Bulan Ramadan ini setidaknya sudah ada beberapa rencana buka bersama. Namun, seperti yang saya tulis dalam salah satu artikel Kompasiana, saya harus realistis memilih mana saja yang bisa diikuti dan mana yang boleh di skip. Nah, di pekan pertama Ramadan ini saya memilih buka bersama dengan teman-teman di tempat krja. Berhubung di tempat kerja saya tuh jumlah perempuan jauuh lebih sedikit dibandingkan dengan para bapack bapack, jadilah saya pergi bukber bersama tema-teman kantor. Buka bersama di De Kebondjati Sukabumi adalah pilihan kami.
Memilih Tempat Buka Bersama
Sekitar satu minggu sebelum Ramadan tiba, saya dan teman-teman di grup Whatsapp sudah ramai berbincang mau buka bersama dimana yaa. Maklum ibu-ibu jadi selalu ramai kalau membahas tentang makanan. Pada awalnya ada satu hotel yang kita bidik untuk menjadi tempat berbuka, namun karena ternyata pas di jadwal yang saya dan teman-teman bisa eh mereka gak buka buffet. Jadi gagal deh rencana pertama.
Oke deh, kita lanjut ke rencana kedua. Akhirnya perjalanan menemukan tempat makan sampai juga di titik akhir. Kami resmi meminang salah satu tempat makan yang memiliki bangunan nan estetis. Oke deh, buka bersama di De Kebondjati Sukabumi adalah lokasi pilihan untuk kami buka bersama. Cuzz,,,,mari kita bersiap. Waktu yang saya dan teman-teman pilih adalah hari Rabu tanggal 25 Februari 2026. Kami pun janjian untuk berangkat jam setengah empat sore selepas salat Asar.
Perjalanan Yang Butuh Kesabaran
Akhirnya tiba juga di hari Rabu, seperti biasa dari pagi saya khusyuk di kantor bekerja seperti biasa. Entah mengapa di bulan Ramadan ini waktu serasa cepat sekali berlalu. Padahal baru tadi deh saya datang jam delapan pagi ke kantor eh sekarang sudah jam setengah empat lagi. Saya pun segera bersiap, untuk pergi ke De Kebondjati. Saya janjian sama Bu Andin dan Bu Nurul berangkat bareng dari depan pintu gerbang. Bu Andin membawa mobil dan lanjut deh kita jemput Bu Ani di rumahnya sekalian kita jalan.
Ada satu orang teman yang sudah lebih dulu berangkat. Sementara dua orang lagi memang rumahnya di kota Sukabumi jadi yaa kita janji temu di lokasi saja. Saat mobil mulai berjalan meninggalkan jalanan gang yang sempit, akhirnya kami berempat sepakat untuk mengambil jalan lewat Cikembar karena jika lewat jalan utama sudah pasti muaceeet karena berbarengan dengan bubaran pabrik.
Akhirnya kami pun memutar mengambil arah jalan ke Cikembar untuk menuju ke kota Sukabumi. Eh, ternyata lewat Cikembar pun kami masih sempat terjebak macet. Setelah bermacet ria perjalanan pun lancar saat memasuki daerah Lembursitu. Di daerah Lembursitu ini ada lotek yang enaak deh. Artikelnya sudah saya posting yaa di blog saya ini.
Alhamdulillah, selepas perempatan jalur mobil bisa melesat menuju jalan Siliwangi Kota Sukabumi tempat kami akan buka bersama. Akhirnya jam lima lebih seperempat saya dan teman-teman sampai di lokasi.
Lokasi Resto Vintage De Kebondjati Sukabumi
Akhirnya sampai jugaa, begitu saya dan rekan-rekan berseloroh saat sampai di tempat buka bersama di De Kebondjati Sukabumi. Resto ini ada berada di
Jl. Siliwangi No.74, Kebonjati, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43113
Menemukan De Kebondjati ini cukup mudah karena berada di pusat kota, akalu kamu mau kesini cukup meminta panduan google maps atau waze saja untuk menemukannya, insya Allah ketemu deh.
