Wisata Literasi di Bandung

Wisata literasi di Bandung

Bandung, sebuah kota nan eksotik di kawasan priangan. Bandung juga merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat. Selain terkenal dengan wisata kulinernya yang sangat beragam, kota Paris Van Java ini juga terkenal dengan tempat wisata. Banyak tempat wisata menarik di kota Bandung. Tidak heran jika liburan tiba kota Bandung diserbu wisatawan dari luar kota. Selain wisata alam dan tempat hiburan ada pula tempat wisata yang memberikan ilmu pengetahuan dan informasi.  Saya menyebutnya wisata literasi di Bandung.

Wisata literasi ini berbeda dengan tempat wisata pada umumnya. Biasanya tempat wisata menyuguhkan tempat bermain saja. Namun berbeda dengan wisata literasi ini karena dengan berkunjung kesana kita akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan dalam berbagai bidang. Tentu saja disesuaikan dengan objek wisata yang kita kunjungi.

Ada beberapa rekomendasi wisata literasi di Bandung yang bisa kita kunjungi bersama keluarga maupun bersama rombongan sekolah atau teman dan sahabat.

  Wisata Qur’an Syaamil

Wisata Qur’an Syaamil ini terletak di Jalan Babakan Sari no 71 Kiara Condong. Dari gerbang tol Pasteur jika dilihat di google maps memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan catatan perjalanan tidak macet. Berkunjung ke pabrik pembuatan Qur’an Syamiil ini tidak dikenakan biaya. Namun, jika ingin mendapatkan cenderamata berupa Qur’an yang bertuliskan nama kita dikenakan biaya sebesar Rp.75.000. Sebelum kita berkunjung kesana ada baiknya mengajukan surat permohonan kunjungan untuk mendapatkan tanggal yang pasti dari pihak Syaamil.

Penulis sendiri  pernah berkunjung ke sana sekitar tahun 2017 bersama anak-anak didik dari sekolah tempat penulis bekerja. Sesaat setelah sampai disana, kita akan disambut oleh pihak Syaamil dan ditempatkan di sebuah ruangan. Selanjutnya, kita akan mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Al Qur’an dalam paparan slide dan video. Setelah selesai mendapatkan penjelasan, kita bertukar cendera mata. Kami diberi cendera mata ucapan terima kasih sudah berkunjung kesana. Sementara kami membawa oleh-oleh moci.

Setelah mendengarkan penjelasan sejarah Qur’an, kita dibawa ke ruang kreatif. Disana kita dapat melihat bagaimana proses desain pembuatan Al Qur’an. Semua sudah dalam bentuk digitalisasi dan komputerisasi. Proses penulisan Al Qur’an hingga siap untuk dicetak ada di ruang kreatif ini.

Wisata Literasi di Bandung
Sumber foto : https://www.matakubesar.com/2019/08/menyentuh-jiwa-terdalam-melalui-wisata.html

Selanjutnya kita masuk ke area pabrik Al Qur’an. Ada empat bagian disana yaitu area pemotongan kertas, area pelipatan, area penjahitan dan area penyortiran Al Qur’an. Ada yang menarik dan membuat kagum saat berada di ruang penyortiran. Petugas dan staff yang bertugas di bagian penyortiran melakukan tugasnya secara manual. Mereka memeriksa huruf demi huruf dan mengejanya satu-satu agar tidak ada kesalahan dalam Al Qur’an yang akan diproduksi.

 

Selain area pabrik pembuatan Qur’an, ada pula area penjilidan Al Qur’an. Di area ini kita mendapat penjelasan bahwa kuas yang digunakan tidak boleh sembarangan. Kuas yang digunakan untuk mengoles lem ke dalam lembaran Al Qur’an yang akan dijilid harus terbuat dari bahan halal. Bahan kuas tidak boleh mengandung bulu babi binatang yang diharamkan. Lem yang digunakan pun harus dipastikan benar-benar halal.

Setelah puas berkeliling area pabrik, kita mengunjungi pusat cendramata Qur’an yang ada di wisata Qur’an Syaamil. Banyak produk Qur’an yang dihasilkan oleh pabrik Qur’an Syaamill disana. Kita bisa membelinya sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta.

   Museum Geologi

Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro no 57 Bandung. Museum ini dekat sekali dengan Gedung Sate yaitu di sebelah lapangan Gasibu. Museum Geologi ada di bawah pengelolaan Badan Geologi Kementrian ESDM. Ada dua pilihan melakukan kunjungan ke Museum Geologi ini yaitu secara virtual dan berkunjung langsung secara onsite. Masing-masing kunjungan tersebut mempunyai jadwal jam dan hari yang berbeda. Informasi layanan kunjungan Museum Geologi bisa diakses disini.

