Menikmati Akhir Pekan di Homestay Omah Sawah Bodeh Gamping Sleman Yogyakarta

Akhirnya saya tiba juga di Stasiun Yogyakarta setelah perjalanan enam jam lebih naik kereta api ekonomi Lodaya dari Bandung. Cerita tentang naik kereta dari Bandung sudah saya tulis di artikel sebelum ini yaa. Cuuzz baca aja deh. Sesaat setelah tiba di stasiun saya langsung bergegas menuju arah pintu keluar sambil memesan grab menuju tempat menginap selama di Yogyakarta. Yaa, saya akan menikmati akhir pekan di Homestay Omah Sawah Bodeh Gamping Sleman Yogyakarta. Sambil rapat kerja bersama teman-teman PP ATPUSI sambil berakhir pekan di daerah pinggiran kota Yogyakarta. 

 

Lokasi Homestay Omah Sawah Bodeh

Setelah mendapatkan kendaraan menuju lokasi, saya pun naik ke mobil yang akan mengantar ke lokasi. Homestay Omah Sawah Bodeh berlokasi di Bodeh, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jadi kalau saya dari Stasiun Yogyakarta itu menuju ke arah jalan Ringroad Barat kemudian menuju Jalan Yogya-Wates. Teruus aja lurus nanti masuk ke Jalan Purworejo-Yogya. 

sumber gambar: google maps

Saya melewati RS.PKU Muhammadiyah Gamping, sebelum akhirnya belok kanan menuju jalan Bodeh tersebut. Penandanya adalah ada gapura dengan tulisan Kampung KB Padukunan Bodeh. Nah belok saja ke jalan tersebut nanti ikuti saja arah google maps nya yaa nanti kamu akan sampai ke Homestay Omah Sawah Bodeh. Tidak susah koq menemukan villa yang tenang dan nyaman ini. 

 

Homestay Nyaman

Sesampainya di homestay, saya sempat celingak celinguk karena tidak tahu harus kemana kulonuwunnya. Jujur saya tidak menemukan pintu yang menunjukkan menuju lobby atau apalah gitu. Tapi untunglah setelah saya mengucapkan salam agak keras, akhirnya ada seorang ibu yang keluar dari arah sebelah kiri bangunan. Oh saya baru paham ternyata yang terlihat seperti dinding saja itu ada pintunya juga.

Sumber gambar: pribadi

Ibu yang ramah ini kemudian menunjukkan kamar yang akan saya tempati. Kebetulan karena saya datang lebih awal jadinya saya menginap duluan deh dan membayar secara mandiri untuk menginap semalam. Jadi Homestay nya agak menjorok ke dalam, tidak terlihat langsung dari luar. Hanya dari luar terlihat spanduk Kopi Ngaji. Nah itu sih yang menjadi patokannya.

Homestay nya sendiri ada di lantai dua. Lantai satu itu terdiri dari musala dan ruang pertemuan. Di ujung kiri bangunan ada ruang terbuka yang digunakan untuk makan dan kursi untuk duduk-duduk bersantai. Di depan ruang rapat ada ayunan yang terbuat dari kayu.

 

Lantai Dua Homestay Omah Sawah Bodeh

Tepat di tengah tengah bangunan homestay ada tangga menuju lantai dua. Sesampainya di atas, jika saya belok kiri ada satu kamar tipe family dan teras yang cukup luas dimana disana terdapat beberapa meja dan kursi. Dan tepat di ujung balkon atau persisnya di samping kamar ada pantry dan satu buah kulkas. Kalau kamu berkunjung kesini dan membawa makanan mentah bisa lho masak-masak disini. Yaa minimal sederhananya masak mie instan deh.

Homestay omah sawah bodeh
Balkon di depan kamar dan area pantry di ujung balkon sebelah timur samping kamar Family room. Sumber gambar: pribadi

 

Homestay Omah Sawah Bodeh
Penampakan lantai 2 homestay. Sumber gambar: pribadi

Naah, jika dari ujung tangga kamu belok kiri maka kamu akan menemukan beberapa deretan kamar yang diperuntukkan bagi tamu penginapan disini. Total ada delapan kamar yang berjejer membentuk letter U. Tepat di depan kamar no enam ada meja dan empat pasang kursi untuk duduk bersantai. 

Disini banyak pohon rimbun dan tanaman di pot sehingga membuat suasana hijau menyegarkan. 

