Kamis pagi pekan kemarin adalah hari pertama puasa Ramadan. Kebetulan sekolah tempat saya bekerja libur untuk menghormati awal Ramadan. Inginnya sih sehabis salat subuh dan tilawah tuh saya tiduran dulu sebentar laah, tapi ternyata piring bekas makan sahur lebih menarik saya. Mereka melambai-lambai meminta saya untuk mendekat dan mencuci mereka semua. Ya sudah deh beberes dapur dulu deh.
Setelah berbenah di dapur selesai, mau tidur dulu bentar eh ternyata sudah jam delapan saja. Saya ingat deh hari ini ada janji temu dengan anak-anak Book Club asuhan saya jam sembilan di Simpang Ratu Cibadak. Kami akan pergi berkunjung ke Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Salah satu perpustakaan besar dan baguuus banget di Jakarta. Oke deh, gak jadi tidur akhirnya, saya cuzz aja langsung mandi dan siap-siap.
Mengatur Jadwal Berkunjung
Sebelum menetapkan jadwal kunjungan tanggal 19 Februari 2026 , saya terlebih dahulu menghubungi teman yang bekerja di Perpustakaan Jakarta. Ada teman saya namanya Dini lengkapnya Ibu Dini Dwi Utari, beliau bertugas di bagian Humas dan Media Sosial. Jadi sepertinya pas kalau saya menghubunginya.
Dini memberi alur protokoler bagaimana cara kami berkunjung resmi ke Perpustakaan Jakarta. Jadi saya atas nama sekolah berkirim surat terlebih dahulu kepada pihak Perpustakaan Jakarta. Naah, nanti akan ada surat balasan dari pihak sana sebagai konfirmasi bahwa mereka menerima permintaan kunjungan. Jika permintaan kunjungan sudah fix diterima dan tanggal kunjungan sudah ada, maka kegiatan kunjungan akan tercatat di agenda literasi website Perpustakaan Jakarta.

Alhamdulilah setelah jadwal kunjungan sudah fix, saya tinggal menyiapkan dan mengondisikan anak-anak dan memesan mobil sekolah untuk mengantar saya dan anak-anak ke perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin.
Janjian di Simpang Ratu
Seperti cerita saya di awal pembuka tulisan, saya udah siap-siap tuh dari jam delapan. Oh iya, sebelum menuju arah Cibadak saya mampir dulu ke toko Mochi yang dekat rumah. Ada toko Mochi Tsuki, saya membeli mochi dan beberapa makanan khas Sukabumi. Saya ingin memberi oleh-oleh untuk teman saya Dini.
Jujur deh, udah lama banget kita gak bertemu, dari sejak lulus kuliah tahun 1999, naah lho berapa tahun tuh kita gak bertemu, lama banget kaan. Sudah dua puluh tujuh tahun tak bertemu. Amazing banget rasanya mau bertemu teman yang sudah lama banget tak bersua.
Oke deh, setelah selesai membeli oleh–oleh saya langsung menuju pertigaan Simpang Ratu di Cibadak. Tempat saya janji temu dengan anak-anak. Jadi anak-anak berangkat dari sekolah dengan mobil Hiace dan saya menunggu di pinggir jalan menuju arah Jakarta ini. Enggak lama menunggu karena anak-anak udah saya wanti-wanti agar sat set gak pake lama buat berangkat tepat waktu. Yess…akhirnya mobil pun datang, saya duduk di kursi depan sementara anak-anak di kursi belakang.
Lokasi Perpustakaan Jakarta dan PDS HB.Jassin
Setelah sampai, saya akhirnya ingat bahwa saya pernah kesini lho saat menghadiri event Pesta Literasi yang penyelenggaranya adalah Gramedia. Namun, saat itu lokasi kegiatannya di Taman Ismail Marzuki bukan di perpustakaannya. Jadi lokasinya itu berada di bagian belakang perpustakaan. Perpustakaan Jakarta sendiri ada di bagian paling depan pinggir jalan besar persis. perpustakaan Jakarta adalah perpustakaan kebanggan di Jakarta selain Perpustakaan Nasional.
Alamat lengkap Perpustakaan Jakarta:
Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin| Cikini, Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73 8, RT.8/RW.2, Cikini, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Link google mapsnya : kamu bisa akses disini yaa
Lokasinya gampang banget mencarinya karena memang strategis banget di pinggir jalan raya banget yaitu Jalan Cikini Raya. Untuk kamu yang datang dengan menggunakan akses transportasi umum juga mudah sekali dijangkau. Lokasi Stasiun Cikini hanya selemparan batu dari sini, jadi deket banget bisa langsung naik ojol deh keknya kalau mau kesini.
