Cerita Naik Kereta Api Jurusan Bandung Yogyakarta Pulang Pergi Saat Long Weekend

kereta api jurusan Bandung Yogyakarta

Terakhir kali saya pergi ke Yogyakarta itu tahun 2024 lalu saat mendampingi anak-anak study kampus. Naah, akhirnya kesempatan menjejakkan kaki ke Yogyakarta datang kembali. Kali ini saya menghadiri rapat kerja bersama teman-teman di PP ATPUSI. Dan, qodarullah waktunya itu bertepatan dengan saat liburan panjaang. Jadi, lumayan agak susah juga nih mencari  tiket untuk naik kereta api jurusan Bandung Yogyakarta saat Long Weekend ini. 

Hunting Tiket

Naah, bagian pencarian tiket ini adalah episode paling seruu saat akan pergi menggunakan kereta api jurusan Bandung Yogyakarta ini. Jadi ceritanya raker itu kan mulai hari jumat dan saya pikir bisa dong perginya hari kamis malam biar pas jumat pagi udah di Yogya dan langsung ikut acara. 

Akan tetapi kenyataannya tidak bisa begitu sodara wkwk karena tiket hari Kamis malam sudah full semua jenis kereta tidak ada yang kosong. Begitu pula di jam keberangkatan pada siang atau sore hari. Setelah mencari-cari kembali akhirnya ketemu tuh tiket hari Kamis, tapi ternyata berangkatnya benar-benar pagi hari alias jam 06.30 pagi. Keberangkatan jam pagi ini adalah satu-satunya jam keberangkatan yang masih ada tiket tersisa pada tanggal 15 Januari tersebut. 

 

Ya sudah karena tidak ada lagi pilihan, akhirnya saya dan teman memutuskan untuk membeli tiket tersebut. Saya mendapatkan tiket kereta api Ekonomi Lodaya jurusan Bandung-Yogyakarta jam 06.30. Harga tiketnya sebesar Rp.340.000

Beres tuh tiket berangkat, tinggal membeli tiket untuk pulang. Rencananya, saya akan memesan tiket di hari Minggu setelah raker usai. Eh, ndilalah di tanggal 18 itu, untuk tiket pulang pun ampuuun deh kursi ekonomi dan eksekutif jurusan Yogyakarta-Bandung sudah habiiiis semuaaah. Ada lagi tiket ekonomi itu hari Senin, waah saya pikir gak bisa dong kalau hari Senin kan saya sudah harus masuk kerja. 

Saya pun hunting tiket lagi dan akhirnya dapat juga buat pulang ke Bandung. Tapi, tersedianya di hari Sabtu jam 23.56 tengah malam banget yaaa, terus keretanya hanya ada yang tipe panoramic. Ya sudah laah daripada tidak bisa sampai ke Bandung hari Minggu, saya dan teman memutuskan untuk membeli tiket tersebut. Harga tiketnya adalah Rp.555.000 wkwkwk mahaal tapi ini tuh katanya sih harga setengahnya dari tiket normal di siang hari. Saya juga tidak tahu pasti soalnya pas saya cek di KAI Access jadwal kereta Turangga Panoramic dari Yogya ke Bandung adanya tengah malam.

 

Persiapan Sebelum Pergi

Mau tak mau saya berangkat dari Sukabumi sekitar jam dua dini hari huhuhu.  Janjian sama teman berangkat dari Sukabumi. Saya sudah mulai memilih, memilah baju dan semua keperluan untuk berangkat ke Yogyakarta dari sore hari. Soalnya saya mau tidur lebih awal, jadi sehabis salat isya harus sudah tidur. 

Alarm saya set di jam setengah satu malam, saat mau berangkat tidur saya cek weker sudah jam delapan berarti ada waktu 4 jam setengah untuk saya tidur. Okelah cukup, semoga tidak kebablasan. Saya pun tidur dengan hati deg-degan khawatir terlambat. Alhamdulillah akhirnya terlambat juga wkwkwk,,,,,telat lima menit. Langsung saja saya mandi dan bersiap. Tepat jam setengah dua jemputan pun datang, cuzz deh berangkat ke tempat yang sudah ditentukan untuk berangkat ke Bandung. 