Wisata literasi di Bandung
sumber foto : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Geologi_Bandung#/media/Berkas:Bandung,_Museum_Geologi.jpg

Museum Geologi adalah museum yang memberikan informasi mengenai segala hal yang berhubungan dengan geologi dan ilmu bumi . Museum Geologi di Indonesia hanya ada di kota Bandung. Museum Geologi terbagi menjadi empat bagian yaitu tentang geologi Indonesia, sumber daya geologi, manfaat dan bencana geologi dan yang terakhir adalah tentang sejarah kehidupan. Ruang geologi Indonesia menyajikan informasi tentang proses terbentuknya bumi. Di ruang sumber daya geologi kita akan melihat segala hal yang berhubungan dengan daya mineral dan energi serta tanah. Sementara di ruang manfaat dan bencana geologi menjelaskan tentang pemanfaatan sumber daya geologi menjelaskan bencana yang disebabkan oleh aspek geologi. Di ruangan terakhir yaitu sejarah kehidupan menyajikan keterangan lengkap tentang proses kehidupan di muka bumi.

Jenis koleksi yang ada di Museum geologi ini sangat beragam. Koleksi yang ada di Museum Geologi ini ada berbagai jenis batuan, fosil vertebrata, fosil invertebrata dan batuan ametis.

Seru kaan berkunjung ke wisata literasi di Bandung ini. Kita mendapat banyak pengetahuan tentang bumi dan makhluk hidup serta sejarah dan peradabannya.

           Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha terletak di Lembang, tepatnya di jalan Peneropongan Bintang, Lembang Bandung Jawa Barat. Observatorium ini diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 oleh K.A.R. Bosscha. Sejak tahun 1951 Bosscha menjadi bagian dari ITB. Bosscha sekaligus pula menjadi tempat belajar mahasiswa jurusan astronomi ITB.

Wisata Lierasi di Bandung
Sumber Foto : https://id.wikipedia.org/wiki/Observatorium_Bosscha

Kita bisa mengunjungi observatorium Bosscha baik sendiri maupun bersama rombongan.  Bosscha menerapkan beberapa aturan dan ketentuan untuk melakukan kunjungan ke observatorium. Waktu kunjungan terbagi dua yaitu kunjungan siang dan kunjungan malam. Namun saat ini layanan kunjungan belum dibuka lagi sejak pandemic Covid19 melanda.

Banyak yang bisa kita  lihat dan pelajari di salah satu wisata literasi di Bandung ini, salah satunya adalah mengunjungi Teleskop Besar Zeis sekaligus mempelajari bagaimana cara kerjanya. Jika melakukan kunjungan pada malam hari kita akan melihat objek langit menggunakan teleskop yang ada di Bosscha. Selain itu saat kita melakukan kunjungan ke Bosscha akan mendengarkan cerita tentang sains popular dari petugas disana.

           Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia terletak persis di sisi kanan Gedung Sate tepatnya di jalan Cilaki no 73 Bandung. Museum Pos ini menyatu dengan kantor Pos Pusat terletak di sayap kanan bawah, Museum ini terbuka untuk umum namun untuk melakukan kunjungan harus melakukan reservasi terlebihi dahulu.

Museum Pos Indonesia berisi koleksi perangko dari dalam dan luar negeri. Selain perangko ada juga  foto-foto dan peralatan pos yang mempunyai nilai sejarah. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi  yaitu Achmad Tahir pada tanggal  27 September 1983. Pada awalnya museum ini bernama Museum Pos dan Giro namun sejak tanggal 20 Juni 1995 nama tersebut berubah menjadi Museum Pos Indonesia.

Wisata Literasi di Bandung
Foto : Koleksi Pribadi

Bagi anda pecinta hobi filateli mengunjungi wisata literasi di Bandung ini sangat sangatlah pas. Rasa penasaran akan terpuaskan karena tersaji beragam jenis perangko disana. Perangko pertama di dunia dan perangko pertama yang terbit di Indonesia ada di Museum Pos Indonesia ini. Melihat perangko-perangko yang ada rasanya kita seperti menjelajah berbagai belahan bumi di dunia.

Di tengah gempuran media teknologi, saat ini media surat menyurat secara manual sudah jarang dilakukan oleh orang kebanyakan. Media surat pos berperangko sudah tergantikan oleh email, dan berbagai aplikasi komunikasi seperti whatsapp dan media sosial lainnya. Namun, tidak ada salahnya mengenalkan anak-anak kita pada satu alat komunikasi di saat media komunikasi belum secanggih sekarang. Berkunjung ke Museum Pos Indonesia akan membuka wawasan dan sudut pandang kita dan keluarga tentang jenis media komunikasi yang pernah ada.

Sebenarnya masih ada lagi lho tempat-tempat wisata literasi di kota Bandung ini. Kita sambung di tulisan berikutnya yaa. Semoga  tulisan ini bermanfaat dan bisa memberi referensi jika kita berkunjung ke kota Bandung yaa….

0 Shares:
3 comments
  1. Duh, auto mupeng lagi, kan, jadinya. Bandung emang gudangnya wisata eksotis, ya, Mba. Apalagi ini wisata literasi yang deket banget sama hobi. Dulu pernah banget suka ngumpulin perangko. Walaupun pada akhirnya nggak diterusin, selalu suka sama benda yang satu itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like