Review Buku The Healing Earth : Kumpulan Haiku

0
The Healing Earth : Kumpulan haiku

Buku The Healing Earth ini berisi kumpulan haiku. Haiku adalah puisi yang berasal dari negeri Sakura Jepang. Puisi ini adalah bentuk puisi Jepang yang memiliki aturan-aturan tertentu yaitu terdiri dari tiga baris dengan pola suku kata 5-7-5. Dimana baris pertama memiliki lima suku kata, baris kedua tujuh suku kata, dan baris ketiga ada lima suku kata lagi. Karya sastra ini  adalah puisi yang ingin menangkap momen atau pengamatan apa adanya dengan kesederhanaan namun mendalam. Haiku adalah jenis puisi yang sangat pendek. Namun meskipun pendek memiliki arti dan makna yang begitu menggugah. Sebelum saya membahas buku The Healing Earth ada sedikit tulisan tentang apa itu haiku , agar pembaca mengetahui tentang  puisi khas Jepang ini.

Apa itu Haiku ?

Haiku muncul dan berkembang pada abad ke 17.  Syair pertama puisi renga dikenal dengan sebutan ho kku yang di kemudian hari menjadi puisi tersendiri dengan nama Haiku. Di Dlamnya terdapat kigo dan kireji. Kigo adalah penanda waktu atau penanda musim saat puisi ini dibuat. Namun tidak disebutkan secara langsung waktu dan musimnya akan tetapi disampaikan secara tersirat atau menggunakan simbol-simbol tertentu.

Kigo adalah syarat mutlak dalam haiku. Harus terdapat kigo dalam bait puisinya. Kigo harus disesuaikan dengan tempat dimana larik bait itu dibuat. Saat kita sedang berada di negara 2 musim seperti Indonesia maka kigo yang dibuat jangan menggunakan  waktu dengan 4 musim. Atau saat haiku dibuat waktu subuh hari maka buatlah kigo yang menunjukkan bahwa waktu puisi tersebut dibuat adalah subuh hari.

Kigo pun menunjukkan perasaan hati seseorang. Kigo dengan suasana redup, mendung, badai bisa jadi penulisnya sedang dalam keadaan bersedih. Melabuhkan seluruh rasa dalam balutan waktu adalah filosofi sebuah haiku. Dua bait pertama adalah sebuah gagasan. Kigo adalah gagasan.

Kireji adalah jawaban dari kigo. Kireji adalah penggambaran utuh dari pesan yang tersirat dalam haiku. Kireji adalah penutup haiku sebagai penyempurna. Kireji adalah penyempurna haiku. Kigo tanpa kireji Bagai sayur tanpa garam. Kurang nampol.

Saya ingin memberi contoh dengan selarik puisi  khas Jepang ini dengan karya saya sendiri yang diambil dari buku The Healing Earth halaman 55 :

The Healing Earth

Dengan latar belakang hutan yang sudah digunduli dan rata dengan tanah ada perasaan sedih amat dalam melihat pemandangan tersebut. Saya pun menumpahkan perasaan tersebut dalam 17 bait kata:

Terik matahari

Hutanku telah hilang

Hening rasaku.

Kigo dalam haiku di atas adalah Terik matahari dan hutanku telah hilang. Mengapa saya mennulis Terik matahari ? Karena saat saya menulis  dan mengambil foto hutan tersebut, cuaca sedang panas-panasnya di tengah hari siang bolong. Sementara hutanku telah hilang adalah kondisi yang menggambarkan hutan yang telah gundul lenyap tak berbekas digantikan oleh tanah gersang.

Kireji dalam haiku tersebut adalah kata “Hening rasaku” penggambaran hati dan perasaan saya melihat utan yang sudah hilang. Hening mencerminkan kesedihan, membisu tak bisa berkata apapun lagi.

Tema buku

Kumpulan haiku ini bertema tentang pandemi. Sehingga sebagian besar karya  yang ada di dalam buku ini adalah kejadian yang berkaitan dengan pandemi. Pada puisi yang lainnya bercerita tentang suatu kondisi yang terjadi sebagai akibat dari pandemi yang melanda di bumi ini.

Penulis buku

the healing earth

Ada 30 penulis dalam buku antologi puisi Jepang ini. Dengan jumlah  antara 15 hingga 20 maka buku ini bertabur haiku dengan jumlah yang banyak. Ada sekitar 500 lebih puisi pendek khas Jepang ini yang bisa dinikmati oleh pembaca. Tidak akan pernah bosan untuk membacanya, karena dalam setiap bait terdapat makna yang dalam. Kita akan terseret masuk ke dalam ruang-ruang rasa tiap penulis.

Deskripsi Buku

Buku  ini diterbitkan oleh penerbit Binsar hiras pada tahun 2021. Penulis nya adalah Komunitas Menulis Bersama dengan editor Hera Budiman. Berikut data lengkap buku The Healing Earth :

Judul : The Healing Earth

Pengarang : Komunitas Menulis Bersama

Penerbit : Binsar Hiras

Tahun : 2021

ISBN : 9786236679388

Deskripsi Fisik : 186p;20cm;cet1

 

 

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Related Posts

Leave a Reply

About Me

BLOGGER II LIBRARIAN II MOTHER. Senang berbagi cerita dan pengalaman semoga bermanfaat bagi semua.

Jelajah Bermakna

Most Viewed Posts

Recent Posts

Liburan ke Ujung Genteng bisa kemana aja
Liburan  ke Ujung Genteng Bisa Kemana Aja?
26 Juli 2026
Roemari Kafe Sukabumi
Melepas Lapar dan Dahaga di Roemari Kafe Sukabumi
25 Juli 2026
Kopi Toko Djawa di Braga
Menikmati Kopi di Jalan Braga : Kopi Toko Djawa
19 Juli 2026

This Blog Member of:

ODOP
Seedbacklink
Seedbacklink affiliate
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Intellifluence Trusted Blogger
Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Total Visitor Counter:

N/A

Contact Me for Collaboration


My New Stories

Liburan ke Ujung Genteng bisa kemana aja
Roemari Kafe Sukabumi
Kopi Toko Djawa di Braga
trekking di Ciwangun Indah Camp (CIC)
Ada apa di jalan Braga?
Kulineran di sekitar Taman Kota Karangtengah
wisata curug
Trik visual ruang tamu