Gedung Perpustakaan Nan Megah
Setelah satu jam perjalanan akhirnya saya dan anak-anak sampai di lokasi. Setelah ada di bagian bangunan gedung, nampak gedung perpustakaan nan megah. Jadi menurut cerita Dini, Perpustakaan Jakarta ini mulai ditata pada zaman Gubernur Anies Baswedan. Gedung Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin ini mengalami renovasi gedung oleh arsitek Andra Matin.

Bangunan Perpustakaan Jakarta ini unik, estetik dan sangat indah. Kalau saya lihat dari jauh seperti kapal laut yang siap berlabuh. Bagian pertama itu ada tujuh lantai dalam gedung bangunan panjang. Nah ke atasnya ada lagi tujuh lantai bangunan berundak. Nah jadilah seperti kapal laut kalau kata saya sih.
Bangunan panjang seluruh dindingnya itu berupa jendela kaca dan diselimuti tirai besi warna hitam. Naah, di tirai besi hitam itu ada not-not balok lagu Rayuan Pulau kelapa. Memang bangunan Perpustakaan Jakarta ini terinspirasi oleh lagu Ismail Marzuki, Rayuan Pulau Kelapa.
Kunjungan Resmi Ke Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
Setelah sampai, tidak lupa saya berfoto-foto sama anak-anak di bagian depan yang ada patung Ismail Marzuki. Ini adalah bagian depan perpustakaan. Disini ada tangga menuju lantai dua. Lantai satunya sendiri adalah sebuah bangunan yang saya kurang paham itu digunakan untuk apa.
Naah, setelah menaiki tangga depan gedung perpustakaan, sampailah saya di lantai dua. Disini belum ada perpustakaannya, tapi lantai ini tuh kaya kantin dan kafe gitu untuk pengunjung makan dan minum. Di lantai dua ini ada Kedai Kopi Kenangan dan kedai makanan lainnya.

Naah, dari lantai dua ini, ada eskalator menuju lantai tiga. Tepat di samping eskalator tertera jelas tulisan Perpustakaan Jakarta dan ada tanda panah naik ke atas. Ini menunjukkan bahwa dengan menaiki eskalator ini, saya akan menuju ke perpustakaan.

Begitu sampai di lantai tiga, tepat di sebelah kanan eskalator ada akses masuk menuju perpustakaan. Lantai tiga ini berfungsi untuk menyimpan barang pengunjung dan proses lapor ke petugas untuk bisa masuk ke dalam perpustakaan. Jadi untuk bisa masuk ke area Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin ini seluruh pengunjung harus memiliki kartu anggota dan kartunya harus dibawa kalau akan berkunjung.
Naah karena saya dan anak-anak adalah tamu yang akan melakukan kunjungan resmi maka petugas yang ada di lantai tiga ini mengarahkan kami untuk menuju lantai empat. Nanti dari lantai empat bisa langsung menuju lantai enam tempat kai diterima oleh pihak Perpustakaan Jakarta.
Oh iya, di lantai tiga ini sedang berlangsung Festival Pameran Buku. Lokasinya tepat berhadapan dengan pintu masuk ke perpustakaan.
Menuju Lantai Empat dan Lantai Enam
Dari Lantai tiga ini saya langsung berjalan ke arah belakang, kalau dari pintu depan berarti saya dan anak-anak berjalan ke depan yaa. Naah, di ujung bangunan ada eskalator untuk naik ke lantai empat. Bangunan di lantai dua dan tiga masih seperti bangunan biasa saja karena memang bukan lantai utama yang terdapat area koleksi.
Naah, eskalator yang kami temui da tulisannya DISPUSIP. Tepat di hadapan eskalator ada kantor jakarta OSES Energi. Oh ternyata setelah saya gugling di Internet , lantai III ini namanya Gedung Ali Sadikin Lantai III Taman Ismail Marzuki (TIM).


Oke deh, lanjuut naik ke lantai empat terus lanjut lagi ke lantai lima. Ternyata lantai lima ini ada Perpustakaan PDS HB. Jassin. Petugas di resepsionis langsung menanyakan tujuan kunjungan kita. Saya pun menunjukkan surat balasan dari Perpustakaan Jakarta perihal kunjungan resmi kami dari SMA Al Bayan Sukabumi.
