Masih ingat pengalaman berkesan saat saya kemping di Ranca Upas, tempat kemping yang seru meskipun dingin dan hujan. Bagi sebagian orang, mungkin musim hujan kerap dianggap sebagai penghalang untuk traveling, jadi kek gangguan gitu buat jalan-jalan. Yaa wajar saja sih punya pikiran seperti itu, karena hujan itu dalam bayangan banyak orang akan tidak nyaman.
Saat musim hujan pasti ada jalan becek, pakaian basah, perjalanan terhambat karena macet bahkan banjir, hingga aktivitas wisata yang terpaksa dibatalkan sering kali membuat semangat berlibur menurun. Tidak sedikit pula yang akhirnya memilih menunda perjalanan sambil menunggu datangnya musim kemarau.
Padahal, siapa bilang traveling saat musim hujan tidak bisa menyenangkan? Bisa yaaa. Coba bayangkan menikmati secangkir kopi hangat di sebuah kafe dengan pemandangan pegunungan berkabut, berjalan santai menyusuri sudut kota setelah hujan reda, atau menikmati hamparan alam yang terlihat semakin hijau dan segar. Suasana seperti ini justru menghadirkan pengalaman liburan yang berbeda, bahkan terkadang lebih berkesan dibandingkan ketika cuaca sedang cerah, panas ada debu dan gerah tentu saja.
Table of Contents
Traveling saat musim hujan apakah bisa nyaman?
Agar traveling saat musim hujan bisa nyaman dan menyenangkan, tentu saja, membutuhkan persiapan ekstra. Mulai dari memilih destinasi yang tepat, menyiapkan perlengkapan tahan air, hingga menyusun rencana perjalanan yang fleksibel agar aktivitas tetap nyaman meskipun cuaca berubah sewaktu-waktu. Sebab, rahasia menikmati liburan di musim hujan bukanlah berharap hujan tidak turun sama sekali, karena hal ini tidak mungkin ya fernando hehehe. Terus bagaimana?? Yaa, tentu saja saya sebaiknya mengetahui bagaimana cara menyiasatinya.
Memeriksa Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini Sebelum Berangkat Traveling
Tips pertama adalah selalu memantau prakiraan cuaca yaa. Saat ini banyak aplikasi yang bisa menyajikan prakiraan cuaca. Bahkan di hp yang saya miliki juga ada tersedia prakiraan cuaca. Saya juga bisa memantau media sosial BMKG karena biasanya badan milik pemerintah ini selalu update kekinian. Atau bisa juga mengakses aplikasinya namanya Info BMKG. Aplikasi Info BMKG untuk mengetahui prakiraan hujan dan mendapatkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem.
Ada beberapa aplikasi lainnya yang bisa saya dan kamu coba selain memantau BMKG dan aplikasi bawaan yang ada di HP masing-masing. Teknologi jelas membantu agar saya bisa memeriksa prakiraan cuaca dan peringatan dini bencana ini. Terutama di lokasi tujuan yang akan saya kunjungi.
Ada juga nih yang bisa membantu saya untuk memantau cuaca dan kondisi alam yaitu aplikasi InaRISK Personal dari BNPB. APlikasi ini dapat membantu mengenali potensi bahaya bencana di wilayah yang akan dikunjungi. Info di aplikasi ini sangat bermanfaat untuk memeriksa risiko banjir atau longsor di daerah yang akan kita kunjungi. Terutama kalau misal mau bepergian ke daerah pegunungan atau daerah aliran sungai.
Naah, sumber informasi lainnya untuk mengintip kondisi cuaca Windy.com dapat digunakan untuk melihat pergerakan hujan dan angin melalui peta interaktif. Saya tinggal mengetikkan kota tujuan dan taraa nanti akan langsung terlihat prakiraan cuaca lengkapnya disana.
Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut, saya pun bisa merencanakan aktivitas wisata secara lebih fleksibel, menentukan waktu perjalanan yang sesuai, dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika cuaca berubah. Menurut saya, traveling yang menyenangkan itu kan bukan hanya tentang destinasi yang dikunjungi, tetapi juga bagaimana saya bisa menyiapkan perjalanan dengan bijak dan aman.
Memastikan Lokasi Tujuan dan Akses Jalan Aman
Sebelum berangkat traveling saat musim hujan, saya harus memastikan destinasi wisata yang akan dikunjungi memiliki kondisi lingkungan dan akses jalan yang aman. Yaa kan soalnya dengan intensitas hujan tinggi dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang. Apalagi kalau saya akan melewati kawasan pegunungan, perbukitan, dan daerah yang berdekatan dengan aliran sungai.
