bagusnya sih kalau ada dua-duanya menu ini
Hommie banget roemari cafe sukabumi..
Rasanya berasa langsung disambut hangat dengan segala sajian menu makanannya yang mashaAllah.. puas banget sama porsi nasgornya.
Harganya yang bikin senyum-senyum sendirii..
Apalagi pas pingin WFA, roemari bisa jadi pilihan.
Bagus tempat makannya mbak. Walaupun nggak begitu gede tapi kesannya rapi dan nyaman.
Makanannya juga tampak enak. Apalagi mienya. Kalau nasi gorengnya tipe nasi goreng Jawa yang putihan gitu ya. Enak itu.
Apalagi harganya juga lumayan murah ya. Bertiga nggak sampai 200 ribu.
Wah, cafe ini punya tempat yang nyaman dan makanan yang menggugah selera ya mbak
Nggak nyesel berkunjung ke sini ya
Nasi gorengnya emang sesuai judul ya, bikin nostalgia di masa kecil
Wow wow kok menarik katanya, bersih dan nyaman terus makanannya enak-enak sebanyak itu hanya 170 ribu.. daebak yaa.. masukkan liat kafe yang bakal dikunjungi kalau ke Sukabumi nih.
Liat makanannya bikin ngiler
Biasanya kalau ke cafe saya kurang tertarik dengan makanannya karena paling terbatas di snack saja seperti pastry, jarang yang menjual makanan berat. Sekalipun ada pasti mahal hihihi
Nambahin visit list nih kalau kapan-kapan ke Sukabumi