 

Fasilitas Kamar yang Ada di Homestay Omah Bodeh Sawah

Total lama saya menginap disini adalah tiga hari dua malam yaitu dari hari Kamis hingga Sabtu. Kamar pertama yang saya inapi pada hari Kamis malam Jumat adalah di no dua yang letaknya di bagian ujung leter U, tepat menghadap halaman luas dan langsung melihat ke sawah yang terletak di samping homestay. Kamar di no 2 ini adalah  tipe standard room dengan harga Rp.290.000 untuk satu malam. 

Sedangkan di malam kedua saya pindah kamar ke kamar no enam. Kamar ini lebih luas karena memang beda tipenya. Tipe kamar malam kedua adalah tipe superior. Ruangan lebih luas dan tempat tidur juga lebih besar. 

kamar yang ada di homestay Omah Sawah Bodeh, kamar ini saya tempati di malam kedua menginap. Sumber gambar: pribadi
Homestay Omah Sawah Bodeh
Kamar tipe standar tempat saya menginap di malam pertama. Sumber gambar: pribadi

 

Penampakan dalam kamar tipe standard. Sumber gambar: pribadi

Tipe kamar di Homestay Omah Sawah Bodeh ada family room, deluxe room,  superior room dan standard room.  Jika ingin menambah extra bed ada biaya tambahan lagi yaa. Nanti saya share harga penginapannya deh. 

Fasilitas umum di dalam kamar terdiri dari satu tempat tidur dengan ukuran berbeda menyesuaikan tipe kamar lengkap dengan satu bantal dan guling, cermin bulat yang ditempel di dinding kamar, satu lemari, satu lemari gantungan baju, meja kerja dan satu buah kursi, ambalan tepat di samping lemari baju, AC pendingin ruangan  dan satu buah tempat sampah. 

Selain fasilitas perabot ada juga dua botol air mineral, satu set gelas cangkir dan alat toiletries serta satu buah handuk. Kamarnya nyaman banget, dengan lantai kayu yang menghangatkan suasana. Begitupun dengan kamar mandi dilengkapi dengan penghangat air, closet duduk dan shower. Nyaman banget deh pokoknya.

Fasilitas kamar kurang lebih sama yaa untuk jenis tipe kamar lainnya yang membedakan hanya luas kamarnya saja dan ukuran tempat tidurnya yang lebih besar. Namun untuk  tipe Family Room beda sendiri selain ukuran kamar sangat luas, di dalam kamar ada tiga tempat tidur ukuran besar, ada kaca cermin dan kenakas yang menyekat ruang antara kamar dan kamar mandi. 

Welcome Drink dan Makanan yang Oke

Oh iya , saya dikasih welcome drink lho sesaat setelah masuk ke kamar. Saya mendapatkan  secangkir teh manis hehe, langsung deh saya bilang makasih sama mbak yang mengantarkan minuman ini. Dia lantas memberitahu saya bahwa jika ingin mengambil air panas dan menyeduh teh atau kopi letaknya ada di samping kamar no enam.

Homestay Omah Sawah Bodeh
Bubur kacang hijau dan welcome drink. Sumber gambar: pribadi

Terus di sore dan pagi hari saya kembali mendapatkan kejutan nih. Pihak homestay memberikan satu mangkuk bubur kacang hijau ketan hitam lengkap dengan santan kental nnan gurih. Bubur kacangnya enak banget karena gak terlalun manis jadi saya sukaa. Santannya gurih asin. Duh enak bangeeet hehehe….SAya menghabiskan bubur kacang hijau di kursi depan kamar no enam sambil mengobrol dengan teman yang sudah datang. 

Selama saya mengikuti raker bersama teman-teman PP ATPUSI , saya dan teman-teman mendapatkan makan dan kudapan dari pihak homestay. Makanannya sederhana namun enak-enak baik makan berat maupun kudapan dan cemilannya. Pemilik homestay baik sekali, mereka sangat ramah dan sabar melayani semua kebutuhan saya dan teman-teman selama melaksanakan raker. 

Homestay Dengan Pemandangan Indah dan Halaman Luas

Homestay Omah Sawah Bodeh memiliki halaman yang luas lho. Dari luar sih gak kelihatan yaa sepertinya biasa saja. Tapi pas sudah masuk ke dalam halaman homestay coba deh palingkan kepala kita ke arah kanan baru deh kamu akan melihat halaman yang luaas banget,

Homestay Omah Sawah Bodeh
Pemandangan indah di homestay Omah Sawah Bodeh. Sumber gambar: pribadi
Sawah menghampar sejauh mata memandang di depan halaman homestay. Sumber gambar : pribadi

Halaman homestay dikelilingi oleh saung-saung dan ada sawah dalam ukuran mini di tengah halaman. Tepat di ujung halaman bersisian dengan sawah yang luas di belakang homestay ada panggung kopi ngaji. Sepanjang sisi jalan di halaman menuju panggung berderet tiang-tiang lampu berwarna putih. Lapang banget pemandangannya tidak terhalang oleh apapun. Dari halaman homestay saya dapat melihat mobil berseliweran di jalanan jauuh di ujung sawah sebelah ujung. 

