Tips Menghadapi Masa Perimenopause Agar Tetap Nyaman dan Bahagia

tips menghadapi masa perimenopause

Bagi seorang perempuan yang sudah menginjak usia di atas empat puluh lima tahun mungkin sebagian besar akan mulai merasakan ada beberapa perubahan dalam tubuh dan kondisi psikologisnya. Hal ini sebenarnya wajar saja, mengingat pada usia-usia ini seorang wanita  memasuki masa perimenopause. 

Masa-masa perimenopause akan menyapa semua wanita sebelum dia benar- benar memasuki masa menopause. Pada sebagian besar wanita saat masa premenopause ini mulai menghampiri, dia akan merasakan tidak nyaman dalam tubuhnya. Naah bagaimana tips menghadapi masa premenopause agar kamu para wanita tetap nyaman dan bahagia? Mari kita kenali dulu apa sih perimenopause itu?

 

Apa Sih Perimenopause itu?

Perimenopause seperti dilansir dari alodokter adalah periode transisi yang dialami wanita saat akan memasuki masa menopause. Jadi, kalau membaca dari pengertian tersebut saya bisa mengartikan bahwa saat seorang wanita mengalami perimenopause maka akan ada sebuah perubahan yang terjadi terutama pada beberapa hal.

 

Apa Saja Perubahan Pada Tubuh Saat Masa Perimenopause Datang?

Berdasarkan pengalaman saya yang tahun ini akan menginjak usia lima puluh tahun, duuuh sudah sepuh yaa hehehe. Tapi tenang semangat tetap muda koq. 😄

Jadi memang betul sekali banyak perubahan baik dari sisi fisik dan emosi. Seperti jadwal haid yang mulai tidak teratur, kalau saya bisa dua atau tiga bulan sekali tapi pas dapat itu banyaaak banget. Ini merupakan sesuatu tidak biasa yang saya alami. Seumur hidup saya, sejak haid pertama itu selalu tepat waktu bahkan saya bisa memprediksi dengan tepat tanggal berapa bulan depan saya akan mendapat haid. Naah, sekarang hal itu tidak lagi terjadi. Okee ini satu tanda perimenopause. 

Perubahan kedua adalah berat badan yang mudah naik dan susah turun. Ini benar-benar gawat wkwkwk…karena sangat memengaruhi mobilitas. Hal ini saya rasakan satu tahun terakhir ini, meskipun makan saya tidak banyak tapi berat badan susah untuk turun. Hal ini bisa terjadi karena seiring bertambahnya usia seorang wanita maka terjadi penurunan kadar estrogen dan progesteron sehingga membuat metabolisme tubuh terganggu, ditambah lagi masa otot berkurang. 

Perubahan yang seringkali saya alami adalah sering terbangun di malam hari. Terus nih yaa kalau sudah bangun itu susah untuk bisa tidur lagi dalam waktu segera. Jadi, akhirnya menjelang subuh atau jam 3 gitu baru ngantuk. AKhirnya pas bangun pagi tuh seringkali saya masih merasa ngantuk. Ternyata hal ini juga bagian dari salah satu tanda mulai datangnya perimenopause pada seorang wanita. Saya sih disiasatinya, saat terbangun itu, udah aja pejamkan mata lagi, pokoknya mereem aja. Gak boleh pegang HP yaa, nanti malah tambah gak bisa tidur lho. Dengan cara seperti ini biasanya berhasil untuk bisa tidur kembali. 

Tiga hal itu sih yang paling saya rasakan di masa perimenopause ini. Tentu saja hal ini sangat mengganggu tapi yaa namanya juga sudah sunatullah dinikmati saja yaa. Memang seperti itu siklus hidup seorang wanita. Dari mulai anak-anak, usia subur, perimenopause, menopause dan post menopause. Jika saya ditakdirkan berumur panjang tentu akan mengalami semua masa tersebut. 

 

Tips Menghadapi Masa Perimenopause Agar Tetap Nyaman dan Bahagia

Semua tanda yang dialami oleh wanita saat perimenopause tentu saja menimbulkan rasa tidak nyaman. Tapi bukan berarti kamu para wanita tidak bisa menghadapinya dengan nyaman dan bahagia. Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan untuk membuat situasi fisik dan psikis tetap mendukung untuk kesehatan fisik dan mental. Ini dia tips menghadapi masa perimenopause agar tetap nyaman dan bahagia:

Mencari Kesibukan

Jujur yaa, masa-masa perimenopause ini kadang bikin mood naik turun gak karuan. Saya bisa tiba-tiba mudah ngambek, atau males ngerjain apa-apa maunya rebahan. Sama suami kadang jadi suka sensi wkwkwk, maafin yaaa pak suami. Yaa begitulah , ibu-ibu memasuki usia Jelita ini, harus banyak-banyak dimaklum. 