Berangkat ke Bandung

Saya berangkat jam dua dini hari. Ternyata kalau berangkat jam segitu jalanan kosong. Alhasil jam setengah lima sudah sampai di Stasiun Bandung. Dalam hati saya berteriak, wooow cepat sekali hanya dalam waktu dua setengah jam perjalanan Sukabumi-Bandung. Bayangkan deh, kalau berangkat siang hari bisa habis waktu 5 jam untuk sampai ke Bandung. 

Setibanya di Stasiun Bandung yang pertama saya tuju tentu saja masjid. Masjid di Stasiun Bandung ini terletak di sebelah kiri gedung utama stasiun. Masjidnya luas jadi leluasa untuk salat. Kamar mandinya juga bersih dan airnya banyak. Mukena banyak tersedia, rapi dan wangi. Jadi nyaman banget deh salat di masjid ini. 

susana stasiun Bandung

 

Kereta Api jurusan Yogya karta Bandung

kereta Api jurusan Bandung Yogyakarta

Setelah salat, saya langsung mencetak tiket yang ada di dalam gedung stasiun. Ya sudah sambil menunggu jam enam tiba, saya duduk-duduk saja di dekat tiket box sambil memperhatikan orang lalu lalang. Semakin menuju pagi, makin banyak pula orang yang datang ke stasiun Bandung ini. 

Oh iya, sambil menunggu saya pun mengaktifkan fitur face recognition di aplikasi KAI Access yang saya miliki. Jadi saat, boarding sudah tidak perlu menunjukkan KTP lagi, langsung saja menghadapkan muka ke layar yang sudah tersedia dan kasih senyuman termanis wkwkwk. Akhirnya terbuka deh pintunya. Dan saya pun melenggang masuk. Okee cerita naik kereta api jurusan Bansung Yogyakarta masih akan berlanjut.

Perjalanan Bandung-Yogya di Kereta Ekonomi Lodaya

Setelah melewati boarding gate langsung saja saya masuk dan belok kiri menuju lift untuk naik ke lantai atas. Setelah melewati lift, saya belok kanan dan berjalan melewati lorong stasiun di lantai atas. Jangan lupa sambil di baca yaa petunjuknya, jangan sampai terlewat line kereta yang akan saya naiki. Setelah berjalan beberapa meter akhirnya ketemu juga deh line Kereta ekonomi Turangga, kereta api jurusan Bandung Yogyakarta yang akan saya naiki.

kereta ekonomi lodaya
penampakan dalam gerbong kereta ekonomi Lodaya. Sumber gambar: pribadi

Tempat duduk saya ada di gerbong empat no 8B. Gerbongnya paling belakaang hehehe, tapi pas masuk ke dalam gerbong saya kaget banget, kenapa coba? Duuuh yaa ini beneran kelas ekonomi? Tapi koq nyaman bangeeet deh suasana di gerbong kereta Lodaya ini. Lantai gerbong bersih, kursi juga bagus dan bersih. Jarak antara kursi cukup jauh sehingga bisa duduk dengan nyaman. Jadi ternyata ini adalah kereta ekonomi New Generation. 

AC di gerbong dingiinnya puoll, loker tempat menyimpan barang penumpang terletak persis di atas kursi penumpang. Ada cahaya lampu berpendar dari bagian bawah kursi penumpang. Kursi bisa diatur sandarannya, mau tegak atau agak ke belakang dengan menggerakkan tuas di samping kursi. 

stop kontak yang terletak di bawah jendela dinding gerbong

Pada dinding gerbong tepat di bawah kaca jendela ada stop kontak dua buah sesuai jumlah kursi jadi gak akan rebutan yaa saat mengecas HP. Di bagian bawahnya ada pemberitahuan bahwa tentang aturan penggunaannya. Eh iya, gorden kaca jendelanya juga baguuus banget sudah modern bukan gorden dari kain. 

Tepat di depan kursi saya ada kantong yang berada di bagian belakang kursi yang ada di depan saya. Di dalam kantong kursi tersebut ada waste bag yang digunakan untuk menyimpan sampah jika ada sampah yang akan saya buang. Dua buah layar televisi ada di bagian depan dan tengah gerbong. Pada bagian atas pintu terdapat informasi suhu di dalam gerbong dan keterangan lokasi stasiun.

