Kafe Mokopi Jalur Tempat Ngopi di Sukabumi

Kafe Mokopi Jalur Tempat Ngopi di Sukabumi

Setelah puas milih milih buku di pameran OOTB GBK 2026 , perjalanan keliling-keliling kota Sukabumi pun saya lanjutkan. Setiap weekend tiba saya memang senang muter-muterin kota Sukabumi yang luasnya gak terlalu besar ini. Meskipun tidak jarang juga menyambangi tempat-tempat di daerah Kabupaten Sukabumi yang luaass buanget. 

Tujuan saya selanjutnya adalah tempat ngopi atau cafe yang ada di Jalan Raya Lingkar Selatan atau orang-orang lebih sering memanggilnya dengan sebutan Jalan Raya Jalur. Nama kafenya adalah Mokopi , salah satu Kafe di Sukabumi. Jalan Raya Lingkar Selatan ini ujung utaranya nanti bertemu dengan pintu keluar tol Bocimi yang sekarang masih dalam tahap pengerjaan. Entah deh akan semacet apa tuh lalu lintas di sana nanti kalau jalan tol tersebut sudah selesai. Orang sekarang aja sudah macet macetan mulu deh disini.

Eh, koq malah curhat tentang macet di Jalan Jalur yaa, kan saya mau bercerita tentang cafe yang saya kunjungi di Jalan Lingkar Selatan ini. Jadi sebenarnya saya tuh sudah penasaran dari sejak lama sama cafe yang satu ini. Soalnya kan saya lumayan sering lewat kesitu dan pas lewat selalu saja ramai. Mobil banyak parkir dan motor pun berjejer. Dalam hati saya bergumam,,,saya harus mampir kesini niiih.

 

Lokasi Kafe 

Kafe Mokopi ini ada dua lokasi kalau di Sukabumi. Satu ada di Selabintana dan satu lagi yaa yang saya kunjungi ini. Alamatnya ada di Jl. Tangkil – Agrabinta, Sukakarya, Kec. Warung Doyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43135. Kalau dari arah Cibolang Mokopi ini ada di sebelah kanan. Jadi harus putar balik dulu yaa, biar bisa sampai ke kafe Mokopi Jalur ini. Dari jauh juga udah kelihatan koq, soalnya bangunannya mencolok dengan dominan warna hitam dan tembok tidak bercat. Sisi kanan dan kiri masih relatif kosong tanahnya gak ada bangunan yang relatif berdekatan.

 

Kenali Yuk Bangunan Kafe Mokopi Jalur

Cafe Mokopi Jalur ini bangunannya mengusung konsep industrial. Dengan warna dominan hitam dan dinding sengaja tidak diberi cat hanya semen saja. Mengingatkan saya pada satu bangunan tempat saya suka makan steak enak. Jadi cafenya itu dibangun di tanah yang tidak rata. Maklum saja jalan Jalur ini kan dulunya kebun, sawah jadi tekstur tanahnya memang naik turun gitu. Tulisan MOKOPI cukup besar terpampang di atas kanopi lantai satu dan di bagian depan kafe tepat depan parkiran. 

Kafe Mokopi Jalur kesannya menjulang tinggi, terdiri dari tiga lantai. Namun lantai satunya itu underground jadi yang terlihat dari jalan itu sebenarnya adalah lantai dua. Depan parkiran ada tangga yang menuju kasir dan tempat memesan makanan. Saat saya kesini pas kebetulan tidak begitu ramai, jadi saya gak gitu antri deh. Di belakang kasir ada ruangan tertutup dan saya tebak aja deh disana adalah tempat membuat semua makanan yang dipesan. Di bagian depan ini ada juga sederet meja dengan beberapa kursi bar untuk pengunjung menikmati makanan.