Oleh karena itu, penting untuk mencari informasi terbaru mengenai kondisi destinasi melalui situs resmi pengelola wisata, media sosial, radio atau informasi dari pemerintah daerah setempat. Pastikan juga tempat wisata masih beroperasi dan tidak sedang mengalami penutupan sementara akibat cuaca buruk. Soalnya ada juga beberapa destinasi wisata menutup sementara karena daerah hulu sungai sedang tinggi debit airnya.
Selain memastikan keamanan destinasi, jangan lupa memeriksa kondisi rute perjalanan yang akan dilalui. Saya biasa mengecek rute perjalanan di aplikasi navigasi seperti Google Maps untuk melihat kondisi lalu lintas dan mencari jalur alternatif apabila terjadi kemacetan atau penutupan jalan.
Namun, ada baiknya juga sih agar jangan hanya mengandalkan petunjuk navigasi karena informasi mengenai banjir, longsor, atau kerusakan jalan belum tentu diperbarui secara langsung. Sebaiknya pantau dan update terus informasi dari kepolisian, BPBD, atau otoritas setempat.
Hindari jalan yang rawan banjir dan longsor, terutama ketika hujan deras berlangsung cukup lama. Jika kondisi perjalanan dinilai tidak aman, tidak ada salahnya menunda keberangkatan atau mengganti destinasi wisata. Bagi saya , liburan yang menyenangkan selalu dimulai dari perjalanan yang aman dan terencana.
Membawa jas hujan atau payung
Naah, ini niih dua hal penting yang harus ada di kendaraan yang saya gunakan. Bawalah selalu payung dan simpan di dalam mobil saat melakukan perjalanan di musim hujan. Jika perjalanan menggunakan sepeda motor , maka membawa jas hujan akan sangat membantu agar saya tidak kehujanan.
Saya suka membawa payung yang ukuran besar kalau untuk disimpan di mobil. Naah, kalau untuk disimpan di tas bawa payung kecil saja. Begitu juga untuk disimpan di box motor sebaiknya yang kecil saja karena pasti gak akan cukup spacenya kalau membawa payung ukuran besar. Jas hujan juga gitu , simpan di tas atau di box motor.
Menyiapkan sepatu anti slip dan pakaian cadangan
Bayangkan sedang asyik menjelajahi tempat wisata, menikmati udara sejuk dan pemandangan yang indah, tiba-tiba hujan turun dan membuat jalanan menjadi basah serta licin. Kalau sudah begini, salah memilih alas kaki bisa membuat perjalanan jadi kurang nyaman, bahkan berisiko terpeleset. Kamu pernah gak mengalami kejadian seperti ini? Saya sih pernah , wkwkwk. Beneran sampe jatuh serodot gitu, gegara sepatu licin.😄😄😄
Nah, supaya tetap bisa berjalan dengan aman, akhirnya saya gak berani lagi memakai sembarang sepatu saat traveling di musim hujan. Sengaja deh akhirnya saya membeli sandal gunung di satu toko peralatan naik gunung yang cukup terkenal. Saya pilih yang ada sol antiselip yang memiliki daya cengkeram baik di permukaan basah.
Saya hindari banget tuh sepatu dengan sol yang terlalu halus atau licin, terutama jika destinasi yang dikunjungi memiliki jalan berbatu, menanjak, atau berlumpur. Selain lebih aman, memilih sepatu yang nyaman juga bikin kamu lebih leluasa menikmati perjalanan tanpa harus terus-menerus khawatir dengan setiap langkah.
Naah, sebaiknya juga membawa pakaian cadangan ke dalam tas, ya! Ingat di dalam tas, bukan di dalam koper yang susah mengaksesnya. Namanya juga traveling saat musim hujan, cuaca bisa berubah sewaktu-waktu kan.
Bisa saja pagi harinya cerah, tetapi siang hari tiba-tiba turun hujan deras dan membuat pakaian basah kuyup huhuhu. Daripada harus melanjutkan perjalanan dengan baju lembap yang bikin badan menggigil dan tidak nyaman, lebih baik siapkan satu atau dua set pakaian cadangan, termasuk kaus kaki.
