Pekan ini saya membaca sebuah buku traveling dari seorang penulis yang ternyata memang seorang traveling sejati. Saat saya cek di laman instagramnya, waah ternyata beliau memang senang jalan-jalan. Jejak travelingnya banyak tergambar di media sosialnya. Jadi pekan ini saya membaca buku Susah senang sama-sama kesasar, buku traveling keren karya Mbak Auliya Rani.
Yuk Kenalan Sama Buku Traveling Keren Ini
Saya mendapatkan buku ini versi cetakan pertama yang terbit tahun 2022. Memang bukunya sudah lama, saya tadinya mau membeli buku cetakan terbaru tapi ternyata habis jadi yaa sudahlah gak apa-apa dapat buku cetakan pertama juga, toh isinya smaa saja koq.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit One Peach Media yang berlokasi di Jakarta. Penulisnya Auliya Rani dan Penata Letak Roykhanah, penyunting Fajariah Syahfitri dan pendesain sampul Sekar Bestari. Saya membeli buku ini di marketplace ya , jadi kamu bisa mencarinya juga di marketplace insya Allah ada koq.
Hal Yang Bikin Makin Betah Baca
Saya betah banget membaca buku Susah senang sama-sama kesasar ini karena beberapa hal menarik yang saya temui saat membacanya. Hal pertama adalah tentu saja cover bukunya, dengan penampilan warna merah perpaduan kuning dan ada gambar ilustrasi dunia traveling, jadi cute aja gitu melihatnya. Ditambah lagi cover bukunya tuh hard cover yaa, jadi lebih luxury penampilannya.

Hal kedua yang menarik dari buku traveling keren ini adalah dalam pemaparan ceritanya disertai ilustrasi foto-foto yang cukup banyak. Penambahan foto dalam paparan cerita tentu saja menambah nilai poin tersendiri. Saya dan mungkin pembaca lainnya jadi betah membaca buku karena ada banyak foto-foto yang menjelaskan perjalanan traveling penulis.

Saat saya membaca buku karangan mbak Auliya Rani ini, saya seperti membaca sebuah cerita dalam keseharian saja. Tulisan khas story telling para blogger sangat terasa kuat di dalam seluruh narasi buku Susah senang sama-sama kesasar ini. Saya suka membaca buku ini dan saya pikir kekuatan story telling menjadi salah satu kelebihannya. Ceritanya mengalir, santai namun jelas dan mendeskripsikan dengan sangat baik.
Kelebihan berikutnya yang saya bisa ambil dari buku ini adalah banyak sekali tips perjalanan yang diberikan penulis dalam setiap perjalanannya. Tentu saja tips traveling ini saya pikir sangat bermanfaat bagi siapapun yang akan bepergian ke negara yang disambangi oleh penulis. Tapi banyak juga tips traveling yang sifatnya general alias bisa digunakan saat bepergian kemana saja.
Terakhir, tentu saja membaca buku traveling satu ini pengetahuan saya bertambah dan meskipun belum sempat mengunjunginya tapi setidaknya jadi tahu dan bisa menjadi bekal informasi. Siapa tau kan takdir dan ehendak Allah bisa membawa saya kesana. Aamiin.
Tempat-Tempat Yang Dikunjungi di Buku Ini
Jadi, buku Susah senang sama-sama kesasar ini bercerita tentang kisah perjalanan Auliya Rani bersama sahabatnya Tamara mengunjungi delapan negara di Eropa. Mereka mengunjungi beberapa tempat di Eropa yaitu Jerman, Austria, Luxembourg, Belgia, Amsterdam, Paris, London dan Munich.
Kemana saja tempat yang mereka singgahi di setiap kota dan negara yang dikunjungi? Yang jelas banyak tempat terkenal yang mereka kunjungi seperti Pegunungan Alpen, River Inn, jalan-jalan eksplor tempat wisata di dalam kota, tempat pusat oleh-oleh, Museum, Taman Bunga Keukenhof, Amsterdam Canal.