Petugas pun dengan baik hati mengantarkan kami ke lantai enam karena memang dalam surat tertera kami tempatnya di Ruang Berkarya. Saya hubungi Dini kalau kita sudah sampai di Perpustakaan Jakarta.
Saya melihat jam masih ada waktu satu jam menuju jam satu. Petugas mengarahkan kami di lantai enam untuk menuju lantai tujuh untuk salat di musala. Oke deh akhirnya naiklah kita ke lantai tujuh dengan menggunakan eskalator yang letaknya berhadapan persis dengan meja resepsionis di lantai enam ini.
Ternyata musalanya nyaman deh, karpetnya tebal dan saya bisa salat dengan tenang. Meskipun tempatnya kecil tapi gak masalah sih toh yang salat juga gak terlalu banyak juga.
Setelah salat, saya dan anak-anak kembali mengeksplor lantai enam, lima dan empat. Ternyata di tiga lantai inilah kawasan utama Perpustakaan jakarta berada. Termasuk area instagramable yang seringkali saya lihat di media sosial akhirnya saya bisa sampai kesini.
Pertemuan di Lantai Enam Ruang Berkarya
Akhirnya jam menunjukkan pukul satu siang. Sebuah pesan whatsapp masuk ternyata dari Dini, menanyakan posisi saya. Saya bilang ada di lantai enam. Ternyata Dini juga sudah ada di lantai yang sama. Akhirnya kita bertemu.
Waah senang sekali bertemu teman lama yang sudah lamaaaa buangeeeet gak ketemu. Betewe, saya kenal baik juga dengan suami Dini karena kami dulu sama-sama penghuni asrama, ya biasalah sesama penghuni asrama jadi kenal, hehehe.
Kita pun masuk ke Ruang Berkarya lantai enam. Ruang Berkarya adalah sebuah ruang pertemuan yang cukup untuk menampung sekitar tiga puluh orang deh. Naah, disini teman saya Dini menerima kami secara resmi. Dalam pertemuan di Ruang Berkarya ini, beliau menyampaikan penjelasan tentang Transformasi Perpustakaan Jakarta. Dini bercerita tentang sejarah perjalanan Perpustakaan Jakarta dari awal hingga menjadi besar seperti saat ini.

Jadi perpustakaan ini, sebelum revitalisasi lebih berfokus pada kegiatan meminjam dan mengembalikan buku dan kegiatan-kegiatan perpustakaan standar pada umumnya. Setelah revitalisasi konsep perpustakaan menjadi lebih terbuka dan menjadi ruang publik bagi masyarakat luas. Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat meminjam dan mengembalikan buku, namun perpustakaan menjadi tempat masyarakat berkegiatan.
Pada kesempatan ini juga, Dini menyampaikan berbagai jenis layanan yang ada di perpustakaan serta program unggulan Perpustakaan Jakarta. Program unggulan tersebut adalah Night Library, Piala HB.Jassin, pameran sastra, wisata literasi, pekan sastra Jakarta, Karya Raya, Senara (Senandung Aksara) serta Storytelling dan Crafting. Keren banget yaa, banyak sekali programnya.
Library Tour Mengelilingi Perpustakaan Jakarta
Setelah selesai presentasi, Dini membawa kami berkeliling seluruh sudut perpustakaan. Seneng bangeet deh kita menelusuri setiap ruang bersama tuan rumahnya langsung. Jadi kemana saja nih kita?
Lantai Tujuh
Dini mengajak kami ke lantai tujuh sebagai tujuan pertama. Lantai ini kan tempat kita salat duhur tadi , naah ternyata lantai tujuh ini ada layanan unggulan dan banyak menarik minat pengunjung. Layanan unggulan ini bernama Studio Immersive. Immersive Studio ini jadi konsepnya tuh seperti dilansir dari beritajakarta.id, dia menghadirkan perpaduan antara teknologi, arsip digital, dan ruang eksplorasi kreatif yang memungkinkan pengunjung menikmati literasi dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.




Oke, jadi ada apa nih di ruang immersive ini? Immersive Studio terdiri atas empat ruang utama yaitu ruang dreambook, smartwall interaktif, immersive 360, dan area games center. Di ruang dreambook kita menonton kakak petugas perpus story telling sebuah buku tapi di desain seperti sedang menonton bioskop. Dinding studionya juga bisa mengeluarkan suara jika kita menyentuhnya. Lanjut ke ruangan smartwall interaktif yang menyediakan layar bercerita. Layar bergerak dengan pengendalian tangan tangan pengunjung dari jarak jauh.
