Mambo Reborn Sentra Kuliner Legend Di Kota Majalengka

mambo reborn kuliner legend

Mudik lebaran tahun ini saya putuskan pulang ke Majalengka untuk berlebaran dan silaturahmi dengan sanak saudara keluarga besar. Selama disana tidak lupa saya berkeliling kota Majalengka. Mengunjungi tempat-tempat dimana dulu saya sering singgah disana. Salah satunya adalah Mambo Reborn sentra kuliner legend di kota Majalengka.

Tidak susah saya menemukan lokasinya karena jalannya masih jalan yang sama, tempatnya pun masih disana tidak berpindah. Namun sekarang namanya sudah berubah menjadi Mambo Reborn. Saya pangling melihat Pasar mambo yang sudah berubah namanya menjadi Mambo Reborn. Pas banget menelusuri jalanan sepanjang Mambo Reborn ini di sore hari menunggu magrib tiba.

Pasar Mambo Vs Mambo Reborn

Mambo Reborn sentra kuliner legend di kota Majalengka. Dulu terkenal dengan sebutan Pasar Mambo. Seingat saya, sejak saya masih belum sekolah kawasan lokasi pusat kuliner  ini sudah ada. Meskipun namanya pasar tapi jangan dibayangkan seperti pasar pada umumnya yang banyak orang berjualan sayuran dan bahan kebutuhan lainnya. Disini kita akan menemukan pusat jajanan rupa-rupa makanan dan minuman.

Sekarang Pasar Mambo sudah berganti nama menjadi Mambo Reborn tepatnya sejak bulan Januari 2024. Yaa kalau menurut saya perubahan namanya jadi lebih keren dan kekinian. Mambo Reborn sebuah nama yang bagus dan menjual. Dengan nama ini diharapkan pusat sentra kuliner ini kembali menjadi pusat kuliner yang ramai dan dijadikan tempat berburu makanan bagi sebagian besar masyarakat di majalengka.

Area Mambo Reborn Lebih Luas

Naah urusan lokasi ini juga saya baru tahu saat mengunjungi Mambo Reborn sentra kuliner legend di kota Majalengka. Ternyata sekarang lokasinya lebih luas lho. Dulu itu hanya satu lurusan jalan dari perempatan Jalan Abdul Halim hingga ke perempatan jalan Ahmad Yani. Namun sekarang lebih panjang lagi bergeser ke arah barat menyusuri jalan Ahmad Yani terus berbelok ke jalan Alun-alun sebelah timur. Jadi kalau dilihat dari atas area Mambo Reborn ini berbentuk huruf U. Asyik banget menyusuri pusat sentra kuliner disini karena lokasinya lebih luas dan jalan yang disusuri menjadi lebih panjang.

Jajanan Jauh Lebih Banyak Dan Bervariasi

Area yang diperluas dari sebelumnya otomatis membuat sentra kuliner ini lebih memiliki variasi jajanan yang lebih banyak. Aduuuh saya sampai bingung ingin semua dibeli saking enak-enaknya makanan disini. Semua rasa makanan ada disini mulai makanan asin, asem, manis maupun pedas. Berbagai jenis minuman ada dijual. Selain jajanan cemilan ada juga makanan real food seperti rebur-rebusan jagung, kacang, ubi dan juga jajan pasar tradisional. Makanan legend pun ada lho disini.

 

Apa sih yang gak ada di mambo Reborn sepertinya ada semua deh hehe. Mulai dari martabak, roti bakar, batagor, siomay, aneka macam bubur, sate, gorengan lengkap, lumpia, seblak, jasuke, takoyaki, sempol, cakue, citul. Nah lho apa sih itu citul ? Citul itu singkatan dari aci tulang isinya macam-macam bisa ayam atau daging. Banyak makanan dengan awalan kata ci, ada citul, cilok, cilung, cilor hehe…kreatif sekali yaa para penjual menamai makanan dagangannya. Aneka minuman juga banyak lho ada teh poci, es jeruk, pop ice dan aneka kopi ala-ala cafe gitu deh.

Oh iya ada satu cilok yang terkenal di majalengka yaitu cilok Bang Ridho. Saya menemukan beberapa penjual disini menjual cilok Bang Ridho ini. Hampir semua keponakan saya bilang kalau cilok ini enak dan memang enak sih pas saya cicipin. Jadi kalau jalan ke mambo Reborn sentra kuliner kota Majalengka jangan lupa jajan cilok ini yaa…

Penataan Lebih Rapi

Meskipun banyak sekali pedagang yang berjualan di sentra kuliner Mambo Reborn ini tapi penataannya rapi dan tertib. Seluruh gerobak dan tempat dagangan penjual yang mangkal disana diberi label “Mambo Reborn legenda sejuta nostalgia” bagus juga yaa hastagnya. Memang betul banget mambo itu penuh dengan cerita nostalgia.

