Wisata di Cirebon, Bisa kemana Aja?

Wisata di Cirebon

Saya pas waktu libur lebaran kemarin berkesempatan mengunjungi kota cirebon. Setelah puas main di Kuningan, selanjutnya melipir ke Cirebon. Naah, di kota Cirebon itu sebenarnya banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Jenis destinasi kunjungannya juga lengkap ada wisata, kuliner dan belanja. Meskipun Cirebon panas, tapi asyik juga sih berkeliling Cirebon seharian…

 

Sarapan di Nasi Jamblang

Rasanya tak lengkap jika main ke Cirebon tapi tidak mencicipi nasi jamblang. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk makan nasi jamblang di Nasi Jamblang Ibad Otoy. Sarapan di Nasi Jamblang itu seperti makan di rumah saja. Varian menunya tidak ada bedanya dengan di rumah, semua menu rumahan, sederhana namun rasanya mantap. 

Nasi Jamblang Ibu Nur Cirebon
Bersama adik beberapa waktu lalu, saya menghabiskan waktu kulineran dan mengunjungi nasi jamblang Ibu Nur.

Jadi kalau kamu melewati atau singgah ke Cirebon, nasi jamblang adalah kuliner wajib yang harus kamu cicipi. Bagaimana rasanya nasi jamblang? Cerita lengkapnya sudah saya ulas di artikel sebelumnya yaa…Cuzz baca aja nanti setelah kamu membaca artikel ini yaa. 

 

Makan Siang di Empal Gentong

Naah, destinasi selanjutnya masih kulineran nih kita. Kalau siang-siang kamu kelaparan bisa tuh mencari menu empal gentong. Empal gentong ini adalah kuliner khas Cirebon selain nasi jamblang. Empal gentong adalah daging sapi yang dibuat masakan berkuah dan mengandung santan kental. Kuahnya berwarna kuning dan sangat menggoda selera. Daging sapi pada empal gentong ini dipotong kecil-kecil. Selain daging sapi dalam sajian semangkuk empal gentong ada juga bagian dalam seperti usus, hati, babat dan paru. 

Empal Gentong Krucuk
Alhamdulillah ada dokumentasi saat saya makan di Empal gentong Kruuk di IG Stories saya

Kalau melihat penampakan kuahnya, empal gentong ini mirip dengan soto atau kari yaa. Empal Gentong bisa dimakan dengan nasi atau lontong. Saya makan empal gentong juga lho saat liburan ke Cirebon tempo hari, tepatnya di Empal Gentong Krucuk. Tapi berhubung dokumentasinya hilang bersama HP yang rusak, saya coba cari di arsip IG Stories saya, alhamdulillah nemu ternyata saat saya makan empal gentong Krucuk ini. 

Oh iya,,,kalau misalnya kamu gak suka santan, maka bisa memesan empal asem. Empal asem itu empal gentong versi no santan. Bahan dan resepnya kurang lebih sama hanya perbedaannya tidak pakai santan saja. 

Hunting Batik Khas Cirebon

Kalau ditarik ke belakang, banyaknya sentra batik di Cirebon itu sebenarnya berawal dari posisi kota ini yang strategis banget, apalagi dulu jadi jalur perdagangan penting di pesisir utara Jawa. Bayangin aja, sekitar abad ke-15 sampai 16, Cirebon itu jadi tempat kumpulnya berbagai budaya mulai dari Jawa, Sunda, Tiongkok, Arab, sampai Eropa. 

Nah, dari percampuran budaya inilah nggak cuma adat dan bangunan yang terpengaruh, tapi juga seni, termasuk batik. Dari situ lahir gaya khas Batik Cirebon yang punya ciri unik dibanding daerah lain. Batik khas pesisir. 

 

Awalnya sih batik ini cuma berkembang di lingkungan keraton, seperti Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Motifnya pun nggak sembarangan, banyak yang punya makna dalam dan jadi simbol kekuasaan, jadi dulu cuma dipakai kalangan bangsawan. 

Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Batik_Trusmi

Tapi lama-kelamaan, ilmu membatik ini akhirnya sampai juga ke masyarakat umum. Para abdi dalem dan pengrajin mengajari masyarakat sekitar, sampai akhirnya banyak warga yang ikut membatik di rumah. Dari situ, pelan-pelan terbentuklah industri rumahan yang terus berkembang dan jadi cikal bakal banyaknya sentra batik di Cirebon sekarang.

Saat berada di salah satu toko batik di Pusat Batik Trusmi

Salah satu sentra butik yang ada di Cirebon adalah Pusat batik Trusmi. Trusmi adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Desa ini dikenal luas sebagai sentra pengrajin batik tradisional Cirebon.

Sehingga menjadikannya salah satu tujuan wisata budaya penting di wilayah pesisir utara Jawa. Batik khas Cirebon yang terkenal adalah motif batik mega mendung. Kamu bisa berkunjung ke pusat sentra batik Trusmi di Plered. Di kawasan trusmi ini ada banyak toko batik yang bisa kamu kunjungi untuk membeli batik. 

 

Istirahat di Masjid At Taqwa

Masjid At Taqwa adalah masjid besar di kota CIrebon yang sudah berdiri sejak tahun 1918. Waah sudah lama ternyata yaa usianya. Masjid ini terletak di Jalan R.A. Kartini kota Cirebon. 

Masjidnya luas dan menjadi pusat kegiatan syiar islam di Cirebon. Selain Masjid ada juga Islamic Centre disana. Saya beberapa tahun lalu sempat berkunjung ke masjid At Taqwa ini, saat anak saya masih mondok di Kuningan. 

Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_At-Taqwa

Jadi kalau kamu berkunjung ke kota Cirebon, Masjid At Taqwa bisa kamu pilih saat mau menunaikan salat dan beristirahat sejenak disana. Masjidnya luas dan bangunan masjid besar dengan jendela besar dan tidak berkaca sehingga sirkulasi udara dapat masuk dengan leluasa. 

Dari masjid At taqwa ini juga kamu bisa naik ke atas menara masjid yang memiliki tinggi 65 meter. Sehingga kamu bisa melihat kota Cirebon dari ketinggian. Untuk bisa naik ke atas kamu bisa menghubungi petugas masjid dan nanti ada tiket yang harus kamu bayar untuk bisa naik ke atas menara tersebut. 

Berkunjung ke Wisata Sejarah Keraton 

Cirebon juga terkenal sebagai kota wisata sejarah. Hal ini bisa kamu lihat dengan adanya keraton Kasepuhan dan beberapa museum. Kalau kamu menyukai destinasi wisata sejarah keraton dan museum bisa menjadi pilihan traveling kamu di Cirebon.

Kamu bakalan puas deh kalau memilih keraton sebagai destinasi kunjungan, soalnya di Cirebon itu total ada empat keraton. Keempat keraton yang ada di Cirebon ini masing-masing adalah Keraton Kasepuhan, Keraton  Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan terakhir adalah Keraton Kaprabonan. Bangunan keraton termasuk dalam bangunan cagar budaya nasional.

Keraton Kasepuhan

Seperti suasana keraton pada umumnya, disini suasananya tenang, agak sakral, dan penuh nuansa sejarah yang terasa hidup. Seolah-olah kamu lagi diajak mundur ke masa lalu, ke zaman ketika Cirebon masih jadi pusat kekuasaan penting di pesisir utara Jawa. Keraton Kasepuhan alamatnya ada di sini yaa:

  • Lokasi: Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat

Keraton ini dibangun sekitar tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, yang juga dikenal sebagai keturunan dari Sunan Gunung Jati. Dari sinilah dulu pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon berjalan. Yang menarik, arsitekturnya nggak cuma Jawa banget, tapi juga campuran dari berbagai budaya diantaranya sentuhan Tiongkok, Arab, bahkan Eropa. 

