Menikmati Keindahan Karya Seni di Selasar Sunaryo Art Space

Selasar Sunaryo Art Space

 

Bandung memiliki banyak potensi seniman, hal ini saya simpulkan setelah berkunjung ke sebuah galeri seni di kawasan Bukit Pakar Timur daerah Dago Pakar Bandung. Sebuah galeri seni yang berisi banyak lukisan dan hasil karya seniman Bandung. Saya berkunjung ke Selasar Sunaryo Art Space.

Pada artikel sebelumnya saya sudah mengulas perpustakaan yang ada di dalam galeri yaitu Selasar Sunaryo. Naaah, sekarang saya mau cerita tentang galeri seninya yaa. 

Halaman Depan Nan Estetik

Begitu masuk ke halaman depan saya bergegas turun dari mobil. Saya terkesima dengan detail seni berbagai detail properti di area depan ini. Ada tiang-tiang tembok panjang berbentuk kotak  setinggi badan saya tapi bukan  tembok biasa. Temboknya tuh sebagian dari semen biasa tapi selebihnya lagi ada akriliknya. Permukaan tiang temboknya juga tidak halus yaa tapi kasar dan tepian bagian akrilik juga lagi-lagi tidak lurus namun seperti patahan-patahan gitu deh. Bagus pokoknya, mengandung nilai seni tinggi.

Lanjut saya juga melihat ada air mancur tapi dia tuh munculnya bukan seperti air mancur biasa yang muncul dari bawah terus menciprat ke ata gitu. Tapi air mancurnya tuh keluar dari satu sisi tiang tembok dan memancar menciprat ke tembok yang ada tepat di hadapannya. Duh, lagi-lagi saya terkesima dengan ide seninya menciptakan air mancur yang tidak biasa.

Penampakan detail detail bernilai seni di halaman depan galeri

Belum cukup sampai ternyata pemandangan unik estetiknya , masih area halaman galeri saya melihat ada batang pohon yang diselimuti kain tersimpan di halaman. Hanya tinggal batang pohon saja jadi bukan pohon hidup yaa. Dan batang-batang pohon ini menjadi satu ikonik cukup menarik dari Selasar Sunaryo Space Art ini.

Bagaimana Cara Masuk ke Selasar Sunaryo Art Space?

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) terletak di Jalan Bukit Pakar Timur daerah Dago Pakar Bandung. Sebuah tulisan nama galeri terpampang jelas di bagian depan, menempel dinding tembok pembatas di halaman depan. Tepatnya di bagian pintu masuk .  Dindingnya terbuat dari batu andesit.

Gerbang depan Selasar Sunaryo Art Space

Tulisannya berpadu dengan garis-garis unik dan cantik. Yaah, saya langsung kagum aja namanya juga galeri seni dari bagian nama saja sudah dibuat dengan sedemikian menariknya. Perpaduan warna putih dan merah. Oh iya alamat lengkap SSAS seperti dikutip dari website resminya: 

Selasar Sunaryo Art Space

Jl. Bukit Pakar Timur No. 100

Bandung, Jawa Barat 40198

Indonesia

​Telp: (+62) 22 250 7939

Email: [email protected]

 

Setelah mobil kami masuk ke halaman galeri, petugas parkir langsung mengarahkan untuk mengatur parkir kendaraan. Lanjut deh, petugas mengarahkan kepada saya untuk membeli tiket. Loket tiket ada di sebelah kiri saat kendaraan masuk, atau pas berhadapan dengan pintu masuk galeri. 

ini dia tiket masuknya

Saya berkunjung di awal bulan tepatnya tanggal 5 Mei 2026, dari catatan informasi yang saya baca di ruang ticketing ada informasi tentang agenda kegiatan di galeri pada hari ini. Jadi pameran saat ini adalah Tentang Ada dan exhibition yang sedang berlangsung saat ini yaitu Pameran Arsip Kelompok Seni Rupa Bandung.

Sepertinya informasi akan berubah ubah menyesuaikan dengan kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut saya informasi ini bagus agar pengunjung bisa mengetahui kegiatan aoa yang sedang berlangsung di galeri. 

Harga tiket masuk adalah Rp.25.000 dan sudah mendapatkan akses ke semua pameran. Untuk balita umur nol hingga lima tahun dan manula usia di atas enam puluh lima tidak membayar alias free tiket. 

