Saat saya berbincang dengan seorang teman yang kebetulan dia memakai kacamata yang cukup tebal, terlihat dia sangat kerepotan untuk bisa melihat dengan jelas karena kacamatanya tertinggal di rumah. Dia bercerita kalau kacamata sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya. Dia sudah memakai kacamata dari sejak kelas 6 SD. Wah sudah lama sekali yaa karena dia sekarang umurnya sekitar tiga puluh tahun. Masih muda sih kalau dibanding saya. Tapi sekarang sudah tidak pakai kacamata lagi, ternyata teman saya melakukan metode LASIK pada matanya.
Saya juga punya pengalaman tentang perkacamataan ini. Dulu murid saya di sekolah dia sama juga menggunakan kacamata yang cukup tebal. Saat menginjak kelas XII, dia berniat untuk melanjutkan ke sekolah kedinasan yaitu APDN. Tahu sendiri kan kalau masuk sekolah kedinasan seperti itu gak boleh memakai kacamata. Naah, akhirnya orang tuanya memutuskan untuk menggunakan metode lasik agar matanya tidak lagi menggunakan kacamata sehingga bisa ikut tes ujian di APDN. Dan alhamdulillah anaknya sekarang sudah lulus dan bekerja.
Jadi penasaran kan? Apa sih lasik itu? Yuuk kenali metode lasik untuk mata sehat kembali.
Apa Itu Lasik?
Lasik adalah singkatan dari Laser Assisted In-Situ Keratomileusis, merupakan prosedur bedah refraktif yang digunakan untuk mengatasi berbagai kelainan penglihatan seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan mata silinder (astigmatisme). Caranya bagaimana ya? Jadi dengan lasik ini ketebalan serta kelengkungan kornea dibentuk ulang .
Ada dua metode lasik, yaitu metode LASIK konvensional dan metode lasik dengan laser. Pada lasik konvensional pembuatan flap kornea masih menggunakan pisau mekanis. Akan tetapi ada juga teknologi terbaru pengobatan mata dengan sistem lasik ini dengan memanfaatkan laser femtosecond tanpa penggunaan pisau. Metode lasik tanpa pisau ini menghasilkan tingkat presisi dan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan teknik tradisional.
Prosedur ini secara khusus memadukan dua teknologi utama, yaitu Femtosecond Laser untuk membuat flap kornea dan Excimer Laser untuk membentuk ulang kornea, dan hanya perpaduan keduanya yang dikenal sebagai prosedur “LASIK tanpa pisau”. Jadi, kalau kamu kebetulan memiliki gangguan mata minus, plus atau silinder dan ingin melakukan lasik mau pilih yang mana? Kalau saya menyarankan lebih baik metode lasik tanpa pisau saja.
Manfaat dan Keunggulan
Setelah mengetahui penjelasan tentang apa itu lasik secara lebih detail, maka kamu mungkin ingin tahu juga tentang manfaat dan keunggulan metode pengobatan mata dengan sistem Lasik ini bukan?
Sebenarnya, apa sih keunggulan dan manfaat metoda lasik itu sendiri?
Pertama sih jelas gak perlu ribet memakai kacamata lagi yaa. Dengan metode lasik, kacamata kamu bakal memasuki masa pensiun wkwkwk, gak usah dipakai lagi. Lebih ringkas kaan? Tidak adal lagi tuh drama lupa naroh kacamata kek saya gitu yang suka pelupa. Kamu pun jadi lebih percaya diri saat tampil di depan umum.
Lantas bagaimana dengan orang yang suka menggunakan lensa kontak? Dengan metode lasik jadi tidak usah menggunakan lensa kontak lagi deh. Sudah bukan rahasia lagi kalau penggunaan lensa kontak, jika orangnya gak rajin-rajin banget maka resiko infeksi cukup besar. Hal ini terjadi karena lensa kontak kurang terjaga kebersihannya atau malah lupa lepas lensa kontak saat tidur.
Saat melakukan tindakan lasik jangan khawatir sakit karena mata kamu akan diberi obat mata tetes anestesi, bukan yang dibius total jadi kita tidak ingat apa-apa yaa seperti saat saya operasi angkat empedu beberapa tahun yang lalu. Biusnya termasuk bius lokal saja koq. Jadi jangan khawatir sakit ya, aman-aman saja koq. Proses lasik pun cepat saja tidak kurang dari 20 menit dan tidak usah rawat inap, bisa langsung pulang koq.
Lasik juga masih menjadi yang terbaik untuk solusi menghilangkan gangguan mata minus, plus dan silinder. Hal ini didukung oleh hasil penelitian terbaru bahwa 96% pasien LASIK benar-benar puas dengan kondisi matanya pasca operasi, penglihatan kembali tajam dan bergas kembali.

Resiko Tindakan Lasik
Disamping manfaat dan keunggulan metode lasik tentu saja ada resikonya. Meskipun resikonya itu kecil tapi dalam sebuah tindakan medis pasti tetap mengandung resiko. Namun jangan khawatir resiko tindakan lasik ini hanya ringan saja.
Beberapa pasien bisa saja merasakan ketidaknyamanan seperti mengalami sesuatu ada yang mengganjal di mata yaa seperti ada pasirnya gitu deh. Terus juga bisa juga akan menimbulkan mata kering atau penglihatan yang tidak stabil. Tapi jangan khawatir karena efek ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu cepat. Dokter pun pasti akan memantau kondisi pasien pasca lasik.
Prosedur Lasik: Tahapan Pelaksanaan
Saat kamu hendak memutuskan menggunakan metode Lasik ada beberapa hal yang harus kamu ketahui dan persiapkan. Pertama kamu harus tahu bahwa untuk melakukan Lasik umur kamu harus minimal 18 tahun yaa.
Kedua dokter akan memeriksa terlebih dahulu kondisi kesehatan kamu sekaligus mengecek barangkali ada penyakit penyerta. Oh iya, buat kamu yang sedang dalam kondisi hamil dan menyusui juga tidak bisa yaa melakukan tindakan lasik. Lebih baik ditunda dulu hingga masa menyusui selesai atau kamu sudah melahirkan.
Penutup
Demikian informasi seputar metode Lasik untuk penyembuhan gangguan refraksi pada mata. Sudah siap untuk menyembuhkan mata minus, plus dan silinder dengan Lasik? PAstinya dong, biar sembuhnya permanen.
Referensi
https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/
https://www.klinikmatanusantara.com/id/aksi-dan-biaya/lasik/