Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu saat ibu masih ada, beliau senang sekali jika anak-anaknya mengajak jalan-jalan. Saya pun termasuk yang pernah mengajak ibu pelesiran. Meskipun belakangan agak menyesal juga sih, soalnya saya ajak ibu mainnya tuh kejauhan. Saat itu saya mengajak ibu pelesiran ke Ujung Genteng.
Bayangkan, perjalanan dari Nyalindung ke Ujung Genteng kurang lebih lima jam. Melalui rute Nyalindung- Purabaya – Sagaranten – Cidolog – Tegalbuleud – Surade – Jampang Kulon – Ujung Genteng. Masih segar dalam ingatan saya, ibu begitu bahagia saat melihat laut, sampai beliau bilang sama saya, “Nii,,,itu lautna tos katingali.”
Ibu saya bilang bahwa lautnya sudah terlihat, beliau pikir itulah pantai Ujung Genteng. Padahal itu adalah pantai di Tegal Buleud dan masih lama sekali untuk sampai di Ujung Genteng.
Tapi, yang menarik bagi saya di setiap momen perjalanan bersama ibu adalah persiapan yang detail dan teliti. Sehari sebelum berangkat, lebih tepat saat malam harinya. Saya melihat ibu menyiapkan beberapa hal.
Ibu menatap lurus ke depan, di tangannya ada secangkir teh hangat tawar, sementara di meja kecil samping tempat tidur tersusun rapi obat, alat cek gula darah, botol minum, dan camilan sehat yang selalu ia bawa ke mana pun pergi.
Ibu memang mengidap diabetes. Beliau sempat berpikir bahwa diabetes akan membuat hidupnya terbatas, termasuk untuk menjelajahi tempat-tempat baru. Namun perjalanan kali ini membuktikan hal berbeda.
Traveling tetap bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, asalkan dilakukan dengan persiapan yang tepat, pilihan makanan yang bijak, serta kesadaran untuk menjaga kondisi tubuh selama di perjalanan.
Table of Contents
Traveling Aman Bagi Penderita Diabetes
Saking seringnya mendampingi ibu saat bepergian kemana-mana, saya jadi paham dan hafal apa saja yang mesti disiapkan saat penderita diabetes hendak traveling. Naah, di tulisan kali ini saya hendak berbagi tips travelling aman bagi penderita diabetes.
-
Konsultasi ke Dokter Dulu Yaa
Biasanya kalau ibu saya mau berangkat ke luar kota, pasti menyiapkan segala hal yang harus dibawa untuk bekal di perjalanan. Beberapa hari sebelum perjalanan, ibu juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter langganannya. Yaa memang suka rutin konsul setiap bulan. Tapi kalau mau traveling, ibu suka berkonsultasi di luar jadwal biasanya.
Ibu menjelaskan rencana perjalanan yang akan dilakukan, mulai dari tujuan, lama perjalanan, hingga jenis aktivitas yang kemungkinan akan dijalani selama berada di tempat tujuan. Menurut saya, hal ini penting agar dokter dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pengobatan selama perjalanan.
Selain berkonsultasi , ibu juga akan meminta surat keterangan medis resmi dari dokter yang menjelaskan bahwa ibu menderita diabetes dan memerlukan obat-obatan tertentu selama perjalanan. Jika menggunakan insulin, surat tersebut juga mencantumkan kebutuhan untuk membawa perlengkapan medis seperti insulin, jarum suntik, glukometer, dan alat pendukung lainnya. Naah, untuk persiapan yang lebih lengkap seperti ini ibu lakukan sebelum melakukan perjalanan haji dan umroh.
-
Membawa Obat-Obatan
Naah, ini niih yang tidak boleh terlewat setelah konsul ke dokter. Pastikan ibu membawa bekal obat dan insulin. Ibu memang harus disuntik insulin setiap sebelum makan. Tentu saja disesuaikan dengan berapa hari perjalanan akan dilakukan. Tapi tetap dilebihin sih takutnya ada kejadian apa gitu jadi tetap ada persiapan.
