Motor listrik semakin populer di Indonesia karena dinilai lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan. Kehadiran berbagai merek seperti Gesits, Viar, hingga Alva membuktikan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Namun, di balik teknologi yang modern, ada sejumlah komponen kecil yang justru sering menjadi penyebab motor listrik cepat rusak. Meski ukurannya tidak besar, fungsinya sangat vital. Jika diabaikan, performa kendaraan bisa menurun drastis bahkan berujung pada biaya servis yang tidak sedikit.
Berikut 7 komponen kecil yang paling sering menjadi biang kerok kerusakan motor listrik.
- Sekring (Fuse)
Sekring adalah komponen pengaman arus listrik. Ukurannya kecil, tetapi perannya sangat penting untuk melindungi sistem kelistrikan dari korsleting atau lonjakan arus.
Jika sekring putus dan tidak segera diganti dengan spesifikasi yang sesuai, sistem kelistrikan bisa terganggu. Penggunaan sekring dengan ampere yang tidak tepat juga berisiko merusak komponen lain seperti controller atau baterai.
- Kabel dan Soket Konektor
Motor listrik sangat bergantung pada jaringan kabel dan konektor. Getaran saat berkendara, paparan air hujan, atau pemasangan yang kurang presisi bisa membuat konektor longgar atau berkarat.
Masalah kecil seperti konektor longgar dapat menyebabkan motor mati mendadak, lampu indikator error menyala, atau pengisian daya tidak stabil. Pemeriksaan rutin pada bagian kabel sering kali diabaikan karena letaknya tidak terlihat secara langsung.
- Throttle Sensor
Throttle pada motor listrik tidak lagi menggunakan kabel mekanis seperti motor konvensional, melainkan sensor elektronik. Komponen kecil ini mengirimkan sinyal ke controller untuk mengatur kecepatan.
Jika throttle sensor bermasalah, respons akselerasi bisa tersendat, terasa delay, atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Kerusakan sering terjadi akibat air masuk ke dalam housing atau karena usia pemakaian.
- Battery Management System (BMS)
BMS adalah “otak” pengatur baterai. Fungsinya mengontrol suhu, arus, dan tegangan agar baterai tetap aman dan awet. Meski berada di dalam paket baterai dan tidak terlihat, kerusakan BMS bisa membuat baterai cepat drop atau tidak bisa diisi ulang.
Pada beberapa model, gangguan pada BMS bahkan membuat motor tidak bisa dinyalakan sama sekali. Padahal, secara fisik baterai masih dalam kondisi baik.
- Relay
Relay berfungsi sebagai sakelar otomatis yang menghubungkan dan memutus arus listrik. Ukurannya kecil dan harganya relatif murah, tetapi dampaknya besar.
Relay yang aus atau terbakar dapat menyebabkan motor tidak merespons saat tombol power ditekan. Banyak kasus motor listrik mati total ternyata hanya disebabkan relay yang rusak.
- Sensor Rem (Brake Switch)
Motor listrik biasanya dilengkapi sensor rem yang terhubung dengan sistem keamanan. Ketika tuas rem ditekan, sensor akan memutus aliran daya agar motor tidak melaju.
Jika sensor ini rusak atau macet, sistem bisa salah membaca kondisi. Akibatnya, motor terasa tertahan atau tidak bisa berakselerasi meskipun gas sudah diputar. Komponen kecil ini sering terkena debu dan air sehingga rentan bermasalah.
- Bearing pada Dinamo atau Roda
Bearing memang kecil, tetapi sangat menentukan kenyamanan dan efisiensi putaran roda maupun dinamo. Bearing yang aus dapat menimbulkan suara dengung, getaran berlebih, dan membuat motor terasa berat.
Jika dibiarkan, gesekan berlebih bisa merusak bagian dinamo yang harganya jauh lebih mahal dibanding bearing itu sendiri. Karena itu, penting memilih komponen dari supplier bearing terpercaya agar kualitas material dan presisi ukurannya terjamin. Bearing berkualitas rendah biasanya lebih cepat aus dan tidak tahan terhadap beban putaran tinggi pada motor listrik.
Kenapa Komponen Kecil Sering Terabaikan?
Banyak pengguna motor listrik fokus pada baterai sebagai komponen utama, padahal kerusakan sering kali justru berasal dari bagian kecil yang jarang diperiksa. Kurangnya perawatan rutin, penggunaan di medan ekstrem, serta kebiasaan menerobos banjir menjadi faktor pemicu.
Selain itu, aspek keselamatan saat melakukan perawatan juga sering diabaikan. Padahal, ketika mengecek sistem kelistrikan atau membongkar dinamo, penggunaan sarung tangan dan perlengkapan pelindung sangat dianjurkan. Peralatan seperti sarung tangan kerja dan kacamata pelindung bisa ditemukan di toko alat safety, sehingga risiko cedera akibat korsleting atau percikan logam dapat diminimalkan.
Tips Agar Motor Listrik Tidak Cepat Rusak
- Hindari genangan air dan cuci motor dengan tekanan air yang wajar.
- Lakukan pengecekan kabel dan konektor setiap beberapa bulan.
- Gunakan charger resmi bawaan pabrik.
- Servis di bengkel resmi untuk memastikan sistem elektronik diperiksa dengan alat diagnostik yang tepat.
- Jangan menunda penggantian komponen kecil yang sudah menunjukkan tanda aus.
Motor listrik memang dikenal minim perawatan dibanding motor berbahan bakar bensin. Namun, bukan berarti bebas perawatan sama sekali. Justru karena sistemnya berbasis elektronik, perhatian terhadap komponen kecil menjadi kunci utama menjaga performa tetap optimal.
Dengan memahami tujuh komponen kecil di atas, pengguna bisa lebih waspada dan tidak lagi menganggap remeh bagian-bagian kecil yang ternyata punya peran besar dalam menjaga umur kendaraan listrik tetap panjang.