Naah, saya membeli dua tiket buat saya dan suami jadi total yang ahrus saya bayar adalah Rp.50.000. Sistem pembayaran bisa menggunakan cash atau non cash seperti debit dan QRIS Petugas memberi dua lembar tiket yang satu untuk akses ke galeri dan satu lagi ke pameran tunggal. 

Ya sudah, karena tiket sudah di tangan mari kita masuk ke dalam galeri.

Ruangan Galeri A

Setelah mendapatkan tiket, segera saja saya menuju ruangan pamer karya seni terdekat yang letaknya paling depan yaitu Ruang galeri A. Saat memasuki teras galeri A, saya kembali melihat sebuah tiang yang berasal dari dahan pohon kayu utuh diselimuti kain bermotif unik dan sangat menarik. Bagus banget deh pokoknya penampakan dahannya, sangat menarik bagi siapapun yang melihatnya.

Tepat sebelum pintu masuk ada teteh-teteh petugas penjaga Galeri A yang akan menanyakan tiket sebelum masuk dan memberi penjelasan mengenai Galeri A. Dia menerangkan bahwa saat saya berkunjung sekarang sedang ada pameran lukisan abstrak karya Sunaryo. Tetehnya juga memberi penjelasan untuk jam buka galeri. Setelah tetehnya memberi penjelasan, saya dan suami masuk ke dalam ruangan galeri.

Selasar Sunaryp Art Space
Ruangan dalam bagian depan Galeri A

Sebagian besar dinding galeri terbuat dari kaca jadi orang dariluar dapat melihat dengan jelas ke dalam ruangan meskipun berada di luar. Ruangan depan Galeri A berisi dua lukisan di sisi kanan dan satu lukisan di sisi kiri, ini kalau saya melihat dari pintu masuk bagian depan yaa. Tepat di tengahnya kembali saya melihat dua batang pohoh terlilit kain dipasang sebagai pengganti tiang tembok.

Ada dua buah tiang batang pohon di ruangan depan ini. Lantai ruangan Galeri A terbuat dari lantai kayu jadi enak menambah kesan dingin dan adem. Ekspose bahan ayu sangat terasa di ruangan Galeri A  ini. Tiga lukisan yang ada di Galeri A adalah lukisan jenis lukisan abstrak.

Galeri terlihat dari luar

Saya mencoba merangkai rangkai maksud dan arti yang terkandung dalam lukisan tersebut. Di setiap lukisan pada salah satu sisinya ada keterangan yang memuat tentang info tulisan seperti judul, bahan dan kapan lukisan tersebut pertama kali dipajang.

Ruangannya estetik banget dengan langit-langit yang menurun dan di salah satu ujung nya ada lampu-lampu kecil berbaris menyala ke arah lukisan. Sebuah catatan tentang apa itu lukisan abstrak mengajak saya untuk menelusur bagaimana menikmati lukisan abstrak. Ada lukisan yang berjudul sajadah semesta.

Salah satu lukisan yang ada di dalam Galeri A

Isi lukisannya itu hanya hitam dan bentuk bentuk kecil berwarna merah, udah itu saja. Saya pun berpikir oh, yang warna hitam itu adalah semesta dan yang warna merah-merah itu sajadahnya. Bisa bintang , benda langit atau benda di bumi. Ah itu hanya pikiran saya saja yang mencoba menerjemahkan keindahan yang terhampar di depan mata.

Naah , ada lagi satu lukisan yang cukup panjang memenuhi hampir satu area dinding sebelah kiri . Lukisan ini berjudul Gugus Waktu di Langit. Warna hitam mendominasi lukisaneh ada abu-abunya juga ding. Aaa unsur akrilik, arang dan tali pada lukisannya. Bagus banget deh, meskipun abstrak alias tak berbentuk tapi saya suka melihatnya. 

Lukisan Seribu Mata

Galeri A  terdiri dari tiga ruangan. Ruangan pertama itu yang barusan saya bahas di atas dan terletak paling depan. Naah, setelah ruangan tersebut, lalu saya terus masuk ke bagian dalam dan bertemu dengan satu ruangan yang agak gelap dan ruangannya kosong hanya ada kursi panjang di kedua sisinya. Namun pandangan saya langsung tertuju ada satu ruangan tepat di sayap kanan, ada satu ruang khusus yang terbuat full dari kaca berisi satu lukisan besar. Lukisan itu berjudul Seribu mata. 