Toiletnya juga bagus, nyaman dan bersih. Pintunya dibedakan warna antara perempuan dan laki-laki. Perempuan pintunya warna pink dan laki-laki warna pintunya biru. 

sumber gambar atas: https://tasikmalaya.times.co.id/news/berita/n6zoxyj4ad/PT-KAI-Daop-2-Bandung-Perkenalkan-KA-Lodaya-Generasi-Baru-dari-Stainless-Steel. sumber gambar bawah: https://satujabar.com/ka-lodaya-gunakan-kereta-stainless-steel-new-generation/

Diiringi hujan rintik-rintik saya pun berangkat dengan kereta ekonomi Lodaya, kereta api jurusan Bandung Yogyakarta. Perjalanan kereta api Lodaya dari Bandung ke Yogyakarta ini akan melewati empat belas stasiun diantaranya : Kiaracondong, , Cibatu, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Sidareja, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates dan berakhir di Stasiun Yogyakarta. Bismillah, semoga selamat sampai tujuan. 

Lumayan banyak juga yaa stasiun yang akan saya singgahi, tapi jujur sih lamanya waktu perjalanan sekitar 6 jam tidak terasa karena keretanya nyaman sekali. Sepanjang perjalanan pemandangan indah terhampar di depan mata. Hutan, bukit, gunung, sawah, kampung dan desa saya lewati. 

Rencana Gagal Total

Ceritanya, saya dan teman-teman setelah menghabiskan waktu di Yogyakarta akan jalan-jalan dulu di Malioboro sebelum  pulang. Jadi kan setelah selesai raker hari Jumat saya dan teman-teman makan dulu tuh di  restoran Kampung Kecil. Rencananya setelah makan saya dan teman-teman yang pulang malam itu akan jalan-jalan dulu. Pikir kami masih ada waktu kaan dari jam 7 hingga sekitar jam 10 sebelum menuju stasiun.

Tapiiiii,,,,,,akhirnya rencana itu gagal total karena sejak sore hari hujan mengguyur Yogyakarta dengan derasnya. Saya dan teman-teman sempat kesulitan untuk berangkat menuju kampung kecil tempat kita makan bareng. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya agak reda hujannya. Akhirnya kami berangkat. 

Naah, saat saya dan teman-teman makan di Kampung Kecil hujan reda tuh. Alhamdulillah pikirku nanti jadi deh jalan-jalan bentaran aja mau membeli oleh-oleh dulu. Eh,,,qodarullah setelah makan hujaan turun lagi dan saat di perjalanan makin deras. Akhirnya saya dan teman-teman tidak jadi deh jalan-jalannya. Kami memutuskan untuk langsung menuju Stasiun Yogyakarta dan membeli oleh-oleh langsung di sana aja. Rencana gagal total deeeh. 

 

Saya sampai stasiun jam delapan malam. Itu artinya ada waktu empat jam menunggu keberangkatan kereta. Begitu datang di stasiun tentu saja pertama yang saya lakukan adalah mencari oleh-oleh wkwkwkwk. Saya membeli tiga kotak bakpia juara, satu kotak bolu gulung dan satu kotak bakpia kukus. 

Gak terlalu banyak juga saya membeli oleh-oleh, maklum di rumah hanya ada anak dan suami saya. Tidak lupa saya kasih juga donk buat staff kesayangan yang sudah menghandel kerjaan selama saya pergi dan oleh-oleh buat bocil-bocil remaja yang kerapkali  menemani dan menyapa saya di kantor.

tiket, oleh-oleh dan boarding gate face recognation. Sumber gambar: pribadi

Naah, setelah membeli oleh-oleh, saya duduk-duduk dulu tuh di salah satu kursi yang ada di tempat tunggu penumpang. Sebenarnya saya bisa saja langsung naik ke ruangan lounge premium yang terletak di lantai dua stasiun karena tiket kereta saya kelas panoramic, akan tetapi saya menemani teman dulu dong yang tiketnya non panoramic. Jadilah saya nongki-nongki cantik dulu di kursi tunggu penumpang sampai jam setengah sebelas setelah teman saya naik kereta Batavia menuju Jakarta. 