Nah di ruangan ketiga nih tidak kalah seru, jadi di immersive 360 ini seluruh ruangannya terang dan ada gambar bergerak di seluruh dinding dan lantainya. Seru banget deh pokoknya disini. Sementara di ruangan keempat ada berbagai games dan permainan. Ada becak, menggambar dan loncat-loncat mengikuti gerakan di layar.
Bagaimana cara mengakses studio immersive ini? Masyarakat dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di aplikasi jaklitera atau laman perpustakaan.jakarta.go.id untuk dapat memanfaatkan layanan immersive ini.
Oh iya selain terdapat Studio Immersive, di lantai tujuh ini juga ada area multimedia. Dan ada komik corner tapi kata Dini belum rampung masih dalam tahap persiapan. Ruangannya sudah ada sudah rapi banget tinggal menyiapkan koleksi komiknya.
Lantai Enam, Lima dan Empat Perpustakaan Jakarta
Setelah puas mengunjungi studio immersive, Dini mengajak kami ke lantai enam. Jadi Lantai enam, lima dan empat ini terhubung dengan satu tangga panjang selain ada eskalator seperti penghubung lantai lainnya. Desain bangunan di tiga lantai ini juga sangat indah dan estetik. Pokokknya kalau ke Perpustakaan Jakarta jangan lupa foto yaa….Keren banget suasananya.
Lantai Enam
Oh iya, lantai enam ini ada deretan rak berisi buku-buku dari berbagai subjek, ada juga ruang koleksi untuk tuna netra. Ada buku braille dan globe khusus untuk penyandang tuna netra. Sisi bagian timur berderet meja dan kursi untuk pengunjung membaca.




Oh iya Dini mengajak kita ke bagian paling ujung depan lantai enam dan ternyata ada area gym. Kita bisa berolah raga disana. Lengkap banget yaa, perpustakaan ada sarana olahraga juga. Beuh manteep
Lantai Lima
Lantai lima ada PDS. HB Jassin, saya dan anak-anak masuk dan mengeksplorasi ruangan disana. Dalam ruangan PDS HB. Jassin terdaat koleksi beliau, barang-barang beliau dan buku-buku sastra.
Ada banyak ruangan-ruangan juga bagi pengunjung. Seperti ruang membaca hening, ruang diskusi, ruang podcast dan masih banyak ruang lainnya.






Lantai Empat
Lantai empat ada ruangan koleksi khusus anak. Letaknya tepat di bagian belakang ruang perpus yang estetik itu. Ada koleksi Australia Corner juga lho. Tempatnya nyaman banget deh.
Jangan khawatir kalau kebelet pengen ke belakang atau mau salat yaa karena di tiap lantai, sudah tersedia toilet dan mushola. Kamu bingung mencari sesuatu? Jangan khawatir ada meja informasi di setiap lantai yang memudahkan pengunjung jika memerlukan bantuan.





Jadi lantai empat, lima dan enam ini kalau saya lihat dari ujung lantai enam terlihat menyatu ada tangga di bagian sisi kiri yang menghubungkan ketiga lantai utama ini. Estetik banget deh pokoknya. Naah bagian belakang ruangan estetik ada masih terdapat berbagai ruangan dan layanan yang bisa kamu eksplore juga,
Perpustakaan jakarta memiliki mesin pengembalian dan peminjaman. Jadi pengunjung bisa melakukan transaksi sendiri. Selain itu peprustakaan sudah menggunakan teknologi RFID, jadi kalau membawa buku tanpa proses yang benar nanti saat melewati pintu keluar detektornya akan berbunyi deh.


Oh iya, Perpustakaan Jakarta juga menyediakan satu ruangan serba guna buat seminar atau acara dan itu gratis. Asal daftar dulu aja dan cocok jadwalnya tidak bentrok dengan pengguna lain. Ruang serba guna ini namanya Ruang Balai Sastra Hans Bague Jassin yang berada di lantai empat.
Kesan Berkunjung
Duh saya merasa beruntung banget bisa membawa anak-anak Book Club berkunjung ke Perpustakaan Jakarta ini. Yang jelas banyaaak banget yang bisa saya amati, tiru dan modifikasi dari kunjungan ini untuk diterapkan di perpustakaan kami.
