Pekan ini saya sedang di Bandung kebetulan ada agenda acara bersama teman-teman di tempat kerja. Saya tuh yaa kalau pergi ke suatu tempat pasti deh cari rekomendasi destinasi wisata sejarah dan literasi menarik di sekitarnya. Seperti biasa rasanya gak asyik kalau gak sempet melipir-melipir mencari tempat menarik di daerah yang saya kunjungi.
Kebetulan saya menginap di daerah Dago Pakar, setelah gugling bertanya pada mbak gugel akhirnya saya menemukan satu tempat menarik yang tidak jauh dari hotel. Saya menuju Selasar Sunaryo Art Space, tapi di artikel ini saya akan bercerita salah satu bagiannya yaitu Selasar Pustaka.
Table of Contents
Dimana Selasar Pustaka?
Selasar Pustaka adalah salah satu bagian ruangan yang ada di Selasar Sunaryo Art Space. Kalau kamu ingin berkunjung kesini maka kamu harus menemukan dulu lokasi Selasar Sunaryo.
Lokasi Selasar Pustaka
Selasar Sunaryo Art Space
Jl. Bukit Pakar Timur No.100, Ciburial, Kec. Cimenyan,
Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198

Perpustakaan buka dari jam 10 dan menyesuaikan dengan jam buka galeri yaitu:
- Selasa – Minggu: 10.00 – 17.00 WIB
- Senin & Libur Nasional: Tutup
- Kunjungan Terakhir: Biasanya 30 menit sebelum penutupan (sekitar pukul 16.30 WIB)
Saat kamu sudah berada di kota Bandung, cara paling mudah menemukan Selasar Pustaka adalah kamu harus menuju Jalan Ir. H.Djuanda atau jalan Dago terlebih dahulu. Sepertinya menemukan jalan Dago tidak sulit yaa mengingat jalan Dago ini adalah jalan utama di Kota Bandung.
Setelah kamu berada di Jalan Dago ini, selanjutnya kamu harus menuju ke arah atas alias menuju terminal dago, nanti kamu akan melewati Simpang Dago naah dari sini teruuuus saja naik ke atas. Nanti akan melewati terminal Dago, masih teruuus saja ke atas. Setelah lewat terminal Dago kamu masih terus lurus saja. Naah nanti kamu akan memasuki Jalan Raya Bukit Pakar Timur.
Setelah berada di jalur Jalan Bukit Pakar Timur kamu tetap yaa di jalur utama, sampai nanti ada satu sekolah besar namanya Pakar Bela Islamic Boarding School, Naah Selasar Sunaryo Art Space itu letaknya persis bersebelahan banget dengan sekolah Bela ini. Lokasi gedungnya ada di sebelah kiri jalan jika dari arah bawah yaaa.
Arah Menuju Lokasi
Terus kalau sudah sampai, kamu harus kemana lagi nih? Oke,,,,pertama kamu harus membeli tiket masuk dulu yaa harganya dua puluh lima ribu per orang. Saya datang pas hari weekday yaa, jadi mungkin saja ada perubahan harga tiket jika kamu datang kesini pas hari weekend. Bisa jadi lebih mahal deh.

Oke jika sudah membeli tiket, kamu jalan aja sampai ke depan pintu masuk Ruang A. Tapi jangan masuk ke Ruang A tersebut yaa kalau mau ke Selasar Pustaka. Dari teras depan Ruang A, kamu bisa belok ke arah kiri. Naah, nanti ada percabangan jalan, namun tidak usah khawatir di tembok pembatas ada petunjuknya koq, Nah Selasar Pustaka searah lokasi Cenderamata dan itu arahnya ke sebelah kanan alias menuruni tangga menuju ke arah bawah.

Jadi memang Selasar Pustaka ini ada di bagian belakang Ruang A. Setelah menuruni tangga, kamu jalan saja lurus mengikuti jalan kecil yang ada di depan tangga persis. Teruuus saja ke bagian belakang, nanti kamu akan melewati sebuah papan reklame berwarna hitam yang tertera seluruh nama kontributor di Selasar Sunaryo Art Space ini, terus nanti akan ada miniatur bangunan beserta sebuah lukisan.