Setelah teman saya naik kereta, saya pun bergegas menuju ruang tunggu kereta panoramic yang ada di lantai dua. Beuuh suasananya enak banget deh, ruangan ber AC, ada banyak kursi dan sofa. Oh iya tersedia juga cemilan dan aneka jenis minuman. Ada minuman dingin dan panas juga tersedia kopi yang bisa diseduh sendiri di mesin kopi. Mushola dan toilet pun tersedia di lounge premium ini. 

kereta api jurusan Bandung Yogyakarta
musala nyaman di premium lounge. Sumber gambar : pribadi

 

makanan dan minuman di premium lounge. Sumber gambar: pribadi

 

sumber gambar: pribadi

Tapi sebelum bisa masuk ke dalam, akan ada petugas yang meminta setiap calon penumpang kereta eksekutif dan panoramic untuk menunjukkan tiket perjalanannya. Jika tidak bisa menunjukkan tiket angan harap bisa masuk dan menikmati semua fasilitas yang ada di dalam premium lounge ini. Petugas di lounge memberitahu saya bahwa lima belas menit sebelum kereta datang, mereka akan memberitahukannya agar saya segera bersiap turun menuju peron. 

Perjalanan Yogyakarta-Bandung di Kereta Turangga Panoramic

Setelah satu jam menunggu di premium lounge, saya pun bergegas turun ke bawah menuju selasar stasiun tepat di samping rel kedatangan kereta Turangga Panoramic yang akan saya naiki. Saya sudah ngantuuuk sekali saat itu tapi ya gimana lagi kan keretanya belum datang jadi belum bisa tidur. 

Akhirnya tepat jam 23.56 kereta datang dan langsung berangkat. Enaknya kereta Turangga Panoramic ini dia tidak lama berhentinya, hanya sekitar tiga menitan deh. Terus berhentinya juga tidak sebanyak saat berangkat dengan kereta ekonomi Lodaya. Hanya di tiga stasiun kalau gak salah berhentinya, yang saya ingat Stasiun Cipeundeuy…lainnya lupaa hehehe. Intinya tidak sebanyak kereta kelas ekonomi. 

kereta api Turangga Panoramic
suasana di dalam gerbong kereta. Sumber gambar : pribadi
sumber gambar: pribadi

 

sumber gambar: pribadi

Oh iya di bagian depan gerbong sebelah kanan ada meja bar yang fungsinya untuk menyiapkan makanan dan minuman yang akan petugas bagikan kepada penumpang. Ada lemari terbuka dengan rak bersusun-susun di bagian belakang meja. Jadi kalau menurut saya meja ini sekaligus juga sebagai meja kerja dan basecamp staff yang melayani gerbong Panoramic satu  ini. 

Eh ada kejadian tak terduga saat saya mau turun di stasiun Bandung. Saya sempat tidak menemukan tas baju milik saya di rak penyimpanan barang. Pramugara yang bertugas di gerbong tempat saya duduk sudah panik aja dan mencari ke semua sudut rak penyimpanan barang. 

Saya pun harap-harap cemas , aduuh gimana kalau hilang yaa. Meskipun hanya baju tapi kaan ah sudahlaah pikir saya pasrah aja. Ternyata oh ternyata, tas baju saya sudah pindah tempat yaitu ada di depan kursi paling depan. Entah kenapa bisa pindah tempat kesana coba. Kalau menurut analisa staff pramugara kemungkinan dipindahkan oleh penumpang lain yang akan mengambil barangnya dan tertutup oleh tas saya. Hadeuuuh ada-ada aja, waktu saya terbuang tuh 10 menitan. Tapi alhamdulillah akhirnya ketemu juga tas saja. 

 

Fasilitas Kereta Turangga Panoramic

Okee, gimana niih penampakan kereta Turangga Panoramic? Waaah baguus banget, ini malam yaa gimana kalau siang coba.  Pasti lebih bagus lagi karena ada pemandangan indah terhampar di hadapan. Saya kebagian duduk di Panoramic 1 kursi 5A tepat di samping jendela. Jadi gerbong keretanya itu luas banget. Perbedaan mencolok dengan kereta api ekonomi adalah tempat penyimpanan barangnya ada di bagian depan gerbong, yaitu berupa rak-rak khusus untuk menyimpan tas. 

Semua barang penumpang disimpan di bagian depan karena di bagian atas kursi penumpang tidak ada kabin tempat menyimpan barang. Dari kursi penumpang langsung terhubung dengan langit-langit gerbong yang ada kacanya di kedua sisinya. Jendela kereta Turangga Panoramic juga lebih luas dan lebar. 

Apa saja fasilitas di dalam kereta? Ini dia beberapa yang sempat saya catat dan lihat

Mushola di ruang restorasi

Naah, saya kan mau salat subuh yaa jadinya bertanya ke staff di gerbong dimana aada musalad an toilet. Oh ternyata musala adanya di gerbong restorasi. Untuk sampai ke gerbong restorasi saya harus jalan ke arah depan melewati tiga gerbong. Bayangkan deh, tiga gerbong cuy haduuh jauh yaa hehe. Akhirnya saya salat di kursi penumpang saja. 