Keunikan Bangunan Resto De Kebondjati
Begitu sampai ke lokasi buka bersama di De kebondjati, saya langsung mengambil foto bangunan bagian depan. Jadi kalau misal kamu penasaran tentang lokasi resto ini, sebenarnya dulu De Kebondjati itu sebuah rumah huni yang sudah ada dari zaman Belanda. Resto De Kebondjati adalah sebuah rumah tua nan estetik. Kereen banget deh arsitekturnya. Begitu masuk saya disambut dengan ubin warna warni nan estetik. Tepat di depan pintu ada mesin jahit jadul yang sudah tidak ada mesinnya hanya tertinggal bagian rumahnya saja.
Ada beberapa ruangan makan yang semuanya estetik. Jendelanya khas rumah lama dan satu yang unik di restoran De Kebondjati ini adalah semua meja dan kursinya terbuat dari kayu jati yang kokoh dan kuat. Mejanya benar-benar terbuat dari satu batang pohon utuh yang dipotong, begitu juga dengan kursi.Pada setiap meja ada lampu estetik di bagian tengahnya. Lampu tersebut dipasang permanen yaa, jadi tidak bisa digeser-geser.



Di dalam bangunan resto De Kebondjati ini banyak terdapat lukisan menambah estetik tata desain interior rumah lama ini. Oh iya satu lagi, di resto De Kebondjati ini banyak banget kaca terpasang di setiap sudut bangunan. Jadi kaya disuruh ngaca terus deh wkwkwk.
Cerita buka bersamanya ntar yaa, saya mau ngabisin bagian yang ini dulu deh, bab bagusnya bagunan kuno resto vintage De Kebondjati. Resto legend di Sukabumi.




Oh iya, disini fasilitasnya juga lengkap ada toilet yang bersihnya udah kaya hotel aja deh.Musala nya juga aduuh du ee,,,,bersih banget. Mukena, sajadah semuanya bersih dan wangi. Tempat wudhu terletak persis di depan pintu masuk musala. Di dalam musala ada kursi yang khusus disediakan bagi pengunjung yang tidak bisa salat sambil berdiri. Pengertian banget yaa ini restorannya.
Ruangan Makan Tempat Buka Bersama
Pasti kamu berguman, ih kapan atuh cerita bab buka bersama nya….hehehe tenang yaa, saya mau cerita dulu tentang ruang makan tempat kami bukber. Jadi tuh yaa di resto ini ada satu ruangan tertuttup dan ruangannya cukup luas. Di dalamnya ada satu meja panjang besar dan sepluh kursi melingkarinya. Sementara itu di bagian sisi barat dan timur ada kursi kayu panjang.

Pada dinding sejajaran pintu masuk ada kaca estetik yang sempit tapi panjang. Sementara pada bagian tembok seberangnya kembali ada kaca besar berukir kayu estetik dan sebuah buffet kayu di bagian bawah kaca. Dua buah lampu gantung besar tertancap kokoh di langit-langit. Sementara itu di bagian dinding sebelah timurnya ada lukisan besar menempel disana. Ubinnya cantiiik banget perpaduan warna hijau dan krem.
Makan Dengan Sistem Sharing Menu
Naah, sekarang saya akan bercerita tentang buka bersama yang kami laksanakan dengan sistem sharing. Jadi pertama-tama semua dari kita memilih menu yang bisa diakses di no whatsapp pemesanan.
No Whastapp pemesanan menu Resto De Kebondjati di: 081188880047
Nah, setelah semua menulis pesanannya, salah satu dari kami yang bertindak sebagai ibu Peje, akan memesankan makanan tersebut ke pihak resto De Kebondjati. Nanti, saat buka bersama tiba semua makanan terhidang dan kita bebas mau makan menu yang mana saja. Jadi nggak keep pesanan masing-masing yaa. Kecuali menu minuman, itu masing-masing tidak di sharing minumnya.
Saat totalan jumlah yang harus dibayar, kita kembali patungan. Totalan jumlah invoice dibagi rata kepada kami bertujuh. Saat ada makanan berlebih pun, kita minta petugas resto untuk membagi ke tujuh box yang sama. Naah begitulah sistem sharing yang selalu kita lakukan kalau makan diluar bersama-sama.
