Hai…hai,,,,assalamualaikum tahun 2026, alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan hidup buat saya hingga bisa menghirup udara tahun baru ini dengan sehat dan bahagia. Gimana nih kabar kamu semuanya? Semoga sehat selalu juga yaa, bagaimana dengan rencana-rencana di tahun 2026 ini? Semoga Allah mampukan hingga bisa mencapainya.
Yaps, di tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang kota Cibadak. Sebuah kota kecil yang saya tinggali sejak lulus kuliah 27 tahun lalu. Haah,,,,27 tahun lalu?? Iyaa,,,,sejak lulus kuliah saya langsung terbang kesini dari Bandung hehehe. Cibadak 27 tahun yang lalu dengan Cibadak saat ini tentu saja sudah banyak perubahan. Naah yang paling bisa saya rasakan adalah berkaitan dengan pusat keramaian kota Cibadak.
Setelah menempuh perjalanan waktu selama 27 tahun lamanya terasa sekali ada perubahan terkait pusat keramaian di kota Cibadak ini. Kira-kira sekarang pusat keramaian kota Cibadak dimana yaa? Sebenarnya sih pusat keramaian itu bukan berpindah yaaa, tapi tepatnya bertambah. Kawasan pusat kota dimana banyak pertokoan, kuliner dan perkantoran di tempat yang lama pun masihlah ramai meski tidak sepadat dahulu.
Dimana Kota Cibadak
Kota Cibadak dikenal dengan sebutan kota Nayor. Nayor adalah nama lain dari delman, bedanya kalau dengan delman kalau nayor itu menggunakan ban pendek dan kecil. Sedangkan delman kan rodanya besar dan tinggi yaa. Bahkan di depan kantor Kelurahan Cibadak berdiri gagah tugu nayor sebagai simbol bahwa kota Cibadak adalah kota Nayor. Cibadak ini masuk ke wilayah Sukabumi Utara. Kalau kamu mau menuju ke kota Sukabumi dari arah Bogor/Jakarta dan keluar dari pintu tol Parungkuda pasti akan melewati kota Cibadak ini.



Di Cibadak ada pertigaan besar dan termasuk lokasi jalan nasional utama. Dari simpang pertigaan ini jika dari arah Bogor/Jakarta belok kanan itu akan menuju arah Pelabuhan Ratu dan jika tetap lurus akan menuju kota Sukabumi. Daerah CIbadak berbatasan langsung dengan Kecamatan Nagrak di utara, Kecamatan Cikembar di Selatan kemudian di sebelah timur berbatasan dengan Cicantayan dan di sebelah barat berbatasan langsung dengan Kecamatan Parungkuda.
Labora Kawasan Pertokoan Legend di Cibadak
Dulu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di Cibadak, kalau mau belanja atau membeli kebutuhan apapun perginya ke pusat keramaian Cibadak yang letaknya itu dari pertigaan Cibadak ke arah barat. Tidak jauh dari pertigaan Cibadak ke arah Bogor itu ada jembatan yang mengalir dibawahnya Sungai Palawing Leuwigoong, Naah selepas jembatan Leuwigoong hingga pasar Cibadak itu berjejer pertokoan, kuliner dan perkantoran.
Sepanjang jalan antara jembatan Leuwigoong hingga Pasar Cibadak ada sebuah kawasan terkenal dan legend yaitu kawasan pertokoan Labora. Saya punya tempat makan favorit di Labora ini namanya warung makan Ibu Gendut. Saat anak-anak masih kecil saya suka membeli ikan teman makan nasi disini. Kawasan pertokoan Labora ini terletak di pinggir jalan raya utama CIbadak.


Ciri khas jejeran pertokoan di kawasan ini adalah bangunannya masih bangunan lama. Bahkan mungkin beberapa diantaranya ada yang sudah dibangun dari sejak zaman Belanda. Apapun ada di jalur pertokoan CIbadak ini, Ada toko Agus, toko kue favorit saya sejak masih gadis, ada warung sop Haji Mamad yang legend hingga sekarang. Beberapa toko yang sudah ada sejak tahun 90 an seperti toko Berkah Baru, Toko Tri M Paris dan Toko perabotan Bungsu. Naah itu yang saya ingat sudah ada dari pertama saya tinggal di Cibadak.
Jangan lupa jga yaa kalau kamu menyusuri jalanan antara jembatan Leuwigoong hingga pertingaan Pamuruyan ada Pasar Cibadak yang terkenal sekali dengan kemacetannya sejak dari dulu. Pokoknya jalur utama ini ramee banget , mau apa aja adaa sering macet.
Yaa, sekarang juga sebenarnya jejeran pertokoan di sepanjang jalan tersebut masih tetap ramai meskipun tidak seramai dahulu. Tapi kalau macetnya sih tetap sama karena memang Cibadak dari dulu terkenal dengan jalur macetnya. Apalagi di akhir pekan beuuh udah deh panjaaang banget macetnya tuh.
Pusat Keramaian Kota Cibadak Sukabumi Saat Ini Bertambah Lho
Nah, kenapa saya bilang jalur sepanjang jembatan Leuwigoong hingga Pasar Cibadak termasuk kawasan pertokoan Labora berkurang tingkat keramaiannya dan tidak lagi menjadi satu-satunya pusat keramaian? Jawabannya adalah berkembangnya kawasan daerah pertigaan Cibadak ke arah timur.
Dulu saat awal-awal saya datang ke Cibadak, daerah dari pertigaan ke arah timur atau yang menuju ke arah kota Sukabumi belum ramai, masih banyak tanah kosong yang ditumbuhi rumput. Masih banyak rumah-rumah zaman dulu yang sudah lama kosong. Intinya, Pusat keramaian Cibadak sebelum tahun 2010 deh keknya itu masih dari arah pertigaan tuh ke kanan ke arah pasar Cibadak. Sementara dari pertigaan Cibadak ke arah kanan itu masih kosong dan sepi.
Daerah pertigaan Cibadak mulai berkembang sejak dibangun Rumah Sakit DKH yang dulu bernama Rumah Sakit Kartika tahun 2010. Sejak saat itu kawasan dari pertigaan CIbadak ke arah kota Sukabumi berkembang pesat. Saya sendiri tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya jalur pertigaan ke arah kota Sukabumi itu akan ramai sekali seperti saat ini. Bahkan ada Masjid besar bernama Darul Matin yang menjadi salah satu icon kota Cibadak.