Sebenarnya bisa-bisa saja saya pergi kesana, tapi ternyata musalanya juga kata teman saya sempit hanya cukup buat satu atau dua orang saja. Ya sudah saya salat di kursi saja. Tapi buat kamu yang ingin salat di kereta, biasanya musala itu ada di gerbong restorasi yaa alias gerbong restoran. Setelah salat kamu bisa nongki-nongki cantik di resto sambil memesan makanan dan minuman yang kamu mau.

Toilet Nyaman dan Bagus

Yaa namanya juga kereta super eksekutif kalau toilet gak nyaman sih kebangetan deh. Toilet di kereta Turangga Panoramic ini luas, bersih, bagus dan nyaman. Ada toilet duduk, tempat pipis untuk laki-laki dan wastafel yang dilengkapi dengan kaca cermin di depannya. Bagus deh pokoknya. Kamu nyaman BAB dan BAK di toiletnya. Jangan lupa di flush yaa setelah menggunakannya. 

sumber gambar: pribadi

Makanan Full service

Bagian ini paling saya suka deh yaitu konsumsi di dalam kereta. Lagi-lagi saya berfikir yaa wajaar sih, dengan tiket mahal masa gak dapat makan dan minum. Jadi, selama perjalanan saya mendapatkan apa saja? Ini dia urutannya

  • Saat pertama duduk saya diberi 1 hydro coco dan 1 le mineral tanggung ukuran 330 mill
  • Lanjut snack isinya roti, kue dan popcorn manis
  • Satu Box makan berat isinya nasi putih, ayam kecap, tumis kacang panjang, sambal dan bakwan goreng
  • Saat pagi menjelang subuh saya mendapatkan minuman panas. . Ada 3 pilihan minuman panas yaitu coklat, teh dan kopi. Saya memilih coklat panas. 
sumber gambar: pribadi

 

makanan di kereta Turangga Panoramic. sumber gambar: pribadi

Semua makanan saya habiskan. Makan berat saya makan  sebagai sarapan. Jadi pas malam hari saya tidak makan yaa, gila aja makan berat jam tengah malam, kasian laah lambung saya waktunya istirahat disuruh mengolah makanan.  Malam hari di kereta saya gunakan untuk istirahat saja. 

Selimut 

Setiap penumpang sudah disediakan selimut di atas kursi masing-masing. Jadi tinggal menggunakan saja kalau mau memakai selimut. ASli deh, di dalam kereta itu dinginnya puoool, setelah menggunakan selimut pun saya masih kedinginan hihi. Jadi selimut sangat membantu sih untuk mengatasi dingin. Tapi, jika kamu merasa terlalu dingin sebaiknya bilang saja ke petugasnya agar AC centralnya dinaikkan suhunya. 

Pramugara dan Pramugari Siap Melayani

Kereta Turangga Panoramic adalah salah satu kereta api jurusan Bandung Yogyakarta dengan fasilitas prima. Salah satu fasilitas prima yang saya rasakan adalah pelayanan staf pramugari dan pramugara yang ada di dalam gerbong. Mereka sigap sekali melayani penumpang dan membantu saat penumpang membutuhkan sesuatu. Mereka pun sigap menjawab pertanyaan dari penumpang jika ada hal yang ditanyakan.  Seragam hijau menambah keren penampilannya. 

 

Akhirnya Tiba di kembali di Bandung

Setelah enam jam  perjalanan akhirnya saya pun tiba kembali di Bandung. Lama perjalanan sedikit lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan sebelumnya saat menuju Yogyakarta. Hal ini bisa dimengerti karena kereta Turangga tidak berhenti di semua stasiun. Kereta Turangga Panoramic hanya berhenti di delapan stasiun yaitu: Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Cipeundeuy dan berakhir di Stasiun Bandung. Berangkat dari Yogya jam 23.56 sampai di Bandung jam enam pagi.  Sementara saat berangkat dari Bandung jam 06.30 pagi dan  tiba di Stasiun Yogyakarta jam 13.15 WIB.

sumber gambar: pribadi

Catatan Selama Perjalanan

Kereta api sekarang sudah jauuuh lebih baik. Kereta Lodaya ekonomi rasa eksekutif nyaman banget. Kereta api Turangga Panoramic gerbongnya memang keren desainnya bagus banget. Hanya sayang perkiraan saya sedikit meleset, saya pikir atap gerbong itu full kaca ternyata hanya bagian sisi kanan dan kiri jadi tetap tidak full pemandangan. 