Menu Berbuka Ala Kami di De Kebondjati
Menu makanan yang kita pesan banyak deh , maklum kan kita bertujuh. Ini nih menu makan buka bersama di resto De Kebondjati pilihan kita:
List pesanan :
- Tahu lada garam
- Cumi goreng tepung
- Udang goreng tepung
- Gurame asam manis
- Buncis daging cincang
- Kentang goreng telur asin
- Nasi kecombrang
- Iga Bakar
- Cah aneka jamur kecombrang
- Ayam bakar kebonjati
- tahu isi kebonjati
- Teh sereh panas
- Air mineral
- Tahu golden
- Lidah cabe ijo
- Nasi putih
- Eelapa muda alpukat
- Es tropika nusantara
- Es dewata
- Nasi bakul tongkol balado




Naah, itu dia menu makan yang saya dan teman-teman pesan untuk buka bersama. Bagaimana rasanya? Waah, jujur deh enak-enaak semuanya. Saya paling suka sama menu Cah aneka jamur kecombrang dan Tahu Golden. Saya kan memesan air mineral satu tapi saat tiba disana saya tambahkan lagi air mineralnya jadi tiga. Air mineralnya itu merk Cleo dan ukuran besar , jadi cukup untuk satu botol saja, Oh iya nasi bakul tongkol balado juga enaak. Nasinya ada dikasih teri dan tongkolnya banyak. Enak deh pokoknya. Bumbunya juga pas.

Oh iya minuman yang saya pesan adalah teh sereh panas. Duh enak banget airnya panas dan wangi serehnya terasa banget. Saya memesan teh tawar tanpa gula. Kebetulan gulanya itu terpisah jadi bebas mau digunakan atau tidak. Buka bersama di resto De Kebondjati, semua pengunjung yang berbuka mendapat satu mangkuk es cendol. Es cendolnya juga enak tidak manis jadi saya bisa memakannya.
Setelah kami semua selesai makan, ternyata masih ada sisa nih, akhirnya di take away saja. Alhamdulillah saya senang banget soalnya buat sahur sudah tidak perlu susah susah masak lagi soalnya sudah ada lauknya.
Pulang Dengan Hati Senang
Selesai makan tibalah saat membayar wkwkwk. Baiklaah, jadi dengan segambreng menu di atas, kita masing-masing kena patungan dua ratus tiga puluh ribu rupiah. Yaa worth it sih dengan sederet privilege yang ada di resto ini buat kami sebagai pengunjung.
Mulai dari area makam private dengan pintu tertutup dan hanya kami yang ada di ruangan tersebut, semua dilayani dengan sat set. Kita nggak ada sama sekali rept-repot, para staff restonya cekatan sekali melayani. Suasananya tidak ramai jadi benar-benar nyaman saat kami makan.

Alhamdulillah, buka bersama di resto De Kebondjati berlangsung lancar dan menyenangkan. Tidak terasa setelah selesai bukber, kami mengobrol sampai tidak terasa sudah mau jam setengah delapan. Okey, sudah waktunya pulang. Khusus buat saya, sesampai di rumah sorry yaa gak bisa langsung tidur setelah salat isya dan tarawih. Saya masih harus menyelesaikan PR draft tulisan yang masih antri untuk dibereskan.
Penutup
Begitulah cerita saya dan teman-teman saat buka bersama di Resto De Kebondjati bangunan vintage nan estetis. Kalau kamu bagaimana, sudah buka bersama belum bareng sahabat-sahabat? Menu apa yang paling kamu sukai? Drop di kolom komentar yuuk😍😍😍
24 comments
paling suka Tahu Lada Garam, gurih dan pedasnya pas 😀
Baru lihat dari luar gedungnya sudah mewah, bisa dipastikan interiornya juga gak main main
Nah pas baca sampe ke bawah memang terlihat dijaga supaya tampak homey banget
Menunya juga banyak dan yaa cukuplah budget buat ajak keluarga besar
Apalagi musalanya cocok bawa sepuh karena diberi fasilitas khusus
Secara nominal memang terbilang rada pricey ya mba.
Tapi klo tempatnya memang sebuaguuussss ituuu. trus menu dan layanan juga ciamik…ya wajar aja sihh.
dan momentum BukBer emang special ye kannn
Baru lihat awal fotonya aja aku langsung sukaaaa. Suasana vintage dengan lampu seperti itu bikin hati adem. Dan terlihat dari luar clean. Cantik banget.
WOW menunya sebanyak itu hihi luar biasa ya dan aku ngiler banget dengan cah jamur dan kecombrang, ternyata kita sama yang seleranya. Penutupnya manis sekali, hati senang walau awalnya perjuangan dalam perjalanannya ya mba.