Ada beberapa space area duduk pengunjung di Kafe Mokopi Jalur ini, yaitu:

Lantai Dua

Lantai dua tepat di belakang bagian kasir. Jadi jika sudah memesan dan membayar kalau kamu berjalan ke arah belakang gedung di sebelah kanan, kamu akan menemukan dua area makan. Satu semi terbuka, ada atapnya dan satu lagi area terbuka jadi kalau hujan kebasahan. Dari samping kirinya ada tangga menuju ke lantai satu. Oh ia toilet dan mushola ada di bawah dekat tangga itu. 

Kafe Mokopi Jalur
Penampakan lantai satu ada tempat makan semi outdoor, lokasi outdoor dan tangga yang akan menuju lantai tiga , ini di belakang kasir lokasinya.

 

Naah, ini jalan menuju lokasi area makan yang di belakang kasir

 

Bagian depan kafe yang terletak di lantai satu. Ini bagian kasir dan ada space untuk tempat pengunjung duduk di meja bar.

Lantai Satu

Lantai satu ada di bawah lantai dua dan tak terlihat kalau dari depan jalan. Tapi tempatnya nggak gelap koq karena terbuka bukan ruangan tertutup, jadi kaya basement parkiran gitu deh kira-kira penampakannya. Dengan disangga beberapa tiang pancang besi pengunjung bisa menikmati makan dan minum disini.

Kafe Mokopi Jalur
Penampakan area makan di lantai satu, berhadapan dengan area outdoor, nah yang di atasnya itu adalah lantai satu yang terlihat dari depan jalan

Lantai Tiga

Lantai tiga naiknya itu dari sayap sebelah kanan lantai dua tepat di bagian belakang ada tangga untuk menuju kesana. Di area ini benar-benar terbuka tidak ada dindingnya, hanya dibatasi oleh pagar hitam dan atapnya yang berbentuk segitiga,  lumayan tinggi dengan tiang-tiang besi. Sama sekali tidak ada tembok dinding di lantai tiga ini. 

Kafe Mokopi jalur
Penampakan lantai tiga. Pemandangannya terbuka ke alam dan dapat melihat jalanan dengan luas tak terhalang apapun.

 

Suasana di lantai tiga kafe Mokopi Jalur

Area Kebun Terbuka

Area kebun terbuka. Naah ada dua area kebun terbuka ini. Satu ada di bagian sayap kanan tepatnya ada di samping tangga yang menuju lantai satu. Luas area kebun terbuka sebelah kanan ini tidak begitu luas alias sempit hehehe. Sementara yang di bagian sayap kiri naah disini baru tempatnya luas. Banyak pohon cukup rimbun, enak bener buat duduk-duduk santai sambil ngopi di bawah pohon menikmati angin sepoi-sepoi.

Tangga menuju area outdoor

 

Penampakan area terbuka di sebelah kiri kafe kalau dilihat dari arah depan kafe

 

Area outdoor di sebelah kanan kafe, meskipun tidak luas tapi cukup nyaman juga

Jadi , jangan khawatir yaa banyak banget nih pilihan tempat nya, kamu mau duduk dimana? Kalau rekomendasi saya sih di lantai tiga dan area kebun terbuka yang di sebelah sayap kiri kalau dari arah masuk kafe. Area outdoor yang lebih luas. 

 

Nah , semua pengunjung begitu datang bisa langsung menuju tempat pemesanan makanan. Terus memilih dan memesan makanan itu langsung di kasir? Iyaa betul, meskipun kalau menurut saya sih jadi agak ngelamain karena harus milih-milih dulu di kasir jadi gak langsung pesan gitu. Untung saja saya pas kesini lagi gak ramai jadi gak terlalu lama antrinya. 

Saya memesan satu kopi Vietnam Drip, teh rosella panas, mie ramen pedas komplit dan dimsum nori. Total saya harus membayar Rp.86.000, yaa standar sih kalau menurut saya untuk makan di kafe . Tempat kopinya unik dan wadah ampas kopinya  ada dalam teko kecil. Begitu pula dengan tempat teh rosella tempatnya lucu dan tersedia dua gelas kecil untuk menuangkan teh. 