Terus saya sarankan kalau kamu naik kereta api Panoramic ini wajib membawa jaket yaa soalnya dingiin banget terutama jika berangkatnya malam hari. Kebetulan saya naik keretanya malam hari dan dinginnya sangat terasa.

Saya membayangkan kalau siang dan pas tersorot sinar matahari langsung akan panas pasti, apalagi kacanya segede gede gaban gitu. Kacanya tersambung yaa untuk beberapa deretan kursi tidak tersekat per kursi, jadi penutup kaca pasti akan tertutup semua. Kan saya gak tau pasti apakah penumpang di kursi lainnya mau kalau penutup kacanya diturunkan. 

Harga tiket yaa lumayan sebanding dengan fasilitas yang didapatkan. Tapi kalau harus membayar di atas 1 juta kalau saya pribadi lebih baik naik eksekutif atau ekonomi yang bagus aja. Soal makan selama perjalanan kan bisa membeli di restorasi atau pas berhenti di stasiun Cipeundeuy kalau jalur ke arah jawa tengah dan timur dari Bandung. 

Penutup

 

Yaa begitulah cerita saya naik kereta Api Bandung Yogyakarta pulang pergi saat long weekend, semoga bermanfaat yaa. Saya mendapat pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan penuh kenangan. Kereta api memang moda transportasi favorit karena bebas macet dan menyuguhkan pemandangan yang indah sepanjang perjalanan.  Kapan yaaa saya naik kereta api lagi,,,,

0 Shares:
28 comments
  1. Nah saya malah kaget pas baca harga tiket panoramic cuma segitu. Karena yang saya tau, memang aslinya lumayan mahal ya mbaaak. Tapi ya wajar si kalo malem hari murah, apa juga soalnya yang bisa diliat, hahaha. Kecuali kalo sampenya pagi hari pas sunrise, baru dah tuh manteppp bener hehehe.
    Saya jadi keingetan ada draft tulisan liburan naik kereta juga nih. Duh, otw nulissssss ah

  2. Masya Allah Yogyakarta I miss you , ekonomi lodaya mah udh bagus bangeut teh hehe , apalagi keret turangga panoramic ( wlau aku belum pernah hehe tapi liat tmn2 pake inj ke nya asyik se asyik teh heni revienya
    Bener2 teh ih aku kngeun jogja lama bangeut aku ga maen ksana T_T kangen bakpia, kangeun bakpia tugu hehe insya Allah aku akan berkunjung kembali aamiin

  3. Pilihan waktu berangkat yang oke nih Kak, karena sampai Bandung ternyata kepagian ya, hehe.
    Walau ada hal-hal yang diluar dugaan, tapi bagian serunya ternyata KA nya mengesankan, yang New Generation pula, soalnya daku belum nyobain yang ini wkwkwk

  4. Saya waktu itu juga pengen naik Lodaya karena penasaran sama gerbong ekonomi new generationnya. Tapi sayang jadwalnya terlalu pagi, jadi memilih Malabar yang lebih siang, walaupun gerbongnya masih yang ekonomi premium. Kelas ekonomi jarak jauh sekarang memang sudah bagus dan lebih nyaman.

    Untuk kereta panoramic beneran diskon kayanya ya itu karena berangkat tengah malam. Kalau normal harganya di atas satu juta seingat saya. Tapi dengan bayar setengah harga bisa dapat full fasilitas sih lumayan. Penasaran pengen nyobain, tapi masih mendang mending kalau bayar satu juta/orang hahahaha…

  5. Tadi pas baca judul, aku pikir beneran pulang pergi PP di waktu yg sama mba 😂. Kalau dah denger PP, biasa kan hari yg sama, ternyata ini ceritanya saat pergi dan pulang yaaa. Ga kebayang capeknya kalap bandung – Jogja PP beneran 🤣🤣.

    Aku tuh kalau tujuannya kota2 Jawa, LBH suka naik KA. Apalagi skr udh super nyaman, trus kelasnya juga macem2. Paling penasaran panoramic Ama yg luxury.