Termasuk juga cerita tentang hotel-hotel tempat mereka menginap selama traveling, Musee Du Louvre tempat lukisan monalisa tersimpan, Menara Eifel, Istana Versailles, Jam Big Ben, Buckingham Palace, Hyde Park, London Eye, Museum Harry Potter dan masiih banyak lagi. Kamu baca deh bukunya agar mendapatkan informasi lengkap tentang perjalanan mereka.
Cerita-Cerita Seru Selama Perjalanan
Di awal prolog buku, penulis berkata,
Kalau teman-teman mengharapkan tulisan yang berwibawa dan anggun tentang perjalanan, saya mundur. Namun, kalau teman-teman mencari kebodohan dari halaman satu sampai tamat, saya maju.”
Kalimat ini bukannya membuat saya mengurungkan niat membaca lho. Eh malah kebalikannya, saya jadi makin penasaran kaan sama ini buku ini, hehehe. Dan, setelah saya membacanya tuntas, emang-gak salah-salah amat sih perkataan penulis bukunya. Tapi bukan kebodohan sih kalau menurut saya, lebih ke kurang kehati-hatian dan kurang teliti sehingga terjadi hal-hal yang membuat riweuh, hehhehe.
Saya akan bercerita beberapa kisah dari tiap kota/ negara yang dikunjungi yang menurut saya paling menarik. Menarik versi saya yaa, karena bisa jadi bukan bagian ini yang menurut kamu menarik. Tentu saja kalau ingin tahu semua ceritanya lebih baik kamu membaca sendiri bukunya. Dijamin deh seru banget.
Jerman
Saya gak espek saat sebuah kenyataan terpampang dalam kisah di buku ini. Jadi penulis lupa tidak membawa jaket, padahal di Eropa sedang musim dingin. Aa namanya juga lupa, mau gimana lagi. Untung saja sahabatnya Tamara dan suami Rizky meminjamkan jaket kepada penulis.
Yaa, gimana saat musim dingin begini jaket itu kan wajib yaa buat bekal traveling. Alhamdulillah ad jaket pinjaman. Jadi pelajarannya adalah , jangan lupa membawa jaket saat pergi ke Eropa apalagi saat musim dingin.
Terus, kegokilan selanjutnya adalah ketika penulis merasa bingung saat kedinginan malah diberi kipas Dia bingung kan bukannya kipas itu buat menghilangkan gerah yaa, koq dikasih kipas sih. Namun karena teman-temannya terus meminta mbak Auliya ini untuk menerima kipas.
Akhirnya dia terima dan ternyata , kamu tau gak kipasnya itu mengeluarkan hawa panas. Sampai disitu saya ketawa,,wkwkwk,,,ternyata keren yaa kipas di Eropa itu fungsinya untuk menghangatkan bukan untuk mendinginkan.
Austria
Austria adalah destinasi perjalanan pertama berkeliling kota-kota di Eropa. Tamara dan Auliya berkeliling sejumlah tempat di Austria seperti ke Pegunungan Alpen, Innsbruck dan ke tempat-tempat indah lainnya. Naah, saat berkunjung ke River Inn inilah baterai tapi untunglah ada powerbank sang penyelamat.
Ada satu kejadian unik yang menarik menurut saya saat perjalanan ke Austria ini. Kejadiannya itu adalah saat mereka berdua memutuskan untuk salat di atas bangku taman secara bergantian. Masya Allah yaa, dua perempuan muslimah berjilbab ini tidak melalaikan waktu salat meskipun sedang dalam perjalanan jauh dan fasilitas tempat salat sangat terbatas.
Luxembourg
Naah, saat di Luxembourg ini ada satu cerita yang saya pun jadi ikut ngos ngosan niih saat membacanya wkwkwk. Momen ini adalah saat Auliya dan Tamara salah masuk peron hingga akhirnya mereka harus lari super cepat untuk menemukan peron tujuan Luxembourg. Kebayang deh lari super cepat dengan membawa ransel berat,,,itu sungguh sebuah perjuangan.
