Red Brick : Cafe American Style di Sukabumi

0
Cafe di Sukabumi

Saya dan suami mampir ke Red Brick setelah lelah mendaki bukit menuju Curug Cibeureum. Rasanya lapar deh jadi saya memutuskan untuk makan siang di Red Brick.  Cafe di Sukabumi ini berseberangan langsung dengan restoran Jepang yang tidak kalah menarik makanannya enak–enak juga.

Lokasi Red Brick Cafe

Lokasi Red Brick Cafe ada di belakang bengkel Vanali. Bengkel mobil Vanali motor masih satu pemilik dengan cafe . Jadi kalau misal saya males yaa bosen nunggu mobil sedang diservice suka pergi aja ke belakang ngopi dulu di Red Brick. Alamat lengkapnya ada di 

 

 Red Brick Cafe: Jl. Pelabuhan II No.271, Cikondang, Citamiang, Kota Sukabumi

 

Kalau dari perempatan jalur dari arah Cibolang tinggal belok saja ke kiri . Terus saja lurus nanti bengkelnya tuh ada di sebelah kiri. Naah, belok aja samping bengkel tuh ada jalan masuk. Kafe ada di belakang bengkel persis.

Gaya Bangunan Red Brick Cafe Sukabumi

Pertama kali saya berkunjung ke Red Brick Cafe itu bersama teman-teman di tempat kerja. Saat itu kita datangnya pas weekday jadi tidak terlalu ramai. Kesan pertama saat melihat cafe ini adalah pemilik cafe membangun tempat ini bukan sekadar tempat untuk makan saja. Bangunannya full bata ekspos jadi memberikan karakter cukup kuat. 

Gaya Bangunan

Gaya bangunan dengan bata merah begini jadinya unik sih kalau menurut saya. Dinding bata merah tuh ya memberikan kesan hangat, rustic, sekaligus sedikit klasik. Nama “Red Brick” terasa benar-benar sesuai dengan tampilan bangunannya. PAs bener yaa namanya Red Brick yang artinya batu bata merah.

Red Brick Cafe Sukabumi
Penampakan dalam gedung saya foto dari tangga

 

Red Brick Cafe Sukabumi
Foto saya ambil dari lantai dua

 

Red Brick Cafe di Sukabumi
Dinding pas tengah tangga dengan latar belakang lukisan kuda dan penunggangnya

Begitu saya masuk ke dalam ruangan bangunan kafe kesan karakter berani makin muncul saja. Masih dengan dinding bata merah, di dalam bangunan cafe banyak elemen kayu dan detail arsitektur gedung bergaya western. Di tangga dan pagar bagian atas terpasang kayu kayu bulat menyerupai setir mobil. 

Pas di dinding yang berhadapan dengan tangga utama yang akan menuju ke lantai dua, saya melihat lukisan kuda yang sedang mengangkat kedua kaki depannya. Naah kaan gaya western dan koboinya makin kuat saja.  Bata merah dipadukan dengan elemen kayu dan berbagai detail bernuansa western. 

Sekilas, suasananya mengingatkan pada bangunan klasik bergaya American Western atau saloon yang kemudian dikemas menjadi tempat nongkrong modern. Meskipun saya melihat ada kesan sedikit vintage, tetapi tetap nyaman dan tidak terasa seperti sedang masuk ke bangunan tua.

Bagi saya, melihat berbagai ornamen dan gaya detail bangunan di Red Brick Cafe ini bukannya terlihat berlebihan, justru perpaduan antara bata, kayu, pencahayaan, dan ornamen tersebut membuat ruangan memiliki identitas yang cukup kuat.

Bangunan Dua Lantai

Red Brick Cafe terdiri dari dua lantai dengan pilihan area duduk yang cukup beragam. Lantai satu ada area kasir dan penyiapan makanan pesanan. Ada juga beberapa meja dan kursi untuk pengunjung menikmati makanan.

Sementara lantai dua ada beberapa meja dan kursi dan ada juga sebuah televisi besar di salah satu bagian sudut ruangan. Dinding di lantai satu dan dua memiliki banyak jendela menjadikan pencahayaan terasa lebih terang. 

Oh iya, lantai dua ini bentuknya leter U yaa jadi bagian tengahnya tuh bolong. Sehingga saya bisa leluasa melihat ke arah bawah tepatnya ke lantai satu. Di bagian kanan dan kiri ada tangga yang masing-masing menuju ke bagian tengah. Tepat di bawah lukisan patung kuda tadi. 

Area Indoor dan Outdoor

Bagi yang lebih suka suasana tenang dan nyaman, area indoor bisa menjadi pilihan. Area indoor letaknya ada di bagian dalam bangunan cafe.  Sementara itu, area outdoor ada di teras cafe, memberikan pengalaman yang sedikit berbeda karena pengunjung bisa menikmati suasana sekitar sambil ngobrol santai. 

Adanya pilihan area seperti ini membuat Red Brick terasa fleksibel. Apakah mau datang untuk makan, nongkrong bersama teman, mengerjakan pekerjaan, atau sekadar menghabiskan waktu sore? Semuanya terasa cocok kok. Termasuk  saya yang memang datang ingin makan karena lapar setelah trekking ke curug

 

Menu Makanan di Red Brick

Untuk menuntaskan rasa lapar, saya memesan gyudon, beef pepper rice, Cream of mushroom soup, pink panther, cendol float dan satu teko penuh teh Vietnam,,eh bener gak yaa namanya itu hehe,,lupaa

Red Brick Cafe Sukabumi
Menu orang kelaparan wkwkwk

Gyudon

Di hadapan saya sekarang ada semangkuk nasi Jepang hangat yang mengepul, lalu di atasnya tersaji irisan tipis daging sapi yang lembut bersama taburan bawang putih dalam kuah gurih-manis berbahan shoyu, mirin, dan dashi. Inilah menu Gyudon, salah satu comfort food paling populer di Jepang yang ada di Red Brick Cafe. 