    Temenku yg Malaysia malah pernah naik yg panoramic. Cuma dia saranin mending pagi deh atau sore, supaya ga panas. Krn dia ga tahan panasnya hahahahaha. Kebetulan perginya siang pula. Utk cuma jakarta – bandung.

  6. Hwaaahhh dirimu sudah coba kereta panoramic. Kapan hari pengen nyoba kereta itu pas mau ke Bandung dari Malang. Lha pas libur panjang malah habis semua mbakk.. 🥲

    Jadi liburan batal ke Bandung. Mau bawa mobil juga ragu², nggak pernah juga jauh² liburan pake mobil. Terjauh ke Jogja tahun lalu. Itu pun besok pake koyok cabe di pinggang.. 😂

    Tapi beneran, kalau di kereta sekarang tuh Acnya dingin². Pas ada acara ke SBY eyke naik kereta, mana musim hujan AC full derajatnya ke bawah. Beberapa kali mampir toilet. 🥲 Cuma kalau tentang fasilitas kereta sekarang udah pada ciamik². 😍😍

  7. Seru Teh perjalanan ke Yogyakarta nya. Pulang pergi dengan jenis kereta berbeda jadi bisa komparasi persamaan dan perbedaan, termasuk kenyamanannya. Tapi yang ekonomi pun dilihat dari kursinya saja nyaman, ya. Beruntung sekarang banyak kereta ekonomi new generation.
    Itu yang Panoramic beruntung juga dapat diskon setengah harga, karena memang perjalanan tengah malam, ya. Tapi worth it memang dengan fasilitas dan pelayanan serta makanan yang berlimpah

  8. Membaca ceritamu naik kereta api ini, teringat dengan perjalananku dalam sebulan ke lima kota. Aku makin kesini makin jatuh hati dengan transport via darat, terutama naik kereta api. Ada beberapa jenis kereta yang belum aku naik, seperti kereta panoramic. Pengen banget menikmatinya.

    Hihi kalau udah namanya long weekend, tujuan kota yang sering dikunjungin seperti Jogja memang butuh perjuangan, apalagi belinya deket hari gitu. Tapi Puji Tuhan ya dapet, walau ada pengorbanan waktu. Setiap hal yang tidak sesuai di harapkan akan ada cerita seru.

  9. Kereta Api sekarang apalagi yang new generation emang bagus mba, fasilitas nya sangat mumpuni banget, kursinya empuk dan nyaman. Jadi perjalanan jauh pun tetap terkendali. Syukurlah walau long weekend masih kebagian kereta, ekh aku salah fokus lho PP itu kan pulang pergi di hari yang sama 😆 ternyata ohhh oke, paham pas baca semua.

    Sayang banget, naik panoramic kalau jelang senja view nya bakalan ciamik sih. Aku pernah coba naik soalnya dan memang bagian atas hanya sisi kanan dan kiri saja. Tetapi jauh lebih lapang view nya. Semoga next mba bisa cobain panoramic pagi atau jelang senja dan cuaca lagi cakep ya.

  10. Sisanya tinggal Panoramic, what? jadi bingung mau seneng apa sedih, kalau aku bakal galau, seneng bisa naik Panoramic tapi nggak suka harganya, hehe. Tapi sayangnya dapet pas malem ya Mbak jadi kurang maksimal lihat pemandangan pas siang hari. Duh jadi inget pernah nyicip Panoramic tahun 2024 lalu.
    Masih kebagian tiket ke Jogja pas libur Nataru itu luarbiasa beruntung sih Mbak, karena kemaren beritanya kan semua orang merapat ke Jogja, aku sendiri baru berani ke Jogja setelah lewat tanggal 1 🙂

  11. Perjalanan yang menyenangkan pastinya ya Mba Hen, meskipun pas di Jogja ga semuanya rencana awal terlaksana, btw saya belum pernah naik kereta dari Bandung ke Yogyakarta, selalu dari Jakarta dan arah sebaliknya. Jenis keretanya sekarang banyak ya, saya sekarang udah lama ga naik kereta jarak jauh. Belum pernah juga naik yang panoramic dari Jogja, wajib cobain tar kalau ke Yogya lagi dna pulangnya cobain ini. Biasanya memang bulan Desember itu Yogya lagi musim hujan sama dengan kota lainnya Mba Hen, kebetulan dulu saya tinggal 3 tahunan di Yogya, sama polanya kayaknya setiap akhir tahun tuh hujan deras di mana-mana

  12. Seru banget perjalanannya Bandung-Yogya-Bandung ya, Mbak. Apalagi Saat cari tiket kereta api karena pas liburan panjang. Namun akhirnya dapat juga.
    perjalanan naik kereta api semakin nyaman dan menyenangkan.
    Nah, saya sempat naik kereta Lodaya itu tahun 2012 dari Gombong-Bandung-Gombong. Tentu saja belum seperti sekarang yang sudah New Generation. saya juga pengin coba yang kereta panoromic. Apalagi kalau perjalanan siang dengan awan putih dan langit biru, pasti keren sekali.