Lukisan seribu mata

Lagi-lagi saya terpesona dengan tata letak dan desain ruangan dimana lukisan itu berada. Ada penempatan kaca full di sekelilingnya dan ada terpasang gorden tepat di bagian depannya. Saat saya masuk ke dalam, maka akan memantulkan banyak bayangan tubuh saya diantara lukisan seribu mata yang juga memantul dari kaca di sekelilingnya. Weeeh,,,saat saya berfoto disana hasilnya baguuus sekali. Estetikanya nampool banget. 

Selasar Sunaryo Art Space
Dengan pemakaian kaca di seluruh dinding ruangan menjadikan space jadi lebih terlihat luas

 

Galeri snei di Bandung Utara
Penampakan bagian depan ruangan kaca

Oh iya untuk memasuki area ini, ada beberapa aturan yang pengunjung harus patuhi. Pertama, pengunjung harus menggunakan alas kaki yang sudah petugas sediakan, kedua, masuk ke dalam ruangan kaca tersebut harus sendiri sendiri, ketiga batas waktu masuk ke dalam area lukisan hanya satu menit saja tidak boleh lebih.

Jujur sih, di Galeri A ini saya paling mendapatkan pengalaman berkesan yaa saat memasuki ruangan lukisan Seribu Mata ini. 

Bagian Belakang Galeri A

Nah, ruangan paling ujung Galeri A terletak di bagian paling belakang. Disana ruangannya sama juga dengan bagian depan, dinding kaca mendominasi sekeliling ruangan. Ada empat lukisan abstrak yang ada di ruangan paling belakang di Galeri A ini. Oh iya lantainya juga lantai kayu yaa sama dengan area bagian depan dan tengah. Saat saya keluar melihat halaman belakang ada batang pohon yang tertata apik menempel di dinding, jadi satu spot tambahan untuk tempat berfoto. 

Galeri A selasar sunaryo art space
lukisan yang ada di bagian belakang Galeri A

 

Galeri A Selasar Sunaryo Art Space
Ada kursi panjang jadi bisa buat duduk duduk sambil melihat lukisan

 

gambar kedua dan ketiga dari kiri adlaah dahan pohon yang menjadi hiasan nan estetik di bagian belakang galeri A

Amfiteather

Selesai mengeksplorasi ruangan Galeri A, saya melanjutkan petualangan di Selasar Sunaryo Art Space ini dengan berkeliling ke area selanjutnya. Naah, saat akan menuju Selasar Sunaryo, saya menemukan sebuah Amfiteater berbentuk lingkaran di area terbuka. Lokasinya persis di samping Kopi Selasar dan Galeri Art Shop.

Ampitheatre Selasar Sunaryo
Cantiknyaa Amfiteater

Bentuknya bulat dan ada tempat duduk tribun berundak mengelilingi area pertunjukan utama yang ada tepat di bagian tengah bawah. Area pertunjukan dengan lantai corak kotak-kotak dan latar belakang bata ekspos. Ih beneran deh baguus banget, mana suasananya syahdu karena pepohonan dan suasana alam seperti di hutan mengelilingi sekitar area amfiteater ini. 

Tepat di belakang ampiteater ada satu bangunan tapi jalan akses menuju kesana sedang diperbaiki jadi saya tidak bisa menuju kesana. Bangunan itu bernama Bale Handap.

Ruang Sayap Selasar Sunaryo Art Space

Ruang sayap ada di samping Galeri A tepatnya ada di samping  Kopi Selasar. Rupanya di Ruang Sayap sedang ada pameran arsip kelompok-kelompok Seni Rupa Bandung. Pameran ini menggelar banyak sekali hasil karya seni kelompok seni yang ada di Bandung. Karya seni yang bernilai tinggi dan penuh kreativitas. 

Galeri Sayap Selasar sunaryo art space
Galeri Sayap tempat pameran karya seni berlangsung

 

Selasar Sunaryo Art Space
Ruangan pameran seni Galeri Sayap

Oh iya, seluruh karya yang dipamerkan disini terutama yang terpampang di dinding dan sisi kanan dan kiri gedung tidak boleh dipegang. Karya seni tersebut hanya boleh dilihat saja. Sedangkan buku-buku yang tersimpan rapi di meja pendek yang ada pada bagian tengah ruangan pengunjung boleh membacanya. ‘

Dari banyaknya koleksi yang terpajang ada satu karya menarik judulnya Gelanggang Olah Rasa. Karya yang berisi foto-foto dan deskripsi karya. Naah yang menarik adalah gambar tangan yang menunjuk ada satu knop tombol. Tai gambar tersebut bisa bergerak terus menampilkan gambar anak-anak kecil

Kopi Selasar

Kopi Selasar adalah tempat ngopi yang ada di area Selasar Sunaryo Art Space. Vibes nya tuh adem dan teduh banget karena beratap pepohonan rindang. Kursi dan meja kayu tertata manis di seluruh area Kopi Selasar. Lampu-lampu gantung berwarna kuning menambah cakep penampilan tempat ngopi yang cakepnya bikin betah. 

