Kamis Seru di Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB.Jassin

Kamis pagi pekan kemarin adalah hari pertama puasa  Ramadan. Kebetulan sekolah tempat saya bekerja libur untuk menghormati awal Ramadan. Inginnya sih sehabis salat subuh dan tilawah tuh saya tiduran dulu sebentar laah, tapi ternyata piring bekas makan sahur lebih menarik saya. Mereka melambai-lambai meminta saya untuk mendekat dan mencuci mereka semua. Ya sudah deh beberes dapur dulu deh. 

Setelah berbenah di dapur selesai, mau tidur dulu bentar eh ternyata sudah jam delapan saja.  Saya ingat deh hari ini ada janji temu dengan anak-anak Book Club asuhan saya jam sembilan di Simpang Ratu Cibadak. Kami akan pergi berkunjung ke Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Salah satu perpustakaan besar dan baguuus banget di Jakarta. Oke deh, gak jadi tidur akhirnya, saya cuzz aja langsung mandi dan siap-siap. 

 

Mengatur Jadwal Berkunjung

Sebelum menetapkan jadwal kunjungan tanggal 19 Februari 2026 , saya terlebih dahulu menghubungi teman yang bekerja di Perpustakaan Jakarta. Ada teman saya namanya Dini lengkapnya Ibu Dini Dwi Utari, beliau bertugas di bagian Humas dan Media Sosial. Jadi sepertinya pas kalau saya menghubunginya. 

Dini memberi alur protokoler bagaimana cara kami berkunjung resmi ke Perpustakaan Jakarta. Jadi saya atas nama sekolah berkirim surat terlebih dahulu kepada pihak Perpustakaan Jakarta. Naah, nanti akan ada surat balasan dari pihak sana sebagai konfirmasi bahwa mereka menerima permintaan kunjungan. Jika permintaan kunjungan sudah fix diterima dan tanggal kunjungan sudah ada, maka kegiatan kunjungan akan tercatat di agenda literasi website Perpustakaan Jakarta

Jika surat permintaan kunjungan sudah terkonfirmasi maka jadwalnya ada di website

Alhamdulilah setelah jadwal kunjungan sudah fix, saya tinggal menyiapkan dan mengondisikan anak-anak dan memesan mobil sekolah untuk mengantar saya dan anak-anak ke perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin.

 

Janjian di Simpang Ratu

Seperti cerita saya di awal pembuka tulisan, saya udah siap-siap tuh dari jam delapan. Oh iya, sebelum menuju arah Cibadak saya mampir dulu ke toko Mochi yang dekat rumah. Ada toko Mochi Tsuki, saya membeli mochi dan beberapa makanan khas Sukabumi. Saya ingin memberi oleh-oleh untuk teman saya Dini. 

Jujur deh, udah lama banget kita gak bertemu, dari sejak lulus kuliah tahun 1999, naah lho berapa tahun tuh kita gak bertemu, lama banget kaan. Sudah dua puluh tujuh tahun tak bertemu. Amazing banget rasanya mau bertemu teman yang sudah lama banget tak bersua. 

Oke deh, setelah selesai membeli oleh–oleh saya langsung menuju pertigaan Simpang Ratu di Cibadak. Tempat saya janji temu dengan anak-anak. Jadi anak-anak berangkat dari sekolah dengan mobil Hiace dan saya menunggu di pinggir jalan menuju arah Jakarta ini. Enggak lama menunggu karena anak-anak udah saya wanti-wanti agar sat set gak pake lama buat berangkat tepat waktu. Yess…akhirnya mobil pun datang, saya duduk di kursi depan sementara anak-anak di kursi belakang. 

 

Lokasi Perpustakaan Jakarta dan PDS HB.Jassin

Setelah sampai, saya akhirnya ingat bahwa saya pernah kesini lho saat menghadiri event Pesta Literasi yang penyelenggaranya adalah  Gramedia. Namun, saat itu lokasi kegiatannya di Taman Ismail Marzuki bukan di perpustakaannya. Jadi lokasinya itu berada di bagian belakang perpustakaan. Perpustakaan Jakarta sendiri ada di bagian paling depan pinggir jalan besar persis. perpustakaan Jakarta adalah perpustakaan kebanggan di Jakarta selain Perpustakaan Nasional.

