Beberapa pekan yang lalu, saya menulis tentang menu pencok katel. Saya kejutan juga ternyata banyak diantara teman-teman saya yang berkomentar bahwa mereka belum tahu tentang makanan yang satu ini. Ada yang mengira bahwa ini adalah petai, tapi ternyata daun tepatnya bakal daun kedelai. Naah sekarang saya akan bercerita tentang tempat dimana saya menemukan menu pencok katel ini. Jadi saya makan siang nikmat di Dapoer Ambu tempat kuliner di Majalengka. Saat saya gugling di google maps ternyata kalau di google maps namanya Dapur Ambu.
Lokasi Dapoer Ambu
Waktu itu saya bersama adik, kakak dan keponakan berangkat dari rumah kakak yang paling besar. Kebetulan lokasinya tidak jauh yaa dari rumah. Hanya sekitar sepuluh menit perjalanan. Lokasinya itu di jalan Gerakan Koperasi II, kalau saya sih ambil patokannya saat sudah melewati pemakaman Girilawungan langsung saja ambil jalan ke kanan yaa.
Jalan yang ada di samping makam Girilawungan itu namanya Jalan Gerakan Koperasi, nanti belok kanan lagi ke jalan Gerakan Koperasi II. Kalau mau enak sih ikuti saja arah rutenya di google maps. Yang jelas sih agak belok-belok yaa, kalau saya sih gak akan hapal sekali deh. Makanya itu ada juga sebagian orang yang bilang lokasinya tuh hidden gem karena memang tersembunyi.
Alamat detail: Komplek KPUD, Majalengka Wetan, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45411
Suasana Lokasi Tempat Makan
Dapoer Ambu kuliner di Majalengka ini terletak di depan lapangan besar sepertinya sih itu lapang sepakbola yaa karena lumayan luas. Tepat di depan resto ada pohon-pohon besar pinggir jalan yang membuat suasana sekeliling lumayan adem tidak terlalu panas karena sinar matahari tidak langsung menyinari. Begitu masuk ke resto saya langsung melihat beberapa area. Jadi ruangan restonya terbuka yaa tidak tertutup dalam ruangan. Tapi tetap aman koq jika hujan tidak akan kehujanan karena ada atapnya. Hanya saja tidak berdinding jadi saat makan saya masih bisa leluasa menikmati pemandangan sekitar.

Ruangan resto terbagi tiga area. Area pertama adalah saat saya masuk ke dalam. Disini ada area lesehan sebelah kanan dan area makan di maja kursi seperti biasa di sebelah kirinya. Kemudian setelah melewati ruangan pertama ada tangga menuju ke bawah, nah di area kedua ini ada juga area lesehan dan tempat duduk meja dan kursi yang diberi kanopi untuk melindungi dari hujan dan panas.

Di area kedua ini hanya daerah lesehan saja yang ada atapnya sedangkan di sisi sebelah kiri terbuka tanpa atap. Hanya tepat di atas meja kursi makan saja yang diberi kanopi. Di bagian ujung setelah area kedua ini ada ruangan tempat memasak makanan pesanan para pengunjung. Disini pula lah pengunjung bisa mengkonfirmasi order dan membayar pesanan makanan.

Naah, di sebelah kiri area satu dan dua ada tanah kebun ada toilet yang letaknya tidak jauh dari area dua. Sebuah sungai kecil memisahkan toilet dengan area makan dan sebuah jembatan kecil menjadi penghubung keduanya.
Menu Yang Dipesan
Sesi paling asyik akhirnya tiba, apalagi kalau bukan agenda memilih menu makan yang akan kami makan bersama. Menu yang kami pesan macam-macam meski ada juga yang sama. Saya bersama suami dan anak-anak memilih paket ayam goreng, ikan bakar dan ada menu spesial yang saya pilih yaitu pencok katel yang rasanya nikmat sekalii.
Saya memesan ayam goreng. Rasanya enak, bumbunya terasa dan teksturnya kering garing tapi empuk. Warnanya kuning keemasan gak gosong, pas banget menggorengnya. Begitu juga dengan tempe tahu gorengnya, gak tau apa saya yang lagi lapeer yaa hehehe tapi enak banget ini perpaduan ayam, tempe dan tahu goreng ini.