Selain itu ada episode nyasar-nyasarnya juga nih. Jadi kalau menurun penulis buku ini , dia bilang bahwa ada satu Teori Perjalanan yang seringkali berlaku dalam setiap kegiatan traveling yaitu Jalan+Ngobrol=kesasar.
Naah, dalam buku ini pun kisah perjalanan nya ada kesasar-sasarnya juga. Jadinya tambah seru ceritanya deh.
Bergia
Cerita di Belgia beda lagi niih. Jadi saat pertama kali menginjakkan kaki di Brussels agak agak horny gitu deh alias serem. Mulai dari kereta yang sudah nampak tua, ada banyak sampah di jalanan. HIngga gongnya adalah Tamara kehilangan dompet. Untung saja dompetnya itu isinya uang koin semua, bukan uang besar apalagi dokumen-dokumen penting. Yaa masih beruntung , alhamdulillah. Belgia terkenal dengan coklatnya, maka Auliya dna Tamara pun tidak melewatkan kesempatan untuk berburu coklat di toko-toko coklat yang ada disana.
Amsterdam
Pengalaman menakjubkan lainnya kembali saya temui dalam buku traveling seru ini. Kejadiannya adalah saat Auliya dan Tamara menginap di sebuah hotel di Amsterdam. Jadi hotelnya tuh sedang renovasi jadi agak tidak begitu nyaman deh. Mulai dari lampu kamar mandi di hotel mati, pintu kunci bermasalah gak bisa dibuka dengan baik.
Paris
Beberapa lokasi yang penulis kunjungi seperti Anne Frank House dan Istana Versailles ternyata memerlukan waktu cukup lama untuk bisa masuk ke dalamnya. Antriannya itu panjang sekali bisa sampai 3 hingga empat jam mengantre. Jadi karena sampai di Istana Versailles sudah siang yaitu jam satu, akhirnya penulis tidak jadi masuk istana Versailles karena pasti akan sampai hotel terlalu malam sementara ada jadwal penerbangan di keesokan paginya.
Catatan penulis saat ingin berkunjung ke istana adalah : Datang Pagi!
London
Dari seluruh cerita traveling di buku ini, kisah berkunjung ke kota London menghabiskan lembaran halaman paling banyak. Seeru cerita di kota London ini, mulai dari hotel yang mereka tempati ternyata sedang direnovasi. Saat penulis mau tidur lampu dimatikan namun ada satu lampu yang tidak bisa dimatikan yaitu lampu meja rias, akhirnya penulis memakai kerudung untuk menutupi lampu meja rias tersebut. Ternyata saat terbangun jam 2 pagi kerudung tersebut gosong, kepanasan. Gak espek banget cerita hotel di London.
Munich
Wow banget niih, pengalaman cerita waktu di Munich. Penulis menjumpai penyanyi idolanya yaitu Gil Ofarim, anggota band The Moffats. Penulis iseng nge DM sang idola, meminta berjumpa. Ehh ternyata ada jawaban dong dan akhirnya bertemulah mereka . Seru banget yaa cerita perjalanannya, penuh kejutan banget.
Kesan Terhadap Buku Susah Senang Sama-Sama Kesasar.
Kesan saya setelah membaca buku traveling yang satu ini adalah SERUUU ,,,,ceritanya menarik dan full ilustrasi dengan banyak foto. Banyaknya tips perjalanan traveling dari penulis semakin memberi nilai tambah pada buku Susah senang sama-sama kesasar ini.
Tipsnya benar-benar bermanfaat. Selain itu, di setiap awal bab, penulis memasukkan kutipan bermanfaat tentang perjalanan dan hal menarik lainnya dari tokoh terkenal dunia. Kalausaja ada sutradara yang mengangkat buku ini ke layar lebar sepertinya seruu deh.