Apalagi ada Dini, jadi sekalian reunian deh. Dini juga mengajak kita keliling perpus seluruuh sudut setiap lantai kita kunjungi. Makasiiih yaa, sudah mengajak kita berkeliling Perpustakaan Jakarta. Kamu mau berkunjung ke Perpustakaan Jakarta juga? Yuuk jangan ragu perpusnya baguuus banget, bagus bagus pisaan 😍😍
51 comments
Hatur nuhun tulisannya, Heni, seperti diajak ulang pertemuan dan jalan2 kita di Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin. Ditunggu kembali kunjungannya yaa ❤️❤️
Sama sama Din..makasih lho udah ajak kita mengenal dan menjelajah Perpustakaan Jakarta dan PDS HB.Jassin. selengkap dan sebagus itu yaa perpusnya..kalau jadi orang Jakarta aku bakalan sering² kesini deh😍
Aku pernah masuk perpustakaan yang koleksinya lengkap banget dan rasanya seperti masuk dunia lain. Tenang, wangi buku, dan bikin betah lama-lama. Tempat seperti ini memang cocok banget buat yang butuh ruang hening untuk membaca atau sekadar menenangkan pikiran
Hooh. Apalagi pas ada buku atau novel yang ingin kita baca. Tenggelam seharian di perpustakaan begini pun rasanya pasti rela. Iya kan, kak?
Nah daku pun pernah begitu Kak Amel, di perpus yang bikin takjub, karena koleksinya, suasananya, belum lagi penataannya yang gereget. Asik deh
Seneng bgt bs ktmu temen lama di perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin ini. Bener2 akan menjadi kenangan terindah setelah 27 tahun ga ktmu. Lha aku aja kalo ketemu temen kuliah, apalagi sampe SD, senengnya luar biasa.
Dulu wkt masih di Jakarta, gedung ini msh dalam proses rencana dan mulai dibangun, eh pas COVID, kita ga bs kmn2 dan aku blm bs dtg ke peresmian perpustakaan ini.
Melihat tulisan kak Heni, jadi tahu segala sudut perpustakaan Jakarta dan perpustakaan HB Jassin. Jadi ingat juga dulu di sini aku bertemu ketua FLP se-Indonesia sekaligus ketemu mbak Helvy Tiana Rossa dan semua teman2nya. Sekitar tahun 2005. Wkwk lama juga yak. Skrg bangunannya jadi bgs bgt. Kyk bernuansa Eropa gt.
Iya mas Didik,,,ini renovasinya 2 tahun, sebelum akhirnya ditempati. Jadi bagus banget yaa,,,,kereen
Saat kunjungan resmi ke perpustakaan dan ternyata yang menerima kunjungannya adalah teman lama tuh kayak keberuntungan banget gitu ya, Kak.
Tujuan utama tercapai dengan baik. Yaitu mengunjungi perpustakaan Jakarta bersama anak didik. Eh, bisa sekalian reunian juga. Pasti asyik banget.
iyaa asyik,,,saya ketemu teman lama jadi sekaligus reunian mba yun
Tinggal di Jakarta enaknya adalah berbagai pusat informasi mudah didapat salah satunya melalui perpustakaan yang fasilitasnya memadai. saya kerap mendapatkan postingan di Instagram tentang perpustakaan di Jakarta, saya pikir makin ke sini fasilitasnya makin membaik. Kalau ke Jakarta lagi berharap bisa mampir ke perpustakaan PDS.
Iya kak,,,,wajib mampir kalau ke Jakarta lagi, perpusnya baguuusss
Padahal perpustakaan ini ga jauh dari rumahku, tp sampai skr blm pernah kesana. Sebenernya bukan Krn ga mau, tp Krn di rumah masih banyak banget buku2 yg aku beli tp belum dibaca mba. Sementara kalau ke library begini, aku pasti akan pinjam buku 😅😅. Ga selesai2 ntr 😂.
Tapi memang baguuuuuus banget perpus nya yaaa. Besaaar pula. Penasaran Kenap ada Australia corner di sana. Ada kerjasama dengan Aussie kah?
