Siang itu cuaca panas sekali. Saya sedang ada kegiatan pertemuan keluarga besar di sebuah Gedung Dakwah milik sebuah lembaga Organisasi. Seperti biasa kalau sedang libur Idulfitri begini selalu saja ada rencana-rencana dadakan yang tiba-tiba muncul saja di kepala. Seperti siang itu, saat sedang menikmati sajian makan siang di acara silaturahmi tersebut tiba-tiba adik mengajak main ke Gunung Panten, disana ada wisata Paralayang Majalengka.
Gunung Panten memang terkenal dari sejak zaman saya masih tinggal di Majalengka karena sering dijadikan lokasi kegiatan pramuka dan kegiatan-kegiatan alam lainnya. Banyak juga para pendaki yang sengaja naik turun kesana pemanasan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.
Di Gunung Panten itu pas di bagian paling atas atau di puncak bukitnya kita bisa melihat pemandangan kota Majalengka dan sebagian Sumedang serta Gunung Ciremai yang menjulang tinggi. Entah kenapa setiap ke Majalengka, kita tuh gak pernah bosen main kesini.
Apalagi kalau datangnya pas sore berburu sunset dan menjelang matahari tenggelam, aduuh bagus banget ini pemandangannya. Seperti saat liburan Idulfitri kemarin pun saya kembali mengunjungi Gunung Panten tepatnya ke wisata Paralayang, setelah janjian dengan adik dan kakak-kakak serta keponakan saya saat bersua di pertemuan keluarga siang hari tadi.
Cerita Sebelum Berangkat
Sepulang dari pertemuan keluarga, saya beserta suami dan anak-anak pulang dulu ke hotel tempat menginap, hotel langganan kami setiap pulang ke Majalengka. Sesampai di kamar waktu sudah menunjukkan jam satu siang. Oke masih ada waktu tiga jam sebelum janji temu jam empat sore untuk menuju Wisata Paralayang Majalengka di Gunung Panten.
Sesampainya di hotel, saya salat Duhur dulu saja sebelum berkegiatan yang lain-lain. Setelah selesai salat dan bersih-bersih baru deh santai sejenak. Saya pun memutuskan untuk rebahan dulu, sambil ngadem nyalain AC hingga titik terendah di 16 derajat celcius.
Beneraan deh Majalengka panasnya nampool banget euh,,panaas beib wkwkwk. Eh ternyata akhirnya bablas menuju ke alam mimpi alias tidur nyenyak. Dan belakangan saya baru ngeuh ternyata bukan hanya saya yang terlelap tapi semuanyaa. hahaha.
Terbangun jam empat,,aduuh kesorean wkwkwk,,,,dan anehnya semua terlambat bangun. Kan kita mau ke Gunung Panten yaa,,,koq bisa semua pada terlambat bangun. Langsung saja saya cek handphone dan benar saja kaan adik dan kakak sudah beberapa kali miscall.
Langsung saja saya telepon balik. Kita siap-siap untuk berangkat ke Gunung Panten. Cuzzz, mandi dandan dikiiit hehe,,,,langsung jemput adik ke rumah kakak. Akhirnya semua siap untuk berangkat
Perjalanan Menuju Gunung Panten
Gunung Panten itu terletak di daerah Munjul Sidamukti Majalengka. Kalau mau kesana tuh yaa patokannya adalah dari Bunderan Majalengka yang ada bola besar dan tulisan Majalengka. Naah dari sana tuh tinggal belok kanan kalau dari arah Kadipaten dan belok kiri kalau dari arah Alun-Alun kota Majalengka. Setelah belok kanan ikuti saja jalan desa yang mulusnya tak tertahankan.
Satu yang saya kagum dari Majalengka ini salah satunya adalah jalan disini mulus-mulus meskipun itu jalan desa. Naah, sepanjang perjalanan menuju Gunung Panten ini, pemandangannya indah banget lho di sisi kanan dan kiri jalan ada sawah menghampar seperti permadani hijau yang luas.



Jalannya tuh sempit yaa, tidak seperti jalan raya utama tapi pemandangannya indah. Dari jalan ini Gunung Panten sudah terlihat dengan puncak bukit yang terlihat jelas karena sudah menjadi tanah lapang saja.
Makin dalam menuju arah bukit jalannya makin sempit dan menanjak. Sepertinya supir yang mengendarai mobil mesti handal membawa mobilnya. Di bagian atas , pemandangan yang tersaji sudah bukan sawah lagi tapi kebun mangga, kebun pisang dan kebun lainnya di sisi kanan dan kiri jalan.

Jangan khawatir nyasar karena pas ada pertigaan sedikit lagi menuju lokasi ada penanda arah lokasinya koq jadi tenang saja. Insya allah tidak akan nyasar deh.
Berapa Membayar Tiket?
Buat kamu yang baru pertama kali berkunjung ke Wisata Paralayang Majalengka ini, jangan kaget yaa nanti tuh akan ditarik retribusi parkir oleh petugas di bawah sebelum masuk area wisata. Karcis parkir dihitung per kendaraan dan untuk mobil itu sepuluh ribu rupiah.