Alamat lengkap Perpustakaan Jakarta:

Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin| Cikini, Taman Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya No.73 8, RT.8/RW.2, Cikini, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Link google mapsnya :  kamu bisa akses disini yaa

Lokasinya gampang banget mencarinya karena memang strategis banget di pinggir jalan raya banget yaitu Jalan Cikini Raya. Untuk kamu yang datang dengan menggunakan akses transportasi umum juga mudah sekali dijangkau. Lokasi Stasiun Cikini hanya selemparan batu dari sini, jadi deket banget bisa langsung naik ojol deh keknya kalau mau kesini. 

 

Gedung Perpustakaan Nan Megah

Setelah satu jam perjalanan akhirnya saya dan anak-anak sampai di lokasi. Setelah ada di bagian bangunan gedung, nampak gedung perpustakaan nan megah. Jadi menurut cerita Dini, Perpustakaan Jakarta ini mulai ditata pada zaman Gubernur Anies Baswedan. Gedung Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin ini mengalami renovasi gedung oleh arsitek Andra Matin.  

Gedung perpustakaan jakarta PDS HB Jassin
Penampakan dari depan gedung perpustakaan

Bangunan Perpustakaan Jakarta ini unik, estetik dan sangat indah. Kalau saya lihat dari jauh seperti kapal laut yang siap berlabuh. Bagian pertama itu ada tujuh lantai dalam gedung bangunan panjang. Nah ke atasnya ada lagi tujuh lantai bangunan berundak. Nah jadilah seperti kapal laut kalau kata saya sih.

Bangunan panjang seluruh dindingnya itu berupa jendela kaca dan diselimuti tirai besi warna hitam. Naah, di tirai besi hitam itu ada not-not balok lagu Rayuan Pulau kelapa. Memang bangunan Perpustakaan Jakarta ini terinspirasi oleh lagu Ismail Marzuki, Rayuan Pulau Kelapa.

 

Kunjungan Resmi Ke Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin

Setelah sampai, tidak lupa saya berfoto-foto sama anak-anak di bagian depan yang ada patung Ismail Marzuki. Ini adalah bagian depan perpustakaan. Disini ada tangga menuju lantai dua. Lantai satunya sendiri adalah sebuah bangunan yang saya kurang paham itu digunakan untuk apa. 

Naah, setelah menaiki tangga depan gedung perpustakaan, sampailah saya di lantai dua. Disini belum ada perpustakaannya, tapi lantai ini tuh kaya kantin dan kafe gitu untuk pengunjung makan dan minum. Di lantai dua ini ada Kedai Kopi Kenangan dan kedai makanan lainnya. 

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
lantai 2 perpustakaan Jakarta, disini ada cafetaria dan kantin

Naah, dari lantai dua ini, ada eskalator menuju lantai tiga. Tepat di samping eskalator tertera jelas tulisan Perpustakaan Jakarta dan ada tanda panah naik ke atas. Ini menunjukkan bahwa dengan menaiki eskalator ini, saya akan menuju ke perpustakaan. 

Lantai 3 perpustakaan , oh iya eskalator itu ada di lantai 2 dan menuju ke lantai 3

Begitu sampai di lantai tiga, tepat di sebelah kanan eskalator ada akses masuk menuju perpustakaan. Lantai tiga ini berfungsi untuk menyimpan barang pengunjung dan proses lapor ke petugas untuk bisa masuk ke dalam perpustakaan. Jadi untuk bisa masuk ke area Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin ini seluruh pengunjung harus memiliki kartu anggota dan kartunya harus dibawa kalau akan berkunjung.

Naah karena saya dan anak-anak adalah tamu yang akan melakukan kunjungan resmi maka petugas yang ada di lantai tiga ini mengarahkan kami untuk menuju lantai empat. Nanti dari lantai empat bisa langsung menuju lantai enam tempat kai diterima oleh pihak Perpustakaan Jakarta.

Oh iya, di lantai tiga ini sedang berlangsung Festival Pameran Buku. Lokasinya tepat berhadapan dengan pintu masuk ke perpustakaan. 