Naah, rasanya tuh pada setiap suapan menghadirkan perpaduan nasi pulen, daging juicy, rasa umami yang kaya. Sederhana, cepat disajikan, tetapi tetap kaya rasa, naah itulah yang membuat gyudon begitu itu spesial.

Beef Pepper Rice

Kalau saya harus menggambarkan beef pepper rice, ini adalah comfort food yang sederhana tapi susah ditolak: nasi hangat disajikan bersama irisan tipis daging sapi, jagung manis, daun bawang, dan lada hitam yang aromanya langsung terasa begitu semuanya bercampur di atas hot plate. 

Yang paling saya suka justru momen saat saus gurih-manis mulai meresap ke nasi, dagingnya matang perlahan, lalu muncul sedikit bagian nasi yang kecoklatan dan renyah di bawahnya. Rasanya gurih, buttery, sedikit pedas dari lada, dan semakin nikmat saat disantap selagi masih panas. Mmmhhh yummy banget deh. 

Agak kalap juga nih rupanya saya memesan makanan. Udah pesan sepiring Gyudon masih pesan cream mushroom Soup. Tapi karena lapar apa doyan yaa hehe makanannya abiis. 

Menu makan di Red Brick Cafe Sukabumi
Menu makan yang kami pesan

Cream Mushroom Soup

Cream mushroom soup adalah sup lembut dan creamy yang dibuat dari jamur yang dimasak bersama bawang, butter, kaldu, dan krim hingga menghasilkan rasa gurih yang hangat dengan aroma jamur yang khas. 

Teksturnya kental namun tetap halus, dengan potongan jamur yang memberi sedikit sensasi kenyal di setiap suapan. Rasanya cenderung savory, creamy, dan comforting, sehingga cocok dinikmati sebagai hidangan pembuka atau teman makan saat ingin sesuatu yang hangat dan menenangkan.

Cream mushroom soup saya makan di akhir setelah makan nasi, meskipun sebenarnya bisa juga saya makan di awal tapi keburu lapar sih jadi makan nasi duluan aja wkwkwk.

Minuman Pesanan Kami

Oh iya untuk minumannya kami pesan pink panther, cendol float dan satu teko penuh teh panas Pink Panther itu menu baru namanya Pink Panther, sesuai namanya warna minumannya tuh pink dan rasanya manis segar karena ada jeruk lemon di dalamnya. Tapi saya gak banyak mencicipi soalnya itu minuman suami hihihi. 

Saya sendiri memesan cendol float, tapi ternyata aduuuh maniiiis sekali, jadi saya gak bisa minum banyak banyak. Dah saya minta abi buat bantu menghabiskan.

Red Brick Cafe Sukabumi
Minuman yang kami pesan

Rasanya haus banget deh belum minum air. Akhirnya saya pesan teh panas gak tau deh nama minumannya apa, saya lupa. Tapi yang jelas teh panasnya tuh enaak banget, ada tersedia juga gula tapi saya memilih rawa tawar saja. Saya tidak menambahkan gula pada teh panas. 

Kesan Makan di Red Brick

Red Brick Cafe berapapun seringnya saya kesini sepertinya tidak akan pernah bosan deh. Soalnya makanan disini enak-enak. Menu makanan di Red Brick Cafe variatif , minumannya juga bermacam rupa. Tapi tetep teh tawar tidak akan saya skip hehehe, soalnya makan tanpa minum teh seperti masakan tanpa garam tidak akan lengkap. 

Ruangan di Red Brick Cafe juga bikin betah karena desain bangunannya beda, meskipun tingkat dua tapi bagian lantai satu dan dua tidak sepenuhnya tertutup. Sehingga saya masih bisa melihat bagian dapur bekerja dari lantai dua. Tempat favorit saya adalah meja kursi yang i duduknya di pojokan dekat jendela. Aduuh adeem bangeet deh.

Penutup

Terima kasih teman-teman sudah membaca cerita saya menghabiskan waktu di Red Brick Cafe. Senang banget akhirnya bisa menuntaskan rasa lapar setelah perjalanan jauuh menuju Curug Cibeureum. 

 

0

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

Leave a Reply


About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Asap Isep Smoke House
Asap Isep Smoke House : Destinasi Kuliner di Tengah Hutan
2 Oktober 2026
Destinasi camping dan glamping di Sukabumi
Dari Goalpara Hingga Cidahu: Menelusuri Daerah Destinasi Camping dan Glamping di Sukabumi
27 September 2026
Mengapa Traveling Itu Menyenangkan
Mengapa Traveling Itu Menyenangkan
25 September 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration

Send Message →

My New Stories

Cafe di Sukabumi
Asap Isep Smoke House
Destinasi camping dan glamping di Sukabumi
Mengapa Traveling Itu Menyenangkan
jam tangan gt 7
Perlengkapan mengurangi resiko di perjalanan
Karakter drakor
Bukit Panenjoan Cibadak