Mari Mengenal Faktor Lingkungan yang Memengaruhi Perkembangan Populasi Rayap

anti rayap bandung

Dalam artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang rayap sebagai hama buat rumah dan bangunan. Saat rumah kamu diserang hama rayap maka kemungkinan kayu rumah akan keropos. Jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan kerusakan bangunan bahkan bisa sampai pada tahap tidak bisa ditinggali lagi.  Naah, dalam artikel ini saya akan bercerita tentang faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan populasi rayap. 

 

Faktor Lingkungan yang Memengaruhi Perkembangan Populasi Rayap

Saat kamu sudah mengetahui faktor lingkungan apa saja yang bisa membuat populasi rayap kian berkembang maka kamu bisa mengantisipasi sedini mungkin. Jadi apa saja sih faktor lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan populasi rayap ini? Yuuk kita bahas satu-satu.

Curah Hujan

Ternyata curah hujan punya pengaruh cukup besar terhadap kehidupan rayap. Saat hujan turun, kelembaban tanah dan kayu biasanya meningkat, dan kondisi seperti ini sangat disukai oleh rayap, terutama rayap tanah dan rayap kayu. Pada musim hujan, kondisi kayu menjadi  lembap. Terus juga tanah yang lebih basah membuat mereka lebih mudah membuat terowongan dan memperluas koloninya. 

Selain itu, kayu yang terkena air hujan biasanya menjadi lebih lembek dan lembap sehingga lebih mudah dimakan oleh rayap, yang pada akhirnya membuat aktivitas makan mereka semakin cepat dan koloninya berkembang lebih pesat. Hujan itu benar-benar berkah buat rayap.

Setelah hujan juga sering muncul laron yang merupakan kasta reproduksi. Rayap bersayap ini keluar dari sarang dalam jumlah banyak untuk mencari pasangan dan membentuk koloni baru. Musim hujan identik dengan musim kawin bagi mereka. Pada musim hujan, aktivitas rayap juga biasanya meningkat sehingga serangan pada bangunan, furniture atau bagian rumah dari kayu menjadi lebih sering terjadi. 

Rayap juga ternyata bisa bertahan di dalam tanah yang terendam air. Saat tanah berada dalam kondisi banjir, rayap bisa bertahan cukup lama lho di dalam tanah bisa sampai satu hari lebih. Naah, setelah air banjir mulai surut mereka pun kembali beraktivitas seperti biasanya membentuk sarang dan membangun koloni. 

Suhu

Ada tiga kategori suhu yang memberi pengaruh besar pada serangga khususnya rayap, yaitu pertama suhu maksimum di atas 38 derajat celcius dan minimum pada suhu di bawah 0 derajat dapat menyebabkan kematian rayap. Kedua adalah suhu hibernasi yaitu suhu yang berada di atas atau di bawah suhu optimum. Pada suhu ini, rayap memilih untuk mengurangi aktivitasnya atau melakukan dorman. Sedangkan suhu ketiga adalah suhu optimum yaitu suhu pas untuk bisa rayap hidup normal. Suhu optimum ada di kisaran 15-38 derajat celcius. 

Saat suhu ada pada kisaran suhu optimum maka rayap menemukan kehidupan terbaiknnya. Rayap itu sangat suka pada suhu yang hangat dan kebalikannya mereka tidak mau dikasih suhu dingin. Sementara kamu tahu kan kalau Indonesia itu adalah negara dengan suhu tropis, makanya seneng banget dia dengan kondisi suhu di Indonesia pada umumnya yang hangat. 

Tapi rayap itu pintar dalam mekanisme pengaturan suhu ini. Dia akan melakukan beberapa cara saat suhu sedang tidak bersahabat dengannya , yaitu dengan cara melakukan isolasi membangun sarang tebal, menumpuk gudang makanan. Cara kedua adalah dengan mengatur arsitektur sarang sehingga suhu ruang antar ruang berbeda-beda. Cara ketiga adalah dengan mempertahankan kandungan air tanah penyusun sarang.