Seluruh pedagang berjajar rapi di pinggir jalan tidak ada yang ke tengah dan menghalangi jalana. Kondisi lingkungan cukup bersih. Selain itu juga jalannya lebar hingga meskipun banyak pedagang yang berjualan di sepanjang sisi jalan tidak lantas mengganggu pengguna kendaraan bermotor.

Makanan Khas Di Mambo Reborn

Ada beberapa makanan yang termasuk kearifan lokal disini. Diantaranya adalah tutut, jalakotek, awug.

Tutut Makanan Favorit Sejak Kecil

Tutut adalah hewan sejenis keong yang biasa ada di sawah. Bagi petani tutut adalah hama yang suka memakan padi namun bagi penjual tutut, hewan ini membawa berkah. Tutut adalah makanan favorit saya. Selain enak juga sehat kan karena memiliki kandungan gizi tinggi. Ada yang khas dari tutut ini yaitu penjualnya ibu-ibu dan sudah berumur.

Tutut ini diolah dan dijual dengan harga murah meriah hanya lima ribu rupiah saja untuk satu porsinya. Ada dua varian rasa yaitu pedas dan biasa. Makan tutut itu memiliki ciri khas sendiri yaitu kita harus menyedot dari cangkangnya jika susah bisa menggunakan tusukan bambu kecil.

Jalakotek Penganan Asli Majalengka

Makanan kedua yang saya temui disana adalah jalakotek. Jalakotek itu makanan khas Majalengka yang berasal dari daerah Maja. Sekilas bentuknya mirip pastel. Namun berbeda dalam hal bahan dasarnya. Bahas dasar jalakotek ini adalah tepung tapioka dan tepung terigu sehingga menghasilkan tekstur kenyal saat digigit.

Isian jalakotek adalah tahu. Ini adalah resep aslinya. Jadi jalakotek asli itu dari daerah asalnya berisi tahu. Namun seiring perjalanan waktu para penjual menyesuaikan dengan selera pasar pembeli. Sehingga saat ini isian jalakotek lebih bervariasi mulai dari tahu, ayam, toge dan wortel.

Jalakotek mempunyai rasa asin, manis, gurih dan pedas. Setelah digoreng sentuhan akhirnya diberi taburan asin atau pedas di atasnya. Harganya merakyat sekali hanya 2000 per biji. Jika ingin menambah rasa pedas bisa minta sambal tambahan ke penjualnya.

Ssstttt….tahu gak kamu kalau jalakotek itu sebuah singkatan lho…..

Jalakotek itu singkatan dari kata “jajanan ala kota Majalengka”. Keren yaaa yang buat nama makanan ini, kreatif sekali idenya.

Awug Alias Dodongkal atau Putu

Makanan ketiga adalah awug alias dodongkal atau putu.  Awug ini termasuk jajanan pasar khas tanah pasundan. Orang sunda pasti paham apa itu awug. Orang priangan timur menyebutnya awug. Saya sendiri menyebut jajanan pasar ini dengan nama putu.

Awug terbuat dari tepung beras diberi gula aren kemudian dikukus dan diberi taburan kelapa di atasnya. Kue dodongkal ini bentuknya kerucut. Di Mambo Reborn dodongkal dijual dalam beberapa ukuran ada yang besar, sedang dan kecil. Bisa juga membeli yang potongan dari dodongkal ukuran besar.

Waaah…..kenyang deh kulineran sepanjang sore di mambo Reborn. Lapar mata ini terpuaskan melihat beraneka ragam jajanan. Oh iya, jangan lupa membawa uang cash yaa dan recehan pecahan kecil karena masih banyak pedagang yang menggunakan uang cash dalam pembayaran.

0 Shares:
4 comments
  1. Lucuuuuu namanyaa, memang eye catching banget😄😍. Gampang diingat pula.

    Aku paling seneng kalo jelajah sentra kuliner begini mbaa. Banyak makanan, banyak pilihan, dan yg pasti murah😍😍👍. Trus banyak yg khas dari sana juga yaa. Jalakotek penasaran deh. Aku td langsung inget ama JALANGKOTE, bentuknya kayak pastel, cuma isiannya bihun. Kalo yg ini khas makasar. Kulitnya dari pastry. Beda ama Jalakotek yaa. Mirip sih namanya.

    Kapan2 pengen deh kulineran dan stay di majalengka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like