Naah, saya sih mengantisipasinya dengan mencari kesibukan. Kebetulan saya masih aktif dinas bekerja jadi yaa kesibukannya di kantor. Tapi selain itu saya jadi suka menulis , saah satunya yaa mengisi blog ini. Menulis adalah salah satu cara saya mengisi kesibukan di rumah. 

Mendekatkan Diri Pada Tuhan

Kalau kata Ustaz Khalid Basalamah usia di atas 40 itu sudah harus mulai banyak-banyak berbenah. Kamu para wanita yang sudah memasuki usia empat puluh atau bahkan sudah mulai memasuki usia jelita, percayalah dengan memilih untuk lebih memberi waktu pada kegiatan ibadah maka akan jauh membuat hidup kamu tenang.

Saya pun mencoba untuk mengisi berbagai kegiatan yang muda-mudahan bisa membuat hidup jadi lebih tenang. Saya mengikuti kajian HSI bersama ustadz Abdullah Roy dan setiap hari ada satu tema yang dibahas. Setelah saya mendengarkan ngaji lalu dilanjut dengan mengisi evaluasi. Dengan demikian meskipun saya tidak memiliki waktu untuk pergi ke masjid mudah-mudahan hal ini juga bisa menambah ilmu dan pengetahuan agama. 

Memiliki Teman Berbagi

Bagi saya, teman ngobrol itu penting, kamu setuju gak dengan pendapat saya? Iyaa, saya merasakan hal ini dan teman berbagi saya adalah suami. Saat ini, suami lah yang menjadi teman berbagi derita dan hal apapun yang saya alami dan rasakan. Saya merasa, seiring usia pernikahan yang bertambah banyak, suami itu sudah menjadi teman hidup dan sahabat.

Bukan lagi sekedar suatu hubungan yang penuh cinta menggebu tapi juga kedamaian dan kenyamanan. Percaya deh curhat sama suami itu paling aman, soalnya saat saya sedang seru-serunya cerita dianya mah udah tidur, wkwkwk,,,,jadi amaan kaan. Saat ada teman berbagi, penat di hati dan pikiran akan mencair dan dapat mengurangi beban hidup. 

Olahraga Rutin

Olah raga menurut saya penting yaa buat wanita yang sudah memasuki usia perimenopause. Terutama olahraga yang bisa menambah massa otot dan menguatkan tulang.  Pada usia di atas empat puluh dan lima puluh tulang rawan mengalami keropos dan otot rawan mengalami penurunan massa otot.

Tanpa otot yang cukup, tubuh terasa lebih lemah dan cepat lelah. Saat kamu menjaga otot maka akan membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih, dan mengontrol lemak visceral (lemak berbahaya di perut). 

Kalau saya suka jalan kaki atau mengikuti olahraga di channel youtube. Seperti senam yoga, atau angkat barbel. Kebetulan ada barbel ukuran kecil punya anak saya yang dia tinggal di rumah.

Setelah makan lakukan gerakan-gerakan ringan saja seperti gerakan duduk dan berdiri di kursi dalam hitungan dua puluh kali. Yang penting dalam batas kemampuan dan menlakukannya dengan hati senang gembira. Olahraga itu bukan sebuah siksaan tapi sebuah kenikmatan. Dengan bergerak kalori akan terbuang dan tidak menumpuk di tubuh menjadi gula. 

Makan dan Minum Dengan Gizi Seimbang

Sepertinya untuk para wanita di usia jelang lima puluh tahun saatnya memilih dan memilah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Sudah bukan masanya makan makanan olahan atau penuh lemak dan berminyak. Anggota tubuh sudah menua maka makanan dengan gizi seimbang akan sangat membantu menyehatkan  dan memberi nutrisi bergizi bagi tubuh.

Kesadaran untuk memilih makanan real food, lebih banyak protein dan sayur, kuangi karbo, hindari terlalu banyak makan manis, asin adalah salah satu cara mempertahankan tubuh tetap sehat.  Makan dan minum dengan gizi seimbang akan sangat membantu kamu melewati masa premenopause dengan bahagia karena akan membuat tubuh menjadi sehat. Dengan makan dan minum yang sehat bisa menjaga agar  kolesterol atau asam urat tetap terkendali. 

