Setelah berlelah-lelah touring ke Sawarna dari Cibadak akhirnya sampai juga ke tujuan. Alhamdulillah rasanya semua rasa capek terbayar sudah saat melihat tulisan Selamat Datang di Pantai Sawarna. Ketika motor yang saya naiki berbelok menuju arah pantai, saya rasanya tidak sabar ingin melihat seperti apa penampakan Pantai yang cukup terkenal di Banten ini.
Table of Contents
Lokasi Tanjung Layar Sawarna
Tanjung Layar Sawarna berada di Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan termasuk salah satu desa wisata unggulan di Desa Wisata Sawarna, Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Pantesan saja jadi salah satu desa wisata unggulan soalnya pemandangannya memang indah banget.
Lokasinya terdeteksi dengan mudah di google maps yaa jadi tidak susah menemukannya, atau kalau misal kalau kamu ragu-ragu bisa bertanya ke penduduk sekitar yang kebetulan ditemui. Saya juga begitu koq, bertanya pada penduduk lokal seringkali lebih ampuh dari maps di google.
Ciri Khas Pantai Sawarna
Saya termasuk pecinta wisata pantai. Sudah puluhan kali kaki saya menginjak pasir di tepi pantai. Paling banyak saya berkunjung ke Pantai di wilayah Sukabumi seperti Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Tegalbuleud, Karang Hawu, Pantai Anyer dan akhirnya kesampaian juga main ke Sawarna. Ciri khas Pantai Sawarna menjadikannya berbeda dengan pantai-pantai lainnya.
-
Ikon Tanjung Layar
Pantai Sawarna ini khas banget lho karena memiliki ikon tersendiri yang sangat unik. Jadi tepat selurusan dengan tulisan Pantai tanjung Layar ada dua buah bukit karang menjulang tinggi. Dua karang berukuran sangat besar ini kalau dilihat selintas persis seperti layar perahu yang terkembang. Makanya itu disebut dengan nama Tanjung Layar.

Naah, tepat di sisi kanan dan kiri bukit batu karang tersebut ada bentangan karang yang menyerupai pagar memanjang. Jadi pantai di Tanjung Layar air laut tidak langsung menjumpai daratan namun dia terpecah oleh deretan karang tersebut.
Oh iya , ada larangan dari pemerintah setempat untuk tidak mendaki bukit karang tersebut yaa, soalnya itu sangat berbahaya bagi keselamatan.
-
Pantai dengan Batu Karang
Seperti sudah saya tulis di atas bahwa Pantai Sawarna memiliki keunikan dengan batu karangnya yang bertebaran di sepanjang pesisir pantai. Saya merasakan ada pesona tersendiri ketika pertama kali menjejakkan kaki di Pantai Sawarna. Berbeda dengan pantai pada umumnya yang didominasi hamparan pasir, pesisir Sawarna menawarkan pemandangan unik dengan gugusan batu karang yang membentang di sepanjang garis pantai.
Formasi alami ini seolah menjadi benteng yang melindungi sebagian kawasan pesisir dari hempasan ombak Samudra Hindia. Dan memang benar adanya, pas di dekat Tanjung layar ini, saya melihat air laut pecah di ujung karang. Ketika air laut surut, muncul kolam-kolam kecil berair jernih yang menyimpan keindahan tersendiri. Perpaduan birunya laut, hamparan pasir, dan panorama alam yang masih asri membuat setiap sudut pantai terasa begitu memanjakan mata.
Menjelajahi Pantai Sawarna rasanya seperti menemukan kejutan di setiap langkah. Sering ombak datang bergulung dari kejauhan, lalu pecah menjadi buih putih sebelum airnya mengalir perlahan menuju tepian. Tapi memang tak pernah sampai benar-benar ke tepian karena keburu hilang di antara celah celah karang.


Saya pun sengaja membawa bekal dua buah kursi kecil untuk duduk-duduk di pinggir laut, tepat di hadapan Bukit karang. Pagi-pagi saya dan suami sudah duduk di tepi pantai di hadapan batu-batu karang yang terserak sepanjang pantai. Saya seperti berada di satu area khusus dengan tembok karang di sekeliling. Masya Allah pemandangan indah sekali pagi itu.
Suara deburan ombak menghadirkan suasana yang menenangkan. Ombak menemani kami yang duduk sambil menikmati kopi panas dan pisang goreng yang dibeli di warung depan penginapan. Di beberapa sudut, genangan air yang tenang memantulkan warna langit, menciptakan pemandangan indah yang sayang dilewatkan.
Rasanya ingin berlama-lama duduk menikmati suasana, membiarkan pandangan menjelajah hingga ke cakrawala. Tapi jujur saya penasaran ingin melihat dari dekat, pantai yang kami lihat dari Tanjung Layar. Jadi saya melihat di arah barat ada pantai pasir putih yang tidak terhalang karang dan banyak perahu nelayan di pinggiran pantai. Naah, saya dan suami memutuskan untuk pergi ke pantai tersebut.
-
Pantai Putih di Sawarna
Setelah melipat kursi kecil, saya dan suami kembali ke penginapan yang jaraknya hanya beberapa puluh langkah dari pantai. Kursi-kursi tersebut saya masukkan ke dalam box yang ada di motor. Saya dan suami pun naik motor dan menyusuri pinggiran pantai berpasir untuk menuju kesana. Sawarna bukan sekadar pantai untuk disinggahi, melainkan tempat untuk menikmati keindahan alam yang sederhana, unik, dan meninggalkan kesan mendalam.




