Dalam satu tahun masa kalender pendidikan, salah satu momen yang saya tunggu-tunggu adalah liburan. Naah, pas banget deh soalnya akhir pekan bulan September kemarin itu waktunya liburan mid semester. Rezekinya lagi, liburan mid semester sekarang tidak ada agenda rapat rapat dan raket apapun, jadi fix seminggu deh saya libur hehehe.
Naah, serunya lagi di tempat kerja saya tuh kalau liburan suka ada agenda touring baik guru dan karyawan dengan rute berbeda. Liburan kali ini tim guru touring ke Selabintana. Sementara karyawan touring ke Sawarna. Waaah, seperti melihat menu makanan lezat, begitu tahu rutenya ke Sawarna dari Cibadak, hati saya melonjak girang.
Asyik nih rutenya mantaap. Saya pun memutuskan untuk ikut bergabung. Meskipun bisa dipastikan , kebanyakan dari peserta adalah bapak-bapak hehe. Dan benar saja kan, ibu-ibunya hanya ada empat orang, itu pun istri dari karyawan yang ikut. Kalau dari rombongan sekolah fix only me saja yang perempuan. Tentu saja saya mengajak pak Suami, karena dia yang akan mengendarai motornya, bukan saya wkwkwk.
Table of Contents
Persiapan Touring
Rencana touring sudah saya dengar beberapa hari sebelum liburan. Banyak persiapan yang sudah dilakukan panitia. Saya salut sih dengan tata kelola touringnya, semua begitu matang terencana. Jadi sebelum hari H, tim kecil survey dulu tuh rute menuju lokasi. Selain itu juga booking penginapan selama menginap di lokasi wisata pantai tujuan akhir touring.
Semua dipersiapkan dengan matang, bahkan ada salah satu panitia yang sengaja sudah datang ke lokasi tujuan akhir dari satu hari sebelumnya, untuk memastikan semua okey. Begitu pun dengan tim konsumsi, semua sudah dipersiapkan dengan baik.
Terus persiapan saya sendiri bagaimana? Oalaah saya dan suami juga tidak kalah seru mempersiapkan untuk touring ini Berhubung jaraknya jauh banget yaa buat ukuran kami. Jadi memang ada beberapa persiapan yang kami lakukan. Pertama jelas servis motor berkala, memastikan seluruh komponen motor berfungsi dengan baik dan layak jalan.
Kedua, naah ini niih yang rada-rada menguras kantong wkwkwk. Suami membeli beberapa fasilitas tambahan di motor seperti box kotak penyimpanan, helm juga beli baru (aduuuh exited banget yaa beliau). Yaa, saya sih yang kesenengan karena jadi punya helm baru, wkwkwk.
Pas hari keberangkatan, pagi-pagi sekali saya sudah berangkat dari rumah. Jam enam guys jam enam sudah otewe dari rumah. Tapi ternyata jam sepagi itu pun kami kesiangan hahaha…Kami terlewat sesi sarapan dan foto bareng. Saat saya sampai ke sekolah yang merupakan titik temu keberangkatan, Bapak kepala sekolah sedang memberi wejangan menjelang keberangkatan.
Motor saya diberi pita oleh panitia. Jadi rombongan itu terbagi tiga, semua menggunakan warna pita berbeda sesuai kelompoknya masing-masing. Saya masuk di tim 2 menggunakan pita biru. Setiap kelompok ada ketua kelompoknya. Naah, ini nih keren banget deh ketua kelompok mereka melengkapi diri dengan alat komunikasi agar bisa halo-halo dengan ketua kelompok lainnya saat di perjalanan. Tidak lupa kamera terpasang di helm,,,wees gaya deh pokoknya.
Rute Perjalanan Touring ke Sawarna
Tibalah saatnya berangkat touring ke Sawarna,semua motor berkumpul dan berbaris rapi menurut kelompoknya masing-masing. Kelompok satu memakai pita kuning, kelompok dua pita biru dan kelompok tiga berpita merah.
Rute Pertama: Cikidang Pelabuhan Ratu
Touring mengambil rute jalan alternatif Cikidang Pelabuhan Ratu. Rute ini adalah rute tercepat menuju Pelabuhan Ratu. Jalan Cikidang sekarang sudah kinclong, mulus halus kek wajah yang rutin perawatan di salon deh. Memang sepanjang jalur Cikidang baru saja mendapat perbaikan jalan. Jalan ini termasuk jalan provinsi jadi ada di bawah tanggung jawab pemerintah Jawa Barat. Semua jalan provinsi ada tandanya yaitu garis berwarna kuning.
Jalanan cikidang yang berkelok kelok dengan banyak turunan dan tanjakan adalah ciri khas jalan yang harus kami lalui. Seru yaa,,sampai pertengahan jalan raya Cikidang jarak diantara para peserta touring yang berjumlah empat puluh motor lebih masih agak rapat.