Makin-makin yaa Sukabumi menggodanya. Langsung minta hidup segera bisa kesana. #amin.
Baru lihat awal fotonya aja aku langsung sukaaaa. Suasana vintage dengan lampu seperti itu bikin hati adem. Dan terlihat dari luar clean. Cantik banget.
WOW menunya sebanyak itu hihi luar biasa ya dan aku ngiler banget dengan cah jamur dan kecombrang, ternyata kita sama yang seleranya. Penutupnya manis sekali, hati senang walau awalnya perjuangan dalam perjalanannya ya mba.
Makin-makin yaa Sukabumi menggodanya.
wah, restorannya kesukaan aku banget. Maksudnya, paling suka ke resto yang penampakannya vintage, rumah2 tua gitu… Mana ruangannya gede-gede pula, bisa2 aku lupa makan nih. Sibuk foto2 sama ngaca melulu (karena banyak kaca ya di situ, hahahha).
Dari foto makanannya, aku ngiler sama cumi goreng tepung nih ^_^
Wah, asyik banget ya bisa buka puasa bersama di De Kebondjati! Membaca ulasannya langsung kebayang suasana resto yang asri dan homey banget di Sukabumi.
Tempat dengan konsep semi-terbuka atau banyak pepohonan begini memang paling juara buat kumpul bareng keluarga atau teman, karena udaranya jadi lebih segar dan suasananya jauh lebih akrab.
Suka banget bagian yang bahas soal menu makanannya, apalagi kalau sambalnya nendang—khas kuliner Jawa Barat banget ya!
Rekomendasinya sangat membantu buat yang lagi cari referensi tempat bukber yang nggak cuma enak makanannya, tapi juga nyaman buat berlama-lama ngobrol. Berasa dapat “hidden gem” di Sukabumi ini, Mbak Heni!
Pantesan Kak Heni pulang dengan hati senang, karena gak hanya bisa berkumpul bareng rekan sejawat tapi sekaligus juga datang ke resto vintage yang mengesankan, dengan menu-menunya beragam dan kelihatan enak buat disantap.
Resto De Kebondjati ini memang juara ya atmosfernya. Saya terkesan dengan cerita bangunan tua peninggalan Belanda yang disulap jadi estetik, apalagi ubin warna-warni dan mesin jahit jadulnya—pasti bikin betah buat foto-foto sambil nunggu bedug. Senang juga dengar fasilitas musalanya bersih dan wangi, poin plus banget buat tempat bukber. Pelayanan staf yang ‘sat set’ dan ruangan privat bikin momen kumpul bareng teman jadi makin berkualitas tanpa keganggu keramaian. Jadi makin penasaran pengen mampir ke sana kalau ke Sukabumi
Agak bertolak belakang ya mbak. Bangunannya full nuansa belanda, eeeh makanannya malah banyakan meny lokal khas nusantara, hihihi. Aslinya ngiler sih saya liat udang goreng tepungnya mbak, beneran keliatan seger eh udangnya. Nikmat banget itu mah buat bukber.
Tapi saya mah takut kalo diajak kesini. Bukan kenapa-kenapa, itu banyak banget ornamen berbahan beling gitu. Ngeri anak saya meleng dikit, langsung disenggol ampe pecah. Heuheu
Pas aku lihat lust pesanan itu sampai 20 list eh pas liat photo oke lah 7 orng aku pikir tadi 4 orng waw
Tapi jujur tempat makan ini tempat nya 1000 / 10 ya teh kerennya pake bangeut , sudut yg diphoto masya Allah estetik bangunan jaman dulu yg udh di make over tapi tetep estetik
Btw aku juga ibu2 yg suka suka heboh di wa kalau mau bukber hehw
Suka banget deh sama bangunannya vintage tapi sangat terawat dan luas banget ya ruangannya. Leluasa buat buka puasa bersama. Aikh, nama restonya juga unik dan menarik nih.
Wah, listing menu yang dimakan banyak juga ya. Iga bakarnya gimana mbak? Aku naksir sama iga Bakar dan nasi kecombrang nya 🤩🫶
Pulang bukber auto happy ya. Silaturahmi nya dapet, makanan dan minumannya oke, tempatnya nyaman. Paket komplit sekali ini sih.