 

Dari Lantai tiga ini saya langsung berjalan ke arah belakang, kalau dari pintu depan berarti saya dan anak-anak berjalan ke depan yaa. Naah, di ujung bangunan ada eskalator untuk naik ke lantai empat. Bangunan di lantai dua dan tiga masih seperti bangunan biasa saja karena memang bukan lantai utama yang  terdapat area koleksi.

Naah, eskalator yang kami temui da tulisannya DISPUSIP. Tepat di hadapan eskalator ada kantor jakarta OSES Energi. Oh ternyata setelah saya gugling di Internet , lantai III ini namanya Gedung Ali Sadikin Lantai III Taman Ismail Marzuki (TIM). 

Perjalanan menuju lantai empat lanjut ke lantai lima

 

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
masuk dulu ke perpus PDS. HB. Jassin sebelum staff mengantar ke lantai enam

Oke deh, lanjuut naik ke lantai empat terus lanjut lagi ke lantai lima.  Ternyata lantai lima ini ada Perpustakaan PDS HB. Jassin. Petugas di resepsionis langsung menanyakan tujuan kunjungan kita. Saya pun menunjukkan surat balasan dari Perpustakaan Jakarta perihal kunjungan resmi kami dari SMA Al Bayan Sukabumi. 

Petugas pun dengan baik hati mengantarkan kami ke lantai enam karena memang dalam surat tertera kami tempatnya di Ruang Berkarya. Saya hubungi Dini kalau kita sudah sampai di Perpustakaan Jakarta. 

Saya melihat jam masih ada waktu satu jam menuju jam satu. Petugas mengarahkan kami di lantai enam untuk menuju  lantai tujuh untuk salat di musala. Oke deh akhirnya naiklah kita ke lantai tujuh dengan menggunakan eskalator yang letaknya berhadapan persis dengan meja resepsionis di lantai enam ini. 

Ternyata  musalanya nyaman deh, karpetnya tebal dan saya bisa salat dengan tenang. Meskipun tempatnya kecil tapi gak masalah sih toh yang salat juga gak terlalu banyak juga. 

Setelah salat, saya dan anak-anak kembali mengeksplor lantai enam, lima dan empat. Ternyata di tiga lantai inilah kawasan utama Perpustakaan jakarta berada. Termasuk area instagramable yang seringkali saya lihat di media sosial akhirnya saya bisa sampai kesini. 

 

Pertemuan di Lantai Enam Ruang Berkarya

Akhirnya jam menunjukkan pukul satu siang. Sebuah pesan whatsapp masuk ternyata dari Dini, menanyakan posisi saya. Saya bilang ada di lantai enam. Ternyata Dini juga sudah ada di lantai yang sama. Akhirnya kita bertemu. 

Waah senang sekali bertemu teman lama yang sudah lamaaaa buangeeeet gak ketemu. Betewe, saya kenal baik juga dengan suami Dini karena kami dulu sama-sama penghuni asrama, ya biasalah sesama penghuni asrama jadi kenal, hehehe. 

Kita pun masuk ke Ruang Berkarya lantai enam. Ruang Berkarya adalah sebuah ruang pertemuan yang cukup untuk menampung sekitar tiga puluh orang deh. Naah, disini teman saya Dini menerima kami secara resmi. Dalam pertemuan di Ruang Berkarya ini, beliau menyampaikan penjelasan tentang Transformasi Perpustakaan Jakarta. Dini bercerita tentang sejarah perjalanan Perpustakaan Jakarta dari awal hingga menjadi besar seperti saat ini. 

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
Penjelasan tentang Perpustakaan Jakarta oleh Ibu Dini Dwi Utari.,S.Sos

Jadi perpustakaan ini, sebelum revitalisasi lebih berfokus pada kegiatan meminjam dan mengembalikan buku dan kegiatan-kegiatan perpustakaan standar pada umumnya. Setelah revitalisasi konsep perpustakaan menjadi lebih terbuka dan menjadi ruang publik bagi masyarakat luas. Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat meminjam dan mengembalikan buku, namun perpustakaan menjadi tempat masyarakat berkegiatan.