Kemudian nanti sebuah ruangan yang bertuliskan Cinderamata Selasar. Dari sini tinggal berjalan beberapa langkah lagi, sampai deh ke Selasar Pustaka. Ternyata Selasar Pustaka itu lokasinya persis ada di belakang Ruang Cinderamata Selasar.
Bagian Depan Selasar Pustaka yang Bikin Betah
Setelah melewati ruang cinderamata jeng…jeng…akhirnya saya menemukannya. Sebuah bangunan bercat hitam perpaduan putih dan jendela kaca persegi panjang. Asa tulisan kecil namun sangat memiliki nilai seni “Selasar Pustaka”. Bentuk bangunannya itu, bagian depan setengah tembok biasa dan setengahnya lagi tembok batu. Keren banget sih kalau kata saya.

Sebelum masuk ke ruang utama Selasar Pustaka ada pintu bagian depan yang lebih besar dan terbuat dari besi berwarna putih. Di bagian teras depan ada wastafel tempat cuci tangan dan tempat sampah serta satu deret bangku putih tempat pengunjung duduk. Tepat di belakangnya kembali ada tembok batu.
Begitu sampai di pintu depan menuju Pustaka Selasar, nanti kamu bisa melihat papan informasi yang memberi tahu nama staf perpustakaan yang bertugas di sana.Tulisan Pustaka Selasar berwarna abu-abu. Pintu berwarna putih nampak terbuka seolah memberi sambutan kepada seluruh pengunjung yang akan masuk kesana.
Perpustakaannya Nyaman Banget
Begitu masuk ke dalam , nampak ruangan perpustakaan yang tidak begitu besar. Ruangannya itu terbagi dua, ruangan depan berisi koleksi perpustakaan yang sudah siap dibaca dan diakses oleh pengunjung dan satu ruangan lagi di bagian belakang. Ruangan di bagian belakang itu adalah ruangan tempat menyimpan koleksi juga dan sekaligus ruang pengolahan koleksi.
Pada bagian tengah ruang perpustakaan ada sebuah meja panjang berwarna coklat yang terbuat dari kayu utuh ditopang oleh besi kokoh berwarna merah. Begitu juga dengan kursi panjangnya yang terbuat dari lembaran kayu utuh dari pohon yang sudah dipotong. Ada satu kursi sofa panjang di dekat jendela.

Di atas meja panjang tersebut nampak ada mesin printer dan fotokopi serta satu petugas nampak sedang berjaga. Sebuah lukisan karya Sunaryo nampak tergantung apik tepat di dinding dekat pintu masuk. Ada sebuah tempat sampah di depan pintu.
Lantainya bersih dan saya sempat ragu-ragu saat hendak masuk ke dalam, apakah saya harus melepas sepatu agar bisa masuk. Tetapi ternyata kata petugasnya gak apa-apa bu sepatunya dipakai saja. Akhirnya saya masuk dengan tenang dan percaya diri.
Ragam Koleksi
Ruangannya benar-benar bikin homey banget, saya yang sehari-hari bergelut dengan buku serasa pulang ke rumah sendiri. Aaa beberapa buku yang saya baca seperti buku dengan judul Affandi. Buku tebal berbahasa inggris , lengkap sekali menjelaskan tentang pelukis Affandi dan perjalanan karir melukisnya.
Rak buku nampak memenuhi seluruh ruangan. Saya sempat berbincang-bincang dengan salah satu staff Pustaka Selasar. Ternyata mbak nya adalah salah satu petugas magang yang usianya sepantaran anak saya. Dia sedang melakukan penelitian skripsi sekaligus magang disana.