Kamu sudah membaca buku ini? Kalau belum, baca deh,,,saya merekomendasikan buku ini buat kamu yang hobi travelling.
24 comments
Baca ulasannya aja kayaknya seru banget, apalagi baca seluruh isi bukunya, kayaknya mamang banget nih, bukunya seperti ringan dibaca tetapi berat kalo di timpuk pake bukunya.
Dari Prolognya saja sudah asyik, sama kayak mamang yang ga pernah berwibawa dan ganteng tulisannya, isinya cuma haha hihi aja, hehe…
Waaa, trip ke Eropa nih bucket list ku bangetttt
Pengin baca juga nih, Teh
Supaya bisa membayangkan serunyaaa plesir ke Benua Biru. Pastinya enjoyable apalagi ama bestie ye kaannn
iyees banget mbaak Nurul,,,paling seru kalau jalan-jalan sama bestie hehe
Aku inget dulu ada yg nanya kenapa buku mba trinity traveler ga difilmkan . Pernah sih memang, tp cuma 1 negara. Trus dijawab ,kalau difilmkan cerita2 banyak negara nya, modalnya yg ga bisa kecil 🤣🤣. Dan belum tentu film seperti ini bisa laris manis kayak film box office . Biasanya cuma menarik minat beberapa penonton yg memang hobi jalan atau ngefans Ama tokoh nya. Susah utk balik modal.
Aku belum baca buku ini mba. Boleh juga kalau ketemu ntr aku beli. Dah lama ga baca buku2 tema traveling.
Pilihan negara eropanya, boleh sih ntr jadi referensi ku kalau mau kesana. Plan nya sehabis traveling Negara2 anti mainstream, memang mau jelajah yg eropa barat
Kocak juga yg lampu ga bisa mati, trus malah gosong kerudungnya 😂.
Eh itu si gil segitu ga ada pekerjaan atau lagi me time, sampai bisa balas dan ketemu DM fans 🤣🤣. Aku dulu juga penggemar Gil bangetttttt . Masih aku puter lagunya di Spotify
Aku baca ini malah langsung ingetnya ke mb fanny looo…bisa nie pengelaman travelling mba fanny di jadikan ke sebuah buku apalagi kan negara yang dikunjungi negara anti mainstream yaaa pasti masih sedikit referensi nyaa hehe…
Kalo buku travelling aku baru baca yang trinity traveller jug atapi series ke berapa aku lupa soalnya gak semuanya aku baca…
Setelah baca ini jadi tertarik juga aku buat ikutan baca, bisa nanti jadai refernsi kalo nyari buku bacaan baru 🙂
Naah iyaa banget, mbak Fanny kalau cerita travellingnya dijadikan buku pasti seru bingiits
iyaa yaa,,,,bisa banget ini rejeki ketemu artis,,bener bener semesta membersamai
Aku suka juga mbak baca buku travelling begini. Rasanya jadi ikutan jalan-jalan. Apalagi buku yang satu ini tentang liburan ke eropa ya. Pasti tambah seru. Belum lagi ada foto-foto sebagai penunjang.
