Tidiiiid,,,,,tidiiid,,,tin tin,,,,,tet tet,,,,raung klakson ramai bersahutan di jalanan depan rumah. Mobil, motor seolah berdesakan berjalan di jalan raya yang mmhhh menurut saya sih sempit yaa karena kalau mobil truk super gede dijejerkan hanya cukup menampung dua mobil saja. Tinggal di daerah macet memang memberi tantangan tersendiri bagi saya. Setiap hari memutar otak bagaimana untuk bisa melakukan perjalanan saat macet agar cepat sampai tujuan?
Hampir setiap hari pemandangan ruwet seperti di atas saya hadapi. Perlu kesabaran ekstra dan tentu saja sedikit taktik jitu agar bisa melewatinya dengan sukses. Buat saya yang setiap hari berkutat di jalanan, kemacetan adalah sahabat yang tak dirindukan. Situasi tersebut selalu hadir meskipun saya menolaknya habis habisan. Hahaha. Jadiii, mau gak mau yaa harus berkawan dengan kondisi tersebut kan?
Berbekal pengalaman setiap hari pulang pergi melewati titik kemacetan, ada sedikit tips dari saya buat kamu yang setiap hari bepergian dengan transportasi umum. POV nya adalah kota yang tidak terdapat jalur KRL,MRT dan sejenisnya seperti di kota besar, yaaa seperti di Cibadak deeh kota tempat saya tinggal.
Berangkat Sepagi Mungkin
Saya tahu banget jika rute yang akan dilewati adalah jalan yang macet terus setiap hari. Apalagi setiap pagi dan sore, long weekend dan liburan panjang. Kalau sudah begini, salah satu trik paling aman adalah saya akan berangkat sepagi mungkin.
Ibaratnya, lebih enak mengorbankan sedikit waktu santai di pagi hari daripada harus stres di jalan. Apalagi saat saya harus melihat kendaraan cuma maju sejengkal demi sejengkal, duh jadi makin tidak tenang deh di jalan.
Saat berangkat lebih pagi, suasana jalan biasanya masih lebih lengang, udara juga terasa lebih segar, dan perjalanan jadi jauh lebih tenang. Saya pun punya waktu cadangan kalau tiba-tiba ada hambatan di jalan, jadi tidak perlu panik atau buru-buru. Ujung-ujungnya, sampai tujuan pun rasanya lebih nyaman, mood tetap bagus, dan energi tidak habis duluan hanya karena terjebak macet.
Ojol Alternatif Terbaik
Terus bagaimana saat mau berangkat dan pulang ke rumah setelah bekerja jam pulang tiba? Pasti saya tidak bisa menawar waktu kepulangan kan dan saya pasti akan melewati kemacetan. Saya tahu persis sore jam lima itu adalah jam macet-macetnya karena sedang bubaran pabrik.
Akhirnya saya memilih ojek online sebagai alternatif terbaik pilihan transportasi. Mengapa memilih ojol sebagai transportasi saya saat berangkat dan pulang? Karena kalau naik ojol tuh bisa selempat selempit di antara mobil-mobil yang sedang macet panjang. Saat naik motor jadi bisa melewati celah celah sempit yang tentu saja tidak bisa mobil melakukannya.
Meskipun terkadang jika sedang muaaaceeet nya banget perjalanan dengan motor pun bisa tersendat. Akan tetapi tetap lebih cepat sampai menggunakan motor sih kalau menurut saya.
Hujan? Naik Angkot Saja
Naah, masalah lebih rumit saat saya harus pulang tapi pas sedang hujan. Udah itu sih jadi susah mau pulang, soalnya mau pesan ojek online seperti biasa yaa susah karena pasti bakalan kehujanan.
Sebenarnya hujan tidak akan jadi masalah jika saya membawa jas hujan. Naah, persoalan tuh muncul karena seringkali saya tuh lupaaa membawa jas hujaan . Yaa terpaksa mencari jalan lain untuk bisa pulang kan.
Ada dua pilihan nih satu memesan mobil angkutan online atau naik angkot. Akhirnya, saya akan naik angkot saja dan ini adalah tips saya dalam melakukan perjalanan saat macet jika sedang hujan dan tidak membawa raincoat.
Naik angkot itu seru sih karena dia tuh suka pinter ambil-ambil jalan dan saat melihat ada kendaraan lain di depannya dia akan segera menepi ke pinggir lagi. Kalau mobil selain angkot gak bisa begini, pasti akan kena marah deh.
Kalau angkot orang dah pada mafhum,. Meskipun menurut saya yaa tetap saja sih ini juga salah. Naik angkot itu meski tidak selincah kalau saya naik ojek online, tapi lebih cepat daripada mobil-mobil pribadi pada umumnya.
Pilih Jalur Alternatif
Jalan alternatif adalah pilihan lain yang bisa saya pilih saat melewati kemacetan. Dengan memilih jalur jalan alternatif perjalanan bisa lebih cepat sampai. Jalan alternatif itu bukan jalan raya utama yang menjadi jalur utama kendaraan. Namun jalan kecil bisa itu sebuah gang atau jalan desa.
Naah, untuk rute saya pergi ke kantor ada jalan alternatif yang biasa dilewati banyak orang. Ada satu gang kecil yang letaknya ada di antara bangunan Kecamatan Cibadak dan Rumah Sakit DKH. Orang-orang menamai gang tersebut dengan sebutan Gang Puskesmas karena di dalam gang tersebut ada puskesmas.
Saat saya melewati gang Puskesmas sebagai jalan jalur alternatif, perjalanan jadi semakin cepat. Kalau tidak lewat jalan ini, maka saya harus memutar ke arah jalan pertigaan Cibadak yang selalu macet setiap saat.
Jalan Kaki Sebagai Pilihan Darurat
Kalau macet sudah terlalu parah dan kendaraan hampir tidak bergerak, turun dari kendaraan di titik terdekat bisa jadi pilihan yang lebih masuk akal. Misalnya, daripada terus duduk di kendaraan sambil gelisah melihat waktu berjalan, saya bisa turun saja di titik aman terdekat. Terus selanjutnya saya ngapain? Ya sudah saya bisa lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Saya sering melihat fenomena ini. Terutama saat jam-jam macet, anak-anak sekolah ramai-ramai berjalan kaki menuju sekolah karena macet. Berjalan kaki itu selain bisa menghemat waktu, cara ini juga bisa bikin perjalanan terasa lebih fleksibel.
Saya bisa mampir-mampir kalau ada keperluan. Apalagi kalau tujuan sebenarnya sudah tidak terlalu jauh. Yang penting, pastikan lokasi turun cukup aman, trotoarnya memungkinkan untuk dilewati, dan barang bawaan tetap dijaga supaya perjalanan tetap nyaman.
Penutup Cerita
Yaah begitu deh kalau tinggal di daerah macet mesti rajin-rajin atur strategi biar perjalanan bisa lebih lancar dan sampai kantor tidak kesiangan. Makasiih yaa sudah membaca artikel saya. ☺️☺️