Menurut mbak nya, Selasar Pustaka memiliki koleksi dengan beragam subjek klasifikasi tapi sebagian besar koleksi utamanya adalah dari subjek seni, sejarah dan budaya. Yaaa, kalau menurut saya sih nyambung yaa dengan keberadaannya di lingkungan Selasar Sunaryo Art Space. Perpustakaan ini ada untuk menunjang keberadaan galeri terutama dari sisi informasinya.
Selain itu ada juga kumpulan karya penelitian mahasiswa yang melakukan penelitian disana. Ada juga berjajar rapih majalah-majalan seperti National Geographic.Sebagian besar koleksi buku disini adalah sumbangan dari para pemerhati seni, sejarah dan budaya.
Ikon Patung
Eh ada lagi nih yang unik, yaitu ada patung seorang ibu memakai kebaya sedang menggendong bayinya. Ditambah dengan beberapa tanaman menghias bagian depan. Ih adeem banget. Begitu masuk ke bagian dalam, di bagian kanan ada patung berwarna merah. Saya jadi kepo deh patung apa yaa, naah akhirnya saya membaca dari laman instagram selasarsunaryo , ternyata ini adalah sebuah karya tiga dimensi yang berjudul katurangganing Manungsa yang dibuat pada tahun 2008 karya salah satu seniman berbakat Radi dan Ayahnya.

Patung ini adalah sosok manusia dimana seluruh tubuhnya memiliki ornamen simbolik berwarna kontras. Ada motif megamendung hingga visualisasi stilisasi teks. Patung ditempatkan dalam kotak kaca tembus pandang. Dinding dalam kotak tersebut ada lagi gambar manusia berwarna putih dan tubuhnya penuh dengan simbol-simbol. Sekilas sih seperti huruf arab deh. Duh beneran deh ini sebuah karya seni yang sangat apik dan bagus.
Kesan Berkunjung
Saya gak espek ternyata yang tadinya hanya ingin melihat galeri seni lukisan abstrak karya pelukis Sunaryo akhirnya malah menemukan lebih banyak lagi space yang bisa saya lihat. Saya bisa melihat lebih dari sekadar galeri lukis , tapi juga bisa berkunjung ke Selasar Pustaka






