Pesanan lainnya adalah ikan bakar. Ikan bakar di Dapur Amboe ini rasanya juga pas mantaap. Ikan bakar yang tersaji adalah dari jenis ikan nila. Menu pelengkap adalah sambal ijo yang pedasnya membara di lidah wkwkwk,,,pedes banget soalnya tapi enaaak.

Menu utama dan wajib kamu coba jika berkunjung kesini adalah Pencok Katel,,,,ulasan lengkapnya sudah saya bahas di artikel sebelumnya yaa. Pokoknya gak boleh kelewatan yaa, kamu wajib pesan hehe, oh iya kalau ada menu leunca juga kamu boleh coba juga. Kebetulan kemarin saya gak pesan karena kehabisan leuncanya.

Untuk minuman saya tidak memesan apapun karena dari Dapoer Ambu sudah menyediakan air teh panas tawar jadi ya sudah saya minum air teh saja. Air teh tawar hangat ini tersaji lengkap dengan tekonya, jadi kalau ingin nambah minum tinggal menuangkan saja dari teko ke gelasnya.
Oh iya semua makanan yang tersaji tidak langsung menyentuh piring saji yaa tapi ada alas daun pisang, jadi lebih kembali ke alam deh kesannya. Piring untuk menyajikan makanan terbuat dari tanah liat, persis seperti alat bahan pembuat serabi. Jadi piring sajinya berwarna kecoklatan khas piring yang terbuat dari tanah.

