Krisis Paruh Baya : Midlife Crisis

Krisis Paruh Baya

Midlife Crisis : Krisis Paruh Baya

Selama ini mungkin kita hanya sering mendengar tentang Quarter-Life Crisis, namun ada juga rentang masa dalam tahap perkembangan seseorang yang dinamakan midlife Crisis. Tahapan ini dialami oleh seseorang yang memasuki tahap dewasa matang. Rentang usia masa dewasa matang adalah antara 45 hingga 65 tahun. Tahap sebelum memasuki usia lanjut dan setelah melewati masa dewasa awal.

Krisis paruh baya seperti yang dilansir dari buku Masa Remaja dan Masa Dewasa karangan Jeffrey S.Nevid adalah sebuah perasaan terjebak karena tertutupnya pilihan masa depan, perasaan bahwa hidup sudah tidak lagi berpeluang, kehilangan tujuan atau perasaan gagal lantaran tidak terpenuhinya ambisi atau idaman masa muda.

Midlife Crisis ini diperkenalkan oleh psikolog Eliot Jaques tahun 1965 dan dikenalkan secara lebih luas lagi dalam dunia psikologi oleh Carl Gustav Jung. Ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang mengalami krisis paruh baya ini. Namun, meskipun begitu tidak semua orang yang memasuki masa dewasa matang mengalami kondisi ini. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kondisi yang memunculkan midlife crisis ini adalah faktor kondisi emosi dan kondisi finansial yang ada pada orang tersebut.

Kondisi emosi yang tidak stabil akan bisa memicu munculnya krisis tersebut. Ketidaksiapan menghadapi kondisi yang datang dan berbeda dengan yang diharapkan seringkali menimbulkan hal ini. Begitupun dengan kondisi finansial yang tidak mendukung bisa membuat kondisi ini semakin berat. Midlife crisis jika tidak ditangani dengan baik akan berpotensi menimbulkan kondisi depresi pada diri seseorang.

Sebuah penelitian dari Wethington seperti dilansir dari buku Parenting Your Adult Children mengatakan bahwa “Satu dari tiga individu paruh baya mengalami masa krisis dengan kejadian hilangnya pekerjaan, menghadapi masalah penghasilan atau masalah penyakit.”(Lanchman & Berthand, 2001, Wethington et..al, 2004). Dari perbandingan data ini terlihat bahwa angka yang mengalami krisis tersebut cukup tinggi. Beberapa perubahan yang bisa menjadi pemicu terjadinya midlife crisis akan kita bahas dalam tulisan ini selanjutnya.

PERUBAHAN FISIK

Seiring bertambahnya usia kondisi fisik seseorang akan berubah. Tua adalah sebuah kepastian. Semua orang pasti akan mengalaminya. Suka atau tidak suka perubahan itu akan menyapa seseorang yang sudah beranjak di fase masa dewasa matang. Banyak perubahan terjadi mulai dari rambut yang beruban, kulit yang mulai berkerut dan keriput, badan yang mulai ringkih karena tulang yang tua, mata yang sudah mulai tidak bisa melihat jelas dan tergantung kacamata, ingatan yang mulai sering lupa dan masih banyak lagi perubahan yang terjadi dalam dirinya. Perubahan fisik tersebut akan menyebabkan berkurangnya percaya diri dan bisa menjadi penyebab munculnya krisis paruh baya.

Perempuan menjadi individu yang sangat merasakan peralihan masa ini. Perempuan paruh baya semakin mendekati masa manupouse. Masa ini ditandai dengan jadwal haid yang mulai tidak teratur datangnya hingga sangat jarang dan akhirnya berhenti. Masa manupouse ini sangat terkait erat dengan faktor hormonal dan berpengaruh banyak pada faktor emosi dan penampilan. Pada beberapa kasus berhubungan juga dengan pola hubungan suami istri yang cenderung menjadi kurang nyaman. Hal ini disebabkan oleh kondisi vagina yang kering karena manupouse. Jika tidak dipersiapkan dengan matang bisa jadi pemicu timbulnya midlife crisis yang berat.  Hal ini bisa dihindari dengan menjelaskan kepadanya bahwa meskipun sudah manupouse perempuan tetap bisa menjalani hidupnya dengan normal dan bahagia bersama pasangannya.