Kopi Selasar Dago Pakar Timur
Kopi Selasar nan teduh

 

Kopi Selasar Selasar Sunaryo Art Space
Nyaman banget ngopi di Kopi Selasar niih

Ah bagus banget deh pokoknya suasana Kopi Selasar ini. Kebetulan saya tidak menikmati makanan dan minuman disini karena baru saja selesai makan jadi masih kenyaaang deh. Saya melihat ada beberapa mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas di laptopnya masing-masing. Sangat nyaman banget memang kalau buat bikin tugas disini. 

Musala Teduh dan Berseni Tinggi

Selesai menengok Selasar Pustaka, waktu sudah menunjukkan jam 12.30 saja dan itu artinya sudah waktunya salat dong. Saya dan suami bergegas saja menuju musala. Musalanya itu ada di sebelah bawah dari jalan ke Selasar Sunaryo ada koq petunjuknya, tinggal turun ke bagian bawah kanan. Mengikuti jalan kecil menuju musala. 

Sebuah bangunan kecil yang dari luar tampak seperti bangunan kotak dengan bagian ujung depan menanjak ke atas sehingga nampak runcing. Kran air wudhu ada di bagian sebelah kanan di area halaman musala. Sementara toilet ada di bagian belakang musala. Untuk menuju toilet ada jalan kecil di bagian samping yaa, ikuti saja arah jalannya nanti akan terlihat toilet disana. 

Suasana musala asli adem banget, sekelilingnya banyak tumbuh pohon bambu dan suara tonggeret berbunyi menemani sepanjang saya salat di musala. Asli deh ini mah kaya saya sedang ada di hutan aja deh.

Galeri seni di Bandung Utara
Area dalam musala yang estetik

 

Area sekitar musala, tempat wudhu dan toilet yang bersih

 

Penampakan musala dari luar

Begitu masuk ke musala, nampak di sayap kanan banyak mukena, sarung serta sajadah menjuntai tertata rapi di rak. Perlengkapan salatnya wangi dan bersih. Musala menyediakan kursi untuk pengunjung yang tidak bisa salat sambil berdiri.  Pada bagian dinding tempat menyimpan sajadah ada kaligrafi menempel di dinding. Bagus banget kaligrafinya menempel ke dinding dan sepertinya memang kaya menyatu gitu deh dengan dindingnya. 

Atap musala garis garis memanjang dari ujung ke ujung. Tembok porselen menjadi ubin utama dan jadinya dingin banget saat salat. Saya terpana melihat desain mihrab musala, koq bagus banget yaaa,,,, saking bagusnya sampe bengong aja wkwkwk. Mihrab  yang penuh dengan nilai seni dan arsitektur menawan. 

Tapi yang jelas , mihrab musala seperti sebuah ruang transisi dengan pendekatan arsitektur yang sangat kuat pada nuansa minimalis modern. Kesan pertama yang muncul adalah suasana hening, dramatis, dan reflektif melalui permainan cahaya alami serta material yang dibiarkan tampil apa adanya. 

Saya melihatnya tuh ada  komposisi geometris sederhana dengan garis-garis tegas dan simetri yang kuat. Elemen kisi-kisi kayu vertikal di bagian atas memberikan karakter tropis sekaligus berfungsi sebagai ventilasi dan filter cahaya alami.

Terus lagi ada lampu yang menerangi tulisan kaligrafi di dinding yang menyerupai sebuah buku yang terbuka. Sepertinya itu adalah sebuah mushaf Al Qur’an.

Penggunaan bukaan sempit di sisi kanan dan kiri menciptakan efek cahaya dramatis. Jadi yaa mempertegas suasana ruang, bisa menghadirkan pengalaman emosional. Cocoklah pokoknya karena ini kan tempat salat dan ibadah, jadi biar khusyuk salatnya.

