Rasanya belum lengkap kalau pergi berkelana tapi gak mampir ke kedai kopi. Yaa,,,masalahnya kan saya ini penggemar kopi. Setiap pagi rasanya belum komplit jika belum minum kopi sebelum berangkat. Tapi kopinya harus kopi tanpa gula bisa Americano atau kopi kekinian tapi tetap no sugar,,alias gak boleh manis.
Seperti sore itu saat menyusuri jalan Braga, saya mampir ke sebuah kedai kopi yang ada disana, namanya Kopi Toko Djawa. Bangunannya bergaya vintage, seperti biasa layaknya gedung-gedung yang ada di Jalan Braga. Uniknya, Kopi Toko Djawa ini memiliki pintu utama tidak di bagian depan seperti toko-toko lainnya akan tetapi ada di bagian samping bangunan depan.
Sementara di bagian depan full kaca dan tulisan Kopi Toko Djawa, lengkap dengan sebuah plang berwarna merah lengkap dengan tulisan di dalamnya. Spot ini bagus dan instagramable buat tempat foto deh.
Seperti biasa fasad bangunan gedung-gedung lama selalu bikin saya bergumam mmmhh cantik deh. Seperti atap bagian luar yang menyerupai kanopi ujungnya berbentuk tidak hanya sekedar sudut biasa.
Table of Contents
Lokasi Kopi Toko Djawa
Kedai Kopi satu ini terletak di lokasi yang sangat strategis. Yaa iyalah,,,,ada di pinggir jalan utama Braga. Siapapun yang mencari insya Allah akan menemukannya dengan mudah.
Ini alamat lengkap Kopi Toko Djawa:
Jl. Braga No.81, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111
Kebetulan saya kan melewati Jalan Braga ini dari arah perempatan Lembong Suniaraja, jadi pas banget lebih dekat. Lokasi Kopi Toko Djawa memang lebih dekat dari perempatan tersebut. Agak jauh kalau saya berjalan kaki dari arah Jalan Asia Afrika.
Tapi sebenarnya dari arah manapun tetap terjangkau, secara panjang jalan Braga tidak lebih dari satu kilometer. Jadi terhitung pendek yaa.
Selain di Jalan Braga, ternyata Kopi Toko Djawa ini memiliki beberapa cabang juga di Bandung. Seperti di Dago Pakar, Progo, Lembang, Cihapit, Buah Batu dan Teuku Umar. Selain di Bandung ada juga di Jakarta dan Surabaya. Info lengkap bisa kepoin instagramnya deh.
Detail Ruangan
Lantai satu Kopi Toko Djawa adalah area kasir dan tempat dimana staff toko menyiapkan minuman kopi dan makanan pesanan pengunjung toko. Deretan dus-dus kopi berbagai rasa dan varian berjajar di bagian depan meja kasir.
Kue-kue tertata rapi di lemari kotak kaca yang terbuat dari kayu. Perpaduan harum kopi dan wangi kue membuat hidung saya terlena dengan aroma menakjubkan ini.



Sementara itu, di bagian ujung sebelah kiri ada tersaji berbagai pernak pernik cinderamata toko yang bisa dibeli oleh pengunjung. Saya melihat ada tumbler, baju kaos, tas rajutan dan pernak pernik lainnya.Letaknya persis di sebelah area kasir dan layanan toko.

Tepat di sebelah area pernak pernik ada pintu yang terhubung dengan tangga menuju lantai dua. Naah, di lantai dua inilah ruangan diperuntukkan bagi pengunjung yang hendak menikmati kopi dan makanan di Kopi Toko Djawa.
Gaya Bangunan
Kalau bicara tentang gaya bangunan di Jalan Braga pasti rata-rata bergaya vintage alias bangunan tempo dulu. Termasuk juga dengan bangunan yang ditempati oleh Kopi Toko Djawa.
Lantai Satu
Begitu masuk ke dalam toko, suasana vintage langsung menyergap pandangan. Bangunan kokoh khas zaman kolonial memanjakan mata. Lantai ubin bangunannya masih menggunakan ubin lama persis sama dengan ubin di rumah orang tua saya. Ubin kotak kecil berwarna kuning.
Lampu-lampu bulat besar yang menjuntai dengan kabel cukup panjang menghiasi atap bangunan. Dinding tembok yang terbagi dua, setengah tembok biasa dan setengahnya lagi tembok porselen. Keduanya dipisahkan oleh lis kayu memanjang sekeliling tembok gedung kedai kopi ini.

