Mudik Idulfitri Tenang Dengan Budgeting Ala Kakeibo

Pekan ini saya membaca buku yang berjudul Kakeibo “Seni Cerdas Finansial Ala Jepang Agar Uang Anda Tak Habis Terbuang”. Nah rasanya pas banget deh kalau saya kupas buku ini sekarang secara April adalah bulan dimana pengeluaran finansial banyak banget kan buat agenda mudik. Yaa mudik memang hanya ada di Indonesia. Tradisi pulang ke kampung saat hari Idulfitri tiba untuk bertemu dan silaturahmi dengan sanak saudara. Mudik tenang dengan budgeting ala kakeibo bisa kita terapkan agar kondisi keuangan tetap stabil, no boncos-boncos club hehehe.

 

Namun, sebelum membahas tentang pengelolaan finansial ala kakeibo ada baiknya kita intip sebenarnya apa aja sih list pengeluaran hari raya ini ?

List Pengeluaran Hari Raya

Masa libur Idulfitri adalah saat dimana orang mendapatkan penghasilan tambahan dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan atau lembaga tempatnya bekerja. THR ini,  seperti juga namanya memang diperuntukkan bagi keperluan selama lebaran.

Kebutuhan lebaran memang banyak. Mari kita urai apa saja yaa yang termasuk kebutuhan hari raya.

  1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap umat muslim. Dikeluarkan saat menjelang malam Idulfitri atau setelah berbuka hari terakhir Ramadan. Kita harus mengalokasikan dana untuk membayar zakat fitrah ini. Ada perhitungannya tersendiri dan tidak bisa mengarang-ngarang yaa. Zakat fitrah ini sebesar 2,5kg beras atau bisa juga dikonversikan ke uang sejumlah harga beras tersebut. Harga beras yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Ini wajib yaa untuk menyempurnakan puasa Ramadan kita.

  1. Membayar Utang

Gunakan THR untuk membayar atau mencicil tagihan dan utang yang ada. Rasanya tidak enak kan jika merayakan Idulfitri dengan banyak cicilan dan utang. Jika tidak bisa dilunasi setidaknya bayar dengan mencicil untuk mengurangi beban finansial di kemudian hari.

  1. Mudik

Naah mudik ini adalah bagian penting dari alokasi THR yang harus disiapkan. Mudik adalah perjalanan yang ditempuh untuk menuju kota tempat dimana kita akan merayakan hari Idulfitri bersama keluarga. Dana mudik yang harus disiapkan adalah biaya bensin jika membawa kendaraan, biaya tiket jika menggunakan sarana transportasi umum. Jangan lupa siapkan juga untuk keperluan lain selama dalam perjalanan.

Oh iya perlu juga menyiapkan dana perawatan kendaraan untuk memastikan kondisinya terpantau baik dan layak untuk dibawa perjalanan selama mudik. Cek semua item mulai dari mesin, oli, ban, rem dan hal lainnya.

Untuk yang akan membeli tiket, sebaiknya membeli tiket jauh-jauh hari sebelum masa tuslah diberlakukan. Agar bisa mendapatkan tiket dengan harga normal. Budgeting ala kakeibo memudahkan kita mengontrol keuangan untuk mudik ini.

  1. Baju Baru

Baju baru sebenarnya sih bisa saja tidak dimasukkan dalam list pengeluaran THR. Apalagi jika kita banyak mempunyai baju yang masih bagus dan jarang digunakan. Maka kita bisa memakainya di hari raya. Namun, jika kita mempunyai anak yang masih kecil maka baju baru adalah sebuah reward bagi anak-anak yang sudah berpuasa sebulan penuh. Tidak ada salahnya membelikan mereka baju baru agar mereka merasakan bahagia saat berkumpul bersama keluarga besarnya.

  1. Menu Hari Raya

Menyiapkan menu hari raya di rumah adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Menu makan khas lebaran seperti opor, ketupat, daging rendang dan makanan khas lainnya saat lebaran. Untuk memenuhi menu hari raya ini tentu saja perlu menyiapkan sejumlah uang agar bisa belanja bahan-bahan makanan tersebut.

  1. Oleh-oleh

Dana THR yang harus disiapkan selanjutnya adalah untuk membeli oleh-oleh. Setelah lama tidak bertemu karena terpisah kota dan ada kesibukan masing-masing maka membawa buah tangan ke kampung halaman memiliki nilai tersendiri.

Oleh-oleh adalah sebuah bentuk cinta dan tanda rindu untuk keluarga. Menambah kedekatan dan keeratan silaturahmi diantara sesama anggota keluarga. Kita bisa membeli makanan khas daerah masing-masing untuk dibawa ke kampung halaman. Saya sendiri suka membeli moci dan bolu pisang khas Sukabumi setiap pulang mudik lebaran. Soalnya di kampung halaman saya tidak ada moci.

  1. Angpao

Nah…angpao ini perlu juga disiapkan untuk dibagikan kepada saudara-saudara yang masih kecil. Angpao adalah sebuah tradisi yang selalu ada saat hari raya. Seru saja sih melewati moment bagi-bagi angpaou ini. Biasanya anak-anak kecil itu berbaris untuk menerima angpao. Nilai nominalnya tidak besar biasanya pada kisaran lembaran lima ribu hingga dua puluh ribu.

Untuk keperluan angpao ini kita mesti hunting dulu uang baru untuk dibagi-bagi saat lebaran. Menukar uang baru ke bank adalah hal yang layak dipertimbangkan. Uang baru pecahan lima ribu, sepuluh ribu dan dua puluh ribu. Keseruan di hari raya salah satunya ya bagi angpao ini.