Jadi tiap sudutnya punya cerita. Misalnya, kamu bisa lihat gerbang bata merah yang megah, ornamen keramik dari Tiongkok yang menempel di dinding, sampai halaman luas yang dulu dipakai untuk upacara kerajaan.

 

Sumber gambar: https://cirebon.jawapos.com/cirebon-bae/2411030008/menelusuri-jejak-empat-keraton-di-cirebon-yang-kini-menjadi-tempat-wisata-sejarah

Masuk lebih dalam, ada bangunan utama yang disebut Siti Inggil. Siti Inggil adalah tempat sultan dulu menerima tamu penting atau mengadakan acara resmi. Di sinilah aura kebesaran keraton terasa paling kuat. Lalu ada juga ruang-ruang lain yang menyimpan benda bersejarah, mulai dari kereta kencana, senjata, sampai koleksi pusaka kerajaan. 

Salah satu yang paling terkenal adalah Kereta Singa Barong, yang bentuknya unik banget karena gabungan dari tiga hewan: singa, naga, dan burung. Semuanya melambangkan pengaruh budaya yang menyatu di Cirebon.

 

Keraton Kanoman

Suasananya beda tipis dengan keraton lain, tapi punya karakter yang lebih kuat dan terasa dekat dengan aktivitas masyarakat sekitar. Begitu masuk ke area keraton, kamu bakal disambut gerbang khas dengan nuansa merah bata.

Keraton ini berdiri sekitar abad ke-17, sebagai hasil dari pemisahan kekuasaan di Kesultanan Cirebon. Dari sinilah garis keturunan Sultan Anom menjalankan pemerintahannya. Walaupun terkesan lebih sederhana dibanding Keraton Kasepuhan, justru di situlah daya tariknya karena  suasana keraton terasa lebih hangat, lebih membumi, dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keraton Kanoman ada di sini yaa tempatnya:

  • Lokasi: Jl. Winaon, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat

Saat kamu berjalan ke dalam, ada banyak sudut yang menyimpan cerita. Halaman luas, bangunan tua dengan arsitektur campuran Jawa, Islam, dan Tiongkok, sampai ornamen-ornamen klasik yang masih terawat. Di dalamnya juga tersimpan berbagai benda pusaka, mulai dari senjata, alat musik, hingga kereta kencana yang punya nilai sejarah tinggi. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah bagaimana setiap benda di sana punya filosofi dan makna tersendiri, bukan sekadar pajangan.

 

Sumber gambar: https://www.korancirebon.com/2020/02/awal-berdirinya-kesultanan-kanoman.html

Yang bikin Keraton Kanoman terasa spesial adalah nuansa tradisinya yang masih kental. Aktivitas adat dan budaya masih sering dilakukan, dan masyarakat sekitar pun seolah hidup berdampingan dengan keraton ini. Jadi, kamu nggak cuma melihat sejarah, tapi juga merasakan bagaimana tradisi itu masih terus berjalan sampai sekarang.

Jalan-jalan di Keraton Kanoman itu rasanya seperti membaca buku sejarah saja deh. Ada cerita tentang kekuasaan, budaya, dan perjalanan panjang Cirebon yang tersimpan di tiap sudutnya. Sederhana, tapi justru di situlah letak kelebihannya.

Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan berdiri sekitar awal abad ke-19, tepatnya tahun 1807. Tempat ini lahir dari dinamika internal keluarga Kesultanan Cirebon, ketika terjadi pembagian kekuasaan di antara keturunan sultan. Dari situlah muncul garis baru yang kemudian membangun Keraton Kacirebonan sebagai pusat aktivitasnya. Walaupun ukurannya tidak sebesar keraton lainnya, keraton ini tetap punya nilai sejarah yang kuat dan menarik untuk ditelusuri.

