Komunikasi Suami Istri : Sebuah Review Film Noktah Merah Perkawinan

Komunikasi Suami Istri

Komunikasi suami istri harus dibangun dengan baik.  Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi salah satu pendukung mewujudkan fondasi rumah tangga yang kuat. Semalam saya menonton sebuah film besutan Rapi Film yang berjudul Noktah Merah Perkawinan. Film ini dulu pernah ditayangkan oleh stasiun Indosiar dengan judul yang sama namun dalam bentuk film berseri atau lebih dikenal dengan istilah sinetron. Noktah merah perkawinan tayang di Indosiar pada kurun waktu tahun 1996 hingga 1998. Benang merah inti cerita tetap sama namun dalam film ini dipersingkat dan diringkas alur ceritanya.

AWAL CERITA

Film Noktah merah perkawinan dimainkan oleh pemeran utama Oka Antara berperan sebagai Gilang dan Marsha Timothi berperan sebagai Ambar. Sepanjang cerita berlangsung keduanya mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Berbagai konflik yang muncul berakar dari satu masalah utama yaitu komunikasi. Komunikasi suami istri yang tidak berjalan dengan baik diantara keduanya menjadi akar dari semua permasalahan yang muncul. Gilang melakukan kesalahan dengan lebih memilih ibunya sebagai tempat berbagi cerita dan berkeluh kesah serta meminta pendapat. Hal ini menyebabkan Ambar sang istri merasa diabaikan dan tidak dianggap penting.

 

Kejadian bermula dari ibunya Ambar yang meminta bantuan sejumlah dana kepada Gilang untuk membantu perekonomian Rian kakak ambar yang sedang dalam kondisi sulit. Rian memutuskan menceritakan hal tersebut kepada sang ibu bukan kepada Ambar istrinya. Mengapa Gilang menceritakan hal ini kepada ibunya? Karena Gilang tahu persis jika dia bercerita kepada istrinya maka dia akan menolak memberikan bantuan. Sementara Gilang sendiri tidak enak jika tidak bisa menuruti permintaan ibu mertuanya. Disinilah bibit konflik terjadi. Ambar yang merasa tidak dihargai dan Gilang yang merasa tidak bersalah karena ingin membantu keluarga Ambar.

PENTINGNYA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI

Padahal menurut pakar konsultan keluarga Cahyadi Takariawan keterbukaan adalah kunci awal yang efektif untuk menghadapi tantangan dan memecahkan persoalan dalam kehidupan berumah tangga. Tidak ada yang ditutupi dalam hal apapun. Bukankah istri itu pakaian bagi suami dan suami adalah pakaian bagi istri ? Maka membiasakan diri membangun komunikasi suami istri yang terbuka adalah hal yang penting dalam membangun keharmonisan keluarga. Suami adalah orang pertama yang mengetahui apapun masalah yang menimpa istri. Begitu pun sebaliknya. Belajar mendengarkan , mengerti dan memaafkan adalah kunci lancarnya komunikasi diantara kedua belah pihak. Jadikan suami atau istri sebagai teman diskusi untuk hal apapun yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi Suami Istri
sumber gambar : youtube

Bagaimana dengan peran orang tua terhadap anak yang sudah menikah? Kewajiban orang tua dalam memberikan pendidikan dan perlindungan sudah selesai ketika anaknya menikah. Mereka sudah mempunyai kehidupannya masing-masing. Orang tua harus menghargai privasi kehidupan anaknya yang sudah menikah. Sehingga orang tua hendaknya tidak ikut campur dengan masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan rumah tangga sang anak. Namun, meskipun begitu orang tua tetap boleh mengingatkan sang anak ketika melakukan hal-hal yang salah. Mengingatkan dan memberi nasihat yang baik tanpa ikut masuk di kehidupannya.