Dukungan keluarga dan orang terdekat sangat membantu orang-orang yang mengalami masa krisis ini untuk bisa keluar dari kondisi yang tidak menyenangkan ini.  Kembali hidup normal dan menerima semua perubahan dalam dirinya dengan ikhlas dan lapang dada. Melihat semua hal yang terjadi pada dirinya dari sudut pandang positif dan menjalani hidup dengan bahagia.

PERUBAHAN PSIKOLOGI

Perubahan hidup di masa paruh baya sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang. Ada sebuah kondisi yang dinamakan empty nest syndrom atau sindrom sangkar kosong. Syndrom ini adalah sebuah keadaan dimana seseorang paruh baya merasakan kesepian dan kesedihan karena anak-anak yang sudah tidak bersama lagi. Meskipun bisa jadi anak-anak meninggalkannya hanya dalam batas fisik saja namun seringkali keadaan ini menimbulkan kesedihan.

Anak yang selama puluhan tahun tinggal dan hidup serta bergantung kepadanya pada saatnya tiba harus pergi dan mempunyai kehidupannya sendiri. Apakah itu menempuh pendidikan di kota lain, mengejar karir dan pekerjaannya  atau menikah. Banyak orang yang merasa belum siap menghadapi hal ini. Melihat rumah yang kosong dan sepi tanpa kehadiran anak-anak lagi seperti dulu seringkali membuat kesepian dan kesedihan. Jika hal ini dibiarkan berlarut larut maka bisa saja akan menjadi salah satu pemicu hadirnya midlife crisis.

Selain masalah anak, bisa juga ditimbulkan oleh masalah yang lain yaitu ditinggalkan pasangan hidup selamanya atau dengan kata lain pasangannya meninggal dunia. Hal ini dapat menimbulkan rasa sepi dan sedih yang berkepanjangan jika tidak diatasi dengan cepat. Kehilangan pasangan yang sudah belasan tahun menjadi teman hidup merupakan kehilangan yang dalam. Pada masa ini krisis paruh baya bisa muncul.

Krisis paruh baya bisa juga muncul dalam bentuk puber kedua. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat menurunnya rasa percaya diri akibat perubahan fisik pada dirinya. Untuk menjawab masalah ini seringkali seseorang ingin menunjukkan eksistensinya dan memperlihatkan bahwa dirinya masih mampu, masih bisa tampil keren dan masih menarik. Perwujudannya bisa dalam bentuk mencari perhatian lawan jenis atau lebih fokus pada urusan merawat diri.

PERUBAHAN TUNTUTAN PERAN

Ada beberapa peran yang berubah saat seseorang memasuki tahapan dewasa matang. Perubahan pola hidup dari sibuk bekerja ke ritme yang santai karena memasuki masa pensiun jika tidak diantisipasi seringkali menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Rasa bosan dan jenuh ini jika dibiarkan akan berlanjut menjadi perasaan tidak dibutuhkan oleh lingkungan sekitar. Seseorang yang gagal beradaptasi dengan perubahan ritme kegiatan dalam hidupnya bisa menjadi pemicu timbulnya midlife crisis.

Orang yang terbiasa teratur dengan jam kerja apalagi banyak menghabiskan waktu dengan berbagai rapat dan menduduki jabatan yang tinggi jika tidak mempunyai persiapan yang matang dalam menghadapi masa pensiun akan mengalami kekagetan. Oleh karena itu penting untuk menyiapkan masa tentang apa yang akan dilakukan saat masa pensiun tiba. Atau apa yang akan dilakukan ketika sudah tidak melakukan aktivitas pekerjaan yang biasanya rutin kita lakukan.

Perubahan kondisi finansial juga seringkali menjadi pemicu hadirnya masa krisis paruh baya ini. Tingkat penghasilan yang menurun sedikit banyak akan memberikan beberapa kendala dalam kehidupannya. Tidak semua orang mampu menyiapkan kondisi finansial pasca pensiun dan menghadapi masa tua dengan baik dan terencana. Sehingga saat masa itu tiba akan memberi dampak kurang baik pada beban psikologisnya.

PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial biasanya terjadi ketika berubahnya lingkungan pertemanan dan orang-orang di sekitarnya. Ketika seseorang masih dalam lingkungan dunia kerja akan mengalami perubahan lingkungan manakala dia sudah memasuki masa pensiun yang hadir saat masa dewasa matang tiba. Penyesuaian perlu dilakukan dalam segala hal mulai dari obrolan maupun gaya hidup. Hal ini disebabkan karena ada perubahan tipe orang di sekitarnya. Dari tadinya teman kerja menjadi teman-teman sesama pensiunan misalnya.

Lingkungan sekitar pun ikut mengalami perubahan. Dimana tadinya biasa menghadapi keadaan yang serba cepat dan ritme yang sibuk menjadi lingkungan yang lebih santai dan monoton. Jika seseorang tidak bisa beradaptasi terhadap perubahan ini maka bisa menjadi pemicu masalah dalam krisis paruh baya.

MIDLIFE CRISIS BUKAN AKHIR SEGALANYA

Memasuki masa krisis paruh baya bukan berarti dunia akan kiamat. Seseorang yang sudah memasuki masa dewasa matang tentu saja masih bisa menikmatinya dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Memandang hidup dengan kacamata positif dan cara pandang yang luas akan memberi energi yang besar dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Memiliki cara memandang diri sendiri dengan lebih baik, merencanakan hidup lebih baik lagi serta menata kehidupan relasi sosialnya dengan lebih luas lagi.

Memperbaiki pola hidup dan gaya hidup menjadi lebih sehat agar rileks dan bugar. Hal ini penting agar pikiran pun menjadi lebih jernih karena ditopang oleh badan yang sehat. Selalu berusaha untuk bisa menemukan sisi positif dari setiap kejadian yang berlaku pada dirinya. Mencari hal-hal yang bisa memberi manfaat dari setiap langkah dalam hidupnya.

0 Shares:
19 comments
  1. Membaca lebih banyak tulisan seperti punya Mbak Heni juga salah satu cara menghadapi krisis paruh baya, yang barangkali saat ini saya alami namun tidak menyadarinya. Wkwkwk. Percaya bahwa selagi kita diberi hidup, tak ada yang namanya kata terlambat untuk memulai melakukan apapun, tak peduli usia. Rasa percaya seperti itu bisa membuat semangat akan terasa muda terus (Walau usia sudah tak muda lagi).

  2. Kadang suka kepikiran juga, akan seperti nanti kita di usia midlife?
    Mudah-mudahan tetap dalam kondisi sehat, baik secara raga maupun mental jika usia sampai pada masa itu. Dan Alhamdulillah jadi dapat pencerahan tentang kondisi midlife ini setelah membaca tulisan Teh Heni ini, hatur nuhun ya

  3. wah sepi memang mbak, ketika anak-anak pergi dari rumah. Saya mengalaminya sendiri. Rasanya kalau tidak ingat untuk bekal masa depan mereka, saya ingin mereka tinggal di rumah saja. Tapi saya masih belum mengalami life crisis, cuman ya kadang rindu banget

  4. Baca tulisan ini, membuat aku jadi bisa memahami ketakutan-ketakutan yang mungkin sedang orang tuaku rasakan. Tapi paling kelihatan adalah ketakutan ditinggal anaknya karena mamaku sering banget mellow pas aku pengin pergi ke luar kota. Tapi, semoga para orang tua berhasil melewati midlife crisis ini dengan baik dan kembali bersemangat,

  5. Oh ternyata ga cuma remaja ya yang ngalami life crisis, Orang-orang yang masuk usia paruh baya juga punya kekhawatiran sendiri. Benar-benar definisi never ending problem in this life… Semoga selalu diberi kekuatan menghadapi setiap krisis dalam hidup 🤲

  6. Untuk menuju Mid Life memang harus banyak persiapan, selain tadi persiapan emosional agar isa lebih bersamar misal, dan tentunya persiapan financial agar ada pemasukan kelak, sehingga bisa hidup tenang

  7. Midlife crisis dan dampaknya emang bisa banget bikin suasana hati berubah drastis, ya, Kak. Istilahnya seperti kehilangan alasan untuk bangun di pagi hari. Beruntung banget bagi pribadi yang bersiap menghadapi situasi ini secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like