  • Lokasi Keraton Kacirebonan: Jalan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Cirebon

Begitu masuk ke area keraton, suasananya terasa lebih santai dan tidak terlalu ramai. Bangunannya masih mempertahankan gaya arsitektur khas Cirebon yang merupakan perpaduan budaya Jawa, Islam, dan Tiongkok. Halamannya tidak terlalu luas, tapi justru membuat pengunjung bisa lebih dekat melihat detail-detail bangunan dan merasakan suasana yang lebih intim. Di beberapa sudut, kamu bisa menemukan benda-benda pusaka, lukisan, dan peninggalan sejarah yang masih dirawat dengan baik.

Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kacirebonan

Yang menarik, Keraton Kacirebonan hingga saat ini masih menjadi tempat yang  aktif melestarikan seni dan budaya, terutama seni tari dan gamelan. Kadang-kadang, ada pertunjukan atau latihan seni tradisional yang membuat suasana keraton terasa hidup. Dari sini, kamu bisa melihat bahwa keraton ini bukan hanya peninggalan sejarah, tapi juga ruang yang terus menjaga warisan budaya agar tetap eksis.

Berjalan di Keraton Kacirebonan itu rasanya seperti menemukan sisi lain dari Cirebon—yang lebih tenang, lebih sederhana, tapi tetap kaya makna. Nggak terlalu megah, tapi justru terasa lebih dekat dan hangat. Di setiap sudutnya, tersimpan cerita tentang perjalanan keluarga kerajaan, budaya yang terus dijaga, dan sejarah yang masih bernafas sampai sekarang.

 

Keraton Kaprabonan

Keraton keempat yang ada di Cirebon adalah keraton Kaprabonan. Lokasi keraton ini ada di Jalan Lemahwungkuk, Lemahwungkuk, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 4511. Lokasinya ada di belakang Pasar Kanoman. Untuk menuju keraton, kamu harus melewati sebuah gang sempit. Keraton Kaprabonan termasuk keraton dengan luas paling kecil dibanding dengan tiga keraton lainnya, namun di keraton ini masih bisa kamu jumpai berbagai perayaan tradisi budaya seperti panjang jimat, bubur suro, peringatan maulid dan tawassul. Lokasinya cukup dekat dari pusat kota.

 

Sumber foto: https://cirebon.jawapos.com/wisata-kuliner/2515354274/jejak-sejarah-cirebon-mengungkap-keunikan-spiritual-keraton-kaprabonan-melalui-tradisi-panjang-jimat

 

Sumber foto: https://kabarcirebon.pikiran-rakyat.com/khasanah/pr-2936418257/mengenal-keraton-kaprabonan-cirebon-ini-daftar-sultan-dari-tahun-1699-hingga-sekarang?page=all

 

Wisata Pantai Cirebon

Tidak sah rasanya kalau kamu ke main ke cirebon tapi melewatkan wisata pantainya. Cirebon adalah kota pesisir jadi ada wisata pantai. Ada beberapa pantai di Cirebon yang bisa kamu kunjungi yaitu Pantai Kejawanan, Pantai Mundu, Pantai Baro dan masih banyak spot pantai lainnya. Saya melihat titik lokasi pantainya di Google maps dan ternyata banyak juga pilihannya. 

 

Sumber foto : Foto: GMap/Flora Severine F dalam artikel di website https://travelspromo.com/destinasi-wisata-pilihan/pantai-cirebon/

Tapi kalau saya lihat dari beberapa referensi sepertinya Pantai Kejawanan, Pantai Baro dan pantai mundu bisa menjadi alternatif pilihan. Saya lihat ada beberapa destinasi pilihan wisata di sekitar pantai tersebut. Buat kamu yang suka mancing, ada juga spot pemancingan. Mancing di laut seru kali yaa…Ada juga pusat wisata pantai Cirebon Waterland, kamu bisa juga ebrkunjung kesana. 

 

Penutup

Sekian cerita saya, semoga bisa memberi informasi tambahan untuk kamu jalan-jalan ke Cirebon yaa. Lumayan banyak juga ternyata pilihan destinasi wisatanya.

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like