Dan udah canggih dari cara peminjaman dan pengembalian ❤️👍👍👍👍. Baguuus nih perpustakaan zaman skr. Ga hanya sekedar utk meminjam buku, tp bisa dipakai utk hal berguna lainnya. Sampai ada ruangan podcast
Iya betul kak Fanny, sudah ada kerjasama antara Perpus Jakarta dengan kedutaan Australia. Jadi ada Australia Book Corner disana. Betah banget di perpus Jakarta ini, apalagi duduk baca di tangga utama lantai 5 seruu…bisa bisa gak mau pulaaang hehehe
Seruuuuuu, beruntung banget punya guru kayak kamu. Zaman aku sekolah dulu kepengin banget bareng-bareng berkunjung ke Perpus Nasional, atau perpus mana pun, tapi sayang belum pernah terlaksana. Akhirnya sekarang balas dendam suka pergi-pergi sendiri hehehe. Meskipun rasanya tetap beda sama kalau pergi bareng-bareng.
BTW, dokumentasainya lengkap banget, jadi berasa kayak lagi berkunjung langsung ke tempatnya <3
Wuaah mbanya lagi berkunjung ke Jakarta ya. Senang sekali bisa berjumpa dengan kawan yang suah puluhan tahun tidak ketemu. Silahturahmi yang berkah di bulan puasa ya mba.
Setuju sekali kalau perpustakan Cikini ini wajib dikunjungi oleh pencinta buku dan bacaan. Selain tempatnya memang sebagus itu, area sekitar perpus juga ada kuliner yang enak-enak dan juga kafe menarik untuk jadi tempat temu kangen atau menikmati waktu sendiri.
Mewah dan megah banget PPDS HB Jassin ini ya kak. Kangen banget bs ksni. Apalagi ini tempat asyik buat berkumpul, bersama teman dan keluarga.
Pecinta buku sih wajib dtg ya kak Heni buat ke sini. Udh lengkap bgt detail ruangan per lantai, toko, hingga jalur masuknya. Makanya baca tulisan kak Heni tuh berasa kyk masuk perpustakaan virtual. Hehe. Kita yg jauh dr Jakarta pun bs merasakan nuansa kseruannya.
Aku belum pernah masuk perpustakaan Jakarta mbakk.. 🥲
Entah kenapa ruteku pas ke JKT nggak ada yang melipir ke area ini. Padahal kalau ke Jakarta, pengen nyempetin ke perpus nasionalnya.
Mana perpusnya keren pula, ada ruangan imersive-nya… ❣️❣️❣️
Ini tempat favorit saya Mbak. Kalau Hb Jassin itu memang sering dipakai untuk acara literasi. Termasuk bincang atau lauching buku. Kalau perpustakaan Jakarta memang sangat bagus dan nyaman. Banyak yang datang tidak anya sekadar meminjam buku, tapi juga mengerjakan tugas. Makanya masuknya saja antre menunggu loker kosong.
Aku ingat salah satu kawanku akhir tahun kemarin ikutan festival sastra HB Jassin. Dan katanya tempatnya luas dan udah modern.
Kalau bisa ke JKT lagi beneran pgn ke perpusnas sama ke PDS HB Jassin.. 🥰🥰
Daku belum eksplor lebih lama di Perpustakaan Jakarta, karena saat itu datang ke sana bersamaan karena ada acara, jadinya nggak fokus huhu. Padahal asim juga tempatnya, meski harus daftar dulu, tapi jadinya apik jiga sih ya.
Alhamdulillah bisa berkunjung ke Perpustakaan Jakarta yang cukup hits dan favorit 🤩💯 pasti anak-anak yang tergabung di book club happy banget. Apalagi ada tour library juga.
Bahkan dokumentasi nya banyak serta lengkap sekali. Semoga saja, banyak pencerahan yang bisa di ATM pada perpustakaan tempat mbak bertugas ya.
Beneran berasa ikutan tour kesana ya. Ternyata main ke perpustakaan bisa seseru dan semenarik ini. Banyak yang bisa dilakukan dan menyenangkan sekali ya. Apalagi bersama keluarga dan teman-teman yang sama-sama suka hal yang sama
Kegiatan yang sangat bermanfaat
Apalagi bisa tahu seputar sastra yang mayoritas orang di luar sana tuh tidak paham seperti saya
Makanya kalau bisa ada di dalam kegiatan ini pasti wawasan dan pengalaman jadi bertambah
Ke Jakarta saya cuma sempat ke Perpustakaan Nasional, belum pernah ke HB Jassin
Keren ya Perpustakaan Jakarta ini. Kesan modernnya dapet banget. Interiornya juga kece. Desain Andra Martin emang nggak perlu diragukan lagi.