Weeeh,,,udah deh betah saya lama-lama salat disini. 

Kesan Berkunjung

Satu kata kesan berkunjung ke Selasar Sunaryo Art Space adalah sangat menyenangkan. Galerinya bagus dengan koleksi lukisan keren-keren. Desain bangunan unik dan bernilai tinggi. Suasana area galeri bagai di hutan dengan banyak pohon di sekelilingnya sehingga saya merasakan benar-benar serasa di alam deh. 

Ibaratnya nih, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Saya bisa melihat karya seni berkualitas tinggi, bisa ngopi di Kopi Selasar, salat di musala nan estetik plus baca buku di perpustakaan Selasar Pustaka. Yuks eksplore Bandung.

0 Shares:
19 comments
  1. Meski saya belum pernah kesini, tapi saya bisa merasakan perpaduan Sejuknya udara Dago dan keindahan karya karya seni yang ada didalamnya.
    tempat ini menurut saya bisa jadi alterantif bagi kita ketika sudah bosen mengunjungi destinasi wisata yang mainstream atau jika kita ingin melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk perkotaan

  2. Ulalaaa, gokil bener nih mba Heni mendeskripsikan selasar Sunaryo.
    Keliatan kalo mba Heni orangnya nyeni (heyy, it rhymes!)
    karena ngga semua orang bisa dengan detail dan kliatan dari hati bangeettt kamu ngulasnya mbaaa

    Sekarang aku jadi pengin pesan tiket KA ke BDG nih, wkwkwkwkwk

  3. Keknya surga buat para pecinta seni nih yaa galerinya. Lumayan buat cari2 referensi dan inspirasi 😀
    Lukisan 1000 mata itu keren banget idenya ya mbak. Jadi full kaca supaya ada pantulan pengunjung yang makin menambah estetika ya?
    Pakai sepatu khusus mungkin supaya nggak merusak cermin2/ kaca2nya kali ya.
    Semuanya nyeni bahkan se-mushola2nya juga nyeni desainnya 😀 . Unik 😀
    BTW kalau pengunjung kafenya tu buat umum atau dibatasi hanya untuk pengunjung galeri aja mbak?

  4. Keknya surga buat para pecinta seni nih yaa galerinya. Lumayan buat cari2 referensi dan inspirasi 😀
    Lukisan 1000 mata itu keren banget idenya ya mbak. Jadi full kaca supaya ada pantulan pengunjung yang makin menambah estetika ya?
    Pakai sepatu khusus mungkin supaya nggak merusak cermin2/ kaca2nya kali ya.
    Semuanya nyeni bahkan se-mushola2nya juga nyeni desainnya 😀 . Unik 😀
    BTW kalau pengunjung kafenya tu buat umum atau dibatasi hanya untuk pengunjung galeri aja mbak?
    .

  5. Ternyata dengan tiket Rp25.000 saja, kita sudah bisa menikmati pameran seni sekeren lukisan abstrak Sunaryo dan instalasi unik seperti Seribu Mata.
    Kombinasi antara galeri seni, tempat ngopi di Kopi Selasar, dan ruang kontemplasi ibadah tampaknya sukses memberikan pengalaman yang utuh bagi jiwa.
    Jadi makin tidak sabar untuk mengeksplorasi sudut-sudut estetis di Dago Pakar ini

    1. Walaupun saya belum pernah berkunjung ke sana tapi berasa saya ikut menikmati kunjungannya. Mbak beneran ya hanya boleh satu menit saja berada dalam galerinya, berrrtri hanya bisa lihat sejenak tanpa bisa menikmati lama berada di sana ya. Apik ya mbak interiornya dan galerinya.

  6. Aku langsung kebayang kalau kesana ga bisa sebentar rasanya. Mau seharian disana, apalagi dengan harga 25 ribu bisa menikmti semua galery duuh menyenangkan sekali. Terasa tempatnya apik dan jadi pengen berdiri lama disetiap karya dan setelah itu ada sesi foto2.

    Belum lagi di area kopi Selayarnya, duuh adem, sejuk banget ngeliatnya. Suka dengan interiornya, paduan kayu dengan hijau pepohonannya. Nyaman banget ya.

