Libur Maulid Nabi kemarin rasanya saya seperti menemukan berlian hehehe. Maklum di bulan Agustus ini agenda padaaat merayap udah kek mobil di jalan yang lagi macet. Padet banget sampai-sampai hari Minggu pun tak ada libur karena ada kegiatan dalam rangka Agustusan. Makanya pas tanggal merah kemarin ternyata libur, aduuh seneng banget deh. Gas ah,,kita jalan-jalan deh.
Tapi, saya masih harus menulis dan menyelesaikan artikel review satu buku di blog literasi yang saya miliki. Alhasil, setelah selesai menulis after duhur baru deh bisa planning mau kemana. Yaa,,,tadinya mau trekking ke Curug lagi, tapi berhubung sudah siang saya memutuskan jalan-jalan santai saja deh.
Saya tuh penasaran dengan satu kafe yang ada di dekat Secapa. Kafe ini tuh termasuk baru di Kota Sukabumi karena belum ada setahun deh. Pernah waktu sama teh Ula kapan tau deh pokoknya pernah, kita mau kesitu tuh tapi gak jadi karena puenuuh puool, banyak bapak polisi secapa dan pengunjung lainnya. Gak jadi mampir deh.
Lets goo lah kita ke 1990 Coffeenery. Salah satu kafe yang ada di Sukabumi/ Lokasinya tuh ada di sini nih:
1990 Coffeenery
Jl. Bhayangkara No. 90 Kota Sukabumi
Kalau saya yang datang dari arah Perempatan Degung, lokasinya tuh ada di sebelah kanan jalan yaa. Jadi harus menyebrang terlebih dahulu.
Table of Contents
Desain Bangunan Cafe Cantik Estetik
1990 Coffeenery memiliki empat bagian utama bangunan, ini versi saya yaa. Pertama adalah bagian depan dimana ada resepsionis menyambut, kedua bagian teras luar persis di depan pintu masuk, ruangan ketiga adalah ruangan utama kafe dan bagian keempat adalah ruangan outdoor persis di samping ruang utama.
Nampak Luar Kafe Bagus Banget Deh
Bagian depan kafe itu ada parkiran cukup lumayan luas dan sisi kanan ada bangunan kecil yang berfungsi sebagai pos satpam. Jujur yaa saya tuh seneng banget dengan tampilan bangunannya. Penampakan dari bagian depan, begitu sampai parkiran saya melihat fasad bidang dinding berwarna cokelat terakota atau cokelat bata yang menjadi titik perhatian pada bagian depan bangunan. Permukaan tersebut memiliki pola garis teratur sehingga memberi tekstur kuat. Sekilas sih seperti bata ekspos yaa, tapi posisi batanya berdiri..
Pada fasad dinding ini juga terdapat tulisan 1990 Coffeenery berwarna emas. Kalau menurut saya sih ini adalah bagian elemen yang paling menonjol di bagian paling depan. Ya jelas atuh harus terlihat jadi fokus kan nama kafenya.

Selain fasad berwarna terakota, terlihat jelas dari bagian depan adalah kanopi luas dan lebar yang ada di bagian depan bangunan utama. Bentuk atap dan kanopi juga mempertegas pendekatan arsitektur modern minimalis. Bangunan tidak menonjolkan atap miring konvensional sebagai elemen utama fasad seperti bangunan pada umumnya, melainkan menggunakan garis atap atau kanopi yang tampak datar dan horizontal. Cakep kaan….
Bidang kanopi dibuat lebar bahkan kalau kata saya sih besar banget untuk ukuran sebuah kanopi. Kanopi besar tersebut menurut saya secara visual memberikan kesan bangunan yang rendah, memanjang dan teduh. Pada bagian bawah kanopi terdapat material batu berwarna abu-abu gelap yang membentuk dinding dan berfungsi sebagai penghalang antara area parkiran dan bangunan.
Bagian Depan
Naah, begitu masuk, di sebelah kiri ada photobox vintage. Pengunjung kafe bisa take foto disana. Sayang banget saya nggak sempat foto disana. Ya udah deh daripada gak foto sama sekali, saya foto depan cermin besar depan photobox aja deh hehehe.
Naah, di bagian depan ini ada dinding pemisah pada bagian bawah kanopi . Dinding ini terbuat dari material dengan nuansa kayu atau warna coklat. Sehingga menghadirkan kesan hangat saat dipadukan dengan struktur kolom yang tipis dan berwarna gelap. Bagian atapnya menggunakan kaca yaa jadi nampak terang dan langit terlihat.