BEBERAPA KEKELIRUAN

Beberapa kesalahan dalam komunikasi suami istri antara Gilang dan Ambar dalam Noktah Merah Perkawinan yang bisa saya lihat adalah :

  1. Suami lebih memilih ibunya sebagai tempat menyampaikan keluh kesahnya
  2. Suami tidak bisa bersikap tegas atas sikap sang ibu terlalu ikut campur kehidupan rumah tangganya
  3. Suami membiarkan orang lain (perempuan lain) masuk ke dalam hidupnya saat komunikasi dengan istri memburuk sehingga makin meruncingkan perselisihan
  4. Suami kurang memberi ruang diskusi untuk menyelesaikan masalah dengan istri
  5. Suami tidak terbuka kepada istri ketika ada suatu masalah yang berhubungan dengan keluarga sang istri
  6. Istri memutuskan sebuah keputusan saat emosi sehingga tidak bijaksana
  7. Istri kurang terbuka kepada suami dalam menyampaikan keinginan dan harapannya.
  8. Saat bertengkar suami istri kurang memperhatikan lingkungan sekitar sehingga anak mengetahui masalah orang tua

Keutuhan rumah tangga Gilang dan Ambar juga tidak lepas dari peran Yuli yang menyadari sepenuhnya bahwa dia sudah melakukan kesalahan yaitu mencintai suami orang. Dia memilih pergi dan mundur demi kebahagiaan orang yang dia cintai yaitu Gilang. Dalam hal ini sebenarnya Yuli mengalami dua kejadian menyakitkan yaitu kehilangan Kemal kekasihnya yang memutuskan mengakhiri hubungan karena tahu jika Yuli mencintai Gilang. Yuli juga tidak bisa memiliki Gilang yang sudah mempunyai pasangan hidup dan keluarga sendiri.

Apa yang bisa kita petik pelajaran dari kisah Yuli ? Jangan pernah membiarkan perasaan sayang dan cinta tumbuh dan berkembang kepada orang yang salah. Memang benar cinta itu tidak bisa memilih namun kita bisa memilih reaksi yang benar atas perasaan cinta yang dimiliki. Yuli sudah melakukan hal yang tepat meskipun terlambat.

 

AKHIR YANG INDAH

Kehadiran anak bagi pasangan yang sudah berkeluarga sangat memberi peran penting dalam menguatkan ikatan diantara mereka. Menurut hemat saya, sebuah pernikahan masih bisa diperbaiki dan diselamatkan jika akar masalahnya adalah komunikasi yang tidak berjalan mulus. Kelapangan dan kebesaran hati untuk menyadari kekurangan diri dan kerelaan dalam memaafkan demi keutuhan keluarga adalah kunci penting dalam memperbaiki sebuah hubungan. Dan poin ini akhirnya bisa menyelamatkan keutuhan rumah tangga Gilang dan Ambar.

Film ini aman untuk ditonton tidak ada adegan yang menjurus ke hal-hal terlarang

Detail Info Film :

Sutradara                               : Sabrina Rochelle Kalangie

Produser                                : Gope T. Samtani

Penulis                                    : Titien Wattimena

Sabrina Rochelle Kalangie

Didasarkan dari Noktah Merah Perkawinan oleh Buce Malawau

Pemeran                                 : Marsha Timothy

Oka Antara

Sheila Dara Aisha

Ayu Azhari

Penata musik

Ifa Fachir

Dimas Wibisana

Sinematografer                     : Mawan Kelana

Penyunting                             : Aline Jusria

Perusahaan produksi           : Rapi Films

Tanggal rilis                           : 15 September 2022

Durasi                                     : 119 menit

Negara                                    : Indonesia

Bahasa                                    : Indonesia

0 Shares:
5 comments
  1. Baru tahu banget klo ada remix film ini, Mba. Dulu pernah dengar judulnya, meski nggak nonton karena masih usia kanak-kanak. Hahaha. Btw, tentang komunikasi ini efeknya besar banget dalam sebuah hubungan ya, kan, Mba. Di dalam pernikahan, pertemanan, dan banyak lainnya.

  2. sepakat komunikasi itu yang utama, apalagi dalam sebuah pernikahan karena suami istri itu saling melengkapi. Bermula dari hal yang sepele jika tidak dikomunikasikan suatu saat akan menjadi bom dan meledak sehingga mengancam keharmonisa rumah tangga,
    Dalam hal hubungan apapun, semua bisa dibicarakan dengan cara yang santun tentunya

    btw blognya cantik mbak

  3. Bener ini, komunikasi di antara suami-istri ini penting dan harus dibangun dengan baik. Film ini membuatku gregetan sama Gilang, huft. Akting si Sheila Dara sebagai pelakor juga epik banget si :3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like