Namun akhirnya pemimpin rombongan memutuskan untuk membagi agar memberi jalan kepada mobil mobil yang akan menyalip dan mendahului jalan. Kasian mereka jika harus menyalip rombongan touring motor yang super panjang ini. Bayangin aja guys ada empat puluh motor, apa gak gempor tuh menyalipnya.
Jalur Cikidang Pelabuhan Ratu saya tempuh selama satu jam saja karena jalannya asli mulus. Hanya beberapa bagian kecil saja yang kondisi jalannya rusak dan bergelombang. Sementara bagian jalan lainnya dalam kondisi sangat baik. Alhamdulillah, motor pun aman lancar melalui jalan alternatif Cikidang ini hingga akhirnya masuk ke wilayah Pelabuhan Ratu.
Rute Kedua: Pelabuhan Ratu Kasepuhan Sinar Resmi
Naah, setelah ada di wilayah Pelabuhan Ratu, motor terus menyusuri jalan raya utama yang persis terletak di pinggir pantai. Lumayan rame jalanan meski saat itu bukan hari libur alias weekday. Meski tidak semulus jalan alternatif Cikidang, tapi bisa dibilang jalan nya dalam kondisi cukup baik. Kondisi jalan berkelok kelok dan relatif datar saja, maklum kan daerah pinggir pantai.
Motor terus saja melaju ke arah Cisolok, Naah nanti tuh ada pertigaan besar. Jika ke kanan ke arah Jalan Cirenik dan jika lurus terus itu ke arah Cisolok terus ke Banten. Berhubung kami mau mampir dulu ke Kasepuhan Sinar Resmi maka rombongan touring belok dulu deh ke arah Cirenik terus saja nanti melewati jalan karang papak dan Cikelat. . Jalan berkelok kelok kembali saya temui dan sedikit tanjakan dan turunan meski tidak securam di Jalan Cikidang.


Setelah beberapa saat menyusuri jalan Cikelat, nanti ada belokan ke arah kanan ke kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Masuk ke jalan kecil yang lumayan jalannya jelek. Motor yang saya kendarai jadi berasa sedang nge trail hehe…untung tidak begitu jauh jadi tidak lama deh sampai di Kasepuhan Sinar Resmi. Cerita tentang kunjungan ke Sinar Resmi saya tulis terpisah yaa. Tunggu aja deh. 😃



Setelah selesai berkunjung ke Sinar Resmi, saya dan seluruh rombongan touring kembali ke arah jalan utama yaitu ke Jalan raya Cisolok untuk melanjutkan perjalanan touring yang masih cukup panjang ini. Kurang lebih satu jam waktu yang saya dan rombongan habiskan untuk ke Sinar Resmi ini. Jadi total dua jam perjalanan pulan pergi. Kalau melihat google maps jaraknya tuh kurang lebih dua puluh enam kilometer jadi kalau PP total lima puluh kilometer.
Rute Ketiga: Cisolok Sawarna Bayah Banten
Setelah perjalanan tiga jam dari Cibadak plus silaturahmi di kasepuhan, sekarang kami bersiap menyusuri kembali jalan raya cisolok untuk terus menuju ke arah barat menuju Provinsi Banten. Jarak dari Cisolok ke Tanjung Layar Sawarna empat puluh kilometer.
Perjalanan touring saya tidak ngebut-ngebut karena sekalian menikmati perjalanan dan ada berhenti-berhenti buat istirahat. Sehingga jarak tersebut kami tempuh selama dua jam. Jadi total perjalanan Cibadak hingga sampai di Pantai tanjung layar kurang lebih lima jam saja.



Perjalanannya saja yaa yang lima jam itu. Kalau ditotal dengan berkunjung ke Kasepuhan, makan siang di rumah salah satu peserta touring plus istirahat di masjid yaa lebih dari itu. Nanti di akhir tulisan saya jelaskan dengan lebih rinci.
Naaah, kalau menurut saya perjalanan dari Cisolok menuju Bayah Banten ini niih yang paling seru. Jalannya tuh banyak tanjakan tajaaam banget dan turunannya juga aduhai. Apalagi saat melewati puncak Habibi aduuuuh itu tanjakan seakan tidak ada habisnya. Belum lagi pemandangan dari atas bukit yang bisa melihat laut dari atas. Duh indah banget deh pokoknya.