Seneng banget deh liatin sawah dari halaman ini, apalagi kalau melihat pemandangannya dari atas balkon di lantai dua dekat pantri. Beuuh indah banget deh. 

Kopi Ngaji

Ada yang spesial lho saat saya menginap di Homestay Omah Sawah Bodeh Gamping Sleman Yogyakarta ini yaitu bisa mengikuti pengajian Kopi Ngaji di Sabtu pagi. Jadi disini itu setiap sabtu pagi rutin diselenggarakan pengajian. Pemilik homestay adalah penggagas kegiatan pengajian rutin ini. Setiap sabtu pagi rutin mengundang pembicara dari luar. Beliau pun seringkali mengisi pengajian kopi ngaji ini.

Pengajian dihadiri oleh banyak sekali masyarakat. Mereka datang dari berbagai penjuru wilayah Yogyakarta bahkan ada yang datang dari Magelang. Saya perkirakan ada kali lima ratus orang berkumpul. Seluruh halaman penuh dengan peserta pengajian. 

Waktu pengajian pun sangat tepat waktu, tepat jam 05.30 pagi sudah mulai dan pengajian berakhir pada jam 06.45. Bayangkan jam berapa mereka berangkat dari rumah khususnya yang berasal dari daerah jauh. Pasti ada yang berangkat sebelum subuh atau minimal sehabis subuh langsung berangkat ke Bodeh.

suasana pengajian Kopi Ngaji di Homestay Omah Sawah Bodeh Gamping Sleman Yogyakarta. Sumber gambar: pribadi

Oh iya, sekilas tentang kata kopi ngaji, jadi ternyata kopi ngaji itu berasal dari kalimat kau pergi mengaji  menjadi kopi ngaji. Kopi adalah singkatan dari kata kau pergi berasal dari bahasa Makassar Sulawesi. Kebetulan bapak pemilik Homestay adalah orang Sulawesi dan istrinya orang Muntilan Yogyakarta. 

Setiap malam minggu rutin juga mengadakan pengajian untuk kaum muda yang bertajuk  Kopi ngaji kawula muda dan disingkat menjadi kopi ngaji kamu. Saya kagum sekali kepada Bapak pemilik homestay ini beliau baik dan banyak bersedekah kepada warga sekitar.

jajanan yang saya beli di pedagang saat digelar pengajian kopi ngaji. Sumber gambar: pribadi

Saya melihat dari kegiatan Kopi Ngaji ini juga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Saat pengajian berlangsung, banyak masyarakat berjualan di halaman homestay. Banyaak sekali yang berjualan  aneka makanan serta barang. Mulai dari gorengan hingga daster batik lengkaap deh hehehe. Seneng banget saya melihat keramaiannya  dari atas balkon. 

Saya pun akhirnya tergoda untuk jajan hehehe. Satu porsi sate lontong seharga sepuluh ribu, singkong kukus dengan harga lima ribu adalah jajanan saya. Murah-murah amat yaa harganya, banyak lagi porsinya. Beneraan yaa Yogya itu murah-murah harga jajanan dan makanannya. 

Jalan-Jalan di Sekitar Homestay

Saat perjalanan dari stasiun Yogyakarta menuju Homestay Omah Sawah Bodeh, supir grab yang mengantarkan saya memberitahu bahwa dekat homestay ada angkringan besar dan banyak yang jualannya. Akhirnya di keesokan harinya sambil  jalan-jalan pagi menghirup udara segar saya cari tuh angkringan itu.

Homestay Omah Sawah Bodeh
Menikmati jalanan desa di sekitaran Homestay. Ini daerah Ambarketawang Bodeh. Sumber gambar: pribadi

Nama angkringannya adalah Angkringan Timbangan Tebu. Dari homestay belok kiri berjalan ke arah timur sekitar 7 meter deh gak jauh koq, terus belok kiri lagi. Dari situ lurus aja saya bersama kedua teman menyusuri jalanan desa Ambarketawang. Jalanan desa ini benar-benar bersih dan rapih, saya suka banget padahal di sepanjang jalan banyak sekolahan dan rumah-rumah penduduk berjejer. 