  13. Duh senangnya bisa melakukan perjalanan ini
    Saya pun sebenarnya sudah lama pengen ke Bandung tapi belum tahu juga kapan haha
    Wishlist sejak SD
    Makanya lihat perjalanan ini dari Bandung ke Jogja, semacam pengen melakukan perjalanan Surabaya-Bandung, hehe
    Keretanya sudah nyaman semua soalnya
    Apalagi pelayanannya juga sudah makin ditingkatkan

  14. Saya 2 tahun lalu juga ke Jogja naik kereta api kak. Paling enak memang naik kereta api timbang bus ya, lebih nyaman dari segi kepraktisan serta naik kereta emang semenyenangkan itu ya kak. Aku yang tinggal di kota tanpa kereta api ini kalau mudik jadi wishlist tersendiri naik kereta api apalagi kalau ke Jogja gini seruuu banget

  15. Sebuah pengalaman yang menyenangkan ya naik kereta api di Indonesia itu karena sekarang kereta apinya sudah sangat maju dan hebat sekali apalagi naik kereta panoramik yang keren itu cuman sayangnya berangkatnya malam jadi mungkin tidak seindah ketika pemandangannya siang hari. Tapi pelayanan tetap keren dan juga mantap

  16. Waahh asyik naik kereta panoramic.Saya belum pernah mbak hehe.
    Soalnya mayan tiketnya hehe.
    Tapi emang ternyata sebanding ua sama pelayanan, toilet OK, dan makanan full service
    Kalau perjalanan agak jauh emang worth it naik panoramic ini ya mbak, selain buat experience juga.
    Semoga nanti aku juga ada rezekinya bisa naik kereta tipe ini hehe.
    Waduh ikut panik mbak pas barangnya sempat ketlisut, untung masih rezeki ya mbak.
    Btw bisa gitu yaa Sukabumi Bandung jaraknya berarti sebenarnya emang nggak jauh hanya saja waktu tempuh kalai orang2 pada melek jadi lama karena mungkin volume kendaraan kali ya mbak?
    Sayang pas ke Yogya hujan ya. Pernah ngalamin juga kek gitu akhirnya yang dilakuin cuma wiskul2 aja tapi ya karena hujan jadi kurang bebas menjelajahi Yogya.

  17. Jatuh cinta banget sama KAI akutuu..
    Dan qodarullah, aku kemarin juga kudu ke Surabaya sendirian karena Ibuk masuk rumah sakit.
    Jadilaah… bisa explore naik KA yang aku pingin.

    Aku jadi hapal beberapa kereta karena sebelum naik, suka nonton reviewnya dulu di youtube. Dan memang pecinta kereta ini banyak yaah..

    Sekarang tuh istilahnya uda bukan kereta ekonomi lagi, gasii teh??
    Ekonomi diganti Premium, ceunah.. hihihi..
    Karena memang ini gerbongnya uda totally different siyh yaa..

    Dan kalo katanya pecinta kereta, alias anker.. katanyaa.. kereta ke Jogja itu selalu harganya tinggi. Karena daerah tujuan wisata terbaik di Indonesia.

  18. Mbaaa.. Baca ini bener-bener bikin daku kangen naik kereta.. Udah lama banget naik kereta jarak jauh. Biasanya commuteran aja.. Enaknya tuh karena bisa santai, baca buku, bahkan tidur sampai Yogyakarta tanpa kepikiran macet. Kayanya bisa buat next long weekend nih, pas buat kereta adventure.. Baru tau sekarang rangkaian jarak jauh kereata seapik ini..

  19. Wah aku baru tahu di stasiun Yogyakarta ada lounge buat kelas eksekutif bagus banget ya ini tempatnya. Kalau soal kereta memang sekarang jauh banget perubahannya dibanding dulu ya, mbak. Bahkan kelas ekonomi aja nyaman banget keretanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like