Pilih bahan yang ringan dan cepat kering agar tidak memakan banyak tempat di tas. Supaya tetap kering, simpan pakaian cadangan dalam kantong kedap air. Dengan begitu, meskipun sempat kehujanan, kamu bisa segera berganti pakaian dan kembali menikmati liburan dengan nyaman. Jadi, hujan bukan alasan untuk kehilangan keseruan traveling, kan?
Menggunakan pelindung kedap air untuk barang elektronik
Oh iya satu lagi, saya harus melindungi barang-barang elektronik seperti HP, laptop dan barang elektronik lainnya, terutama saat mengendarai sepeda motor. Jadi, biasanya saya membawa kresek atau plastik ukuran besar untuk membungkus tas dan hp agar tidak basah saat hujan. Tapi kalau tas backpack sudah dilengkapi dengan penutup anti air mungkin bisa lebih aman. Tapi kalau saya masih akan membungkusnya dengan plastik hehe, yaa biar memastikan aman aja sih.
Menyiapkan rencana wisata alternatif dalam ruangan
Setelah saya membicarakan tentang prepare saat di perjalanan dan bagaimana agar aman meskipun sedang musim hujan. Naah, sekarang bagaimana agar nyaman di lokasi tujuan. Kalau misalnya mau berkunjung ke destinasi wisata tapi sedang musim hujan, maka ada baiknya berkunjung ke wisata dalam ruangan. Dalam arti tempat yang saya kunjungi tuh adanya di dalam ruangan tidak di lokasi outdoor.
Terus kemana nih destinasi yang bisa saya kunjungi? Naah, sebenarnya ada banyak alternatif kunjungan. Saya bisa merekomendasikan kepada kamu beberapa alternatif pilihan seperti berkunjung ke museum atau galeri, jalan-jalan di Mall, aquarium dan wisata biota laut seperti yang ada di Dufan itu lho, pusat sains dan wisata edukasi, kulineran di resto atau kafe yang ada dalam ruangan,
Beberapa contoh yang sudah saya kunjungi dan sepertinya aman saat musim hujan, mungkin bisa kamu baca nih
Jelajah sejarah dan budaya di museum Sonobudoyo Yogyakarta
Berkunjung ke Museum Gedung Sate Bandung
- Memeriksa kendaraan atau jadwal transportasi
Saat musim kemarau saja penting memeriksa kondisi kendaraan, apalagi saat musim hujan. Buat saya yang setiap bepergian menggunakan mobil atau motor sendiri alias kendaraan pribadi, pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi baik dan layak digunakan. Biasanya yang cek ricek suami sih, saya enggak terlalu detail untuk urusan kendaraan.
Suami biasanya mengecek kondisi ban, sistem pengereman, lampu kendaraan, wiper, aki, serta ketersediaan bahan bakar. Kenapa yaa harus diperiksa ini itu? Tentu saja untuk mengurangi risiko kerusakan kendaraan maupun kecelakaan akibat jalanan licin, genangan air, dan jarak pandang yang terbatas saat hujan. Dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, traveling saat musim hujan dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.
Naah, buat kamu yang menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat, atau transportasi daring, pemeriksaan jadwal keberangkatan dan kedatangan perlu dilakukan sebelum perjalanan. Kondisi cuaca buruk dapat menyebabkan keterlambatan, perubahan rute, bahkan pembatalan perjalanan.
Oleh karena itu, sebaiknya memantau informasi terbaru melalui aplikasi resmi penyedia transportasinya yaa dan memesan tiket lebih awal, serta menyediakan waktu cadangan untuk mengantisipasi keterlambatan. Selain itu, kamu juga sebaiknya menyiapkan pilihan transportasi alternatif.
Jadi kalau menurut saya sih ini juga penting sebab jika terjadi gangguan perjalanan akibat hujan deras atau banjir ada cadangannya. Perencanaan transportasi yang matang akan membantu kamu menghemat waktu, mengurangi risiko kendala perjalanan, dan menikmati kegiatan traveling dengan lebih tenang.
Membawa Obat Pribadi dan Perlengkapan Darurat
Kalau masalah obat obatan dan perlengkapan pribadi memang sepertinya wajib aja sih untuk saya membawanya. Tidak terbatas musim hujan dan musim kemarau, jadi saya wajib membawa serta obat dan perlengkapan pribadi. Apa saja obat dan perlengkapannya? Semua tergantung kebutuhan masing-masing dan biasanya berbeda satu dengan lainnya. Kalau saya sih pasti membawa serta Minyak herba Sinergi, obat demam, pereda nyeri, kayu putih, masker, perban dan betadine.
0






