Menu Nasi sego yang saya makan bersama teman di angkringan timbangan tebu. Sumber gambar: pribadi

 

Satu-satunya penjual nasi yang berjualan di angkringan pagi hari itu. Sumber gambar: pribadi

Setelah beberapa menit berjalan kurang lebih enam ratur meteran deh ada pertigaan lagi, naah belok aja ke kiri. Angkringan Timbangan Tebu posisinya ada di sebelah kanan. Warung-warung tenda angkringan berjejer di sepanjang jalan tersebut. 

Kawasan Angkringan Timbangan Tebu dan tempat saya makan dengan pemandangan lapang langsung melihat kereta api lewat. Sumber gambar: pribadi

Tapi saat saya kesana kan pagi-pagi jadi yaa tidak banyak yang berjualan. Hanya ada satu angkringan yang buka. Seorang ibu penjual nasi sego. Ibu penjual nasi bilang bahwa angkringan ini rame setiap sore dari mulai jam empat sore hingga malam. Akhirnya saya beli deh satu paket nasi sego dan makan di pinggiran kebun  kosong yang langsung bisa melihat kereta api. Enak banget deh makan sambil melihat kereta api dari  kejauhan..

Kesan Menginap Di Omah Sawah Bodeh

Saya sangat terkesan sekali menginap di Homestay Omah Sawah Bodeh ini. Pelayanannya baik dan ramah, full service, fasilitas kamar bagus, air bersih dan lancar, ruang meeting  sarananya lengkap dan bagus pula ruangannya, mushola lega dan bersih. 

Apalagi pemandangan dan halaman luasnya bikin betah berlama-lama menginap. Balkon yang membuat ingin tetap duduk duduk santai dan pantry yang membuat kita bisa bebikinan makanan. 

Homestay Omah Sawah Bodeh menyajikan suasana tenang khas pedesaan tapi tidak begitu jauh dari kota sehingga masih mungkin untuk menginap  meskipun tujuannya ingin jalan-jalan di kota Yogyakarta. 

Dan yang paling istimewa adalah saya bisa ikut pengajian Kopi Ngaji dan kulineran persis di halaman homestay selesai acara ngaji. Waaah benar-benar kesempatan langka. Asyiiik deh pokoknya pengalaman menginap saya di kota Yogya kali ini. 

 

0 Shares:
5 comments
  1. Salut ya sama pemilik homestay nya
    Udah homestay nya juga bersih, luas dan rapi… Plus pemandangan nya juga bagus, eh masih dermawan juga selalu mengadakan kopi ngaji dan kopi ngaji kamu
    Ide ini semoga banyak diikuti pengusaha lain. Jadi selain bisnisnya ada juga jamuan rohaninya

  2. Aku langsung share ke istriku wkwkwkwk. baguuus banget tempatnya mbak, deket sama area persawahan, dan gak jauh dari tugu Joga juga yaa. Pas banget ini kalo mau melipir ke Jogja, dan menikmati suasana ala-ala pedesaan. Kalo di hotel soalnya ga bakal berasa feels kayak gitu.
    Kopi ngaji juga asyik sih mbak. Aku kalo bisa, pengen ikutan jugaaa. Mayan, biar nanti bisa jawab kalo dikatain orang, “Ngajinya kurang jauh” hahahaha

  3. Wah senengnya bisa rapat kerja sambil jalan-jalan ke Yogyakarta, dapat homestay yang nyaman pula. Alhamdulillah, berkah, ya Teh Hen. Ditambah keunikan seperti adanya Kopi Ngaji, jadi dapat wisata religi nya juga. Asli recommended Homestay Omah Sawah Bodeh ini

  4. mbaaa, ya ampuun aku berdecak kagum dan auto subhanallah gitu pas baca artikel ini

    kok bisaaa ada pedagang yg menggeluti bisnis properti dan punya ghiroh/semangat dakwah kayak giniii.

    mana itu homestay nya tampak nyamaan bangettt.

    ku pengiin ajak keluarga ke Jogja dan ikutan kopi ngaji jugaaaa

  5. Lho konsepnya keren home staynya. Jarang² ada homestay yang ada pengajian kalau paginya. Eh ternyata empunya tuh yang nggagas.
    Sejuk pol kalau pagi² bisa lihat sawah dan udaranya masih bersih. Berasa beneran healing sambil kerja mbak Heni…

    Kalau udah disana agak mager mau balik ke kota. Lebih teduh dan nyaman, mana bisa dapat suasana tenang.. ❤️❤️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like