Jadi sudah saatnya kamu menghindari makanan dan minuman tidak sehat yaa. Gaya hidup positif harus jadi kebiasaan sehari-hari.

Berpikir Positif

Saat perimenopause, hormon wanita terutama estrogen progesteron naik-turun tidak stabil sehingga tubuh jadi lebih sensitif: tidur mudah terganggu, mood berubah, cepat lelah. Jadinya kan rentan stress yaa. Naah, berpikir positif membantu memutus kondisi tersebut karena menurunkan sinyal stres dalam tubuh kita. Saat pikiran lebih tenang, tubuh lebih mudah stabil dan tenang.

 

Penutup

Semoga tips menghadapi masa perimenopause dari saya bisa bermanfaat untuk pembaca semuanya yaa. Asyik kaan, kalau melewati fase demi fase masa-masa perubahan dalam siklus hidup kamu sebagai seorang wanita dengan nyaman dan bahagia. Kalau saya berarti bisa menikmati jalan-jalan traveling kemana-mana dengan sehat dan gembira tanpa keluhan berarti. Senang kaan.😍😍

 

Referensi bahan bacaan artikel:

https://www.alodokter.com/perimenopause

0 Shares:
16 comments
  1. Tips menghadapi perimenopause ini terasa menenangkan, karena dibahas dengan empati dan bahasa yang membumi, bikin aku sendiri pun merasa tidak sendirian akan menjalani fase ini hehehe

  2. Setuju banget, kuncinya emang sabar dan deket sama Tuhan ya, Teh. Makasih tipsnya, sangat menguatkan buat yang lagi ngalamin perimenopause.

  3. Artikelnya bermanfaat banget untuk semua wanita, walaupun yang masih muda. Karena waktu itu berjalan cepat, tanpa kita sadari, kita sudah melewati beberapa fase kehidupan. Aku pertama kali dengar istilah perimenopause dan baru tau ngaruh banget ke perubahan fisik dan emosi. Ternyata bisa bikin jadwal haid kacau? Tiba-tiba kepikiran, selagi muda harus segera haji, karena kalau udah perimenopause, nggak kebayang. Saat haji trus haid, belum lagi fisik yang udah nggak sekuat dulu.

  4. Makasih tipsnya. Aku dulu merhatiin kalau yang mau menopause itu yang udah lebih dari 40, terus haid tidak teratur. Ternyata yang dialami, perubahannya lebih banyak ya. Makasih juga tipsnya. Meski masih jauh, tapi ya buat catatan saja. Tak perlu takut untuk menghadapinya

  5. Olahraga rutin ini yang kadang suka diabaikan. Khususnya, buat ciwik-ciwik yang mageran. Tuh, mbak-mbak sepupuku. Katanya, tubuhnya lagi nggak nyaman. Tapi, disuruh olahraga, kayak ogah-ogahan banget.

  6. Disaat seperti ini juga pasangan juga wajib mengerti, bisa dibantu atau semangati bahkan ditemani olahraga dll. Agar perempuan semakin bahagia di fase tersebut

  7. Baru tahu apa itu perimenopouse mbak. Tahunya Menopouse aja karena pasti semua wanita mengalami itu diusia 50+.
    Perimenopouse itu semacam persiapan tubuh menghadapi menopouse ya. Jadi ketika menopouse itu terjadi tubuh sudah memberikan alarm dan tidak mengejutkan kita. 🥹🥹

  8. MasyaAllah Kak Hen jelang 50 tahun, InsyaAllah berkah usianya, dan keren nih membagikan pengalamannya kepada kami yang under 40 dan 30, biar gak kaget dengan sesuatu yang namanya perimenopouse

  9. Masa menopause yang dikatakan sebagian orang masa menakutkan itu kalau dijalani dengan syukur dan pikiran jernih, biasa saja sih jadinya ya
    Apalagi dipersiapkan dengan matang seperti ini. Insyaallah tetap sehat dan bahagia jadinya

      1. Kayaknya saya harus siap-siap juga nih dengan masa perimenopause karena sekarang sudah 41 tahun. Jujur saya baru tahu tentang perimenopause ini beberapa waktu terakhir jadi dulu dikira menopause langsung stop aja haid itu ternyata ada tanda-tanda lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like