Sesampainya disana, kami kembali membawa kursi dan memasangnya tepat di sisi pantai berpasir putih. Masya Allah pemandangannya indah sekali. Meskipun tetap dengan ciri khasnya yaitu ada batu-batu karang yang tertutup lumut hijau, namun di pantai ini tidak tertutup karang yang besar, jadi ombak langsung menyapa tepian pantai. Perahu-perahu nelayan tampak berjajar rapi di tepian pantai.
Kami pun kembali menikmati secangkir teh panas sambil memandangi pantai berpasir putih. Jadi saya membawa tumbler yang berisi air panas dan beberapa bungkus teh dan kopi siap seduh. Naaah, jadi tidak gabut kan ngobrolnya tapi ditemani secangkir kopi dan di sesi selanjutnya ditemani secangkir teh panas. What a wonderful world deh…
-
Banyak Pohon di Sisi Sekitar Pantai
Lagi-lagi saya menemukan perbedaan antara pantai Sawarna dengan pantai yang pernah saya kunjungi di Sukabumi. Seputaran pesisir pantai Sawarna banyak pepohonan jadi bawaannya tuh teduh dan tidak panas menyengat. Ditambah lagi di sepanjang pinggir pantai ada dibuatkan jalan kecil untuk motor melintas.
Jadi enak deh saat naik motor jalan-jalan menyusuri pantai rasanya seperti menyusuri hutan bakau saat saya berkunjung ke Surabaya. Sepanjang sisi pantai ada banyak papan-papan katu untuk pengunjung duduk duduk menikmati pemandangan pantai. Pohonnya bukan pohon yang tinggi besar seperti di hutan-hutan pinus kalau saya touring ke daerah Cidahu. Tapi pohonnya pendek-pendek


Pepohonan seperti ketapang, kelapa, dan pandan laut yang menambah pesona alami pantai ini. Tajuk ketapang yang melebar menawarkan tempat berteduh, sementara daun-daun kelapa melambai mengikuti embusan angin laut. Di beberapa sudut, tumbuhan pantai tumbuh berdampingan dengan hamparan pasir, menghadirkan perpaduan warna hijau pepohonan dan birunya Samudra Hindia. Beuh keren deh pokoknya mah,,,pantai tapi asri alias tidak gersang.
- Ombak Besar di Pantai Sawarna
Ibu pemilik penginapan bercerita bahwa ombak di Pantai Tanjung Layar Sawarna ini besar. Pada malam hari air laut akan naik dan hamparan batu karang di belakang bukit karang akan seluruhnya terendam oleh air laut. Bahkan tidak jarang sampai menyentuh belakang gapura tulisan Tanjung Layar.

Ternyata apa yang dikatakan oleh ibu pemilik penginapan benar adanya. Sore hari saat saya mengunjungi pantai nampak tempat saya duduk bersama suami di pagi hari sudah tidak ada. Hampir seluruhnya terendam oleh air laut.
Ada Apa di Pantai Tanjung Layar Sawarna?
Kalau kamu bertanya kepada saya, ada apa di pantai Tanjung Layar Sawarna? Saya akan menjawabnya bahwa seperti daerah pantai pada umumnya yaa sudah pasti hawanya puanaas hehehe. Termasuk yang saya rasakan saat berkunjung ke pantai Tanjung Layar ini. Setelah mandi pun, segarnya pas sedang mandi saja, keluar dari kamar mandi gerah kembali menghampiri.
Kebetulan saya menginap persis di depan gapura yang bertuliskan pantai Tanjung Layar, jadi sangaaat dekat dengan pantai. Alhamdulillah tidak jauh kalau mau ke pantai tinggal jalan aja semenit juga sampai. Penginapan yang saya tempati isinya sederhana hanya ada kasur tanpa ranjang, kipas angin yang menempel di dinding atas, nakas kecil terbuat dari papan kayu kecil dan kamar mandi.


Kamar mandi juga sederhana sekali hanya ada ember besar untuk menampung air buat mandi. Tidak ada air dingin air panas yaa,,,sangat sederhana tapi rapi dan bersih. Saya betah menginap di Sawarna. Harganya harga normal karena kami berkunjung di weekday dan rombongan kan bersama teman-teman saya banyakan jadi mendapat diskon tambahan.
Di sepanjang pantai Sawarna banyak berjajar warung-warung dan penginapan-penginapan sederhana. Kalau kata teman saya sih meskipun terlihat sederhana, jangan salah lho harganya akan naik fantastis saat tingkat kunjungan meningkat tajam. Terutama saat weekend, long weekend dan musim liburan tiba.
Penutup
Pengalaman berkunjung ke Pantai Tanjung Layar Sawarna selama dua hari satu malam benar-benar sangat berkesan. Makanan yang tersedia di warung depan penginapan enak-enak meski tidak mewah. Apalagi setelah makan ada nonton bareng tuh melihat pertandingan bola, katanya sih ada Persib apa Timnas gitu main hehe tau deh saya mah tidur aja. Nest saya mau touring ke pantai lagi deh. Lanjut ke pantai mana lagi yaa….😍😍😍
0






