Studio immersive sekarang lagi musim ya. Banyak tempat menawarkan layanan ini. Emang jadi lebih menarik.
Oh ya, tadi waktu baca judulnya, aku pikir Perpustakaan Jakarta itu yang di seberang Monas. Ternyata bukan hehehe…
Nah iya, desain interior Perpustakaan Jakarta ini the best. Salah satu Perpustakaan favorit ku banget. Apalagi di kawasan TMII, pencinta seni bisa merasa betah karena ini kawasan anak seni dan kreatif berkumpul.
Kalau yang dekat Monas, namanya perpusnas atau Perpustakaan Nasional Mbak. Ayo pas lebaran liburannya ke Jakarta aja. Jakarta biasanya kalau lebaran agak sepi nggak kayak hari-hari biasa. Maklum banyak yang mudik.
Perpustakaan Nasional disingkat menjadi perpusnas teh Lala. Iya yaa keknya seruu lebaran pasti sepi di jakarta , tapi sayang syaa mah mudik hehe
Aku dan anak2ku sering ke sana juga mbak Heni, abis itu dilanjutkan makan bakmi Roxy haha.
Ke sananya enaknya tu transum mudah, bahkan bisa jalan kaki ke stasiun KRLkalau mau haha 😀
Eh tapi semenjak ada, kami belum pernah ke ruang studio immersive-nya. Dulu2 keknya masih kyk ngantre gitu, jadi kalau ke sana seringnya cuma buat baca buku dan nugas2 aja.
Itu yang di tangga emang spot favorit buat berfoto2 hehe 😀
Jujur aku belum pernah pinjam buku walaupun KTPku Jakarta, belum sempet bikin member, cuma kata temen kalau minjem buku di sana bisa balikin via perpus daerah lain yang masih milik pemda DKI Jkt yang terdekat rumah juga. Katanya terkoneksi gitu. Asyik bener. Semoga makin banyak perpus yang seperti gini ya 😀
Seneng banget ya bisa berkunjung ke perpustakaan Jakarta. Ternyata di dalamnya luas banget dan lengkap juga isinya. Bahagia banget ya bisa ketemu temen lama, dan janjan berkunjung ke sini. Bisa sekalian reunian.
Cakep banget perpustakaan jakarta ini
Nggak hanya punya banyak koleksi buku ya mbak
Tapi ruangan perpustakaan juga nyaman
Betah baca buku lama lama di sini ya
Ah pengen banget maen ke sana. Asli keren sih perpustakaan Jakarta ini. Tak hanya untuk membaca dan meminjam buku, tapi fasilitas wisata literasinya lengkap banget, sampe ada cafe, gym, bahkan tempat buat seminar pun tersedia. Asli bikin betah tempatnya
Ternyata luas banget yaa sayangnya pernah ke sini tapi hanya sampai parkiran saja karena pada kelelahan jalan-jalan pas bulan puasa padahal perpustakaan ini megah dan menarik banget..
perpustakaan HB jassin ini masih satu komplek ya, mbak dengan perpustakaan jakarta? Aku alhamdulillah pernah juga ke perpustakaan Jakarta dan berpose di tangga viralnya itu. Duh kapan ya bisa ke sana lagi buat baca buku koleksi di sana
Terakhir kali ke sini dua tahun lalu. Bikin anakku betah banget gak mau pulang. Sampai magrib rasanya di situ tuh.. karena fasilitasnya pun selengkap itu.. awalnya agak bingung cari jalan masuknya. Tapi lalu tanya tanya, sampai juga..
Kaget selama Reformasi tidak pernah bertemu kawan lamanya, tapi masih berhubungan dengan sangat baik. The power of silaturahim ya, Bu.
Nah, kalau kami kemarin pakai aula serbaguna-nya itu untuk acara launching buku puisi film. Tempatnya nyaman, luas, dan bersih.
Namun saya sendiri, belum sempat explore secara lengkap dan tuntas seperti ibu dan anak-anak. Nampaknya next time perlu dicoba.
Momen reuni, diajak keliling tiap sudut dan tiap lantai, rasanya lengkap: hangat, inspiratif, dan penuh energi positif. Setelah baca ini, rasanya susah buat nggak kepikiran, “kayaknya harus ke sana deh”
Seru banget ke sana saat sepi mba, aku waktu itu ke sana pas hari minggu sih dan rame sekali. Benar-benar di setiap sudut penuh dengan orang. Aku dan teman yang awalnya mau nugas, akhirnya menyerah dan pindah ke cafe. Tapi aku baru tau ada ruangan-ruangan khusus kayak Studio Immersive.