Memang dalam perjalanan itu seringkali terjadi hal tak terduga kok 😆
Justru karena bilangnya tentang kebodohan, jadilah suatu hal yang memancing rasa penasaran ya Kak. Soalnya ngerasa ada hal lucu dan unik gitu yang bakalan di spill sama penulisnya hehe, apalagi ini soal perjalanan, pastinya pengalaman hokinya bakalan banyak. Daku pernah baca buku yang sejenis kayak gitu juga
Buku yang sangat menarik, Mbak. Apalagi ditulis sesuai pengalaman pribadi. Jadi sangat story telling. Banyaknya negara yang dikunjungi membat ceritanya beragam dan menarik. Tidak hanya menikmati ceritanya, tapi juga ada sesuatu yang bisa dipetik. karena bisa saja, pengalaman itu akan terjadi pda kita saat traveling. Itu ga kebayang ya, nginap di hotel yang sedang direnovasi. Ya maunya tidak terima tamu dulu atau kamar itu dikosongkan selama renovasi hehehe
Cerita jalan jalan keliling Eropa emang selalu setia dan bikin penasaran. Apalagi ini sampai 8 negara. Cuman gemes ya ke Jerman musim dingin ga bawa jaket. Helloo. Dingin dong apalagi Kita sebagai mahluk negara tropis ini. Banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kita petik dari buku ini ga
Baca reviewmu jadi terinspirasi nih mbaaaakk.. Sapa tau lah yakkk (nganu, ini ngehayal aja) nanti aku punya buku serupa, yang isinya seputar keliling-keliling jakarta dengan segala tingkah konyol dan banyolannya, hihihi.
Sayangnya, ruang untuk genre buku traveling agak memudar ya akhir-akhir ini. Aku barusan abis dari Gramedia Pondok Gede ya mbak, dan percaya atau tidak.. disana udah ga ada rak buku traveling. Hiks
Itu setengahnya kayaknya full Novel semua deh, heuheu. Agak disayangkan, tapi yaaa.. demikianlah realitasnya. Mau gimana lagi.
Ibu salsa jualannya kelapa
Di atas bata ditemani pak tumin
Meski belom bisa keliling eropa
Minimal Jakarta udah di-khatamin
Salut banget sama Mbak Heny, udah kelar bacanya. Terbilang cepat ya baca bukunya. Berapa hari mba? Soalnya aku lebih dulu dapat GA kayaknya ya, tapi aku malah belum kelar baca karena setiap baca buku biasanya aku agak berlama-lama dan sempat aku tunda dulu karena ada interview kerja, dan lainnya.
Aku tuh suka cover nya. Terus mbak Eno salah satu penulis indie ngadain GA di Instagram story nya dan ternyata aku pemenang buku tersebut 🤩 keren sih bahasa yang dipakai penulis dan hasil jepretannya pun oke banget. Aku jadi banyak belajar terkait cara bercerita beliau. Negara-negara yang di explore pun wishlist aku semua hehehehe, kecuali Paris dan London sih. Lainnya aku suka banget.
Nanti aku kelarin akh bukunya dan aku bikin review juga hehehe.
Judulnya aja udah bikin senyum, “susah senang sama-sama kesasar” 😁
Dan setelah Mbak Heni baca, ternyata beneran ya… justru dari momen kesasar itu malah lahir cerita yang paling nempel.
Suka sama sudut pandangnya. Traveling itu memang nggak selalu soal itinerary rapi dan semua berjalan mulus, tapi justru di kejadian-kejadian “nggak sesuai rencana” itu yang bikin perjalanan jadi hidup dan berkesan.
naah betul banget mbak Rien,,,justru itu yang bikin perjalanan jadi seruu
Hah kok bisa DM-an sama Gil Ofarim sih? Waaah dia masih hidup dan sehat? Duh jadi ingat masa SMP dan SMA yg jg ngidolain doi bareng The Moffatts. Ini sih keren bgt tau. Bisa foto brg lagi. Ini berkah traveling, sekalian nyamperin idola sih.
Dan inilah uniknya traveling. Hal2 remeh kyk kecopetan, lampu mati di kamar mandi, ga bawa jaket, antre kelamaan sehingga ga bs masuk tempat wisata, menjadi hal unik yang bisa diceritakan. Ini sekaligus buat perhatian kita yg mau ke lokasi itu supaya hati2 dan waspada. Dan selalu ingat hal2 penting sblm msk lokasi di sana.
Jadi pgn baca lebih nih bukunya. Cek ah di toko buku terdekat.