Kombinasi bidang horizontal yang lebar dengan kolom-kolom ramping memberikan kesan ringan sekaligus memperlihatkan pengaruh desain industrial-modern. Selain memiliki fungsi estetis, keberadaan kanopi juga berperan sebagai elemen transisi antara ruang luar dan ruang dalam, sehingga karakter bangunan tidak terasa tertutup sepenuhnya. Ah cantik deh pokoknya, bagus banget dinding pemisahnya.
Naah, kalau belok ke kiri maka saya akan menuju bagian dalam kafe. Tepat di samping jalan masuk ke kafe ada petugas yang berjaga disana. Dia akan menanyakan apakah akan makan disini atau take away dan apakah sudah reservasi atau belum. Alhamdulillah saat saya berkunjung ke 1990 Coffeenery tidak sedang banyak pengunjung sehingga kita langsung dipersilahkan masuk.
Bagian Teras Luar
Saat memasuki bagian teras , saya melewati selasar di sisi kanan yang cukup terang. Hal ini karena bagian atapnya itu full memakai kaca , sama dengan atap bagian depan tadi. Selasar nya bagus banget deh, ada lukisan-lukisan cantik yang dipajang di sepanjang sisi tembok berwarna abu-abu.
Lampion warna merah putih masih terpasang menggantung, sepertinya itu adalah sisa perayaan hari kemerdekaan. Tepat di ujung selasar sebelum menginjakkan kaki ke teras bangunan utama, ada banyak kaca-kaca kecil berbentuk bulat persis seperti kaca spion terpasang di dinding.

Kemudian di bagian bawahnya ada tempat duduk terbuat dari kayu. Ini adalah spot instagrammable, saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk swafoto disana.
Tepat di samping selasar ada halaman kecil pas di bawah atap kanopi yang terlihat besar dari luar. Ini adalah ruangan dengan lantai berwarna hitam gelap berpadu dengan dinding coklat terakota. Kontras sekali memang tapi jadi bagus dan unik. Betewe,,,sepertinya pemilik kafe penyuka warna terakota.
Gaya industrial minimalisnya kerasa banget deh tapi terlihat natural aja gitu sederhana tanpa motif dan ornamen macam macam. Furnitur menggunakan besi hitam, memberikan sentuhan modern-industrial. Perpaduan material tersebut membuat ruangan tidak terasa kaku, tetapi tetap memiliki karakter desain yang kuat
Ruangan ini tidak dipenuhi dekorasi yang ramai, melainkan memanfaatkan permainan material, warna, cahaya, dan susunan furniture untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung. Dekornya sih biasa aja ya sederhana gak terlalu banyak ornamen juga.

Menurut saya nih yaa, perpaduan antara warna gelap dan warna tanah itu akan menciptakan keseimbangan antara kesan modern yang tegas dengan suasana yang lebih alami dan nyaman.
Saya juga melihat di bagian atas ruang, penggunaan kanopi atau atap datar dengan struktur sederhana memperlihatkan karakter arsitektur modern minimalis. Bentuk langit-langit yang bersih dengan garis horizontal yang panjang membuat ruang terasa lebih luas dan terbuka.
Atap kanopi dilapisi kain berwarna putih bersih, terlihat kontras dengan warna hitam yang mendominasi sekeliling ruangan.

Struktur kolom hitam yang tersusun secara berulang memberikan ritme visual sekaligus mempertegas kesan industrial pada ruang. Meskipun menggunakan material yang memiliki karakter kuat seperti besi dan beton, ruang tetap terasa ringan karena adanya bukaan yang memungkinkan cahaya masuk dan hubungan visual dengan area sekitarnya.
Eh ada yang paling menarik bagi saya adalah keberadaan tanaman hijau sebagai aksen alami di sepanjang sisi ruang dekat dengan tembok terakota. Tanaman tersebut menjadi penyeimbang dari dominasi material keras seperti besi, kaca, dan dinding bata.
Naah, kalau kata saya sih, kehadiran unsur tanaman hijau tuh membuat suasana ruang terasa lebih hidup dan memberikan kesan seperti ruang luar yang masuk ke dalam area kafe. Konsep ini banyak terdapat dalam desain ruang kontemporer karena mampu menciptakan suasana yang lebih rileks dan dekat dengan alam.
Gaya industrial yang biasanya identik dengan kesan dingin namun ruangan ini jadi lebih ramah melalui penggunaan warna hangat, tanaman hijau, dan furniture bernuansa natural.
Ruangan Utama 1990 Caffeenery Sukabumi
Saat saya memasuki bagian utama ruangan kafe, wiiih bagus banget deh , aslinyaa. Menurut saya nih, bagian paling menarik adalah dinding. Dua dinding utamanya itu satu tembok dan satu lagi full kaca. Elemen visual nya paling menonjol deh.
Penggunaan panel kayu dengan warna coklat hangat pada area bar kalau kata saya sih jadi semacam penyeimbang gitu terhadap dominasi warna gelap di dalam ruangan. Maklum seluruh dindingnya tuh warna hitam jadi kan kesannya gelap yaa.
Naah, material kayu menghadirkan kesan alami dan membuat ruang terasa lebih ramah kalau saya bandingkan dengan karakter industrial yang biasanya cenderung dingin dan tegas. Gaya industrial gini tuh mengingatkan saya pada salah satu tempat makan steak enak di Sukabumi deh.
Pola vertikal pada panel kayu di ruang bar juga memberikan efek visual berupa garis-garis tinggi yang membuat ruang terasa lebih proporsional. Elemen ini sekaligus berfungsi sebagai aksen dekoratif yang menggantikan kebutuhan akan ornamen tambahan.