Menaiki tangga untuk menuju ke lantai dua serasa memasuki lorong waktu. Tangganya sempit namun estetik sekali. Dinding berlapis wallpaper warna biru bercorak bunga. Manis banget sumpah deh berpadu dengan pendaran sinar lampu bulat besar dengan tali lampu menjuntai panjang.
Lampunya kurang lebih sama dengan lampu yang ada di lantai satu yaa. Cuma agak gelap aja siih kalau menurut saya jika buat foto harus menyalakan lampu flash.
Lantai Dua
Naah, sesampainya di lantai dua, waduuuh suasana jaduul makin kian terasa aja. Mulai dari dinding, foto pajangan serta perabotan seperti kursi dan barang-barang antik. Pengunjung di lantai dua Kopi Toko Djawa bisa memanfaatkan lima ruangan untuk menikmati sajian yang sudah dipesan.


Lima ruangan ini yang empat ukurannya besar, sementara yang satu lagi ukurannya sempit dan memanjang. Letaknya persis di samping ruangan dua dan tiga.
Lampunya juga emang sengaja dibuat redup-redup deh sepertinya serta lampu gantung model lawas. Dinding di lantai dua terpajang lukisan-lukisan unik dan bagus-bagus semuanya.
Tanaman hidup ikut mempercantik ruangan. Ditempatkan di pot-pot kecil tanaman hias jenis aglaonema daun hijau dan putih, jadi menambah cakep penataan ruangan di lantai dua. Oh iya di setiap ruangan hampir semuanya ada cermin.


Tepat di ujung lantai dua atau bagian ruangan paling depan dekat dengan jalan raya, ada sebuah piano. Yaa,,,disana ada piano tua dan satu buah televisi tua yang tersimpan rapi. Selain kedua benda kuno ada juga lampu hias, kotak tua tembako dan beberapa lukisan. Pengunjung bisa menikmati ngopi disini sambil melihat jalanan Braga dari atas.
Ada Apa Saja di Kopi Toko Djawa?
Naah, ini niih yang menarik menurut saya. Ternyata selain menyajikan kopi dan cemilan, di Kopi Toko Djawa ada beberapa spot menarik yang bisa saya nikmati saat berkunjung. Pertama spot pojok baca nan estetik di lantai dua. Pojok baca bisa saya temui di ruangan ketiga dan kebetulan saya dan anak-anak duduk di ruangan itu.
Jadi bisa sekalian saya melihat lihat koleksinya,,,,Buku bukunya ikut menyesuaikan dengan tema ruangan alias buku-buku yang tersaji adalah buku lama. .
Seneng sih saya bisa melihat koleksi buku lama. Jadi mengenang masa lalu, saat tahun tahun pertama saya mengelola perpustakaan di tempat saya bekerja.


Ada lagi niih spot menarik lainnya, yaitu bilik swafoto. Lokasinya itu persis di sebelah ruangan yang ada piano kuno. Sebelum masuk ke ruangan foto ada panduan tutorial foto di Photomatics. Naah , dari tulisan inilah saya jadi tahu kalau bilik swafoto tersebut namanya Photomatics. Total ada dua bilik photomatics dan beberapa kursi untuk menunggu seandainya terdapat antrian.


Saya dan anak-anak akhirnya berfoto juga. Berapa yaa bayarnya,,,lupa hehehe,,tapi yang jelas nggak sampai lima puluh ribu koq. Bayarnya pakai QRIS aja, beres deh,,,,tapi bayar dulu baru bisa foto-foto.
Saya Membeli Apa di Kopi Toko Djawa?
Jujur saya lupaa membeli apa yaa, tapi yang jelas ada dua kue dan dua jenis kopi. Kopi Toko Djawa tidak menerima uang cash yaa, hanya menerima pembayaran non tunai saja. Berapa yaa total harganya,,,,hehehe lupa juga saya nanya karena yang bayar anak saya


Saya membeli kue yang ada di etalase bagian depan di lantai satu. Untuk kopi, anak saya yang pilih. Kopi tersaji dalam kemasan gelas plastik kokoh bertuliskan Kopi Toko Djawa.
Sedangkan kue yang kami beli terbungkus rapi dalam satu kantong kertas bertuliskan Kopi, Kue, Buku, Toko. Sementara di balik kertas satu lagi tulisan Kopi Toko Djawa lengkap dengan alamatnya.
Kesan Berkunjung
Kesan berkunjung ke Kopi Toko Djawa begitu membekas di hati. Bangunan lama dengan desain lawas memang sangat saya sukai. Kalau melihat bangunan lama pasti saya suka. Bangunan-bangunan tersebut mengingatkan saya saat pergi ke Eropa beberapa tahun silam. Desain gedung nya Approve, tempatnya bikin betah. Meski jujur kalau kue nya buat saya sih kemanisan dan yaa karena saya gak suka manis. Tapi kopinya enak. Approve…