Kafe mokopi jalur
menikmati ramen sambil ngopi di kafe. Naah itu foto paling kanan alat yang akan berbunyi saat pesanan selesai

 

Kopi yang disuguhkan bersama gelas ampas kopinya

 

Naah, ini foto paling kiri adalah minuman hasil campuran kopi dan teh rosella. Hehehe,,tapi ternyata percobaannya berhasil, rasanya enaak.

Naah, ramen yang saya pesan sesuai namanya ramen pedas komplit jadinya yaa rasa pedas dan isiannya segala ada hehehe. Ada mie, sayuran, sosis, bakso, telur rebus dan otak-otak goreng. Jadinya saya pun cukup kenyang . Ukuran mangkoknya cukup besar jadi porsinya banyak. Sedangkan untuk dimsum nori isinya 3 biji, lengkap dengan chilli oil dalam wadah sambal plastik kecil.  

Kafe Mokopi jalur
menu ramennya enak, dimsum nya juga enaak.

Saya benar- benar menikmati secangkir kopi pahit di sore hari yang mendung ini. Sambil ngobrol sama anak dan suami. Oh iya, semua makanan dan minuman  beralaskan baki terbuat dari kayu berwarna coklat bertuliskan Mokopi. Minum kopi sambil memandang pohon dengan daun hijau rindang. Sungguh menenangkan jiwa. 

Pihak kasir memberi satu alat dan tertempel no pesanan kepada semua pengunjung yang memesan, dia akan berbunyi saat makanan selesai. Jadi kita tinggal datang saja ke kasir saat alatnya berbunyi untuk mengambil pesanan. By the way,,,menunggu pesanan datang lumayan lama juga sih, tapi its oke sih karena saya sambil baca buku jadi gak kerasa nunggunya, sambil ngobrol juga sama anak dan suami. 

 

Kesan Berkunjung ke Mokopi Jalur

Tampilan kafe benar-benar gagah terlihat dari luar. Pemandangan di sini baguus, apalagi dari lantai tiga, dengan ruangan terbuka pemandangannya bebas banget melihat gunung dan jalan raya lalu lalang mobil. Pertamanya saya memilih ke lantai tiga ini buat makan tapi ternyata anginnya besar, anak saya dingin katanya karena gak pakai jaket juga, ya udah akhirnya kita pindah ke area terbuka di bagian bawah. 

Oh iya satu catatan saya untuk  lantai tiga ini, kalau membawa anak kecil apalagi balita yang sedang aktif aktifnya, harap menjaga anaknyaa coz pagarnya rendah dan jarak antar besi pagarnya cukup lebar. Jadi tetap dalam pantauan  yaa. 

Naah, ternyata alternatif pilihan tempat yang kami pilih tidak salah kok karena tempatnya nyaman. Meskipun di area kebun terbuka, tapi ada tersedia colokan di dekat tempat duduknya jadi tidak susah kalau mau ngecas. Kalau saya sih terbiasa kemana-mana membawa powerbank jadi gak pernah repot-repot mencari colokan kalau lowbat.

 

Penutup

Setelah sekitar satu jam saya menikmati kopi pahit dan ramen pedas di kafe Mokopi Jalur salah satu pilihan tempat ngopi di Sukabumi akhirnya saya pun pulang. Alhamdulillah semua makanan habis, hehehe…laper soalnya tapi gak  pengen makan nasi. Kamu mau ngopi kemana kalau datang ke Sukabumi? Mau nyoba ngopi ke sini ? Makasih yaa sudah membaca artikel saya hingga tuntas. Semoga sehat selalu dan tulisan ini bisa memberi informasi bermanfaat buat semuanya.  Jangan lupa mampir juga ke blog teman saya ini, seru-seru juga ceritanya😊😊😊

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like