Bagus dan rapi sekali ya 😀
Iya betah saya duduk dan baca disini
Takjub pas liat meja kayu panjang yang ada di tengah-tengahnya mbak. Beneran gedeeeee dan panjang, bikin kita jadi nyaman buat menikmati momen membaca disana. Sesuai sama deskripsi mbak heni sih, yakni ‘homey’ pisan, hihihi. Saya pun kalo disana, kayaknya bakal betah berlama-lama, gamau baliiik.
Tapi koleksinya juga unik ya. Ada seni, sejarah dan budaya. 3 hal ini yang makin kesini makin kurang minatnya, padahal sedemikian besarnya pengaruh di masyarakat. Heuheu
Tandain ah, sapa tau kapan2 mau ke bandung.
iyaaa meja kayu di tengah tuh khas banget yaa,,,,kayu dari pohon langsung itu
Keren nih ada perpustakaan yang koleksi nya lebih spesifik, jadi bisa langsung ketemu jika kita butuh literatur tentang sejarah dll.
Walaupun namanya selasar tapi tempatnya lumayan lega juga yah, saya ngebayanginnya kalo selasar itu tempatnya sempit, kayak cuma di lorong aja gitu, ini mah sama perpustakaan yang ada di desa saya juga gedean ini. Mantap mbak
Iyaa,,,mungkin namanya menyesuaikan dengan nama galerinya mang, jadi sama ake nama selasar.
Tempatnya bener2 bersih rapi dan terjaga banget ya mbaaa lumayan luas dan lapang juga looo ini …sebagai penggiat literasi serasa menemukan rumah gak sie mbaa di selasar pustaka ini…keliatannya bakal betah ya berlama2 disana…
Meskipun sebagian koleksinya tentang art ya tentu bisa dimaklumi karena memang roh nyaa ada di art ya mbaa…
Keren sie mbaa bisa menemukan tempat secantik ini 🙂
Tempatnya bukan di jalan utama, harus masuk dulu. Ternyata di Bukit Pakar Timur ini ada beberapa tempat yng bisa dikunjungi berkaitan dengan seni dan budaya. Selasar pusataka saya menemukannya di Selasar Sunaryo. Gak espek sih bakal nemu perpus sekeren ini
Seneng bgt ada public space unik kayak gini. Ga hanya bisa baca buku tapi juga bs ngelihat hasil karya pelukis Sunaryo. Keren nih.
Lokasi wajib dikunjungi nih buat pecinta seni dan literasi. Apalagi aku dan temenku yang suka ngopi sambil baca buku. Smg bs ke Selasar Pustaka ini ya kak. Makasih rekomendasi tempat baca unik di Dago ini.
Sama sama pa Didik. Semoga bisa mampir ke Bandung lagi
Wah, rekomended ini kalau ke Bandung ya, Mbak. Soalnya ini ibaratnya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali pergi ke Selasar Sunaryo Art Space, kita sekaligus bisa ke Selasar Pustaka. Tiket masuk juga sangat terjangkau. koleksi buku dan majalahnya juga keren-keren.
sangat rekomended pak, kalau yang suka sejarah , seni dan melihat lukisan lukisan sangat suka pasti kalau berkunjung kesini
Seneng banget deh punya circle dimana hobi explore tempat bersejarah dan yang berkaitan sama literasi. Berkah sekali dan ternyata kawasan Sunaryo art space ini ada perpustakaan nya yaaa.
Selasar pustaka ini bikin penasaran bahkan dari namanya saja. Jam bukanya pun terbilang pagi sekali, mantul ini. Jam 7 udah buka, jam lima tutup. Lumayan panjang dan pas lihat koleksi bukunya juga oke sekali. Bakalan betah sih kalau aku kesana pun. Udah kebayang mau explore bagian mana aja.
Berarti lebih dekat misal nginapnya di sekitaran Dago ya? Enaknya sih kesana pas weekday ya Mba.
Iya lala nginep di Daerah Dago aja biar deket dan kalau wekkday kesininya bisa jadi gak terlalu macet.
Sunaryo ini nama pelukis ya, mbak? Lucu juga ya nama perpustakaannya Jawa banget tapi lokasinya di Bandung. Ini berarti yang mengelola pribadi atau pemerintah daerah mbak?
Iya Pak Sunaryo itu pelukis. Ini Galeri pribadi dan perpustakaan bagian dari Selasar Sunaryo Art Space
Saya pernah berkunjung ke selasar Sunaryo tapi tidak pernah menghabiskan waktu yang lama untuk selasar pustaka karena lebih fokus ke hal yang lain tapi setelah membaca ini tampak menyesal dan harus kembali ke sana untuk menikmati selasar pustaka yang pastinya akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pecinta buku dan literasi
Hayu mas Arief kalau ke Bandung lagi melipir lagi ke Bukit Pakar Timur
Asik ini deket mesin fotokopi juga. Jadi kalau ada apa-apa minta bantuan untuk fotokopi buku demi tugas, jadi sat set. Suasananya teduh yamenirit daku, karena warna cat dan interiornya bikin adem dan betah buat berlama-lama baca buku di sana
hening, sunyi suasananya pas banget kalau mau nugas atau mengerjakan apa aja sambil baca buku
Wah perpustakaannya apik ya bersih dan nyaman tempatnya bakal betah sih ini kalau baca baca buku di sini