Saat sudah sampai lokasi kita disambut oleh sebuah tulisan besar di rangka besi berwarna merah di sebelah kiri bertuliskan: Pintu Masuk Paralayang. Kalau sudah terlihat tulisan itu tandanya sudah sampai , mobil jalan terus aja yaa nanti ada gerbang masuk ke Wisata Paralayang Majalengka.

Begitu masuk langsung terlihat area terbuka beraspal. Saat masuk kamu akan kembali ditarik biaya masuk, kali ini dihitung jumlah orang di dalam kendaraan. Petugas berjaga tepat di gerbang masuk. Tiket masuk itu sepuluh ribu rupiah per orang.
Jadi saya total membayar lima puluh ribu karena kita kan berlima. Petugas langsung mengarahkan posisi parkir mobil yaitu sebelah kanan pintu gerbang. Sementara sebelah kiri itu untuk parkir motor.
Kondisi di Atas Bukit
Tepat di hadapan pintu gerbang ada tulisan Pesona Indonesia. Area Wisata Paralayang ini tidak begitu luas yaa menurut saya. Naah di pinggiran area terbuka ini berjajar kantin-kantin yang menjajakan makanan, musala, kantor pengelola dan satu gazebo khusus tempat menyimpan alat-alat keperluan paralayang.


Halaman beraspal hanya setengahnya saja dari keseluruhan area lokasi Wisata Paralayang ini. Dibalik tulisan Pesona Indonesia itu sudah area rumput. Menurut berbagai sumber yang saya baca, Wisata Paralayang ini suka digunakan sebagai latihan atlet Paralayang dan jika ada pengunjung yang ingin mencoba terbang dengan paralayang bisa juga dengan didampingi pendamping profesional tentu saja.
Untuk bisa menikmati fasilitas terbang dengan Paralayang ini setelah saya baca-baca di laman instagram Wisata Paralayang, pengunjung membayar empat ratus lima puluh ribu dan sewa kamera seratus lima puluh ribu. Tempat mendaratnya adalah lapangan di bagian bawah bukit yang memang sudah disiapkan sebagai tempat pendaratan.
Video pengunjung terbang Paralayang bisa dilihat disini
Wisata Paralayang memberikan fasilitas lainnya seperti ATV, paintball, flying fox hingga outbond. Meskipun tujuan utama orang-orang berkunjung kesini umumnya adalah untuk menikmati pemandangan dari atas bukit atau mencoba terbang dengan pendampingan pilot pendamping, selain untuk kegiatan olahraga Paralayang tentu saja.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga di tujuan.
Serunya Melihat Pemandangan di Atas Bukit
Inti kunjungan ke Gunung Panten ini apalagi siih kalau bukan melihat pemandangan dari atas bukit. Seperti saya dan keluarga, kita duduk-duduk santai di atas hamparan rumput tepat di depan ujung bukit. Tapi hati-hati yaa jangan sampai terlalu depan karena kalau jatuh kan bahaya laah.
Saat ada di atas bukit Gunung Panten ini, pemandangannya sungguh aduhai luar biasa bagusnya. Pemandangan indah terhampar di depan mata saya, kota majalengka terlihat jelas. Ada Gunung Ciremai di sebelah kanan sebenarnya tapi karena mendung jadi tidak terlihat dan ada dua bukit kecil di arah Sumedang sebelah kiri. Jujur saya tidak begitu hafal nama bukit yang ada di arah Sumedang itu.



Dari atas bukit bisa terlihat hamparan sawah hijau sejauh mata memandang, rumah-rumah penduduk, ada juga lapangan tempat pendaratan paralayang, pesona bukit-bukit di sekitar yang memukau dan jalan desa yang terlihat dari atas bukit seperti jalanan labirin. Gunung Ciremai sendiri tidak terlihat soalnya pas saya kesini cuaca agak mendung.

Jangan lupa ambil foto kamu saat berada di bukit yaa untuk dokumentasi dan video yaa kalau kamu berkunjung ke Wisata Paralayang ini. Jam kunjungan terbaik menurut saya yaa sore hari dari jam empat sore kesana hingga sebelum gelap deh. Kalau malam kesini yang kamu bisa lihat yaa temaram lampu kota di bawah bukit. Jangan siang deh serius panaaas hehehe….kecuali kalau mau terbang merasakan sensasi naik Paralayang.
Penutup
Puas banget deh saya main ke Wisata Paralayang, bisa melihat kota Majalengka dari atas bukit , meskipun Gunung Ciremai tidak terlihat jelas karena cuaca yang mendung-mendung manja gitu deh.