Saat berada di puncak Habibi ada banyak warung lho, jadi kami bisa istirahat di warung-warung itu sambil melihat pemandangan ke bawah. Pemandangan indah ada laut di bawah bukit. Saya tuh jujur deh saat menyusuri jalan tanjakan ini sampai teriak teriak,,huhu abisannya nanjaaak buangeeets.
Setelah melewati tanjakan Habibi pun kontur jalanan masih sama yaitu banyak tanjakan dan turunan serta belokan belokan tajam. Jalannya juga ada beberapa yang jelek dan bahkan berbatu. Sepanjang perjalanan sisi kanan dan kiri jalan masih banyak pepohonan jadi serasa melewati hutan saja. Yaa cukup teduh deh.
Berapa Lama Total Perjalanan?
Kalau saya hitung-hitung lama perjalanan itu sekitar lima jam yaa pas perjalanan pulang. Patokannya pas pulang saya ingat banget deh. Jadi berangkat itu kan jam sepuluh pagi dari Tanjung layar Sawarna. Berhenti sebentar di Puncak Habibi makan di Karang Hawu dan berhenti di Cikidang. Sampai rumah jam lima sore, saya potong waktu dua jam untuk waktu berhenti.
Sedangkan saat perjalanan berangkat saat touring menuju Sawarna lebih lama lagi karena saya dan rombongan mampir dulu ke Kasepuhan Sinar Resmi. Berangkat jam tujuh pagi sampai Tanjung Layar Sawarna itu jam setengah empat sore.
Jadi perjalanan dari Cibadak ke Sinar Resmi itu dari jam delapan sampai dua belas siang. Rentang waktu lima jam ini termasuk waktu berkunjung ke kasepuhan yaa. Terus kembali ke Cisolok tapi mampir dulu makan siang di Cikelat sambil solat di Masjid. Jadi kurang lebih jam dua siang mulai bergerak ke arah Banten. Hingga akhirnya sampai juga deh di Sawarna.
Beberapa Tips Touring Jarak Jauh
Setelah melakukan perjalanan touring jarak jauh menggunakan sepeda motor, akhirnya saya bisa mencatat beberapa hal yang bisa menjadi sebuah tips. Ada beberapa tips touring jarak jauh menggunakan sepeda motor.
-
Pastikan kendaraan dalam kondisi sehat
Bawa dulu ke bengkel untuk service. Pastikan oli dalam kondisi baru. Oli rem dan oli shockbreaker. Pastikan juga rantai dalam kondisi baik.
-
Isi bensin Full
Jangan coba-coba mengisi bensin setengah-setengah. Saya sih memberi saran agar mengisi bensin full yaa. Biar perjalanan tenang, aman dan nyaman. Terus isi bensinnya dexlite yaa kalau solar dan Pertamax kalau bensin biasa.
-
Membawa Perlengkapan P3K
Untuk perjalanan selama ini, jangan lupa membawa P3K yaa. Saya kemarin membawa minyak butbut, betadine, kapas , kayu putih serta obat pusing dan mual. Bukan berarti saya berharap sakit yaa, aduh amit amit deh jangan sampe deh. Perlengkapan P3K ini untuk berjaga jaga atas segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
-
Jangan Terlalu Rapat Apalagi di Tanjakan
Hehehe,,,,ada kejadian yang kurang enak juga soalnya pas saya touring ke Sawarna ini. Jadi karena jarak yang terlalu dekat akhirnya suami jadi kagok dan telat oper gigi padahal itu posisi motor lagi menanjak daaan akhirnya yaa jatuh deh. Kalau kata suami dia tuh nahan dulu motornya, biar gak mundur terus dia jatuhin aja perlahan tapi biar gak nimpa saya yang sudah jatuh duluan. Untung saja tidak terjadi apa-apa dan tidak ada yang luka. Hanya terjatuh saja motornya dan makasih beribu ribu makasih buat suami yang udah effort banget nahan tuh motor biar gak jatuh menimpa saya, huhuhu…
-
Pastikan Kondisi Pengendara Vit
Percuma juga kan saat mau touring jauh meskipun kondisi motor sehat eh ternyata yang mau bawa motornya atau yang ikut touringnya lagi gak sehat. Yaa sama aja atuh kalau gitu mah n ntar alamat gak lancar touringnya. Jadi pastikan sarapan dan tidak sedang dalam kondisi sakit. Intinya sehat deh.
Penutup
Akhirnya setelah motoran dua hari full, alhamdulillah merasakan juga naik motor jauh-jauh gini yaa. Kalau kata suami sekalian menjajal motor, ternyata masih sehat dan kuat. Siap deh si Uci kalau ada yang mau ngajak touring jauh-jauh lagi. Jadi motor kami nih namanya Uci hehe. Oh iya cerita tentang Pantai Sawarna next di artikel terpisah juga yaa. Makasih udah baca cerita saya. Semoga setelah membaca cerita saya, kamu jadi ketularan seneng touring hehe.
0






















