Dunia Penuh Ceria di Kampung Warna Warni Jodipan Malang

kampung warna warni Jodipan Malang

Sebenarnya sudah lama saya ingin berkunjung ke kampung warna warni Jodipan Malang. Namun karena tempatnya jauh yaa belum kesampaian juga. Tapi akhirnya Allah mengabulkan keinginan saya.  Dalam sebuah perjalanan dinas akhirnya membawa saya ke kota apel itu.

Dengan menaiki kereta api Malabar dari Stasiun Utama Bandung saya berangkat jam lima sore. Setelah menghabiskan malam di dalam kereta dan menempuh perjalanan sekitar empat belas jam akhirnya  di jam 7 pagi saya pun sampai di stasiun lama kota Malang.

Di sela-sela rehat saat pekerjaan dinas saya bersama teman-teman menyempatkan waktu untuk berkunjung ke kampung warna warni Jodipan Malang. Tempat yang sudah lama ingin saya kunjungi. Kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat saya menginap. Kampung warna warni ini mempunyai sejarahnya sendiri lho hingga jadi unik dan indah seperti sekarang ini.

Sejarah Munculnya Kampung Warna Warni Jodipan

Kampung Warna Warni Jodipan berada di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung warna warni ini sebenarnya berada di dalam dua wilayah desa yaitu Jodipan dan desa Tridi.

Untuk menuju kesana sangat mudah bisa dengan menggunakan transportasi online baik motor maupun mobil. Jika menggunakan kendaraan sendiri lokasinya mudah ditemukan. Dari Alun-alun kota Malang atau Stasiun Kereta diperlukan waktu sekitar beberapa menit saja. Ikuti saja rute dari aplikasi Gmaps.

Sebelum menjadi kampung unik dan indah seperti sekarang dahulu wilayah ini adalah wilayah yang kotor dan kumuh dengan sampah yang menumpuk dan berserakan sehingga sangat terlihat kotor dan tidak terawatt. Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2016 menginisiasi renovasi kampung tersebut.

Desa wisata

Para mahasiswa membawa konsep perubahan dan  menjadikan kampung Jodipan dan Tridi menjadi sebuah kampung warna-warni. Dengan dukungan penuh pihak CSR dari sebuah perusahaan proses pengecatan rumah-rumah di kedua kampung tersebut  oleh para mahasiswa berjalan lancar dan sukses. Para mahasiswa juga menyemarakkan kampung ini  dengan berbagai ornament dan seni mural. Sehingga kampung yang tadinya kumuh berubah menjadi indah dan instagramable.

Akhirnya pada tahun 2017 Wali Kota Malang meresmikan kampung warna warni Jodipan malang menjadi desa wisata. Sejak saat itu masyarakat kampung Jodipan dan Tridi memiliki kesadaran untuk bersama-sama merawat dan menjaga kebersihan kampung mereka.

 

Kampung yang Indah dan Unik

Kampung warna warni Jodipan Malang sangat indah dan menarik. Saat menaiki kereta sesaat sebelum sampai stasiun saya sempat melihat kampung ini. Begitu indah dilihat dari atas kereta. Ternyata memang pemandangan yang saya lihat benar adanya saat saya mengunjunginya langsung.

Rumah-rumah yang ada disana di cat dengan warna yang bervariasi. Di sisi Sungai Brantas pada tembok-tembok turapan terdapat tulisan kampung warna warni dengan warna tulisan yang berwarna warni.

kampung Tridi

Di sepanjang jalan dan gang-gang rumah penduduk dihiasi balon-balon, lampion maupun topeng-topeng pewayangan. Ada juga ayunan dan kursi-kursi. Jembatan kaca yang melintasi Sungai Brantas pun bagus sekali untuk dijadikan tempat foto dan saya pun berfoto disana. Tak lupa pula tembok-tembok di sepanjang sisi gang ikut pula diwarnai dengan bermacam-macam warna yang menyegarkan pandangan mata.

Desa Wisata

Kampung warna-warni ini seperti disebutkan sebelumnya berada di dua wilayah yang terpisahkan oleh Sungai Brantas. Kedua wilayah ini dihubungkan oleh jembatan kaca dengan tiang-tiang besi berwarna kuning nan kokoh. Jembatan ini panjangnya dua puluh lima meter dan lebar satu koma dua puluh lima meter. Jembatan ini termasuk lokasi spot foto favorit para pengunjung karena berlatar belakang aneka warna warni rumah penduduk.

Banyak sekali spot-spot menarik untuk swafoto. Kampung warna-warni ini rasanya pas banget jika dikunjungi bersama teman atau keluarga.

 

Dampak Terhadap Perekonomian Warga

Keberadaan kampung Jodipan dan Tridi sebagai desa wisata menjadikan perekonomian warga mengalami peningkatan. Ada geliat ekonomi disana melalui desa wisata ini. Pintu-pintu pemasukan keuangan bagi perekonomian masyarakat desa ini diantaranya melalui harga tiket masuk. Tiket masuk seharga Rp.3000 dari empat pintu. Pintu masuk ini dijaga oleh warga setempat  yang terdiri dari ibu-ibu PKK Sementara itu jika membawa kendaraan ada biaya parkir sebesar Rp.2000 untuk motor dan Rp.5000 untuk mobil. Oh iya untuk jam bukanya dari pukul 07.00 hingga 17.00 setiap hari.

kerajinan tangan
Sumber gambar : https://travel.tempo.co/read/1122984/3-oleh-oleh-saat-melancong-ke-kampung-jodipan-malang

Masyarakat penduduk warga kampung warna warni ini memproduksi beberapa kerajinan tangan seperti sandal jepit warna warni khas Jodipan, gelang tali warna-warni, aneka topi ada juga kerajinan lampion. Lampion ini bahkan sudah menembus pasar Eropa tepatnya negeri Belanda. Berbagai kerajinan dan cendera mata tersebut bisa diperoleh saat kita mengunjungi kampung warna warni ini.

Ternyata dari perubahan lingkungan membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat disana. Mulai dari sisi kebiasaan hidup yang lebih tertib dan bersih hingga taraf hidup yang meningkat. Selain itu kreativitas masyarakat disana lebih tumbuh dan berkembang dengan produk-produk kerajinan yang dihasilkan.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like