Deforestasi di Pulau Jawa : Masalah tak Berujung

0
Deforestasi

Pulau Jawa adalah pulau terpadat di negara Indonesia. Luas wilayahnya terluas kelima di Indonesia. Pulau Jawa dengan luas wilayah mencapai 128.297 km persegi mempunyai penduduk kurang lebih 154 juta. Sehingga sekitar hampir 60% jumlah penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa. Salah satu masalah yang ada di pulau Jawa adalah deforestasi.

Deforestasi adalah masalah klasik yang terus terjadi sejak puluhan tahun lampau. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2009 tentang Tata Cara Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD deforestasi adalah perubahan secara permanen areal hutan menjadi tidak berhutan yang disebabkan oleh kegiatan manusia. Jadi secara sederhana bisa dikatakan bahwa jika luas hutan berkurang luasnya maka pada saat itulah sudah terjadi deforestasi.

 

Deforestasi
Sumber gambar : https://www.kompas.com/sains/image/2021/11/04/130000223/deforestasi-indonesia-salah-satu-negara-pembabat-hutan-terbanyak?page=1

Menurut data dari FWI (Forest Watch Indonesia) di pulau Jawa selama kurun waktu 2000 hingga 2017 terjadi pengurangan luas hutan sebanyak 2.050.645 hektar atau jika dilakukan sebaran penambahan  pertahun sebesar 125.460 hektar. Ini bukan jumlah yang sedikit. Hutan di pulau Jawa akan terus berkurang seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk di pulau Jawa. Fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem dan ekologi akan semakin tersisihkan oleh kepentingan dan fungsi ekonomi. Ada beberapa penyebab alih fungsi hutan yang menjadi sebab utama terjadinya deforestasi, yaitu :

HUTAN BERUBAH JADI LAHAN PERTANIAN

Jumlah penduduk yang tinggi di pulau Jawa mau tidak mau menuntut tersedianya sumber bahan pangan yang tidak sedikit. Beras adalah bahan makanan pokok penduduk di Indonesia termasuk di pulau Jawa hingga saat ini. Sementara sistem pertanian di Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi pertanian sehingga untuk menanam segala jenis bahan pangan masih menggunakan pola tanam di lahan tanah sebagai media tanam. Sehingga kebutuhan lahan untuk menanam padi dan berbagai jenis bahan sumber pangan seperti sayuran , buah dan jenis bahan pangan lainnya masih tinggi. Hal ini tentu saja membuat lahan hutan tutupan menjadi berkurang karena digunakan sebagai lahan pertanian. Perubahan alih fungsi hutan ini membuat terjadinya deforestasi.

PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK BERDAMPAK PADA DEFORESTASI

Jumlah penduduk yang tinggi di pulau Jawa seperti sudah dituliskan di atas turut memberikan sumbangsih  cukup signifikan pada berkurangnya luas hutan. Dengan penduduk yang padat maka kebutuhan untuk lahan pemukiman semakin besar. Bertambahnya daerah pemukiman hingga ke pelosok daerah membuat terbukanya daerah yang sebelumnya tidak terjamah pemukiman. Biasanya wilayah hutan tutupan berganti terlebih dahulu menjadi perkebunan atau daerah pertanian. Sehingga memberi akses masyarakat mengunjungi wilayah tersebut. Hal ini berdampak dengan meningkatnya pembangunan jumlah jalan yang menuju ke desa-desa. Hal ini akan berdampak pada munculnya daerah pemukiman disana.

 

INDUSTRI YANG SEMAKIN BERKEMBANG

Perkembangan industri merupakan sebuah dampak yang tidak bisa terelakkan dari pembangunan. Deforestasi akan terjadi jika praktek industri menyasar kawasan hutan tutupan yang ada. Perluasan wilayah hutan tanaman industri menjadi contoh nyata dari adanya pengurangan luas hutan. Pembukaan lahan hutan untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit, pembukaan lahan untuk industri pertambangan menjadi contoh nyata bahwa industri yang semakin berkembang dan akan mengurangi wilayah hutan itu sendiri.

Di pulau jawa sendiri dalam hal industri ini hutan berubah fungsi menjadi hutan tanaman industri dan daerah-daerah hutan lindung yang berubah menjadi kawasan pemukiman. Kawasan pemukiman tersebut tidak jarang berubah fungsi menjadi kawasan wisata. Perlu aturan yang lebih tegas mengenai peruntukan lahan kawasan hutan ini sehingga tidak berubah fungsi menyalahi aturan dan tata kelola yang benar. Kawasan puncak adalah contoh nyata dimana banyak bangunan yang menyalahi aturan dan berdiri di lahan yang tidak diperuntukkan untuk pemukiman.

Perlu kerjasama dari semua pihak agar laju deforestasi ini tidak semakin meningkat. Pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus bahu membahu menggunakan hutan secara bijak dan tepat.

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

Leave a Reply

About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Kopi Toko Djawa di Braga
Menikmati Kopi di Jalan Braga : Kopi Toko Djawa
19 Juli 2026
Berkunjung ke WIN Parfumery: Belajar Meracik Minyak Wangi 
15 Juli 2026
trekking di Ciwangun Indah Camp (CIC)
Trekking di Ciwangun Indah Camp (CIC) Parongpong Bandung Barat
12 Juli 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

Kopi Toko Djawa di Braga
trekking di Ciwangun Indah Camp (CIC)
Ada apa di jalan Braga?
Kulineran di sekitar Taman Kota Karangtengah
wisata curug
Trik visual ruang tamu
usaha mikro kecil dan menengah UMKM
Tips Traveling Aman Bagi Penderita Diabetes