Kursi dan meja menggunakan kombinasi material kayu dan rotan menghasilkan perpaduan antara gaya modern dan natural. Kursi dengan elemen rotan memberikan kesan hangat dan santai.
Susunan meja cukup fleksibel dengan jarak antar furnitur yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung, baik untuk aktivitas bersantai, berdiskusi, maupun bekerja.
Oh iyaa, ruangan utama kafe ini ada satu ruangan lagi terhalang kaca. Tepatnya ada di sebelah kanan pintu masuk. Sementara di bagian ujung sayap kiri bangunan ada area outdoor yang cukup nyaman juga.
Ruangan outdoor ini yang saya maksud dengan ruangan keempat yaa. Ruangannya tuh terpisahkan oleh kaca yaa jadi pandangan di area bangunan utama tuh luas dan nggak sumpek jadinya. Kursi di ruangan outdoor ini terbuat dari besi.
Satu lagi yang saya suka dari ruangan utama ini yaitu di dinding atas bagian kiri ada kotak-kotak putih dalam jumlah banyak. Naah di bagian kotak putih tersebut ada tulisan 1990. Bagus banget deh. Kemudian di bagian bawahnya ada banyak lukisan-lukisan indah.
Oh iya, di pojokan ujung sebelah kiri dekat kursi saya duduk, ada rak terbuat dari kaca dan tersimpan tentengan belanja dengan tulisan 1990 juga. Oh iya ada beberapa kaos terpajang tepat di pojokan situ. Apakah kaos tersebut untuk dijual atau enggak yaa…saya lupa juga enggak bertanya pada petugas kafenya.
Cara Memesan Menu
Cara memesan menu cukup simpel dan mudah, saya tinggal menscan saja kode barcode di atas meja. Oh iyaa sistem barcode ini pembayarannya pakai QRIS yaa. Naah, setelah barcode ter scan, akan tampil daftar menu yang ada di kafe. Langsung saja yaa pilih-pilih dan bayar deh dengan QRIS.

Kalau ingin membayar dengan cara debit dan cash saya bisa melakukan pembayarannya di kasir secara langsung. Jadi memesan menunya juga langsung di kasir saja deh.
Oh iyaa, kalau mau melihat daftar menu 1990 Coffeenery ada di instagramnya ya.
Beli Apa Saya di 1990 Coffeenery?
Sebenarnya saya tuh tujuan pertamanya adalah mau nonton ke bioskop. Tapi, karena masih ada sisa waktu satu jam jadinya yaa memutuskan mampir dulu deh ke kafe ini.
Tapi,,setelah memilih menu eh,,,tersisa 30 menit saja menuju jam lima sore saat jadwal nonton . Ya sudah akhirnya kita memesan minuman aja deh plus satu potong kue. Nggak berani membeli makanan berat khawatir telat nanti nontonnya. Hehe,,

Akhirnya kita memesan Mont Blanc pesanannya Asyfi, Lemon Rock espresso pesanan Abi dan 1992 Signature pesanan saya plus satu potong Burnt Cheesecake. Kuenya kita makan bertiga saya, suami dan aa. Minumannya juga saya cicipi semuanya wkwk…
Mont Blanc rasanya pahit dan asem gak ada manis-manisnya asli…tapi enak. Sementara lemon Rock espresso rasanya manis dan ada rasa jeruk lemonnya. Jeruknya terasa banget yaa karena di minumannya juga ada jeruk lemon kering. Kalau 1992 Signature rasanya manis, yaa khas kopi latte gitu deh.
Kesan Berkunjung
Kunjungan ke 1990 Coffeenery Sukabumi memberikan saya pengalaman ruang yang menarik. Bangunannya memberi atmosfer nyaman dan menyenangkan. Desain arsitektur, elemen ruang, material kayu, sentuhan industrial, pencahayaan hangat, hingga penataan furnitur duuh beneraan bikin ruangan jadi semakin menarik.
Ruang yang awalnya memiliki kesan modern dan tegas melalui dominasi warna gelap berhasil jadi seimbang dengan elemen alami sehingga menciptakan suasana yang hangat, santai, dan mengundang pengunjung untuk betah berlama-lama.
Terus menu minuman dan kue yang kita pesan juga approve rasanya enak. Kuenya kita makan bertiga jadi gak terlalu blenger buat saya hehehe. Maklumlah saya kan kurang suka manis.
Kalau kamu ke Sukabumi dan mau ngopi , cobain deh mampir sini.