  1. Hampers

Hampers adalah hadiah yang diberikan untuk keluarga atau orang-orang spesial. Hampers ini bisa kita tentukan sendiri bentuk dan isinya. Tentu saja disesuaikan dengan budget yang ada. Biasanya hampers berisi makanan, minuman atau sajadah dan perlengkapan ibadah. Bisa juga dalam bentuk kue kering.

Wadah hampers juga bermacam-macam lho. Ada yang berbetuk kotak tertutup dan dihiasi pita. Ada juga yang bentuknya keranjang atau wadah seperti tempat buah. Begitupun ukurannya bermacam-macam juga, ada yang besar, sedang atau kecil. Tergantung kita mau pakai yang mana.

  1. Menabung

Naah, point terakhir ini adalah keperluan terakhir namun tidak bisa diabaikan. Usahakan uang THR tidak dihabiskan semuanya yaa. Sisihkan 10 atau 20 persennya untuk menabung.

Waah ternyata banyak juga yaa list pengeluaran untuk hari Idulfitri ini. Tapi jangan khawatir mari kita coba terapkan mudik tenang dengan budgeting ala kakeibo.

Asal Mula Kakeibo

Metode kakeibo ini ditemukan oleh Hani Makoto. Dia adalah seorang jurnalis wanita di Jepang . Hani Makoto memperkenalkan kakeibo ada tahun 1908. Majalah wanita Fujin No Tomo adalah majalah yang pertama mengangkat  metode ini untuk dipubllikasikan.

Kakeibo ini awalnya lahir untuk membantu para iburumah tangga mengatur keuangan di rumahnya.  Kakeibo ini juga bisa membantu para wanita bekerja agar bisa mengatur keuangannya dengan baik.

Naah, menyambung kepada list keperluan hari raya  di atas kita bisa mencoba menerapkan prinsip dasar kakeibo ini.

Prinsip Dasar Kakeibo

  1. Berapa banyak uang yang tersedia?

Total jumlah dana THR yang diterima harus dicatat dengan baik. Hal ini penting untuk kita bisa mengalokasikan dana tersebut ke pos-pos yang diperlukan seperti yang sudah diuraikan di atas.

  1. Berapa banyak yang ingin disimpan?

Tentukan jumlah simpanan yang akan kita ambil dari dana THR yang diterima.

  1. Berapa banyak uang yang akan dibelanjakan?

Tentukan juga berapa prosentase jumlah uang yang akan kita gunakan dari total THR yang kita terima.

  1. Bagaimana cara memperbaiki agar lebih baik lagi

Nah, penting untuk melakukan evaluasi atas apa yang sudah kita keluarkan. Evalusi ini bertujuan untuk memperbaiki jika misalnya ternyata ada beberapa kelebihan dan over budget dari pengeluaran yang sudah kita lakukan.

Membuat Budget Plan

Dalam melaksanakan prinsip dasar kakeibo point dua dan tiga ada metode budgeting yang bisa digunakan yaitu metode 50/30/20 atau metode 40/30/20/10. Metode 50/30/20 ini artinya adalah alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan dan 20% untuk ditabung. Metode 40/30/20/10 adalah 40% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk membayar tagihan dan cicilan,  20% untuk menabung dan 10% untuk kebaikan.

Budgeting Ala Kakeibo

Dari list keperluan THR di atas saya coba ilustrasikan ke dalam salah satu metode di atas yaitu metode 50/20/30. Tentu saja kamu juga bisa melakukan hal sama sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Kamu bisa bebas menentukan mana yang termasuk kebutuhan pokok dan keinginan.  Hal pertama yang kita lakukan adalah mengelompokkan dari sembilan list kebutuhan lebaran di atas mana yang termasuk kebutuhan pokok dan keinginan. Setelah mengelompokkan baru kita bisa membaginya.

Jumlahnya pun disesuaikan dengan total THR yang diterima. Begitu pun dengan barang yang akan dibeli hendaknya disesuaikan dengan budgeting yang sudah disusun, sehingga tetap aman terkendali.

 

Penerapan Metode Kakeibo

Pelaksanaan metode kakeibo ini sangat sederhana namun memerlukan komitmen dan disiplin yang kuat. Penerapannya adalah dengan cara mencatat semua pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan.  Kita wajib mencatat semua meskipun nilainya kecil. Berapapun pengeluaran harus dicatat.

Budgeting Ala Kakeibo

Dalam metode kakeibo pencatatan pemasukan dan pengeluaran dilakukan dengan mencatatnya dalam sebuah buku dan ditulis tangan. Namun penulis buku ini memberi jalan keluar bagi orang yang sibuk dan aktif dan sering keluar yaitu dengan mencatatnya terlebih dahulu dalam gawai.

Pencatatan bisa kita lakukan di aplikasi yang bisa diunduh di playstore. Saya menggunakan aplikasi catatan keuangan. Jadi setiap membeli atau mengeluarkan uang untuk satu keperluan semua dicatat disana. Namun menurut metode kakeibo nanti catatan tersebut tetap sebaiknya dipindahkan ke dalam sebuah buku catatan.

Dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran ini kita bisa mengontrol kemana saja uang mengalir. Sekaligus juga bisa mengontrol agar pengeluaran yang kita lakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

Jadi..dengan budgeting ala kakeibo kita bisa mudik perjalanan ke kampung halaman dengan tenang yaa. Alhamdulillah

Detail Buku:

Judul: Kakeibo: Seni cerdas finansial ala jepang agar uang anda tak habis terbuang

Pengarang: AE Zen (Avizena Elfazia Zen)

Penerbit: Caesar Media Pustaka

Deskripsi Fisik: 192 hal;20cm

Tahun terbit: 2020

ISBN: 9786025964237

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like