  7. Amazing ya Mbak. Satu tempat yang penuh kesan. Mulai dari menikmati keindahan seni yang terpampang nyata di area Selasar. Kemudian menyesap kopi yang enak diimbangi dengan pemandangan hijau menyegarkan. Kemudian bisa membaca buku di Selasar pustaka juga. Bahkan bisa beribadah di mushola super cozy yang bisa meningkatkan fokus dan ke khusyuk an solat.

  8. Ada amfiteater juga asik banget sih ini, karena bisa juga sih ya semisal ada acara diadakannya di sana.
    Kalau untuk berkeliling di sini sambil benar-benar menikmati, bisa deh bolak-balik atau ya agak lamaan dari pagi jam buka dan sampai tutup kali ya wkwkwk

  9. saya setuju, Mbak Heni, kalau Bandung itu tempatnya seniman hebat. selain itu lahirnya musisi-musisi hebat juga. Dan membaca postingan ini, serasa ikut menyusuri langusng Selasar Sunaryo Art Space, Mbak. benar-benar pegunjungun disuguhkan kara seni indah bernilai seni tinggi. dengan tiket masuk 25 ribu bahkan untuk usia tertentu gratis, pasti tempat rekomended yang harus dikunjungi saatke Bandung. Selain itu ada perpustakaannya juga. Saya sudah masukkkan ke dalam list ini, Mbak. Insya Alllah kalau saya ke Bandung, akan sayya sempatkan mampir.

  10. Fokus pada karya Seribu Mata. Dan beneran keren sih. Ini bakalan jadi magnet viral anak muda yang pgn fokus lihat karya2 unik yang pgn diposting di sosmed.

    Karya2 modern seperti inilah yang hrs dibangkitkan biar anak muda makin tertarik dengan dunia seni, khususnya lukis. Jadi bkn orangtua aja yg bs menikmati karya lukis. Anak muda dgn kegilaan ide2nya biasanya memunculkan karya unik yang bikin viral. Keren nih Selasar Sunaryo Art Space.

  11. Kalau ada orang luar Bandung yang mau main ke sini ya saya ajak ke selasar Sunaryo ini karena menurut saya Tempatnya sangat menarik dan juga artistik dan bisa dinikmati sama orang-orang yang mungkin kurang begitu paham soal seni karena di sini juga ada cafenya dan pemandangannya juga cantik

  12. Makin keren aja Selasar Sunaryo. Aku berkunjung ke sana itu sekitar tahun 2006-2007 waktu masih jadi mahasiswa baru. Udah lamaaaa banget. Nyaris 20 tahun berselang. Malah setelah jadi warga Bandung belum pernah ke sana hehehe…

    Bagian yang nasih terasa sama itu amfiteaternya, yang lain sudah berubah. Musholanya juga masih agak mirip. Unik gitu desainnya.

  13. Pantesan kok kayak rada familiar ya. Ternyata oh ternyata, Sunaryo Art Space ini tuh salah satu destinasi yang dikunjungi Jebraw dan Naya di Jalan2Men edisi Banduuuung :’)
    Ya Allah, langsung keinget banget masa-masa lalu, saya jadi kepengen ke Bandung, salah satunya gara-gara liat JJM edisi bandung itu, heuheu. Sayangnya, pas sampe ke bandung malah ke destinasi lain, nggak melipir ke Sunaryo Art Space ini 🙁

    Sesuai namanya, wajar kalo tempatnya penuh nilai seni ya. Gak cuma gallery artnya (khusus yang seribu mata tuh, cakep bener), tapi sampe ke musholanya juga dibuat keren dan estetik.
    Dulu jebraw tuh ada scene di Amfitheater jugaaa :’) Duh, jadi beneran pengen kesana.

  14. Senang sekali ya kalau bisa menikmati karya seni dengan karya yang memang bikin wajah kita takjub dan bisa jadi bibir juga menunjukkan ekspresi keheranan “wow” gitu
    Bahkan aku sendiri yang tidak begitu maniak sama seni malah suka mendatangi galeri seni
    Semoga makin banyak pengunjungnnya dan mendapatkan insight

  15. wah tempatnya bikin penasaran nih dan koleksi lukisannya juga menarik. ini lukisannya memang permanen atau kadang ada pameran lagi, mbak? aku juga penasaran sama amphiteaternya biasanya dipakai buat acara apa ya?

  16. Ini sepertinya surga bagi pecinta seni ya, koleksinya cukup banyak dan menarik. Tapi jujur saya lebih tertarik dengan amphiteater nya, itu kira-kira bisa dipakai untuk acara apa saja ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like