Menarik nih. Buku traveling yang disertai sama foto-foto tuh lebih informatif gitu menurutku. Jadi, sebagai pembaca, nggak hanya dijejali sama kata doang. Ada gambar yang biking imajinasi kita makin kaya
ya Allah meni seru kayaknya ya , mereka pelesir dengan segala ceritanya. Pelesir nya ke negara eropa jerman austria paris , ampe munich dan di setiap negara yang mereka sambangi ada aja ya cerita ygn heboh haha, gak bawa jaket mah , kipas yg ngasih panas ampe kesasar
seru sih dan layak bangeut dijadikan buku best seller
Kalo diangkat ke layar lebar, gabole ada pemeran pengganti buat The Moffats pokonyaa..
Meskipun ketemunya cuma sama Gil, tapi tetep semuanya kudu lengkap.
Hahaha.. gillzz paraaahh sih..
Perjalanannya penuh dengan suka cita.. gak hanya seneng-seneng doank yaa.. tapi ada perjuangan dan degdegan serta pengalaman horor di sana..
Yang degdegan tentu saat kehilangan dompet.
uhuhu.. tapi ini sekaligus jadi lesson learn buat pembaca yaa.. jangan naro uang di dompet. Justru taro di tempat yang tersebar, gitu kali yaa…
((uda mirip investasi aja niih))
Sukaa jugaaa sama bukunya..
Sangaatt menyegarkan jiwa yang rindu travelling.
Eh, kok, bacaan bukunya sama kek Mbak Lala, kapan hari diposting di IG-nya hehe.
Kyknya pernah lihat buku ini di toko buku deh. Jadi tentang kisah travelingannya penulis bersama teman2nya ya mbak saat keliling Eropa yaa 😀
Kisah2nya di tiap2 tempat juga menarik yaa 😀
Mantul juga nih, nggak cuma disuguhin cerita tetapi juga foto2 yang banyak, mana berwarna lagi, seolah beneran ngikut traveling 😀
Weleh serem amat itu lampu meja rias di London bikin gosong kerudung, amit2 kalau terjadi kebakaran gitu huwaahh.
Wow seru banget ketemu idola masa remaja dulu The Moffats, bisa2nya nge-Dm dan dibalas haha 😀
Aku melihat penampakan pertama dari buku ini tu dari Lala, “buku apaan tuh? warnanya menggugah minta untuk baca,” pikirku, hehe. Membaca buku traveling tu kalau aku biasanya jadi nular pengen ngelakuin juga Mbak.
Wadidaw juga ini Mbak penulisnya, ke Jerman nggak bawa jaket. Kalau aku udah bencana banget, hiks. Oalah ternyata ada ya kipas yang mengeluarkan hawa panas, sumpah aku baru tahuuu. Inilah gunanya membaca, kita jadi nggak katrok-katrok amat, huhu. Seru banget cerita antar negaranya, jadi pengen bacaaa!
Dalam perjalanan itu memang selalu ada banyak cerita yang hadir ya, mbak apalagi di luar negeri pasti semakin menarik ceritanya.
Waaa, baca cerita Mba Heni soal buku ini jadi makin memantapkan hati untuk beli bukunya juga. Cerita Mba Auliya menarik banget ya di bukunya. Emang bener-bener cerita pengalaman traveling yang banyak ribetnya, ngos-ngosannya, hehehe… Paling epik lupa bawa jaket sih ke Eropa pas musim dingin wkwkwk 😀
Ternyata ada halaman yang berwarnanya juga ya mba. Buku traveling memang bagusnya ada halaman berwarna gini sih. Jadi makin kelihatan jelas foto-foto detsinasi yang didatangi. Jadi makin bikin orang lain tertarik buat ke tempat yang diceritain itu ya…
Wah menarik bukunya apalagi story telling nya kuat, walaupun kesasar tetap hepi kan. Bukunya ga membosankan sepertinya mbak, ada foto nya juga ya, btw bukunya warna warni gitu mahal ga mbak? Pengen baca juga