Wah jadi keinget saat dulu berkunjung ke salah satu perpus di Jogja..
jadi pengen banget berkunjung lagi ke perpus. apalagi di perpus jakarta ini sepertinya lengkap banget ya fasilitas nya. menarik untuk dikunjungi..
AAAAAAAAAA, pengen banget ke sana. Semoga akhir tahun nanti kesampaian bisa liburan ke sana :”
Jadi makin banyak wishlist tempat yang pengen kudatengin nantinya di Jakarta T~T
Lengkap sekali mbak. Simpan dulu buat bekal kelak berkunjung ke perpustakaan HB. Jassin. Dari dulu penasaran karena ayah saya bercerita dulu beliau yang kerap pinjam buku, sayang setiap saya berkunjung ke ibukota sampai setua ini belum kesampaian juga mendatanginya.
Masyaa Allah betapa lengkap dan istimewanya semua fasilitas yang ada di perpustakaan HB Jassin ini, saya sering ke TIM bahkan pernah 7 hari full di sana menangani event Indonesian Dance Festival, tapi belum sekalipun masuk ke perpusnya. Makasih udah di spill isi perpusnya Mba. Juga sudah kasih saya informasi ruang serbaguna yg free.
iya sama -sama teh Ani
Tulisan ini terasa seperti surat cinta untuk literasi. Ada rasa hormat dan kekaguman pada ruang yang menyimpan banyak pemikiran. Aku suka banget karena bukan cuma informatif, tapi juga membuat pembaca merasa ingin datang dan duduk diam di sana.
Terima kasih banyak untuk infonya yang detil. Jadi teringat beberapa bulan lalu, kebetulan lagi di sekitaran sana. Mau sekalian mampir ke perpus Jakarta. Tapi, ada jam istirahat atau apa gitu, saya lupa. Memang sebaiknya cari info lebih dulu, sih. Salah satunya membaca di artikel ini.
Wah seruuu banget berkunjung ke library bareng-bareng begini. Wishlist banget kalau ke Jakarta bisa kesini. Librarynya luas banget, pecinta literasi pasti merasa berada di surga dunia ya kak
Asyik ini saya jadi ikut ngabuburit ka Jakarta
Berasa saya yg ikut rombongan atuhda. Hehehe
Megah sekali ya gedung perpustakaan ini
Salut sama rombongan pecinta buku baca dan menulis yang Teteh bina ini
Membuktikan kalau Perpustakaan jadi tempat yg asyik untuk dikunjungi
keren banget ya perpustakaan Jakarta ini sampai 7 lantai. Aku waktu ke jakarta kemarin cuma sempat jalan-jalan ke lantai yang buku anak itu, mbak dan itupun sudah takjub banget sama koleksi bukunya
Ooh begini ya kalau kunjungan resmi bisa keliling tiap lantai dengan pemandu. Aku bolak-balik ke perpus Jakarta buat baca buku dan anakku main di lantai 4. Comfort place buat kami apalagi weekdays karena sepiii. Koleksi buku anaknya juga sangat menarik, KEREN BANGET lah Perpus Jakarta!
Oh ya kalau ruang serbaguna yang bisa digunakan gratis itu setahuku di lantai 4 perpus PDS HB Jassin.
iya kaak,,,hehe,,,slah tulis saya,,
Ini perpustakaan lebih dari sekadar tempat baca sih. Begitu banyak spot menarik, perpus ini bisa jadi tempat instgramable atau bahkan sekadar cari ketenangan lari kebisingan kerja. Menarik, sepertinya ini bakal jadi tempat wajib jika saya berkunjung ke Jakarta nanti.
Aku paling seneng kalo liat perpustakaan kaya gini. Selain interior dan desainnya yang menarik, koleksi buku dan suasananya bikin betah banget. Coba didaerah sendiri punya perpustakaan seperti ini.
Ya ampun, perpustakaannya lengkap banget, gak hanya buku tapi fasilitasnya juga, bener-bener perpusatkaan premium sih menurut saya, apalagi saya yang udah jarang banget ke perpus (hampir gak pernah, hiks. Tapi kalau perpustakaan selengkap perpusatkaan Jakarta sih pasti “maksain” dateng bareng anak, hehe