Obatnya sesuai dengan yang dokter resepkan yaa. Terus membawa obat tambahan lain seperti obat gosok dan kayu putih dan vitamin.
-
Alat Tes Gula Jangan Tertinggal Deh
Keknya semua orang diabetes mesti deh membawa alat ini kalau bepergian. Alat tes gula darah tersebut namanya glukometer atau alat cek gula darah. Alatnya tuh ada dalam satu pouch kecil. Biasanya satu paket terdiri dari Glukometer yaitu alat utama untuk membaca kadar gula darah terus juga ada Strip tes gula darah untuk tempat meneteskan darah.
Kemudian terdapat juga lancet/jarum kecil yang berguna untuk menusuk ujung jari dan isi yang terakhir adalah lancing device/pen lancet sebagai alat bantu untuk menusukkan lancet. Saya sih jujur yaa gak punya karena alat ini milik ibu kalau saya cukup ke klinik di kantor saja untuk cek gula darah secara rutin setiap bulan.

-
Bekal Minum Air Putih
Yups,,,,air putih memang udah yang paling the best deh. Nilai kalori nya 0 dan tidak membuat gula darah melonjak. Jadi kalau mau bepergian bekal saja air putih yaa, apalagi buat kamu yang punya diabetes. Bukan hanya yang sudah kena bahkan yang masih pre diabetes pun tetap saja air putih adalah yang terbaik. Ibu saya juga minumnya air putih saja tidak yang lain, selalu membawa tumbler buat bekal minum di perjalanan.
-
Gunakan Sandal dan Sepatu Nyaman
Sepatu dan sandal saat bepergian harus pas di kaki. Selain untuk kenyamanan juga menghindarkan diri dari peluang terkena luka. Luka pada penderita diabetes itu berbahaya karena bisa lama sembuhnya. Jadi, lebih baik mencegah kan daripada mengobati.
-
Bekal Makanan Sehat
Camilan yang relatif aman untuk penderita diabetes adalah camilan yang tinggi serat/protein, rendah gula tambahan, dan porsinya terkontrol alias gak kebanyakan 😃. Nih yaa kalau ibu saya bepergian, beliau bekalnya tuh telur rebus, labu siam kukus, alpukat potong tanpa toping apapun.
Kalau mau bekal roti yaa rotinya roti gandum. Kalau mau ngemil kacang, pas banget bekal kacang edamame. Tapi tetap semuanya harus sadar porsi, jangan kebanyakan.

-
Perbanyak Berjalan Kaki
Jalan kaki adalah salah satu trik jitu untuk menstabilkan gula darah. Jalan kaki itu kan bergerak yaa, jadi saat bergerak itu kan butuh energi. Naah, Saat berjalan kaki, otot yang aktif bergerak ini jadi membutuhkan bahan bakar kan.
Otot akan mengambil glukosa langsung dari aliran darah untuk diubah menjadi energi, bahkan tanpa memerlukan bantuan insulin. Suami saya pernah bercerita, istri temannya rutin berjalan kaki setiap pagi dan gula darahnya menurun.
Saya pun ingat, dulu saat menantikan kelahiran anak pertama di Majalengka. Ibu setia menemani saya berjalan kaki setiap pagi dari rumah ke alun-alun Majalengka. Kata ibu saya, jalan kaki itu sehat bagi penderita diabetes seperti beliau. naah, kalau kamu bepergian banyakin jalan kaki nya yaa saat mengeksplore tempat yang kamu kunjungi.
Penutup
Jadi, kalau buat kamu yang memiliki riwayat penyakit gula, tetap bisa menikmati traveling dengan aman dan nyaman. Asalkan tetap memperhatikan nasihat dan anjuran dokter serta tidak lupa membawa bekal obat. Atur pola makan dan tahu batasan. Salam sehat selalu, semangat traveling yaa.