Vibes restonya nyaman ya. Apalagi Mbak Heni dan teman-teman memilih private room yang hanya diisi bertujuh. Enak bisa ngobrol santai dan nggak berisik. Makanan yang dipesan juga banyaaaak. Aku mikir, “Emang habis dimakan bertujuh?” Eh ternyata bener nggak habis dan dibawa pulang. Itulah enaknya kalau makan di resto. Sisanya bisa dibawa pulang. Kalau buffet all you can eat di hotel kan nggak bisa bungkus bawa pulang 😁
Saat pertama kLai membaca nama restorannya, saya sudah feeling nih, Mbak. Kayaknya ada bau-bau masa lampau nih hehehe. Eh ternyata benar. Tempat ini Salah rumah huni yang sudah ada sejak zaman Belanda. Dan saya sangat suka dengan rumah belanda yang langit-langitnya tinggi dengan tiang yang kokoh.
Menyenangkan bisa berbuka puasa di sini ya, Mbak. Menunya banyak sampai 20 macam. Dan saya suka dengan sistem sharing yang diberlakukan. Jadi setiap orang kebagian rata. Termasuk pulang membawa makanan lebihnya.
Wah banyak banget pesenannya mbak
Restorannya emang asik ya
Suasananya vintage
Ini pas buat foto foto juga
Cakep interiornya
Restorannya tanpa menyenangkan ya Mbak dan menu-menunya tampak lezat yang juga komplit sesuai dengan selera banyak orang. Suasananya kayak rumah yang nyaman sehingga terasa bertamu ke tempat yang sangat bagus seperti ini lalu di jamu makanan-makanan sedap saat berbuka puasa
Wah cakep yaa restonya aku lagsung share linknya nih ke orang Sukabumi alias bapakku hihi kami sudah pernah ke sini belum yaa… aku suka banget bangunannya yang vintage tapi terawat dan bersih ini..
Di Sukabumi tu keknya mirip2 Bogor ya mbak, banyak bangunan tua peninggalan Belanda. Kalau nggak dihuni kek eman2, makanya lebih baik dijadikan lokasi usaha tanpa merusak bangunan aslinya, biasanya salah satunya dijadikan restoran.
Mana restonya disulap jadi cakep yaa. Mungkin pengaruh warna temboknya yang clean dan nggak banyak perabot sehingga menambah kesan kek restonya klasik elegan banget 😀
Menu makanannya kebanyakan menu nusantara ya mbak. Enak bisa memesan duluan jadi pas datang makanan udah tersaji. Kalau sharing malah jatuhnya lebih praktis, bisa mencicipi aneka menu juga dibandingkan memesan sendiri2 😀
Ternyata makanannya cukup berlimpah dan alhamdulillah malah bisa ngebungkus yaa, biasa ibu2 hehehe 😀
Aih, cakep banget ini tempatnya. Kok jadi kayak buka puasa di rumah temen yang old money gitu yaa, ahaha. Luas, bersih, terang banget tempatnya. Musholanya pun bersih dan enak banget untuk sholat kayanya.
Wah, makanannya banyak juga ya mbak. Terlihat enak-enak pula menunya. Saat melihat daftar pesanan, aku baru paham kenapa yang tersisa juga dibagi rata bertujuh. Lumayan banget buat makan sahur nanti, ihihi.
Iyaa,,,akhirnya kita jadi gak usah masak buat makan sahur hehehe…
Restonya unik ya mbak, bagus lho interirornya saya suka. Aplaagi ada fasilitas mushola yang bersih dan lapang juga, jadi bisa menunaikan ibadah sholat dengan nyaman
Btw saya salfok dengan menunya, banyak juga yang dipesan tapi karena sharing jadi bisa incip dikit-dikit dan kenyang juga akhirnya hehehe. Sayang kan kalau ga dibungkus ya mbak
Iya ini sharing dan akhirnya kita bungkus makanan yang belum habisnya buat makan sahur
Senengnya bisa kumpul buka bersama dengan teman-teman seperjuangan, apalagi bukber nya di tempat yang nyaman dengan menu-menu yang aduhai kaya resto De Kabondjati ini.
Harganya memang terbilang mahal, ya. Tapi dengan pelayanan dan segala kelebihan khas De’ Kebondjati ini jadi worth it sih
Iya kang,,,ini alhamdulillah pad abisa semua dan waktunya matching jadi bias bukber barengan