Pada kesempatan ini juga, Dini menyampaikan berbagai jenis layanan yang ada di perpustakaan serta program unggulan Perpustakaan Jakarta. Program unggulan tersebut adalah Night Library, Piala HB.Jassin, pameran sastra, wisata literasi, pekan sastra Jakarta, Karya Raya, Senara (Senandung Aksara) serta Storytelling dan Crafting. Keren banget yaa, banyak sekali  programnya.

 

Library Tour Mengelilingi Perpustakaan Jakarta

Setelah selesai presentasi, Dini membawa kami berkeliling seluruh sudut perpustakaan. Seneng bangeet deh kita  menelusuri setiap ruang bersama  tuan rumahnya langsung. Jadi kemana saja nih kita?

Lantai Tujuh

Dini mengajak kami ke lantai tujuh sebagai tujuan pertama. Lantai ini kan tempat kita salat duhur tadi , naah ternyata lantai tujuh ini ada layanan unggulan dan banyak menarik minat pengunjung. Layanan unggulan ini bernama Studio Immersive. Immersive Studio ini jadi konsepnya tuh seperti dilansir dari beritajakarta.id,  dia menghadirkan perpaduan antara teknologi, arsip digital, dan ruang eksplorasi kreatif yang memungkinkan pengunjung menikmati literasi dengan kemasan yang lebih modern dan menarik.

Studio Immersive Perpustakaan jakarta
Foto bersama di lokasi Studio Immersive
pertunjukkan di ruang dreambook studio immersive

 

pertunjukkan di ruang dreambook studio immersive 
Ruangan multimedia di lantai tujuh

Oke, jadi ada apa nih di ruang immersive ini?  Immersive Studio terdiri atas empat ruang utama yaitu ruang dreambook, smartwall interaktif, immersive 360, dan area games center.  Di ruang dreambook kita menonton kakak petugas perpus story telling sebuah buku tapi di desain seperti sedang menonton bioskop. Dinding studionya juga bisa mengeluarkan suara jika kita menyentuhnya. Lanjut ke ruangan smartwall interaktif yang menyediakan layar bercerita.  Layar bergerak dengan pengendalian tangan  tangan pengunjung dari jarak jauh. 

Nah di ruangan ketiga nih tidak kalah seru, jadi di immersive 360 ini seluruh ruangannya terang dan ada gambar bergerak di seluruh dinding dan lantainya. Seru banget deh pokoknya disini. Sementara di ruangan keempat ada berbagai games dan permainan. Ada becak, menggambar dan loncat-loncat mengikuti gerakan di layar. 

Bagaimana cara mengakses studio immersive ini? Masyarakat dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di aplikasi jaklitera atau laman perpustakaan.jakarta.go.id untuk dapat memanfaatkan layanan immersive ini.

Oh iya selain terdapat Studio Immersive, di lantai tujuh ini juga ada area multimedia. Dan ada komik corner tapi kata Dini belum rampung masih dalam tahap persiapan. Ruangannya  sudah ada sudah rapi banget tinggal menyiapkan koleksi komiknya. 

Lantai Enam, Lima dan Empat Perpustakaan Jakarta

Setelah puas mengunjungi studio immersive, Dini mengajak kami ke lantai enam. Jadi Lantai enam, lima dan empat ini terhubung dengan satu tangga panjang selain ada eskalator seperti penghubung lantai lainnya. Desain bangunan di tiga lantai ini juga sangat indah dan estetik. Pokokknya kalau ke Perpustakaan Jakarta jangan lupa foto  yaa….Keren banget suasananya.