iyees adem banget mbak
Jadi nostalgia masa kuliah waktu masih jadi mahasiswa baru. Kampus mengadakan study tour ke Jawa Barat untuk angkatan saya, dan salah satunya berkunjung ke Selasar Sunaryo ini. Saya nggak ingat sih tentang Selasar Pustaka ini, antara belum ada atau saya yang nggak masuk ke sana. Walaupun tidak terlalu besar tapi perustakaannya nyaman ya. Cocok buat penikmat seni karen banyak buku yang bertema seni, budaya dan sejarah.
Naah iya mbak letaknya ada di Selasar Sunaryo,,,ada di belakang.
asiikk asiikkk ada rekomendasi spot cihuyy kalo lagi ke Bandung nih.
aku kayaknya pernah lewat depannya selasar sunaryo doang …soale anak dan ponakanku mintanya ke kafe atau ngemall 😆
memang harus ketemu.ama yg sefrekuensi, sama² suka art dan literasi yaaa
hehe,,,ini juga pas lagi hunting tempat di Dago Pakar eh ketemu Galeri udah deh berkunjung kesini
Wah, asik banget ya Selasar Pustaka ini
Tempatnya nyaman dan instaramable
Memang paling asik menikmati me time sejenak di sini
Tempatnya dikelilingi pepohonan jadi adeem banget, dingin
Uwaaah aku sukaa bentuk perpustakaannya … Seandainya tgl 1 Juni besok aku ada banyak waktu, bisa aja mampirin ke sini mba, kebetulan mau ke bandung. Tp cuma 2 malam. Ntah lah bisa atau ga.
Tapi Krn namanya art space, berarti memang ada ruangan yang untuk barang seni juga yaaa. Baguuus untuk para penyuka seni dan literasi sebenarnya.
iyap betul banget Kak Fanny,,,,di bagian depannya itu adalah galeri seni…kereen pokoknya kak.Ayoo sesekali menyusuri Dago Pakar
Keliatan banget sih mba tempatnya berasa homey banget ya.. Nyaman Dan bikin betah rasanya kalo lama-lama di sana.. 😀
Koleksi bukunya juga banyak dengan tempatnya yang keliatannya nggak terlalu luas ya.. Seneng, deh, tempat seni tapi juga ada fasilitas literasi di dalamnya.. Dan tempatnya juga bukan sekedar ada tapi diperhatikan juga tata letaknya, karya seninya, dan koleksinya..
Wah layout ruangannya benar-benar keren, rapi banget dan juga bersih. Sepakat sih dengan mba Hen, dilihat daro fotonya memang homy, bisa bikin pengunjung betah. Dan jam pelayanan juga pagi banget, jam 7 sudah buka, benar-benar keren dah. Andai dekat, saya bisa sering kabur ke sana kalau pas free he..he.. sayangnya jauh jadi untuk sementara hanya bisa menikmati suasananya lewat tulisan saja.
iya mbaak,,,asyik banget . Untuk jam buka saya revisi infonya jadi mengikuti jam buka galeri yaitu jam 10
Perpustakaannya besar tetapi cukup bersahaja ya mbak vibes-nya. Baru tahu kalau Bandung punya Selasar Pustaka ini 😀
Ternyata merupakan bagian dari gedung buat pameran2 art gitu ya? Ada tiket masuknya juga, karena dikelola swasta galerinya.
Ternyata mereka nggak libur saat wiken, ya? Menarik nih kalau pas wiken pas kebetulan ada di Bandung 😀
Oh ya tempat ini termasuk ramah anak nggak ya mbak? Soalnya kalau dari cerita mbak Heni soal koleksi buku2nya keknya agak berat bacaannya hehe.
Penasaran kalau mau meminjam buku boleh nggak ya? atau cuma diizinkan difotokopi aja ya?
koleksinya buat orang dewasa mbak April tapi kalau membawa anak boleh keknya asal bisa dikondisikan
Gak terassaaa.. aku ke Selasar Sunaryo uda 16 tahun yang laluuuu..
MashaAllah..
Pas barruu jadi manten anyar dan pindah Bandung.
Karena memang suami pekerjaannya ada kaitannya sama seni.
Selasar Sunaryo jaman sekarang mashaAllah..
Sangat banyak perubahannya. Dan aku yakin siih.. ini bakalan terus dinamis berubah karena yang namanya seni, pasti akan selalu berkembang.
Waaah ternyata teh lendy punya kenangan khusus dengan Selasar Sunaryo,,,,dan udah lama juga yaa berkunjung kesini 16 tahun yang lalu,,,
Ini seperti takdir dan hak menjadi hak ya atas berkunjung ke Selasar Pustaka. Awalnya hanya ingin mencari tempat baru jadinya menemukan tempat yang begitu nyaman dan aku sendiri ketika membaca, kalau ke Bandung lagi ingin mampir kesini.
Tempatnya luas ya mba Hen, dan juga terlihat clean dan teduh. Kok aku membayangkan orang yang merawatnya terbayang orangnya seperti apa hihihi. Konon katanya tempat itu cerminan dari karakter orangnya.
Terima kasih sudah mengulasnya ya.
Orang yang merawat harus telaten dan rapih sepertinya kak Niek,,,soale tempatnya senyaman inii
dulu waktu kuliah di bandung sudah pernah dengar adanya selasar suanryo art space ini, tapi belum pernah berkunjung sampai sekarang xD mungkin nanti kapan2 kalau main ke bandung bisa mampir2 ke sini ya kak ^^