Begitu pula dengan nasi di Dapoer Ambu ini menyajikannya dengan cara menempatkannya di wadah anyaman bambu. Kalau saya sih menyebutnya boboko, naah sama juga dengan makanan. Pihak resto mengalasi dulu dengan daun pisang sebelum menyajikan nasi ke dalam boboko tersebut. Jadi kesan alaminya dapat nih.
Kesan Berkunjung
Jujur yaa, ini adalah kunjungan pertama saya ke Dapoer Ambu. Sebenarnya , kakak saya tuh udah langganan membeli makan di tempat ini, tapi tidak langsung datang melainkan pesan via online. Jadi ternyata kakak saya pun sama, dia kalau untuk makan di tempat langsung adalah hal pertama baginya.
Kesan pertama saat melihat tempat kuliner satu ini adalah adem karena ada beberapa pohon besar di depannya. Tapi yaa namanya juga Majalengka yang cuacanya panas minta ampun akhirnya saya kepanasan juga hehehe. Meskipun sudah mendekat ke kipas angin yang ada di tempat duduk lesehan tapi tak mampu mengusir rasa gerah ini.
Kesan kedua, pelayanannya lama banget padahal tamu sedikit lho hanya rombongan kita saja dan ada beberapa di lesehan bawah. Intinya tidak banyak, tapi hampir satu jam menunggu makanan selesai dan terjadi di atas meja. Asli lamaa pisaan.
Saya dan kakak pun sampai mendatangi ke dapurnya dan menanyakan kenapa lama, katanya sih karena kami pesan dadakan tidak reservasi dulu jadi semua persiapan dari nol. Ya sudah kita tunggu saja. Berarti lain kali kalau mau makan kesini harus reservasi terlebih dahulu.Oke noted deh.
Kesan ketiga, terlepas dari lamanya menunggu pesanan, menu makanan yang saya makan rasanya enaak sehingga terobati deh meskipun sudah menunggu lama. Apalagi pencok katelnya,,,enaak hehe.
Penutup
Alhamdulillah akhirnya saya bisa makan nikmat di Dapoer Ambu tempat kuliner di Majalengka. Meskipun agak lama dalam penyajian tapi so far enak aman sih soalnya makanannya enak. Terima kasih yaa sudah membaca artikel saya sampai tuntas. Semoga informasi yang saya sajikan bermanfaat buat kamu semua. See you di artikel berikutnya…😍😍
22 comments
baca ulasannya jadi makin penasaran sama Dapoer Ambu! Ternyata beneran hidden gem ya di Majalengka, apalagi penyajiannya pakai piring tanah liat dan alas daun pisang, kerasa banget nuansa alaminya. Meskipun harus ekstra sabar nunggu pesanan karena dimasak dadakan, tapi kalau rasa ayam goreng dan pencok katelnya sepadan, sih wajib dicoba. Tips buat reservasi dulu ini berguna banget biar nggak terlalu lama menunggu.
naah iya mas,,,reservasi dulu itu mah wajiiib jadinya biar gak pake lama nunggu hehe
Oke kak. Aku masukkan list nanti kalo mampir ke Majalengka, secara look makanannya emang seenak itu dan suasananya juga senyaman itu, pasti menyenangkan untuk sekeluarga
Daku kalau makannya beralaskan daun pisang udha cukup sering, tapi kalau wadahnya dari tanah liat ini nih, sepertinya belum pernah. Kebayang sensasinya bakalan gereget
lihat dari gambar-gambar sepertinya tempatnya adem Teh, cocok di suasana Majalengka yang panas.. ya walaupun tetap kalah sama panasnya Majalengka, ya.. hehe
Ini makin penasaran dengan rasa Pencok Katel. Di sSukabumi ga ada ya jenis makanan pencok katel ini, jadinya harus ke jalan-jalan ke Majalengka ini mah.
Dan berarti tipsnya kalau mau ke sana better reservasi dan konfirmasi menu serta kedatangan dulu, ya biar ga nunggu lama, karena saya tipe yang ga bisa nunggu kalau harus lama-lama sampai hampir 1 jam, keburu meronta-ronta lambung nya.. hehe
Baca dan lihat dari foto-foto dokumentasinya sepertinya tempatnya menarik. Next kalau ke majalengka dicoba untuk mampir disana deh… thank kak sudah berbagi informasi
Keliatan menarik sekali untuk dikunjungi. Suasananya juga bikin tenang ini. Cocok buat keluarga kesana…
Tempat teduh dan rindang, lesehan, makanan enak-enak … ini sih sempurna banget buat healing sendiri maupun sama keluarga. Tapi sayang sekaliii yang kayak begini selalu jauh dari tempat tinggalku 😭
Looks so appetizing, mba. Rasanya ingin join makan lesehan sambil memesan sambel tambahan hahaha
hayuu nanti kalau meet up kita botram kak Dwii
Penasaran dengan harganya. Ga ada bocoran kisaran berapa ya?
Kalau ke Maja harus mencari dan mampir nih. Tapi yaitu. Biar gak lama kudu reservasi dulu ya
iyaa teh maafkeun saya tuh lupaa gak potoin daftar harganya. Tapi standar koq teh,,,,gak mahal2
Suasana, menu rumahannya menggoda selera banget yaaaa. Btw, aku belum pernah makan Pencok Katel. Beneran enak kah? Penasaran. Soalnya aku makan Pencok Timun aja sih. Yang itu kayanya pakai sambal pedas aja
enaaak mbak Jiah
Review yang mantap, Kak! Foto-fotonya bikin ngiler, sukses bikin saya laper siang-siang begini, mwehehe. Ternyata di Majalengka ada tempat senikmat Dapoer Ambu ya. Thanks for sharing infonya!
Unik sekali pecok katel ini mbak. Kemungkinan sebagai penggemar sayur-sayuran saya bakalan doyan.
Selain enak, Dapur Amboe ini porsinya mantap ya. Jadi pulang-pulang pasti kenyang
Wah berarti dapurnya itu baru bikin masakan pas ada yang pesan ya, mbak. Makanya kalau datang dadakan mereka lama pelayanannya karena harus masak dulu. Bikin penasaran sih tapi kadang suka malas kalau harus nunggu lama ya dan harus reservasi dulu jadinya
Wahh, Dapoer Ambu ini menyajikan makanan persambalan yang kusuka. Dan ada makanan yang kemarin kubaca diblogmu mbak. Hehe.. Pencok Katel. Jadi pengen nyoba menu itu lho mbak. Tapi daunnya nggak ada yang jual di areaku. Huhuhu.. 😅
Terus makannya sama nasi hangat, tempe tahu goreng renyah dan ikan. 🤤
Suasananya sih enak ya
Tapi emang jadi kurang puas ya kalau nunggunya lama
Tapi ya untung aja ya rasanya enak
malam malam liat ini beneran laper, membaca dan melihat foto-fot sambelnya..benrean berasa kayak mau nyomot.. enak banget ya , berasa makan masakan ambu sendiri…
hehe…cuzz booking mbaak
Tempat makan yang nyaman tuh biasanya nggak cuma ngandelin rasa. Suasana, pelayanan, dan kesan rumahan sering bikin pengalaman makan jadi lebih berkesan dan pengen balik lagi. Sambel ijonya dan ikannya behh ngiler banget aku