Tepat di seberang rumah Sakit DKH berdiri jajaran ruko-ruko yang diisi oleh berbagai pertokoan dan pusat kuliner. Saya mencatat ada beberapa toko dan Bank yang pindah dari kawasan pusat Cibadak lama ke pusat keramaian Cibadak baru. Bank BCA Cibadak pindah kantor dari dekat Stasiun Cibadak ke sebelah timur dan ada juga toko Mainan Pelangi yang dulu tokonya hanya ada satu di seberang pasar CIbadak sekarang ada membuka cabang tepat di seberang masjid Darul Matin.
Bank BNI juga dulu ada persis di sebelah toko Multi Grosir di sebelah pertokoan Labora. Sekarang Bank BNI sudah pindah ke kawasan keramaian baru ini. Tepat di sebelah ruko-ruko pertokoan seberang Rumah sakit DKH. Bank besar yang masih bertahan di jalur keramaian lama hanya Bank BRI dan Bank Mandiri saja deh sepertinya. Hampir semua bank sudah pindah ke arah timur.


Rata-rata pusat kuliner di pusat keramaian baru ini adalah tempat kuliner baru yang sebelumnya tidak ada atau belum ada cabangnya di kota Cibadak. Cafe-cafe banyak ditemukan di jalur keramaian baru kota Cibadak seperti Tomoro, Kopi Kenangan dan cafe-cafe lokal lainnya. Kota Cibadak bertumbuh begitu cepat menjadi kawasan ramai dan padat.
Ada banyak pusat kuliner, pusat pertokoan dan perkantoran di daerah pertigaan CIbadak arah kota Sukabumi. Pusat keramaian kota Cibadak saat ini sudah berpindah dari barat ke arah timur. Mulai dari Mall Ramayana hingga Mie Gacoan ada, makin ke arah timur hingga jembatan Sekarwangi sepertinya masih akan terus berkembang berbagai bangunan bermunculan.
Penutup
Pusat keramaian kota Cibadak menurut saya sih terbagi dua kawasan. Kawasan pertama yaitu dari arah jembatan Leuwigoong hingga Pasar Cibadak dan kawasan kedua yang hadir belakangan yaitu dari pertigaan Cibadak terus ke arah timur hingga jembatan Sekarwangi. Apakah kamu pernah melewati daerah Cibadak Kabupaten Sukabumi ini?
Jangan lupa siapin stok sabarnya yaa kalau melewati jalur ini, apalagi di akhir pekan dan libur-libur panjang karena sepanjang jalan ini sering terjadi kemacetan panjang. Tapi sebagai warga lokal, Cibadak adalah my home sweet home hehehe. Saya betah tinggal disini.
5 comments
Term baru mbak Heeennn.. wkwkw..
Saya tuh baru denger nama Nayon lho. Tahunya mah delman ya delman atau dokar ya dokar. Ternyata kendaraan dengan kuda ini punya nama menarik di beberapa daerah. Ada yang nyebutnya Bendi, Nayon, Dokar, dll.
Saya belum pernah ke cibadak mbak. Dan sekarang tuh banyak area² yang mulai berkembang melebar. Barangkali kalau orang cibadak yang merantau sangat lama, bisa² terkejoet lihat perubahan kotanya.. 🤭🥹
pengen banget ke Sukabumi, taunya sukabumi ketimbang cibadak teh
dan nambah ilmu juga bedanya delman dan nayor seperti itu, setelah baca artikel ini hehe 😀
Ternyata pusat keramaian kotanya bertambah ya. Iyalah. Dibandingkan dengan dulu pasti ada saja kemajuan, entah dari sisi pembangunan atau dari sisi pertumbuhan penduduknya.
Gambaran pusat keramaian Cibadak terasa hidup, dari aktivitas warga sampai dinamika ekonomi lokal yang terus bergerak dari pagi sampai malam
Sepertinya Cibadak sangat berkembang ya sampai-sampai pusat keramaiannya berpindah. Saya sendiri jarang ke Cibadak, paling ngelewatin aja kalau touring kadang-kadang. Tapi menarik juga melihat bagaimana wajah kota bisa berubah seiring waktu dan kebutuhan warganya.