Kelembaban

Faktor lingkungan ketiga adalah kelembaban. Rayap menyukai tingkat kelembaban yang tinggi. Oleh sebab itu jika kamu membiarkan lingkunganmu dengan kondisi lembab dengan berbagai sebab maka itu sama saja dengan mengundang rayap.  Rayap khususnya jenis rayap tanah memerlukan kisaran kelembaban antara 75% hingga 90%. Pada suhu kelembaban tersebut perkembangan optimum rayap bisa tercapai.

Ketersediaan Makanan

Rayap sangat bergantung pada ketersediaan sumber makanan di lingkungannya. Makanan utama rayap adalah bahan yang mengandung selulosa, seperti kayu, kertas, kardus, daun kering, atau sisa-sisa tanaman. Karena itu, tempat yang banyak memiliki material kayu atau bahan organik biasanya lebih mudah menjadi habitat rayap. Mereka akan terus mencari sumber makanan tersebut untuk memenuhi kebutuhan koloninya. Rayap pekerja bertugas mengumpulkan makanan lalu membawanya kembali ke sarang untuk dibagikan kepada anggota koloni lain, termasuk ratu, prajurit, dan rayap muda.

Semakin banyak sumber makanan yang tersedia, biasanya koloni rayap juga bisa berkembang lebih cepat. Makanan yang melimpah membuat rayap lebih aktif berkembang biak dan memperluas wilayah sarangnya. Sebaliknya, jika makanan di suatu tempat mulai berkurang, rayap akan mencari lokasi baru yang lebih kaya sumber makanan. Itulah sebabnya bangunan yang banyak menggunakan kayu atau memiliki material yang lembap dan mudah lapuk sering menjadi sasaran rayap, karena dianggap sebagai tempat yang menyediakan makanan yang cukup bagi kelangsungan hidup koloninya.

Musuh Alami

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Perkembangan Populasi Rayap selanjutnya adalah musuh alami rayap itu sendiri. Ada 3 kelompok musuh alami rayap yaitu predator, parasit dan patogen. Fase dalam hidup rayap yang paling rentan terkena serangan musuh adalah laron. Mereka rentan terkena serangan saat terbang keluar sarang. Musuh alami rayap itu banyak bisa ikan, katak semut bahkan laba-laba.

Sementara musuh rayap yang ada di dalam sarang adalah dari kelompok mamalia dan reptil. Mereka bisa merusak sarang rayap. Binatang seperti ular, landak, tupai, trenggiling mereka bisa meggali tanah atau menyusup ke dalam tanah dan merusak sarang. 

 

Cerita Teman Tentang Serangan Rayap

Melihat faktor-faktor lingkungan yang sudah dibahas di atas, maka tidak heran jika bangunan yang ada di  kota-kota di Indonesia rawan terkena serangan rayap. Mengapa? Karena suhu disini yang hangat, tingkat kelembaban tinggi dan curah hujan juga tinggi terutama di musim hujan. Dalam hal ini termasuk juga kota Bandung. Teman saya pernah bercerita bahwa kayu-kayu di rumahnya banyak diserang rayap, hingga keropos dan akhirnya rusak.

anti rayap bandung
Petugas pembasmi rayap sedang bekerja membasmi rayap. sumber gambar: https://fumida.co.id/jasa-pembasmi-rayap-di-bandung-jawa-barat/

Saya menyarankan kepada teman saya agar segera menghubungi anti rayap bandung agar dekat dengan alamat rumah teman saya ini. Saya katakan pada teman bahwa Fumida telah terdaftar resmi sebagai perusahaan yang masuk dalam anggota Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) sehingga memberikan jaminan kepercayaan padanya. Fumida juga  telah terpercaya sebagai pengontrol hama terbaik dengan didukung oleh Google Review positif dari klien yang telah menggunakan jasa Fumida.

Sedang Mencari  Jasa Pembasmi Rayap di Bandung Jawa Barat? Kamu bisa langsung menghubungi FUMIDA melalui nomor telepon di 021-2904-9130 atau whatsapp di 0812-8866-8855 (Customer Service 24 jam) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Layanan TERJANGKAU dan TERBAIK .

 

Penutup

Demikian artikel edukasi tentang rayap, semoga berguna dan bermanfaat buat kamu yaa terutama yang berdomisili di kota Bandung, segera saja merapat ke jasa layanan anti rayap  Fumida yang ada di Bandung.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like