Lantai Enam

Oh iya, lantai enam ini ada deretan rak berisi buku-buku dari berbagai subjek, ada juga ruang koleksi  untuk tuna netra. Ada buku braille dan globe khusus untuk penyandang tuna netra. Sisi bagian timur berderet meja dan kursi untuk pengunjung membaca. 

lantai enam Perpustakaan Jakarta

 

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
Area koleksi di perpustakaan di lantai 6

 

Salah satu sudut estetik di Perpustakaan Jakarta

 

berfoto dari lantai 6. Itu Saya foto sama Dini

Oh iya Dini mengajak kita ke bagian paling ujung depan lantai enam dan ternyata  ada area gym. Kita bisa berolah raga disana. Lengkap banget yaa,  perpustakaan ada sarana olahraga juga. Beuh manteep

Lantai Lima

Lantai lima ada PDS. HB Jassin, saya dan anak-anak masuk dan mengeksplorasi ruangan disana.  Dalam ruangan PDS HB. Jassin terdaat koleksi beliau, barang-barang beliau dan buku-buku sastra.

Ada banyak ruangan-ruangan juga  bagi pengunjung. Seperti ruang membaca hening, ruang diskusi, ruang podcast dan masih banyak ruang lainnya. 

Perpustakaan PDS HB.Jassin

 

Perpustakaan PDS HB. Jassin.

 

Ruangan koleksi untuk penyandang tuna netra

 

Ruangan Podcast, siapapun bisa berkolaborasi dengan perpus Jakarta untuk menggunakan ruang podcast ini
mengeksplore setiap lantai di Perpustakaan Jakarta seruu banget

 

Lantai Empat

Lantai empat ada ruangan koleksi khusus anak. Letaknya tepat di bagian belakang ruang perpus yang estetik itu. Ada koleksi Australia Corner juga lho. Tempatnya nyaman banget deh. 

Jangan khawatir kalau kebelet pengen ke belakang atau mau salat yaa karena di tiap lantai, sudah tersedia toilet dan mushola. Kamu bingung mencari sesuatu? Jangan khawatir ada meja informasi di setiap lantai yang memudahkan pengunjung jika memerlukan bantuan. 

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
Area anak dan koleksi khusus anak, ada di lantai empat

 

perpustakaan Jakarta dan PDS HB. Jassin
ruang storry telling dan Australia Corner. Ruang bermain anaknya juga nyaman banget. Ada di lantai empat yaa
spot estetik di perpustakaan Jakarta
suasana nyaman di area utama perpustakaan jakarta

 

Jadi lantai empat, lima dan enam ini kalau saya lihat dari ujung lantai enam terlihat menyatu ada tangga di bagian sisi kiri yang menghubungkan ketiga lantai utama ini. Estetik banget deh pokoknya. Naah  bagian belakang ruangan estetik ada masih terdapat berbagai ruangan dan layanan yang bisa kamu eksplore juga, 

Perpustakaan jakarta memiliki mesin pengembalian dan peminjaman. Jadi pengunjung bisa melakukan transaksi sendiri. Selain itu peprustakaan sudah menggunakan teknologi RFID, jadi kalau membawa buku tanpa proses yang benar nanti saat melewati pintu keluar detektornya akan berbunyi deh. 

Ini mesin peminjaman dan pengembalian buku. Dan sebelahnya adalah rak book drop untuk buku yang dibaca di tempat, selesai baca bukunya simpan disitu
Nah ini adalah Ruang Serba Guna yang bisa digunakan oleh siapa saja dan gratis

Oh iya, Perpustakaan Jakarta juga menyediakan satu ruangan serba guna buat seminar atau acara dan itu gratis. Asal daftar dulu aja dan cocok jadwalnya tidak bentrok dengan pengguna lain. Tapi saya lupa ada di lantai berapa yaa wkwk,,,keasyikan ngobrol sama Dini jadi lupa itu lantai berapa. 

 

Kesan Berkunjung

Duh saya merasa beruntung banget bisa membawa anak-anak Book Club berkunjung ke Perpustakaan Jakarta ini. Yang jelas banyaaak banget yang bisa saya amati, tiru dan modifikasi dari kunjungan ini untuk diterapkan di perpustakaan kami. 

Apalagi ada Dini, jadi sekalian reunian deh. Dini juga mengajak kita keliling perpus seluruuh sudut setiap lantai kita kunjungi. Makasiiih yaa, sudah mengajak kita berkeliling Perpustakaan Jakarta. Kamu mau berkunjung ke Perpustakaan Jakarta juga? Yuuk jangan ragu perpusnya baguuus banget, bagus bagus pisaan 😍😍

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like